Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Sabtu, 21 Maret 2009

Peranan perempuan/ istri dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga

Tangal 20 Maret bertempat di gedung pertemuan Pelindo II Tanjung Priok saya diundang untuk berdiskusi dengan Perispindo unit II (Persatuan istri pelabuhan Indonesia)untuk membahas tentang "Peranan perempuan/istri dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga".Tema pembicaraan sangat menarik, sebab setiap ibu rumah tangga pasti mengalami sulitnya mengatur belanja bulanan buat kebutuhan keluarganya.Dalam pertemuan ini hadir juga para karyawati yang masih muda dan juga pensiunan, sehingga peserta beragam usianya.

Perempuan/istri adalah tiang rumah tangga, ia yang mempersatukan keluarganya dan juga menopang roda perekonomian keluarga. Perempuan yang bekerja maupun yang sebagai ibu rumah tangga memerlukan ketrampilan dalam mengatur keuangan keluarga. Bisa dikatakan perempuan adalah mentri ekonomi, dimana ia harus pandai mensiasati dan mencari solusi agar uang bulanan mencukupi.Berapa besarpun gaji suami ditambah dengan penghasilan istri yang bekerja, menjadi kurang jika tidak terarah pengeluarannya.

Dari diskusi yang terjadi dapat dikatakan perempuan mempunyai ketrampilan dalam mengelola keuangannya, ada yang membantu suaminya dengan melakukan usaha skala rumah tangga, seperti membuat kue dan menjahit, ada juga yang secara disiplin menabung. Tidak semua perempuan mempunyai kemampuan untuk mencari penghasilan tambahan, tapi jika ia pandai mengatur pos pengeluarannya, maka dapat dikatakan jumlah gaji suami mulai dari yang kecil, sedang sampai tingkat direktur dapat mencukupi.

Ada yang mengatur pola makanannya yang dikombinasikan tidak setiap hari makan daging atau ayam atau ikan, tapi diatur bergantian dengan tempe tahu.Apalagi bagi mereka yang sudah pensiun, maka pengeluaran harus dihemat agar cukup untuk sebulan.Anak-anak juga dididik agar menghargai uang dengan jalan memberikannya secara bulanan, agar mereka dapat belajar mengatur pengeluarannya.Orang tua memberikan sejumlah uang dimana anak harus mampu mencukupi kebutuhannya selama sebulan, bahkan ada ibu yang memberikan hadiah kepada anaknya yang mampu menabung setiap bulannya.

Ada beberapa perempuan yang harus hidup mandiri karena suami bertugas dikota lain. Mereka yang tidak dapat mendampingi suaminya harus menjadi orang tua tunggal mengurus segalanya sendiri.Biasanya jika anak sudah besar, memasuki SMP keatas, para ibu memilih untuk mendampingi anaknya bersekolah pisah dari suaminya, walaupun ada juga yang mendampingi suami dan anak-anak kos dikota lain. Hikmah dari peristiwa ini adalah anak-anak dan para ibu menjadi mandiri dan juga berhasil dalam menyelesaikan sekolahnya dengan baik.

Sebagai perempuan apalagi bagi para perempuan yang baru menikah atau usia perkawinannya masih muda, ada dilema antara mengurus keluarga atau tetap bekerja.Disarankan agar perempuan tetap bekerja dalam bentuk apapun, bukan hanya sekedar bekerja dikantor, tapi mempunyai penghasilan tambahan dengan mandiri agar dapat menambah kesejahteraan keluarganya.Disarankan juga agar mengarahkan anak-anak menjadi entrepreneur bukan hanya menjadi karyawan, agar dapat berhasil menjadi manusia yang sejahtera.

Tidak ada komentar: