Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Sabtu, 21 Maret 2009

Dari Lokakarya ILO di Yogyakarta

Pada tanggal 27 November sampai dengan 1 desember 2006
APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia)bekerja sama dengan
International Labor Organisation Jenewa (Swiiss) dan Turin (italia)
mengadakan lokakarya mengenai"Organisasi pengusaha yang Efektif".
Pesertanya adalah pengurus APINDO pusat dan daerah serta KADIN Indonesia Pusat
Lokakarya bertujuan untuk dapat membangun organisasi pengusaha yang kuat
dan mempunyai posisi tawar yang dapat diterima oleh pemerintah dan organisasi
pekerja sebagai mitra sejajar. Walaupun diakui oleh undang-undang sebagai mitra
dalam menentukan kebijakan ketenagakerjaan bersama dengan pemerintah dan organisasi pekerja
(Tripatit), tapi meningkatkan peran organisasi pengusaha dalam
melobikedua mitra tersebut perlu ditingkatkan.
Persoalan klasik adalah masalah sumber
daya manusia yang mengelola organisasi,
baik pengurus maupun staff pendukungnva
dan bagaimana agar anggota organisasi
atau pengusah maampu membiayai kegiatannya
secara mandiri.Beberapa nara sumber dari ILO luar negeri
memberikan masukan tentang bagaimana organisasi pengusaha di negaranya
dikelola. mereka memberikan masukan tentang masalah global dan bagaimana
tantangan dan dampaknya bagi dunia usaha indonesia. NAra sumber dari
New Zealand menggambarkan bagaimana perannya sebagai ketua federasi pengusaha disana
dalam membangun jaringan dengan berbagai pihak.
hampir setiap hari ia bertemu atau berkomunikasi dengan anggota dewan.
dengan materi terkait,dengan tokoh serikat pekerja dan juga dengan pejabat seperti gubernur
,Walikota untuk membahas mengenai msalah yang ada hubungannya dengan kepentingan dunia usaha.
peserta diajarkan bagaimana mempersiapkan diri dalam membuat rencana pertemuan dengan pihak terkait,
termaksud tips apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. jika kita misalnya bertemu dengan mentri
tenaga kerja. Studi kasus yang dibahas dalam sesi ini adalah bagaimana bernegosisasi dengan mentri tenaga kerja
yang berkeinginan menaikan " Upah Minimum Nasional ".
Nara sumber dari Belanda memberikan materi tentang bagaimana mmenganalisa dan meningkatkan
pendapatan dan keanggotaannya. Di sini dibahas menegnai pentingnya kemandirian secara finansial sebuah organisasi pengusaha.
organisasi harus dapat menghidupi dirinya sendiri agar dapat melayani anggotanya dengan baik. Tujuan perusahaan menjadi anggota
organisasi adalah menjadi anggota organisasi adalah agar kepentingannya dapat dilindungi.S
Di lain pihak organisasi pengusaha tidak dapt menjalankan fungsi pelayanan dengan baik jika anggotanya tidak melakukan pembayaran iuran.
persoalan lain yang ada adalah jumlah iuran dari anggotannya tidak pernah cukup untuk membiayai kegiatan organisasi.
Di sini dibutuhkan suatu sumber dana
selain dana dari pengurus untuk menambah penghasilan organisasi.Disini peserta
secara berkelompok membuat suatu,Business Plan "untuk membuat suatu,unit
Usaha" sendiri. Ada yang membuat rencana
tentang pembuatan,"pusat rekrutmen,
"pusat pelatihan sampai dengan membantu perusahaan melakukan survey/riset untuk hal tertentu
Lokakarya ini mengajak peserta untuk
menilai diri sendiri apakah mempunyai om_
petensi yang sesuai dengan persyaratan
untuk menjadip emimpin( pengurus)m, ana_
jemen dan apakah mempunyai jiwa wirausaha yang berkaitan dengan kemampuan
mereka membuat bisnis unit yang mampu
menghasilkan keuntung bagi pemasukan organisasi.
cara diakhiri dengan presentasi dari setiap kelompok mengenai rencana kerja agar dapat diimplementasikan.
Harapan dari peserta agar pelatihan atau
lokakarya ini dapat diberikan juga kepada
pengurus dan staf manajemen pada tingkat yang lebih luas

Tidak ada komentar: