Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Sabtu, 17 Januari 2009

Kenapa Susah untuk Menabung

Kalau kita Tanya kenapa sih malas menabung, ada saja alasannya. Tidak ada uang sisa yang bisa ditabung, gaji pas-pasan. Walaupun gaji besar tetap saja susah menabung, ada aja kegiatan yang memerlukan uang banyak Alasan lain, merasa masih muda, masih panjang perjalanan hidup, jadi buat apa menabung. Apalagi ditambah dengan kalimat masih sehat, dan tidak ada masalah dengan kesehatan, sehingga kapan lagi bersenang dan menikmati uang penghasilan sendiri. Untuk yang wanita ga usah menabung karena berharap dapat suami kaya yang akan memenuhi kebutuhannya. Ada aja alasan untuk tidak menabung Apa benar semua alasan tadi?. Kalau dilihat lagi menabung itu ada hubungannya dengan kemauan keras untuk menyisihkan seberapapun kecilnya uang setiap bulannya untuk dana cadangan.

Saya termasuk orang yang susah menabung, kalau ada uang rasanya gatal kalau tidak membelanjakannya.Saya juga selalu pengen punya barang bagus dan mahal, karena tau susah menabung , maka saya selalu membeli dengan cicilan. Mulai dari baju, sepatu, tas, sampai alat rumah tangga saya beli dengan cicilan. Mula-mula saya berperan sebagai konsumen, tapi lama kelamaan saya sudah mulai pintar dan bertindak sebagai penjual. Banyak sekali keuntungan yang didapatkan sebagai penjual, saya bisa punya karpet, piring, kompor dan alat rumah tangga lain dengan gratis dari keuntungan sebagai penjual. Karena sifatnya pedagang musiman, biasanya kalau alat rumah tangga yang saya inginkan sudah dimiliki, maka saya akan berhenti jualan. Melihat minat dari para ibu rumah tangga dalam mencicil barang demikian besar, saya jadi kepingin punya toko alat-alat rumah tangga yang bisa dibeli dengan cara mencicil. Konsumen yang boleh mengambil barangnya harus berdasarkan referensi, agar rasio kredit macetnya ga besar.

Untuk urusan tabungan pendidikan anak, biasanya saya membeli program asuransi pendidikan. Dengan membeli program ini, saya dipaksa untuk membayar secara berkala, sama aja kan dengan menabung. Sampai sekarangpun saya masih susah untuk menabung uang kontan, selalu saja ada ide untuk memutarkan uang kedalam suatu usaha agar dapat berkembang dengan lebih cepat. Saya pernah punya bermacam-macam jenis usaha, dari catering, warung, buat kue, tukang jahit, salon, supplier buah, supplier asesoris dan semua bisnis MLM pernah saya coba. Kalau dihitung berapa banyak uang saya yang hilang karena rugi, tapi anehnya saya tidak pernah kapok.Jika mengalami kerugian saya langsung “cut loss” dan beristirahat sebentar untuk evaluasi sambil memikirkan bisnis baru apa yang akan saya buat.

Usaha yang saya buat biasanya selalu melibatkan orang lain, artinya selalu ada orang lain yang turut membantu, sehingga boleh dikatakan memberi lapangan pekerjaan kepada orang lain. Saya tidak bisa menjahit, tapi buka usaha menjahit, kalau tukang jahitnya bermasalah ya apa boleh buat tutup dulu. Begitu juga dengan salon, jika kapsternya berhenti, maka salon akan tutup dulu sampai dapat lagi orang baru. Walaupun niat awal adalah membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain, tapi saya sangat kuat dalam hitung-hitungan untung rugi. Kerugian biasanya terjadi karena usaha tidak dijalankan dengan benar oleh si pelaksana atau pelaksananya curang. Jika suatu usaha dalam waktu tertentu tidak dapat menghidupi diri sendiri selalu merugi maka akan saya tutup. Sebetulnya usaha itu kebanyakan awal mulanya untuk menolong orang lain, memberi pekerjaan dengan jalan melibatkan si pelaksananya agar mempunyai rasa kepemilikan dan berjuang bersama membesarkan usaha itu. Herannya kebanyakan orang yang diberi kepercayaan itu tidak mempunyai jiwa tahan banting, mereka tidak perduli perusahaan mau untung atau tidak yang penting saya digaji.Berdasarkan pengalaman itu saya sangat ketat dalam memilih pelaksana suatu usaha, minimal ia harus tau dan mau bekerja keras membesarkan usaha ini.


Tidak heran banyak orang tetap miskin, walaupun sudah ditolong dan diberi kepercayaan untuk bangkit. Baru saya sadari bahwa orang akan mendapatkan lebih jika ia juga bekerja lebih dari orang lain. Bukan saja bekerja lebih keras, ia juga harus lebih kreatif, lebih rajin dan lebih aktif. Bukan hal yang mudah mengajak orang lain untuk maju, niat baik kadang ditanggapi dengan curiga.Walaupun sudah jatuh bangun seperti lagu dangdut saya tetap rajin mengajak orang untuk menabung, atau membeli produk asuransi atau berusaha mandiri. Ada yang tetap tidak rajin menabung, tidak kreatif, malas, sehingga tetap tidak bisa mencapai kehidupan yang lebih baik.Ada juga yang terinspirasi mengikuti anjuran saya. Semoga saja makin banyak orang yang mengerti bahwa untuk mendapatkan lebih kita harus berjuang lebih. Kalau takut memulai suatu usaha setidaknya mulailah dari sekarang menabung .

Tidak ada komentar: