Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Jumat, 20 Februari 2009

Babel Bentuk BKSP

Babel Bentuk Badan Sertifikasi Profesi
edisi: 20/Aug/2008 14:08 wib | sumber: BANGKA POS / Teddy
PANGKALPINANG -- Kamar Dagang Industri (Kadin) Propinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar sosialisasi Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi (BKSP), Rabu (20/8) di Jaguar Music Resto Gedung El Jhon Plaza Jalan Sukarno Hatta Pangkalpinang. Sosialisasi tersebut mendatangkan utusan dari Kadin Pusat dan utusan Kadin Jerman.

Dalam acara yang di hadiri beberapa wakil dinas dari kalangan propinsi dan beberapa wakil sekolah menengah kejuruan tersebut Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Pemberdayaan Daerah, Asosiasi dan Himpunan, Kadin Babel Mimpin Sitepu SE MM kepada Bangka Pos Group pada saat sebelum digelarnya acara, rabu (20/8) mengatakan, sosialisasi Badan Koordinasi dan Sertifikasi (BKSP) adalah usaha membentuk badan tersebut dalam rangka mengatasi masalah produktivitas kerja SDM di Indonesia. "Badan Koordinasi dan Sertifikasi ini adalah salah satu langkah untuk mengatasi masalah produktivitas tenaga kerja, oleh sebab itu kita ingin membentuk suatu badan yang mengatur koordinasi dan sertifikasi yang mana kita saat ini pada tahap sosialisasi untuk pembentukanya," kata Mimpin.

Berdasarkan survei suatu lembaga independen, ia mengatakan saat ini indeks tenaga kerja di Indonesia tidak berkembang sedikitpun yaitu pada angka 0 persen peningkatan. Oleh sebab itu ia mengharapkan dengan keberadaanya BKSP, mutu tenaga kerja akan lebih baik dan produktivitasnya akan meningkat.

"Meskipun pernah diperdebatkan, hasil survei suatu lembaga independen menyatakan indeks pertumbuhan produktivitas tenaga kerja di Indonesia berkutat pada nol persen pertumbuhan. Tujuan dari ingin dibentuknya badan ini dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas untuk bersaing di dunia global," papar Mimpin.

Rakornas Gagas 3 in 1

Ia menuturkan sebelumnya telah dilakukan pertemuan oleh tiga menteri yaitu menteri pendidikan, menteri tenaga kerja dan menteri perindustrian dalam rakornas beberapa waktu lalu membahas kesiapan tenaga kerja Indonesia dalam menghadapi globalisasi.

"Dalam Rakornas tiga menteri beberapa waktu lalu membahas kesiapan tenaga kerja Indonesia dalam menghadapi globalisasi, meskipun belum ada keputusan hasil pertemua tersebut akan mencanangkan program 3 in 1 yaitu pelatihan, sertifiksi dan penempatan untuk sumber daya manusia di Indonesia." papar Mimpin.

Ia menambahkan bahwa BKSP tersebut sangat penting untuk menciptakan profesionalitas dalam pekerjaan sehingga mencapai produktivitas yang tinggi untuk kedepanya. Menurutnya untuk konteks Babel sasaranaya harus sama seperti tujuan program nasional tersebut, namun Babel semestinya harus mempunyai bidang unggulan sesuai kebutuhan dalam propinsi.h)"Saat ini sudah ada 14 BKSP di Indonesia, untuk Babel apabila terbentuk badan tersebut seharusnya mempunyai bidang unggulan sesuai kebutuhan dan potensi yang dimiliki di daerahnya. Badan tersebut berfungsi untuk mensertifikasi tenaga kerja, namun saat ini tenaga kerja umumnya tidak mempunyai sertifikasi dan tidak sesuai dengan dasar pendidikanya, sehingga badan seperti ni sangat diperlukan sekali untuk menjamin mutu kerja dan profesionalisme kerja, " ungkap Mimpin.

Utusan Kadin Pusat Iftida Yasar pada sosialisasi tersebut mengatakan harus dibentuknya BKSP adalah untuk persiapan menghadapi globalisasi, " Saat ini dalam pembangunan, kita lebih mementingkan perkembangan fisik namun melupakan tenaga kerja. Padahal dalam menghadapi globalisasi, semestinya hal tersebut adalah hal yang utama," kata Iftida.

Ia menuturkan, saat ini kondisi tenaga kerja di Indonesia sangat memperihatinkan. Oleh sebab itu perlu adanya badan yang menkoordinir dan meningkatkan kualitas tenaga kerja dengan sertifikasi.

"Saat ini Indonesia banyak sekali sumber daya manusianya, namun kualitasnya tidak begitu maching. Untuk itu peran Kadin untuk meningkatkan produksi tenaga kerja sesuai Undangundang Nomor 13 Tahun 2003 adalah cara untuk sumber daya manusia di Indonesia menghadapi Globalisasi," kata Iftida. (bangka pos/mg1)

Tidak ada komentar: