Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Rabu, 04 Februari 2009

not just skill but new behavior

Not Just Skill.,…but new behaviours

Pelatihan bagi pekerja pada umumnya ditujukan pada pengembangan ketrampilan tertentu yang bertujuan mengikuti perkembangan teknologi baru atau suatu produk baru. Sebetulnya yang dibangun dalam berbagai pelatihan pengembangan ketrampilan adalah juga membangun sikap baru untuk selalu konsisten mampu mengikuti berbagai perkembangan di perusahaan. Perubahan produk baru, perkembangan nilai perusahaan dan juga “Corporate Culture” sangat ditentukan keberhasilannnya dengan kemauan dari pekerja tersebut untuk selalu mempunyai semangat meningkatkan diri.

Dari materi Dr.David Lancester, ILO consultant dari UK, dkatakan bahwa desain suatu program pelatihan di tempat kerja dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya; 1. mengembangkan kemampuan karyawan dengan memberikan beberapa tugas, bukan hanya satu tugas, disini dapat terlihat bagaimana kemampuannya menjalankan berbagai tugas (multi tasks), 2. Melakukan rotasi pekerjaan agar dapat dipertahankan tingkat ketrampilan, 3. Membagi pekerjaan orang lain untuk dikerjakan bersama, agar dapat dipertahankan tingkat ketrampilan yang merata 4. Job shadowing, disini bisa saja seorang pekerja yunior menjadi asisten dari pekerja senior atau sebaliknya pekerja senior mempelajari apa yang dilakukan oleh pekerja yuniornya, 5.Membuat suatu tim untuk melakukan pekerjaan bersama, 6. Memperluas pekerjaan seseorang, misalnya dengan memberikan kewenangan tambahan seorang operator mesin untuk bertanggung jawab terhadap perawatan mesin yang digunakannya., 7. Seorang karyawan menjadi mentor atau pendamping dari karyawan yang baru masuk, 8. Melibatkan seseorang untuk melakukan pekerjaan yang sifatnya projek sementara, 9. Memberi kesempatan bagi seseorang menjadi ketua tim dari proyek diluar pekerjaannya, ini untuk mengetahui juga apakah ia cocok atau mempunyai minat dibidang lainnya dan juga kualitas kepemimpinannya. Bisa saja pekerja yang lebih yunior menjadi ketua team dengan anggota pekerja yang sudah senior bahkan bosnya sendiri.

Jadi dengan menggunakan berbagai pendekatan untuk meningkatkan ketrampilan ditempat kerja dapat dicapai suatu bentuk satndar pelatihan kerja. Adanya pelatihan ditempat kerja juga dapat bermanfaat untuk menarik karyawan baru yang ingin bergabung karena mengetahui di perusahaan itu mempunyai pelatihan kerja yang baik.Begitu juga pekerja lama mereka betah ditempat kerja karena selalu mendapat kesempatan mengembangkan diri.

Hiroshima, 1 Februari 2009

Tante Ann (ibunda Barrack Obama)

Istimewanya Tante Ann
(Ibunda Barrack Husin Obama dan Maya Soetoro)


Perempuan adalah makhluk yang sangat istimewa. Oleh Allah perempuan diberikan kemuliaan untuk menjaga amanah melahirkan generasi penerus. Tugasnya sebagai sosok yang sangat berperan dalam menentukan kualitas generasi penerus, baik secara fisik maupun pembentukan karakter membuatnya harus dapat selalu menjaga citra diri dan memeliharanya. Perempuan adalah tiang rumah tangga, pemersatu keluarga cahaya keindahan dan kebenaran. Ia adalah pemimpin dalam rumahnya untuk anak-anaknya dalam menanamkan nilai-nilai baik kejujuran, keteguhan, kesetiaan, kelembutan dan kasih sayang. Dengan kasih sayangnya ia menjaga rumah tangganya dari segala tantangan baik dari luar maupun dari dalam.

Tidak semua perempuan memahami dan mampu menerapkan tugas dan kodratnya, banyak yang gamang dan larut dalam kungkungan masalah tanpa mampu bangkit dan melihat indahnya tantangan kehidupan. Perempuan sebagai makhluk yang mengemban tugas melahirkan generasi penerus harus sehat dan bahagia. Ia layaknya mampu mengetahui kodratnya sebagai pemersatu keluarga dan mampu menjaga rumah tangganya dari tantangan. Tantangan dari dalam berupa keteguhan untuk meyakini bahwa kodratnya adalah membentuk karakter anak-anaknya dengan menjadi panutan dan menjalankan nilai baik, seperti kejujuran, keteguhan, kasih sayang.

Perempuan sering digambarkan sebagai mahluk Tuhan yang halus, mempesona, indah, lemah, perlu dijaga dan dilindungi karena dibuat dari tulang rusuk laki-laki.Halus sehingga jika perempuan berkata keras atau mempertahankan pendapatnya dengan gigih dimuka umum maka ia akan dicap sebagai perempauan keras atau kasar. Perempuan tidak usah neko-neko berdebat atau mempertahankan pendapatnya, tidak pantas, lebih baik diam saja dan mengalah.Perempuan yang mempercayai hal ini seratus persen akan selalu merindukan sang pangeran yang akan selalu mencintai, melindungi dan mendampinginya. Kebutuhannya akan berhenti dibatas ini seperti ” Dewi mencari cinta”.Tanpa cinta maka hidupnya tidak akan bahagia. Bisa jadi jika ia tidak bahagia, maka hidupnya akan murung, sedih dan lupa akan tugasnya mengantarkan anak-anaknya tumbuh kembang dan menjadi manusia yang kuat , bahagia dan sukses.

Perempuan digambarkan mempesona dan indah sehingga ia harus tampil prima, menjaga keindahan tubuhnya, berpakaian dan berdandan yang menarik untuk mempertahankan citra pesonanya.Jika perempuan terlihat lusuh, tidak berdandana, gembrot, maka ia dianggap bukan perempuan.Banyak kasus cacat bahkan kematian perempuan akibat operasi plastik, suntik dan lain-lain tindakan akibat keinginan perempuan untuk terlihat cantik dan langsing. Begitu sibuknya perempuan mempercantik dirinya sehingga mungkin lupa memikirkan tumbuh kembang anak-anaknya yang lebih banyak bersama mbaknya karena ibu mereka sibuk di salon.

Perempuan lemah, jadi ia jangan mengerjakan pekerjaan yang berat, kasih saja yang ringan dan tidak memerlukan kemampuan yang tinggi.Karena lemah perempuan jadi tidak mau menerima tantangan tugas yang beragam, tidak mau pulang telat, sering izin dengan berbagain alasan mulai dari sakit perut karena menstruasi, anak sakit, pembantu tidak ada, dsb. Ada juga perempuan yang dengan atribut keperempuannya meminta jatah jabatan atau kedudukan karena katanya suatu pekerjaan tidak akan seronok dan hambar tanpa kehadiran perempuan. Dengan kenesnya perempuan jenis ini tidak malu menyodorkan dirinya untuk menjadi sesuatu tanpa menyadari dia tidak punya kompetensi, hanya karena ia ingin perempuan ada disitu. Tapi dilain pihak perempuan juga menginginkan adanya kesamaan hak, menuntut gaji yang sama besar, fasilitas yang sama, jabatan yang sama dengan laki-laki, semuanya dengan cap emansipasi.Bahkan yang lebih ekstreem adalah tidak butuh laki-laki, lakukan semua sendiri, pekerjaan seberat apapun tidak mau dibantu.

Kita yang sering menonton film barat dapat melihat dengan jelas bagaimana mandiri dan perkasanya perempuan seperti itu, mereka tidak berdandan, berpenampilan gagah perkasa, bahkan menjadi orang tua tunggal "by choice" hanya untuk membukltikan bahwa mereka bisa hidup tanpa laki-laki Beda dengan kita di Indonesia banyak perempuan terutama yang berada pada lapisan bawah, mereka harus bekerja keras menghidupi keluarganya. Lihat di Bali, bagaimana para perempuan menjadi kuli bangunan, mengangkat batu, dan bekerja keras dibawah teriknya matahari.Semua dilakukannya karena ia harus membantu mencari nafkah dengan alasan yang klasik bahwa penghasilan suami tidak mencukupi untuk keluarga.Perempuan juga banyak yang berperan sebagai penghasil utama dan penopang kehidupan rumah tangganya.Biasanya pekerja perempuan lebih penurut, gampang diatur, fleksibel dan mau mengerjakan pekerjaan apa saja tanpa hitung-hitungan.Hikmahnya ia akan bekerja lebih keras dan sering menghadapi tantangan sehingga terasah kemampuannya dan akhiirnya dapat memiliki karir yang baik.

Agak kontradiksi memang pendapat diatas yang mengatakan bahwa perempuan adalah makhluk lemah yang tidak bisa mengerjakan apa-apa tetapi dilain pihak jika ia mau by choice) atau karena terpaksa maka perempuan bisa menjadi apa saja.Perempuan bisa jadi tukang becak, sopir taxi, tukang bangunan, supervisor bahkan direktur utama di perusahaan besar. Semuanya dimulai dari bagaimana cara pandang kita memperlakukan diri sendiri.

Kenapa judul tulisan diatas adalah mengenai tante Ann, ibunda dari presiden Amerika Serikat yang ke 44 dan Maya Soetoro ?. Saya melihat tante Ann adalah sosok ibu yang sangat istimewa yang mampu mengantarkan anak-anaknya hidup dengan harga diri, mandiri dan selalu berjuang untuk mencapai cita-citanya. Tante Ann adalah perempuan istimewa bukan perempuan biasa, sebagai perempuan kulit putih ia berani memutuskan menikah dengan orang yang bukan kulit putih. Walaupun kedua perkawinannya kandas tapi ia tetap mengajarkan anak-anaknya agar menghargai bapaknya. Dari biografi tentang Barrack Obama banyak perjalanan yang dilakukan untuk bertemu dengan keluarga ayahnya. Maya Soetoro juga kelihatannya tumbuh menjadi perempuan yang bahagia, mandiri, mempunyai keperdulian terhadap masyarakat. Walaupun ia sejak kecil ikut ibunya tapi tetap menjalin hubungan baik dengan keluarga ayahnya.

Disini terlihat jelas bahwa tante Ann mampu memainkan peranan sebagai ibu yang mandiri walaupun harus menghidupi anak-anaknya sendiri. Tante Ann tidak terpuruk dalam kesedihan menangisi kegagalan cintanya, ia berkonsentrasi membesarkan anak-anaknya dan mewarisi nilai-nilai baik yang mampu mengawal kedua anaknya menjadi manusia yang berhasil.

Perjalanan panjang dan penuh dengan perjuangan untuk bertahan dan meraih sukses melekat erat pada diri Obama.Awal perjuangannya mencalonkan diri sebagai kandidat presiden Amerika Serikat tidak dipandang sebelah mata oleh lawan politiknya. Bagaimana mungkin seorang keturunan Afrika dapat menjadi presiden dinegara adidaya yang masih memandang orang kulit putih adalah lebih pantas untuk menjadi presiden mereka.Apalagi ia pernah tinggal di Indonesia dan diisukan pula beragama Islam. Walaupun Amerika ingin dipandang sebagai Negara demokrasi baik dalam bidang politik maupun agama tapi rasanya mempunyai seorang presiden yang beragama Islam bukan pilihan bagi mereka.

Berbagai isu dapat dilewati oleh Obama, bahkan ia secara telak dapat mengalahkan Hillary Clinton, lawan beratnya yang merupakan senator dari New York dan juga pernah menjadi seorang first lady Amerika Serikat. Sampai detik terakhir Hillary tidak pernah menyangka ia harus menyerah dan kalah dari seorang Obama yang keturunan Afrika, disukan beragama Islam dan juga mempunyai karir politik yang jauh lebih yunior dibandingkan dengan dirinya. Hebatnya setelah dinyatakan kalah Hillary yang walaupun kecewa berat lalu mendukung penuh pencalonan Obama sebagai wakil partai demokrat untuk maju sebagai kandidat persiden Amerika Serikat.Sungguh Hillary juga bukan perempuan biasa, ia termasuk perempuan istimewa yang meminta 18 juta pendukungnya memilih Obama menjadi persiden.

Tanpa bimbingan seorang ibu yang kuat tak akan mampu seorang Obama dapat terus maju menggapai impiannya menjadi persiden Amerika. Walau harus menghadapi kesulitan sebesar apapun, Ia punya mimpi yang tak kunjung padam, bercita-cita sebagai presiden Amerika. Tekad kuat tante Ann untuk memberikan pendidikan terbaik kepada anak-anaknya dibarengi dengan pendidikan moral untuk selalu hormat pada orang lain, mempunyai kebanggaan terhadap kemampuan diri sendiri dan berbuat baik kepada orang banyak. Pendidikan karakter yang baik ini diwarisi dan dijalankan oleh kedua anak tante Ann.

Michelle Obama pendamping presiden adalah juga perempuan cerdas yang istimewa, ia mampu membawakan peranannya sebagai pendukung suaminya.Dalam berita Kompas 27 Agustus mengatakan didepan puluhan ribu pendukung demokrat di Denver, bahwa Barack dan Michelle dibesarkan dengan nilai keluarga yang harus bekerja keras, memegang moto bahwa janjimu adalah utangmu, mengatakan apa yang harus dilakukan dan memperlakukan orang secara hormat walaupun saling tidak sependapat. Mereka berdua membangun nilai-nilai tersebut dan mewariskannya pada generai muda. “Kami menginginkan anak-anak kami dan semua anak dinegeri ini mengetahui bahwa batas tingginya cita-cita kita adalah mencapai mimpi dan kemauan untuk mewujudkannya”, demikian Michelle Obama. Begitu besar peran ibu dalam pembentukan pribadi Obama sehingga sang istri begitu mencintai dan menghormatinya.

Sebagai perempuan tante Ann adalah figure yang patut dijadikan panutan, ia cantik bukan hanya fisiknya tapi juga hatinya, ia percaya dengan apa yang dianggapnya baik dan menjalankan kehidupannya dengan mandiri. Tante Ann adalah tiang rumah tangga, pemersatu keluarga, ia cahaya keindahan dan kebenaran. Ia adalah pemimpin dalam rumahnya untuk anak-anaknya dalam menanamkan nilai-nilai baik kejujuran, keteguhan, kesetiaan, kelembutan dan kasih sayang. Dengan kasih sayangnya ia menjaga dan membimbing anak-anaknya dari segala tantangan untuk meraih mimpi mereka.

link and match

“Link and Match “

Jika kita bicara soal kesempatan kerja, maka di Negara kita jika ada satu pekerjaan maka diperkirakan ada seribu orang yang akan melamar. Dari seribu orang itu mungkin hanya sekitar seratus orang yang memenuhi persyaratan administrasi dan lulus test psikologi. Intinya begitu besar ”gap” atau perbedaan antara ”Supply and Demand” ,antara persyaratan kerja dengan mereka yang memenuhi kualifikasi persyaratan kerja tersebut.

Hasil dari dunia pendidikan berupa lulusan SMK atau Politeknik yang memang dipersiapkan untuk segera memasuki dunia kerja masih jauh dari harapan. Ada beberapa sekolah kejuruan atau politeknik yang lulusannya langsung dapat masuk kepasar kerja. Mereka mempunyai peralatan latihan kerja yang memadai, biasanya merupakan proyek percontohan atau bekerjasama dengan industri tertentu. Sekolah kejuruan dan politeknik yang berjalan tanpa menyediakan peralatan latihan kerja yang memadai, akan ketinggalan teknologi dan lulusannnya masih harus dibekali dengan ketrampilan untuk dapat memenuhi standard industri.

Pada negara lain yang sudah maju masih terdapat juga masalah ”link and Match” antara keluaran dari pendidikan dengan kebutuhan dunia industri. Bedanya setiap tahun besarnya ”gap” itu semakin diperkecil dengan selalu mengevaluasi dan memperbaiki sistem pendidikannya. Jepang saja sebagai negara industri yang sangat maju masih ada ”mis-match” dalam penempatan tenaga kerjanya.Hal ini diatasi dengan memberikan kesempatan bagi pencari kerja angkatan muda untuk melaksanakan program magang.Dengan magang di industri atau di UKM (Usaha Kecil Menengah), dan mendapatkan uang saku yang memadai, maka ketrampilan bekerja seseorang menjadi meningkat.

Di Jerman untuk pendidikan Vokasi atau kejuruan, Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Jerman memegang peranan sangat besar.Pemerintah memberikan kewenangan kepada KADIN Jerman untuk membuat kurikulum, menyediakan tempat magang, menyediakan para trainer atau pengajar dan juga assesornya. Segala sesuatu yang berhubungan dengan materi ajar, penguji, pengajar dan evaluasi sekolah kejuruan ditangani oleh KADIN Jerman. Dual sistem atau sistem ganda pada sekolah kejuruan di Jerman, mengajarkan teori sekitar 20 % di sekolah dan 80 % nya adalah magang dengan bimbingan para supervisor di industri.Tidak heran lulusan SMK otomotif misalnya langsung mendapatkan pekerjaan di perusahaan otomotif. Biasanya mereka langsung diterima bekerja diperusahaan tempat mereka magang. Dengan magang langsung di industri, semua peralatan dan kebutuhan perusahaan selalu up to date, tidak ada perbedaan anatara alat peraga yang ada di sekolah dengan yang ada di industri, seperti yang kita alami.Saya melihat sendiri bagaimana anak magang mempelajari otomotif di pabrik Porsche, mobil canggih yang sangat mahal harganya. Paling murah harga mobil Porsche adalah US $ 650.000. Bandingkan dengan anak SMK Otomotif kita yang masih belajar dengan mesin mobil kuno yang tidak sesuai dengan perkembangan tekhnologi.



Seharusnya pemerintah daerah dengan kekuasaan otonominya mengetahui dengan pasti apa keunggulan daerahnya. Berdasarkan produk keunggulan daerahnya, maka dibangun kompetensi sumber daya manusianya. Misalnya di Bali yang terkenal dengan pariwisatanya, maka pemerintah daerah fokus pada pembangunan Kompetensi keahlian yang berbasis pariwisata. Di Jawa Tengah yang terkenal sebagai pusat budaya dan juga kerajinan furniture, dibangun kompetensi yang berbasis kerajinan furniture. Di Papua yang kaya emas dan juga kayunya, dibangun komptensi keahlian emas dan kayu. Dengan demikian terbentuk suatu keahlian yang khusus, unik dan berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya.

Jika selama ini kita masih sibuk menghabiskan anggaran untuk membangun infra struktur, misalnya gedung, sekolah dan perlengkapannya atau mengundang investor membangun industri di daerah. Maka sudah saatnya investasi kita arahkan untuk pembangunan sumber daya manusianya dulu. Tanpa kompetensi. tanpa adanya ”link and match” antara pendidikan dan dunia industri, maka segala peralatan, gedung dan investasi menjadi tidak maksimal dan sia-sia.Berapa banyak gedung sekolah dengan segala peralatannya yang canggih tidak berfungsi dengan baik, karena tidak ada tenaga ahli yang dapat menjalankannya.Sudah saatnya kita bekerjasama membangun kompetensi unggulan daerah. Anggaran pendidikan yang begitu besar seharusnya juga diberikan kepada lembaga pelatihan industri yang sudah terbukti berhasil.misalnya untuk mendidik tenaga kerja yang trampil dibidang otomotif, tidak perlu membangun sekolah otomotif sendiri, tapi serahkan dana tersebut misalnya kepada ASTRA group untuk mengembangkan lembaga pelatihan otomotifnya.Untuk mencetak tenaga ahli elektronik, berikan anggaran kepada Panasonic Gobel misalnya untuk memperkuat lembaga pelatihan elektronik yang selama ini hanya untuk melayani kebutuhan internal.

Sudah saatnya kita bersatu, bekerjasama, saling membantu dan saling memperkuat sektor yang sudah baik untuk kemajuan bangsa. Bearapa banyak perjalanan studi banding dilakukan oleh para pejabat kita, tanya pada hati nurani apakah sudah saatnya menghentikan segala macam perjalanan studi banding yang menghabiskan anggaran dan belum terlihat tanda kapan akan diimplementasikan demi kemajuan bangsa kita tercinta

Sabtu, 31 Januari 2009

Ulasan Karyawan net dari Portalhr.com tentang Dampak Krisis

Waspadai Dampak Tak Langsung Krisis
Tanggal : 27 Jan 2009
Sumber : Portalhr.com

Karyawan.net - Jakarta, Dampak krisis finansial global memang sudah terasa dengan mulai banyaknya kasus PHK yang terjadi. Namun, sebenarnya ada dampak lain yang perlu diwaspadai juga. Yakni, dampak tidak langsung yang melanda perseorangan dan bukannya perusahaan.

Demikian salah satu benang merah bisa ditarik dari seminar "Dampak Krisis Global terhadap Kondisi Ketenagakerjaan di Indonesia" yang digelar oleh Pelita Fikir Indonesia di New Light Coffe Shop & Resto, Jakarta Selatan, Jumat (23/1/09) pukul 09.00 - 11.30 WIB.

Seminar menghadirkan pembicara tunggal Deputi Direktur ILO Peter Van Rooij. Menurut dia, dampak krisis yang kini melanda barulah tahap permulaan. Oleh karenanya, untuk mengantisipasi makin meluasnya dampak tersebut, semua pihak perlu waspada.

"Tidak hanya terhadap dampak langsung yang menimpa institusi keuangan dan perusahaan, tapi juga dampak ke individu," ujar Peter.

Dipandu oleh Direktur Pelita Fikir Iftida Yasar, lebih jauh Peter memaparkan, kondisi sulit yang diakibatkan oleh krisis akan membuat setiap orang berhati-hati dalam membelanjakan uangnya. Hal tersebut akan mengakibatkan turunnya aktivitas konsumsi yang itu artinya mempengaruhi pendapatan perusahaan.

"Krisis juga bisa membuat orang depresi," tambah dia.

Berkaitan dengan perusahaan, selain mengakibatkan PHK, krisis juga mempengaruhi skema dana pensiun terhadap karyawan. Peter berharap, berbagai kondisi tersebut membuat pemerintah, perusahaan dan individu menjadi instrospeksi dan ke depannya lebih berhati-hati.

"Misalnya dalam hal pengawasan. Pemerintah mesti lebih serius dalam mengawasi institusi keuangan," tandas dia.

Direktur Pelita Fikir Iftida Yasar menambahkan, krisis mestinya mendorong orang untuk berpikir ulang tentang berbagai standar kompetensi yang diterapkan selama ini. "Kita terbiasa melihat orang hanya berdasar keterampilan dan kepandaian, padahal kompetensi kan lebih luas daripada itu."

"Kompetensi juga menyangkut attitude, apa orang tersebut jujur atau tidak, jangan cuma ditekankan pandainya," sambung Iftida.



Gambar :
Peter Van Rooij & Iftida Yasar

Jumat, 30 Januari 2009

Bisnis Outsourcing dalam ulasan Bisnis Indonesia

RI sulit raih bisnis outsourcing dunia
Krisis akan picu perusahaan multinasional pakai jasa alih daya

JAKARTA: Peran Indonesia dalam bisnis jasa alih daya (outsourcing) dunia yang mencapai US$32 miliar per tahun, masih sangat minim, karena keterbatasan sumber daya manusia dan kemampuan berbahasa Inggris yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan negara lain.

Iftida Yasar, Penasihat Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia (Abadi), mengatakan pekerjaan seperti pembuatan film animasi dan pengurusan klaim dari perusahaan berskala multinasional merupakan dua jenis bidang usaha yang paling membutuhkan penyedia jasa outsourcing.

"Ada US$32 miliar business process outsourcing di dunia per tahun, dan kita kebagian apa? Call center merupakan salah satu bisnis yang paling banyak dilakukan lewat jasa outsourcing. Namun, kita sulit mendapatkan bisnis itu karena kemampuan berbahasa Inggris kita belum bagus," ujarnya kepada Bisnis, baru-baru ini.

Perkerjaan-pekerjaan tersebut merupakan pesanan dari perusahaan yang berlokasi di luar negeri, tetapi dapat dikerjakan dari dalam negeri, sehingga menjadi jauh lebih murah dan mudah.

"Dalam kondisi krisis seperti ini tentunya sulit berharap investor atau perusahaan asing mau membangun pabrik atau kantor di sini. Namun, kalau pengalihan sebagian pekerjaannya ke Indonesia, mereka [perusahaan] asing cukup hanya menyewa kantor di sini dan tenaga kerjanya direkrut oleh perusahaan penyedia jasa outsourcing," jelas Itfida.

Dia mencontohkan pekerjaan untuk sistem penggajian (payroll) 800.000 karyawan satu perusahaan elektronik asing yang berhasil diperoleh perusahaan penyedia jasa outsourcing di Singapura. Pekerjaan itu membutuhkan 500 orang pegawai.

Oleh sebab itu, dia yakin industri outsourcing akan mampu menjadi alternatif bagi pembukaan lapangan pekerjaan, di tengah krisis ekonomi global yang memaksa hampir seluruh perusahaan di dunia harus berhemat.

Minimnya investasi langsung yang masuk ke Indonesia juga dapat diakali meningkatkan kemampuan industri jasa outsourcing, sehingga dapat menjadi pilihan utama bagi perusahaan-perusahaan internasional yang membutuhkan jasa tersebut.

Pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri, menurut Iftida, juga akan jauh lebih aman bila dilakukan lewat sistem alih daya.

Pengawasan TKI akan menjadi lebih mudah karena perusahaan penyedia jasa outsourcing yang akan melakukan pemantauan langsung.

Adapun, menurut Winarso S. Tjokrosudirdjo, Wakil Ketua Abadi, jumlah perusahaan penyedia jasa outsourcing di Indonesia saat ini diperkirakan mencapai 500 hingga 600 perusahaan.

Namun, perusahaan berskala besar dan dikelola dengan profesional masih sangat terbatas. Perusahaan yang tergabung dalam Abadi juga belum genap 100.

Perbankan, perminyakan (energi), dan telekomunikasi merupakan sektor usaha yang paling banyak menggunakan tenaga kerja dari perusahaan penyedia jasa outsourcing.

Tumbuh 40%

Sapto Satrioyudo, Ketua Umum Abadi, beberapa waktu lalu memperkirakan bisnis penyedia jasa alih daya di Tanah Air akan tumbuh 30%-40% pada tahun ini, menyusul semakin tingginya permintaan terhadap pekerja outsourcing dari berbagai bidang pekerjaan.

Dia menyebutkan pertumbuhan bisnis tersebut juga dipengaruhi oleh semakin terbukanya potensi aliansi dengan perusahaan luar negeri, guna memenuhi kebutuhan tenaga kerja alih daya yang juga sedang tumbuh di luar negeri.

Sapto menambahkan industri penyedia tenaga kerja alih daya juga masih menghadapi tantangan seperti keberanian untuk ekspansi ke dunia luar, di tengah pro kontra di dalam negeri yang masih belum usai juga.

Outsourcing di Indonesia, ujarnya, masih dipandang sebagai strategi konsep, belum dijadikan alat atau sarana yang bertujuan menekan angka pengangguran dan peningkatan devisa bagi negara.

Kendati masih diwarnai pro dan kontra, penggunaan jasa tenaga alih daya tidak bisa dihindari, sebab merupakan strategi penting bagi pelaku bisnis untuk terus bertahan di tengah kondisi ekonomi yang cenderung fluktuatif. (yeni.simanjuntak@bisnis.co.id)

Oleh YENI H. SIMANJUNTAK

Workplace Learning

Pelaksanaan ”Workplace Learning ” di AGP
Study Kasus yang dibahas pada tanggal 28 Januari 2009, OVTA, Chiba Jepang


AGP Corporation dibangun tahun 1965. masa dimana berkembanganya transportasi udara yang menggunakan pesawat jet. Perusahaan bergerak dibidang aviasi industri dengan tiga kegiatan utama; 1. Power dan Energy, 2. perawatan yang berhubungan dengan pesawat termasuk baggage handling dan penanganan penumpang dan 3. pengembangan dan penjualan kelengkapan makanan untuk rumah sakit dan fasilitas umum.

Dalam menangani pekerjanya .AGP mempunyai dasar filosofi yang menghargai Kemanusiaan dan moral. Kadangkala kita menilai orang berdasarkan perasaan bukan hasil kerjanya, atau rasa suka atau tidak suka. Padahal ini bisa berpengaruh besar terhadap karir seseorang. Semua pekerja harus punya nilai dan etika yang sama untuk mencapai tujuan perusahaan

Setiap pelatihan dirancang khusus sesuai kebutuhanya dan usia pekerjaannya, sebab jika pelatihan dilakukan dengan tidak mengindahkan tahapan dan kebutuhan maka akan merugikan individual dan organisasi. Berfikir dan bertindak harus merupakan kombinasi Jangan berfikir apa yang harus dilakukan tapi berfikir apa yang dibutuhkan. Pada dasarnya aksi terdiri dari pengetahuan dan ketrampilan, ditambah dengan ingatan dan pengetahuan. Pelatihan untuk ketrampilan adalah bagaimana melaksanakan kegiatan rutin dengan benar dan sesuai prosedur. Dilain pihak pekerja juga dibekali dengan pelatihan yang berhubungan dengan kepekaan atau awareness, termasuk prilaku, untuk mengembangkan kemampuan tentang kepekaan terhadap bahaya., karena dalam bisnis ini keamanan adalah nomor satu.

Pada saat pekerja baru diterima di AGP, pelatihan yang diberikan menitik beratkan pada pemberian dasar etika, moral yang membentuk prilaku yang sesuai dengan nilai dan etika perusahaan baru dilanjutkan dengan pelatihan keahlian.

owner

Owner

Dalam kartu nama yang diberikan oleh seorang teman tertulis dengan jelas disitu jabatannya adalah “OWNER” atau pemilik dalam bahasa Indonesia. Pemilik kartu nama ingin memberikan penegasan kepada masyarakat bahwa ia bukan hanya misalnya sebagai direktur atau apapun jabatannya tapi adalah “Pemilik Perusahaan”

Tidak ada yang salah dalam penulisan kartu nama tersebut, mungkin saja ia ingin memberikan tanda kepada penerima kartu nama “jika ada yang ingin dibicarakan, jika ada transaksi bisnis yang ingin dilakukan” langsung dengan saya. Saya adalah pemilik perusahaan jadi saya dapat langsung memutuskan tanpa meminta persetujuan orang lain lagi. Mungkin juga berdasarkan pengalamannya penampilannya kurang meyakinkan sehingga perlu menuliskan dengan jelas bahwa ia adalah pemilik perusahaan.

Ada juga seseorang yang karena penampilannnya sangat meyakinkan dianggap sebagai pemilik perusahaan karena memang “fist impression” pandangan pertama melihatnya sangat meyakinkan.Padahal dalam bisnis seseorang yang sudah diserahi tanggung jawab dan kewenangan dapat melakukan dan memutuskan sesuatu berdasarkan kewenangannya. Mungkin saja lagak dan gaya orang ini begitu hebat dibandingkan dengan pemilik perusahaan yang lebih suka berada dibalik layar.

Ada juga pemilik perusahaan yang sangat ingin memperlihatkan kepada karyawannya bahwa ia memang beda kelas, ia lebih hebat, lebih kaya, lebih pintar, sehingga karyawan hanyalah pelengkap penderita. Pemilik perusahaan model ini menerapkan manajemen gaya warung yang memainkan peranannya secara tunggal.Ia ingin semua orang tau dia adalah “Owner” dan ingin diperkenalkan sebagai “Owner”.

Ada juga pemilik perusahaan yang biasa biasa saja, sederhana, menghargai dan memberikan kewenangan pada pekerjanya, tapi pekerja yang bermental penjilat atau budak, sangat menaruh hormat luar biasa pada pemilik perusahaan. Setiap bertemu memuji dan selalu siap menjalankan perintah, memanggil pemilik perusahaan dengan “boss”, “tuan”, “Nyonya” atau panggilan lain yang dilakukan dengan takzim dan hormat didepan majikannya. Jika mendampingi pemilik perusahaan dan bertemu orang lain , maka pekerja akan memperkenalkan pemilik perusahaan dengan “ini adalah owner perusahann”. Biasanya pekerja tipe ini belum tentu tulus, jika keluar dari pekerjaan atau ternyata sang “owner” tidak menjadi “Owner” lagi, maka sikapnya langsung berubah 180 %, Sesuai dengan sifatnya yang penjilat dan bermental budak, maka ia akan menjilat dan patuh kepada owner yang baru.

Sesungguhnya kita bukanlah pemilik dari apapun, nyawa yang ada didalam tubuh kita tak akan sanggup dipertahankan jika sudah diminta pemiliknya.Kita hanya diberi amanah untuk menjalankan usaha tapi bukan pemilik dari usaha itu sendiri. Yang tadinya orang biasa bisa menjadi owner, yang tadinya owner suatu saat bisa kehilangan semuanya. Sebagai orang yang diberi amanah tidak usah terlalu sombong dan membanggakan diri dengan apa yang tidak akan abadi kita miliki.Sebagai pekerja jangan terlalu menjilat dan bermental budak, hargailan siapapun manusia dengan tulus, jangan hanya baik dimuka atau hanya baik jika orang tersebut masih menjadi owner. Menjadi orang baik itu adalah karakter bukan profesi yang suatu saat bisa berubah. Owner…..? ah siapalah kita ini, hanya Allah yang pantas memiliki semuanya.