Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Sabtu, 24 Januari 2009

Gaul

Saya dulunya waktu masih muda termasuk anak gaul.hampir semua kegiatan saya selalu ikut. Mulai dari pramuka, tennis, bulutangkis, karate, volley, paduan suara,ngaji dan main kemana saja saya pasti ikut. Sebagai anak gaul tentu saja kegiatan saya tidak ada habis-habisnya.Selalu rasanya kekurangan waktu untuk melakukan semua hal yang saya inginkan. Kayanya dulu main lebih penting dari sekolah, walaupun sekolah pada waktu itu prestasi saya yah lumayan juga ga bego-bego amat. Dengan banyak bergaul dan berteman dengan siapa saja, sangat mudah bagi saya untuk menemukan obyek pembicaraan dengan siapa saya.

Memasuki dunia kerja ternyata banyak sekali manfaatnya hobi gaul itu.Dunia ini memang sempit dimanapun berada pasti kita akan bertemu dengan orang yang kita kenal, atau setelah kita ngobrol ternyata sambung menyambung ada hubungannnya dengan si anu teman kita…saudara kita…tetangga kita.Untungnya anak gaul itu kalau track recordnya baik maka banyak keuntungan yang didapat. Misalnya ada suatu masalah kantor dimana saya harus menyelesaikan bertemu dengan seseorang yang kelihatannya susah sekali, tapi dengan berusaha mendekatinya, ngobrol dan mencoba menghubungkan dengan sesuatu yang membuatnya senang, maka persoalan menjadi lebih mudah.

Tadinya saya tidak begitu menyadari kelebihan saya sebagai anak gaul, tapi kalau diurut berbagai peristiwa yang tingkat kesulitannnya cukup tinggi dapat diselesaikan dengan gaya santai saya akibat pengalaman bergaul dengan berbagai ragam karakter. Saya pernah menjadi orang yang pekerjaannya diantaranya mengeluarkan orang jika terbukti ia bersalah . Pekerjaan yang sangat tidak menyenangkan, dibenci orang bahkan bisa membahayakan keselamatan kita kalau kita tidak melakukannya dengan adil. Adil disini dalam pengertian dapat menjembatani antara kepentingan perusahaan dengan kepentingan karyawan.Yang namanya diancam , dibenci adalah bagian dari pekerjaan itu, tapi dalam “face to face’ pertemuan dengan karyawan yang mau dikeluarkan saya selalu tenang dan tidak pernah takut. Perusahaan besar berdasarkan pengalaman saya sangat berhati-hati dalam mengambil tindakan PHK.Jika karyawanya terbukti bersalah maka masalah harus segera diselesaikan. Biasanya semua akan berjalan dengan baik, tinggal bagaimana cara kita yang harus tegas, sesuai peraturan tapi tetap manusiawi dalam menjelaskan dan menyelesaikannya.

Karena saya bekerja didivisi sumber daya manusia maka kegemaran saya gaul juga menjadi modal utama untuk masuk kesemua lapisan dikantor. Biasanya orang SDM itu ga begitu disukai, mereka dianggap polisi yang mengawasi pekerjaan karyawan, apalagi bagian yang saya kerjakan ada urusan pecat memecatnya disana. Dengan keluwesan saya atau dengan kata lain cuek atau “ndablek” saya aktif di klub karyawan. Saya ikut latihan silat dimana biasanya yang ikut latihan disana adalah para jagoan atau informal leadernya perusahaan. Bekal karate saya memudahkan saya mempelajari silat itu, bahkan saya selalu diajak memamerkan keahlian mematahkan besi, es balok dan botol minuman jika ada acara kantor. Dengan latihan silat saya menjadi dekat dengan para informal leader itu dan tau bagaimana cara pandang mereka terhadap perusahaan. Jika perusahaan mengadakan pertandingan tahunan saya juga terlibat, mulai dari budgeting sampai pertandingannya saya ikuti. Selain mengincar hadiahnya (untuk ukuran bekas atlet saya selalu dapat at least juara 3 untuk pingpong, bulutangkis, tennis, tapi kalau volley karena saya memilih team yang kuat, biasanya pasti juara 1), ajang pertandingan internal ini dapat juga mendekatkan kita dengan karyawan.setidaknya kebijakan perusahaan melalui peraturan yang dikeluarkan dan diawasin oleh bagian SDM menjadi lebih gampang diterima pada saat disosialisasikan dan dijalankan.

Hikmah lainnya yang sangat terasa adalah pada saat saya memutuskan untuk berusaha sendiri menjadi enterprenuer. Setidaknya KKN nya terjadi pada saat mau memperkenalkan perusahaan kepada para calon klien. Kalau kebetulan pejabatnya adalah teman , maka mereka akan memberikan kesempatan atau memfasilitasi agar perusahaannya mau memberikan waktu untuk kami memperkenalkan diri. Walaupun keputusan akhir biasanya diputuskan oleh team dari perusahaan, tapi sebagai perusahaan baru yang dapat kesempatan presentasi memperkenalkan diri buat saya sangatlah berharga. Seingat saya klien baru kami dapatkan dengan cara “getok tular”, artinya dari teman keteman atau dari klien yang sudah pernah menggunakan jasa kami. Kalaupun bukan dari networking teman, klien baru biasanya didapat dengan cara berkenalan di pesawat, seminar atau dikenalkan dengan teman.

Sampai sekarang saya masih memelihara hubungan baik dengan teman saya diberbagai tingkat, mulai dari teman TK, SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi dan teman kantor secara rutin masih saling bertemu. Walaupun kelihatannya hanya sekedar cerita-cerita yang lucu atau ngobrol ngalor ngidul tapi selalu saja ada hikamh dibalik itu jika kita melakukannya dengan tulus dan tanpa pamrih. Teman yang setia dan hubungan tanpa pamrih adalah harta yang paling berharga dalam hidup ini. Beruntunglah jika kita masih memilikinya.

Tidak ada komentar: