Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Kamis, 12 Februari 2009

Lakukan pekerjaan satu persatu

Lakukan pekerjaan satu persatu

Stress, lesu, lelah membayang dengan jelas diwajah kita ketika banyak pekerjaan yang belum selesai.Pekerjaan yang lama belum selesai sudah datang pekerjaan baru, rasanya otak mau pecah, kepala pusing, coba satu hari lebih dari dua puluh empat jam, pasti pekerjaan yang menumpuk ini akan selesai.Jika saja bos berbaik hati memberikan asisten kepada kita pasti pekerjaan ini selesai pada waktunya. Kelihatannya teman sebelah meja kok tenang-tenang saja dalam menyelesaikan pekerjaan, mungkin dia pekerjaannya lebih ringan dari kita jadi pekerjaannya cepat selesai.

Tunggu dulu, jangan terlalu cepat menyalahkan keadaan diluar diri kita sendiri. Coba analisa keadaan kita satu persatu. Dimulai dengan bagaimana cara kita mengerjakan pekerjaan, apakah langsung dikerjakan atau kita tunda sampai tenggat waktu mengejar kita.Perhatikan juga apakah kita mampu membedakan mana yang penting tapi mendesak, atau penting tidak mendesak, atau sebaliknya mendesak tapi tidak penting dan yang terakhir tidak penting dan juga tidak mendesak. Kerjakan dahulu yang penting dan mendesak, kerjakan ini sendiri tanpa mendelegasikan kepada orang lain.Jika memang dapat di delegasikan, pastikan bahwa pekerjaan itu dikerjakan sesuai perintah dan tepat waktu.Kerjakan yang lainnya satu persatu sesuai dengan skala prioritas.

Tidak mungkin kita mengerjakan banyak hal dalam satu waktu, ini akan membuat kita tidak fokus dan bingung memilih mana yang akan dikerjakan terlebih dahulu. Jika begitu banyak hal yang harus dikerjakan, buat suatu daftar pekerjaan beserta tenggat waktunya dan periksa kembali mana yang harus didahulukan dan mana yang harus ditunda. Biasakan menuliskan dalam suatu kertas kerja agar kita dapat melihat dengan jernih apakah memang pekerjaannya banyak atau hanya bayangan kita saja yang mengatakan bahwa kita mempunyai banyak pekerjaan. Dengan menuliskannya terlihat nanti mana yang harus kita lakukan sendiri dan mana yang bisa didelegasikan kepada orang lain.

Bisa juga daftar pekerjaan tadi kita pisahkan mana yang pekerjaan kantor, mana yang urusan pribadi.Dapat juga kita mendiskusikan dengan teman, atasan atau bawahan untuk mendapatkan pencerahan atau wawasan atau bantuan pemikiran, karena mungkin saja saking paniknya kita menjadi buntu untuk berfikir. Fokus untuk mengerjakannya satu demi satu bagaimanapun beratnya masalah yang kita hadapi..Kita akan memetik manfaatnya dan melihat bahwa ternyata semua dapat dikerjakan dengan mengerjakannya secara displin satu demi satu.

Kalau masih stress juga dan tetap merasa “Over load” coba lihat kembali kapan terakhir kali anda tertawa, menikmati hidup, bepergian bersama keluarga atau teman. Jika itu sudah lama sekali mungkin memang benar anda butuh istirahat dan berlibur agar dapat cerah kembali dan focus terhadap pekerjaan.

Tidak ada komentar: