Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Sabtu, 24 Januari 2009

How do I look?

Jika kita akan memutuskan melakukan sesuatu biasanya sudah didasari dengan berbagai pertimbangan.Misalnya membeli baju baru, kita akan mempertiimbangkan berdasarkan sudah saatnya membeli baju karena yang lama sudah kuno.Pilihan kita akan baju baru juga berdasarkan selera kita baik model, warna maupun harganya.Ada yang memikirkan juga apa komentar orang jika kita memakai baju tersebut, rasanya pingin sekali mengenakan baju itu tapi nanti kata orang tidak pantas.Ada yang cuek dan tetap mengenakan pakaian yang sesuai dengan seleranya tanpa perduli pendapat orang, tapi ada juga yang akhirnya tidak jadi membeli karena takut dengan pendapat orang lain. Masalah baju adalah hanya salah satu hal kecil yang keputusannya membeli atau tidak mustinya tergantung dari pendapat kita pribadi bukan pendapat orang lain atau sedang mode.

Ada orang yang tau bagaimana memutuskan sesuatu untuk dirinya baik atau tidak tapi banyak juga orang yang selalu bingung dalam memutuskan sesuatu.Dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari apapun profesi kita selalu butuh untuk memutuskan ya atau tidak, lakukan atau tidak lakukan sesuatu. Kalau atasan kita memberikan tugas yang menurut kita tidak masuk akal, terlalu berat target yang diberikan atau kita memerlukan penjelasan yang lebih rinci. Apa yang biasanya kita lakukan?. Ada tipe orang yang dengan langsung mengemukakan keberatan dengan mengemukakan segala alasannya, atau menawar agar target yang diberikan diturunkan sesuai dengan “bench mark”, atau langsung minta penjelasan yang lebih rinci agar dapat melaksanakan tugas dengan lebih baik. Tapi ada juga orang yang takut untuk mengemukakan keberatannya kepada atasan (apalagi jika atasan terkenal kejam dan tidak bisa kompromi). Mereka memilih diam dan mengambil posisi aman yang lebih dikenal dengan julukan “Yes man atau Asal Bos Senang”.Biasanya tipe orang seperti ini akan menggerutu dibelakang bos, sebab dia takut jika berterus terang akan mendapatkan penilaian yang kurang baik dari atasannya.Takut dinilai tidak kreatif, takut akan tantangan dan kurang cerdas jika banyak bertanya.

Begitu juga jika kita adalah seorang atasan yang mempunyai bawahan yang bermasalah.Ada yang langsung menegur dengan cepat agar kesalah pahaman dapat diperbaiki sehingga akan tercapai tujuan perusahaan dengan benar.Tapi ada juga yang takut tidak popular dimata bawahannya, istilahnya selalu ingin menjadi “nice guy”.Atasan tipe ini memilih menahan diri untuk menegur bawahannya, bahkan dalam kadar yang lebih parah mereka berpura-pura tidak tau ada masalah dengan harapan masalah akan selesai bersama waktu yang berlalu. Jika yang disampaikan adalah kabar gembira misalnya kenaikan gaji, promosi maka ia akan menjadi orang pertama yang ingin menyampaikannya secara langsung .Jika kabar buruk yang diemban untuk disampaikan misalnya membahas kemungkinan adanya surat peringatan, maka ia akan berusaha mendelegasikannya kepada orang lain (biasanya bagian Sumber Daya Manusia).Padahal ia dibayar lebih menjadi seorang pemimpin adalah untuk melaksanakan semua tugas termasuk menyampaikan kabar baik dan buruk.



Menyampaikan dan mempertahankan pendapat dengan baik adalah hal yang harus terus menerus dibiasakan. Jika kita sebagai orang tua berikan dorongan kepada anak untuk menyampaikan perasaannya, pendapatnya bahkan keberatannya jika ada. Sebagai guru kita memberikan suatu lingkungan yang menyenangkan agar anak didik terbiasa menyampaikan pendapatnya dan berdiskusi menyelesaikan suatu masalah. Dengan demikian terbuka kesempatan adanya komunikasi dua arah yang dapat mengakibatkan adanya keterbukaan. Ada seorang teman yang dianggap sangat vokal dan berani sekali memberikan pendapatnya kepada atasannya, padahal atasannya dikenal sebagai orang yang sangat otoriter dan selalu memberikan pesan “Do as I order”. Sampai pada suatu titik dimana teman tadi merasa tidak tahan lagi dan berkeinginan untuk keluar dari perusahaan tadi. Ternyata atasannya sangat mennetang keinginan tersebut dan berharap ia tetap bekerja sama karena masukan dan pendapatnya sangat dibutuhkan.Sang atasan berterima kasih dan menghargai sekali ada orang yang seperti dia, yang mempunyai pendapat dan memperkaya wawasannya dibandingkan dengan bawahan lainnya yang hanya manggut dan manut. Alhasil teman tadi sekarang dipercaya menduduki posisi yang lebih tinggi.

Jadi jangan takut dengan pendapat orang lain atau pendapat umum yang kadangkala hanya merupakan mitos yang belum tentu benar keadaanya. Jadilah diri kita sendiri, berikan pendapat, kontribusikan hal positif yang anda yakini kebenarannya dengan baik agar hidup ini penuh warna. Selamat menjadi diri anda sendiri dengan segala keunikan dan perbedaannya dengan orang lain.

Tidak ada komentar: