Dalam kehidupan, banyak orang yang berlagak boss melebihi bossnya itu sendiri. Ada teman yang penampilannya keren sekali, selalu rapi, pakaian licin dandanan khas laki-laki urban masa kini. Ada juga yang berdandan semakin lama semakin heboh, menyesuikan diri dengan kenaikan pangkat jabatannya. Tadinya manis dan sederhana, sekarang dengan dandanan make up lengkap, rambut kadang di buat seperti spiral, lengkap dengan kutex sesuai warna baju, bahkan dengan warna yang mengerikan hijau atau biru. Mungkin yang bersangkutan tidak menyadari evolusi perubahan cara berdandannya, tapi dijamin yang sudah lama tidak bertemu dengannya akan terkaget-kaget. The real Boss sendiri sederhana, berpakaian selalu batik, ramah, sopan, tidak banyak bicara dan sangat low profile. Padahal atasannya itu juga merangkap sebagai pemilik perusahaan. Banyak orang terkecoh dan menyangka ia adalah bossnya, katanya sih untuk menjadi seorang boss ia harus berakting sebagai boss dulu menyesuaikan. Tidak hanya soal gaya berpakaian, dalam interaksi sehari-hari dengan karyawan lain sang boss palsu ini juga berlagak seperti penguasa tunggal. Lagak dan gayanya sungguh berlebihan, mentang-mentang boss aslinya tidak terlalu memperhatikan sepak terjangnya atau boss asli bersikap demokratis, membiarkan asal pekerjaan beres.
Kalau ada pekerjaan, maka ia akan mendelegasikan dengan cepat, yang enak-enak dan sifatnya dapat dilakukan didepan real boss, maka ia yang akan mengerjakan. Lagaknya selalu mencari kesalahan orang lain, kalau ia menemukannya dengan cepat lapor ke real boss, agar kejelekan orang cepat terlihat. Fasilitas kantor juga dipakai secara maksimal, kalau perlu semua pengeluaran bahkan yang ga jelas apakah pengeluaran pribadi atau perusahaan dimasukan menjadi biaya kantor. Tapi kalau sama teman wah selalu memata-matai dan mengawasi seakan hanya dia yang bener kerjanya, Mengadu kepada boss bahwa teman tidak becus bekerja, tidak jujur dan kurang kompeten. Sama teman saja menyikut apalagi sama bawahan, semua yang dikerjakan bawahan salah,hanya dia yang benar
Terhadap the real boss jug sikapnya sangat dominan, ia yang mengatur ini dan itu, memberi informasi dan arahan mana yang boleh dan mana yang tidak.Dengan kepandaiannya bicara ia mengemukakan berbagai argumen dengan analisa yang masuk akal. Boss tenang aja tidak usah bertemu dengan klien, sebab kita sudah bereskan semua dilapangan, nanti boss kita atur waktu makan siang saja bersama klien. Larangannya agar the real boss tidak bertemu klien kelihatan wajar, katanya boss turun gunung kalau ada masalah besar saja, yang kecil biar saya bereskan. Ternyata dia selalu rutin bertemu klien dan makan siang atau di acara lainnya, tujuannya agar klien lebih dekat dengannya dan jangan menyampaikan masalah dilapangan kepada real boss. Jika suatu saat real boss bertemu klien tanpa sengaja, pendapat klien adalah kok sudah lama kita ga dikunjungi, sombong ya, yang dikirim anak buah terus.
Sebagai atasan apalagi pemilik perusahaan kadang kita merasa sangat terbantu dengan tipe bawahan yang kelihatannya mampu dan mau melakukan segala sesuatu dengan cepat dan penuh inisiatif. Waktu dan kegiatan kita yang terlalu padat dan banyak bepergian membuat tidak mampu menganalisa dengan benar dan akurat. Kadang kita terkecoh oleh penampilan luar bawahan yang terlalu aktif dan selalu berinisiatif mendekati kita. Kebanyakan karyawan yang baik dan tidak neko-neko tidak mendapat perhatian kita karena mereka bekeja dengan baik dan hampir tidak punya waktu buat menjilat atasannya. Sebaiknya kita sebagai atasan, apalagi sebagai pemilik perusahaan tetap melakukan sidak atau inspeksi mendadak langsung kebawah, berbicara dengan para karyawan dan mereka yang satu tingkat dengannya dan tetap mengadakan pertemuan dengan klien secara berkala, jangan percaya begitu saja dengan laporan ABS (Asal Boss Senang).
Selasa, 28 Juli 2009
Ketika Hidayah Datang
Saya selalu percaya bahwa perselingkuhan tidak akan terjadi atau tidak akan banyak jumlahnya jika kita perempuan mampu berkata tidak. Kita punya peranan untuk menentukan pilihan apakah mau atau tidak menjalin hubungan dengan suami orang. Sebagai perempuan yang terlibat hubungan terlarang dengan suami orang jangan bersembunyi dibalik alasan kita adalah korban, tertipu dan termakan bujuk rayu laki-laki. Perempuan diberi kelebihan mempunyai perasaan yang lebih sensitif untuk mengetahui atau akhirnya menemukan fakta bahwa laki-laki yang kita cintai tenyata suami orang. Sebelum menjalin hubungan sebenarnya banyak cara yang dapat dilakukan untuk mendeteksi siapa laki-laki itu sebelum kita memutuskan menyerahkan hati kita kepadanya. Tidak masuk akal jika kita dengan mudahnya memberikan kepercayaan bahkan menyerahkan hati dan diri kita kepada laki-laki tanpa mengetahui lebih dulu siapa dia.
Kalaupun sudah terlanjur terjadi hubungan cinta, mustinya setelah kita tahu dia adalah suami orang segera putuskan hubungan ini. Jangan terjebak dalam situasi dimana kita menjadi tidak berdaya dan berputar-putar dalam lingkaran setan. Semakin dalam kita terlibat, maka semakin susah kita mengakhiri. Ada teman yang memang dari awal sudah tau bahwa laki-laki yang dicintainya adalah suami orang bahkan bapak dari sahabat anaknya, tapi dia tidak mampu melepaskan diri, bahkan selama bertahun-tahun terlibat cinta terlarang yang menghancurkan perkawinannnya bahkan menghancurkan kepercayaan dan perasaan anak-anaknya. Berbagai cara sudah dilakukan oleh keluarga dan anak-anaknya termasuk keluarga laki-laki selingkuhannnya untuk menyadarkannya, tapi dia seperti buta mata hatinya menikmati hubungan ini. Sebagai perempuan yang sudah mempunyai anak banyak, bahkan sudah mantu dia mau menukar harga diri dan kehormatan seta keutuhan rumah tangganya dengan laki-laki yang tidak jelas. Laki-laki itu tidak mau menikahi secara resmi hanya mempermainkan saja dan menina bobokan dengan janji manis akan menikahinya suatu saat. Dengan perjuangan dan doa akhirnya laki-laki tadi kembali kepada keluarganya, semoga perjalanan hidup bersama menuju keluarga yang penuh kasih sayang membina anak-anak di ridhoi Allah.
Ada teman yang punya hubungan dengan laki-laki beranak 2 . Pada awalnya dia mengaku sedang dalam proses perceraian dan sudah pisah rumah lama. Untuk meyakinkan teman saya, laki-laki tadi memperkenalkan teman tadi kepada ibunya dan ibu laki-laki tadi merestui hubungan itu dan berharap agar anaknya dapat menikah dengan teman saya itu. Melihat keseriusan laki-laki tadi luluhlah hati teman saya dan mereka akhirnya menjalin hubungan. Tidak disangka ternyata proses perceraian berlangsung alot, laki-laki tadi mememerlukan waktu lama untuk meninggalkan istrinya. Teman saya mulai diteror oleh istri laki-laki tadi, berbagai sms, telepon yang menyebutnya ”lonte, pelacur, perebut suami orang” mulai berdatangan secara rutin, kehidupannya menjadi terganggu. Tadinya dia berfikir bahwa kehadirannya bukan penyebab rusaknya rumah tangga itu, tapi memang mereka sudah dalam masalah. Laki-laki tadi dan ibunya mencoba meyakinkan bahwa masalah akan segera berakhir dan meminta kesabarannya menunggu. Akhirnya kesadaran datang pada diri teman saya, bahwa kalau laki-laki itu dapat menceraikan istrinya yang telah memberikan dua anak dengan begitu saja, siapa yang bisa menjamin bahwa teman saya tidak akan diceraikan suatu saat. Dengan menetapkan hati ia meninggalkan laki-laki tadi, walaupun laki-laki itu menangis dan memohon agar tetap bersamanya.Alhmdulillah dengan keputusannya itu sekarang ia mendapatkan suami yang jauh lebih baik dan berstatus jelas ”single”. Mereka baru saja melangsungkan perkawinannya dan semoga Allah memberikan kebahagian, keberkahan dan anak-anak sholeh dan sholeha untuk perempuan yang mampu menjaga kehormatan dan perasaan perempuan lain.
Ada juga perempuan yang pernah khilaf dan meninggalkan suaminya. Pada waktu itu rasanya benci sekali kepada suaminya dan selalu yang terlihat kekurangannya. Pada saat goyah dia menjalin hubungan dengan laki-laki pacarnya dulu. Hampir setahun mereka berhubungan dan akhirnya pencerahan datang kepada perempuan itu karena merasa marah dan tidak habis pikir, bagaimana seorang laki-laki yang sudah kehilangan anak sebanyak 2 orang meninggal dunia masih berfikiran untuk melamarnya menjadi istri kedua dengan resmi. Apalagi kalau melihat keadaan istrinya kasihan sekali perempuan sederhana yang setia dan mengabdi kepada suaminya dan kehilangan dua orang anak harus ditambah lagi dengan penghianatan suaminya. Ditinggalkannya laki-laki itu dan tidak pernah mau berhubungan sama sekali. Keputusan meninggalkan suaminya sebetulnya bukan karena laki-laki lain tapi karena banyak hal. Perpisahan itu sangat disesalinya, kenapa ia tidak tabah, sabar dan ihklas menerima kekurangan suaminya dan melihat kelebihannya. Akhirnya dengan izin Allah mereka sekarang sudah berkumpul kembali dan semoga Allah memberikan ridhonya membentuk keluarga yang sakinah mawaddah dan rahmah .
Kalaupun sudah terlanjur terjadi hubungan cinta, mustinya setelah kita tahu dia adalah suami orang segera putuskan hubungan ini. Jangan terjebak dalam situasi dimana kita menjadi tidak berdaya dan berputar-putar dalam lingkaran setan. Semakin dalam kita terlibat, maka semakin susah kita mengakhiri. Ada teman yang memang dari awal sudah tau bahwa laki-laki yang dicintainya adalah suami orang bahkan bapak dari sahabat anaknya, tapi dia tidak mampu melepaskan diri, bahkan selama bertahun-tahun terlibat cinta terlarang yang menghancurkan perkawinannnya bahkan menghancurkan kepercayaan dan perasaan anak-anaknya. Berbagai cara sudah dilakukan oleh keluarga dan anak-anaknya termasuk keluarga laki-laki selingkuhannnya untuk menyadarkannya, tapi dia seperti buta mata hatinya menikmati hubungan ini. Sebagai perempuan yang sudah mempunyai anak banyak, bahkan sudah mantu dia mau menukar harga diri dan kehormatan seta keutuhan rumah tangganya dengan laki-laki yang tidak jelas. Laki-laki itu tidak mau menikahi secara resmi hanya mempermainkan saja dan menina bobokan dengan janji manis akan menikahinya suatu saat. Dengan perjuangan dan doa akhirnya laki-laki tadi kembali kepada keluarganya, semoga perjalanan hidup bersama menuju keluarga yang penuh kasih sayang membina anak-anak di ridhoi Allah.
Ada teman yang punya hubungan dengan laki-laki beranak 2 . Pada awalnya dia mengaku sedang dalam proses perceraian dan sudah pisah rumah lama. Untuk meyakinkan teman saya, laki-laki tadi memperkenalkan teman tadi kepada ibunya dan ibu laki-laki tadi merestui hubungan itu dan berharap agar anaknya dapat menikah dengan teman saya itu. Melihat keseriusan laki-laki tadi luluhlah hati teman saya dan mereka akhirnya menjalin hubungan. Tidak disangka ternyata proses perceraian berlangsung alot, laki-laki tadi mememerlukan waktu lama untuk meninggalkan istrinya. Teman saya mulai diteror oleh istri laki-laki tadi, berbagai sms, telepon yang menyebutnya ”lonte, pelacur, perebut suami orang” mulai berdatangan secara rutin, kehidupannya menjadi terganggu. Tadinya dia berfikir bahwa kehadirannya bukan penyebab rusaknya rumah tangga itu, tapi memang mereka sudah dalam masalah. Laki-laki tadi dan ibunya mencoba meyakinkan bahwa masalah akan segera berakhir dan meminta kesabarannya menunggu. Akhirnya kesadaran datang pada diri teman saya, bahwa kalau laki-laki itu dapat menceraikan istrinya yang telah memberikan dua anak dengan begitu saja, siapa yang bisa menjamin bahwa teman saya tidak akan diceraikan suatu saat. Dengan menetapkan hati ia meninggalkan laki-laki tadi, walaupun laki-laki itu menangis dan memohon agar tetap bersamanya.Alhmdulillah dengan keputusannya itu sekarang ia mendapatkan suami yang jauh lebih baik dan berstatus jelas ”single”. Mereka baru saja melangsungkan perkawinannya dan semoga Allah memberikan kebahagian, keberkahan dan anak-anak sholeh dan sholeha untuk perempuan yang mampu menjaga kehormatan dan perasaan perempuan lain.
Ada juga perempuan yang pernah khilaf dan meninggalkan suaminya. Pada waktu itu rasanya benci sekali kepada suaminya dan selalu yang terlihat kekurangannya. Pada saat goyah dia menjalin hubungan dengan laki-laki pacarnya dulu. Hampir setahun mereka berhubungan dan akhirnya pencerahan datang kepada perempuan itu karena merasa marah dan tidak habis pikir, bagaimana seorang laki-laki yang sudah kehilangan anak sebanyak 2 orang meninggal dunia masih berfikiran untuk melamarnya menjadi istri kedua dengan resmi. Apalagi kalau melihat keadaan istrinya kasihan sekali perempuan sederhana yang setia dan mengabdi kepada suaminya dan kehilangan dua orang anak harus ditambah lagi dengan penghianatan suaminya. Ditinggalkannya laki-laki itu dan tidak pernah mau berhubungan sama sekali. Keputusan meninggalkan suaminya sebetulnya bukan karena laki-laki lain tapi karena banyak hal. Perpisahan itu sangat disesalinya, kenapa ia tidak tabah, sabar dan ihklas menerima kekurangan suaminya dan melihat kelebihannya. Akhirnya dengan izin Allah mereka sekarang sudah berkumpul kembali dan semoga Allah memberikan ridhonya membentuk keluarga yang sakinah mawaddah dan rahmah .
Mama terlalu mengatur
Komentar kedua anak mengenai saya adalah mama terlalu mengatur, dominan dan mau ikut campur urusan mereka. Kalau memahami cara berfikir remaja tentu saja mereka mau bebas, tidak mau diatur dan kalau bisa orang tua tidak perlu tau urusan mereka. Ada orang tua yang tidak bisa membedakan mana yang harus diatur dan mana yang bisa dibiarkan. Mereka dengan alasan demokrasi membiarkan apa saja kemauan anaknya menurut versi anak. Padahal anak memerlukan suatu rambu/petunjuk/arahan yang jelas mana yang boleh dan mana yang tidak. Kalau pernah lihat bagaimana para Super nanny beraksi di Metro TV, terlihat bahwa keluarga yang kacau adalah mereka yang tidak memberikan arahan yang jelas mengenai mana yang boleh mana yang tidak.Lucu campur heran melihat seorang anak berumur 3 tahun bisa membuat ayahnya takluk. Dia bisa menangis berguling-guling kalau perminataannya tidak dipenuhi, dan ayahnya dengan sabar akan memenuhi segala keinginannya. Ibunya terlihat tertekan karena aturan yang diterapkan menjadi berantakan jika ayah ada dirumah. Dengan bantuan Super Nanny akhirnya ayah dapat menerapkan disiplin kepada anaknya dan keluarga itu menjadi lebih nyaman dan teratur.Dengan adanya batasan dan aturan yang jelas ditambah dengan disiplin dan konsistensi maka anak menjadi nyaman dan dapat mengatur dirinya sendiri.
Untuk hal yang berhubungan dengan kejujuran misalnya apakah kita mau membiarkan anak mempunyai pilihan mau jujur atau tidak jujur?.Merekaa harus diajarkan dengan jelas bahwa segala sesuatu harus dilandasi dengana itikad baik dan kejujuran. Untuk urusan disiplin waktu masuk sekolah apakah kita mau membiarkan anak memilih mau masuk sekolah atau mau membolos. Saya punya pengalaman dengan anak saya yang pernah 17 hari tidak masuk sekolah membolos, jelas ini tidak ada koordinasi antara guru dan orang tuanya. Guru tidak memberitahu orang tua dan saya sebagai orang tua juga tidak menjalin komunikasi yang baik dengan guru. Berdasarkan hal itu sekarang saya mempunyai no Hp guru anak saya, bahkan anak saya yang kuliah saya secara rutin berkomunikasi dengan wali dosennya.
Ada hal yang memang kita harus ikut campur dan memastikan bahwa pembentukan karakter dilaksanakan secara konsisten dan terus menerus. Jangan pernah putus asa dalam membangun karakter anak, sebab itu akan menjadi tiang utama dalam pembentukan karakternya. Karakter yang baik akan diteruskan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Perhatikan keluarega yang dianggap baik akan terus melahirkan generasi yang baik. Anak-anak akan meneruskan nilai yang diajarkan orangtuanya dari generasi ke generasi. Saya melihat anak-anak saya kalau diliuar rumah menjadi pribadi yang hangat, sopan, jujur dan disenangi oleh orang lain, walau kadang dengan saya sendiri sering berargumentasi. Kalau saya datang ketempat kostnya ( ia pernah kost di malaysia dan Bandung ) kamarnya rapi dan bersih,. Waktu kami punya rumah di Bandung ia tinggal disana dan rumah juga rapih dan bersih. Urusan listrik, pipa bocor, air keruh yag harus disaring diurus dengan baik. Alhamdulillah itu buah dari seringnya saya mengajari tentang kebersihan. Walau kelihatannya mereka tidak mau mendengar dan cuek, tapi ajaran yang kita berikan akan dipraktekannya begitu ia berinteraksi dengan orang lain dan jauh dari rumah.Jadi jangan pernah membiarkan anak tumbuh tanpa aturan yang jelas.
Untuk hal yang berhubungan dengan kejujuran misalnya apakah kita mau membiarkan anak mempunyai pilihan mau jujur atau tidak jujur?.Merekaa harus diajarkan dengan jelas bahwa segala sesuatu harus dilandasi dengana itikad baik dan kejujuran. Untuk urusan disiplin waktu masuk sekolah apakah kita mau membiarkan anak memilih mau masuk sekolah atau mau membolos. Saya punya pengalaman dengan anak saya yang pernah 17 hari tidak masuk sekolah membolos, jelas ini tidak ada koordinasi antara guru dan orang tuanya. Guru tidak memberitahu orang tua dan saya sebagai orang tua juga tidak menjalin komunikasi yang baik dengan guru. Berdasarkan hal itu sekarang saya mempunyai no Hp guru anak saya, bahkan anak saya yang kuliah saya secara rutin berkomunikasi dengan wali dosennya.
Ada hal yang memang kita harus ikut campur dan memastikan bahwa pembentukan karakter dilaksanakan secara konsisten dan terus menerus. Jangan pernah putus asa dalam membangun karakter anak, sebab itu akan menjadi tiang utama dalam pembentukan karakternya. Karakter yang baik akan diteruskan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Perhatikan keluarega yang dianggap baik akan terus melahirkan generasi yang baik. Anak-anak akan meneruskan nilai yang diajarkan orangtuanya dari generasi ke generasi. Saya melihat anak-anak saya kalau diliuar rumah menjadi pribadi yang hangat, sopan, jujur dan disenangi oleh orang lain, walau kadang dengan saya sendiri sering berargumentasi. Kalau saya datang ketempat kostnya ( ia pernah kost di malaysia dan Bandung ) kamarnya rapi dan bersih,. Waktu kami punya rumah di Bandung ia tinggal disana dan rumah juga rapih dan bersih. Urusan listrik, pipa bocor, air keruh yag harus disaring diurus dengan baik. Alhamdulillah itu buah dari seringnya saya mengajari tentang kebersihan. Walau kelihatannya mereka tidak mau mendengar dan cuek, tapi ajaran yang kita berikan akan dipraktekannya begitu ia berinteraksi dengan orang lain dan jauh dari rumah.Jadi jangan pernah membiarkan anak tumbuh tanpa aturan yang jelas.
Kesabaran tidak ada batasnya
Kalau bicara tentang kesabaran apakah atau dimanakah batas kesabaran itu? Apa bedanya orang sabar dengan goblok? . Jika istri terus menerus dikhianati oleh suaminya dan terus menerus memaafkan apakah ini yang namanya sabar? Atau ini yang namanya goblok, tidak bisa melihat bahwa tidak ada gunanya memaafkan suami yang terus menerus berhohong kepada kita.
Ketika kita mengetahui bahwa suami berbohong yang pertama kita lakukan adalah mengungkapkan dan membicarakan kebohongan itu dengan fakta yang ada, jangan ditambah jangan dikurang. Jangan ditambah karena biasanya saking emosi kita membuat suatu kesimpulan atau tuduhan yang berlebihan dengan berdasarkan fakta yang ada. Jika kita berlebihan menambah tanpa dasar yang kuat, maka suami malah menjadi mempunyai alasan untuk menganggap kita berhalusinasi dan mementahkan fakta dan data yang ada Jangan dikurangi, maksudnya jika fakta yang ada begitu gamblang dan banyak tapi kita hanya mengatakan sedikit karena tidak tega atau kita sendiri tidak kuat menghadapi kenyataan itu. Banyak perempuan yang tidak mampu mengungkapkan fakta kepada suaminya karena ia sendiri menghindari atau menipu dirinya dengan tidak mau mempercayai fakta ini. Jika ini yang terjadi, maka suami biasanya menganggap istri hanya tahu sedikit dan dia masih berada dalam piosisi aman untuk meneruskan penyelewengannya . Jadi kemukakan fakta sesuai dengan data yang ada dan kemukakan dengan tenang walaupun tidak dapat dihindari akan ada airmata dan kemarahan ,
Jika akhirnya pasangan bercerai, maka alasan yang dipakai biasanya “sudah sampai batas kesabaran, sudah tidak bisa lagi bersabar menerima kebohongan terus menerus:. Masalah selesai dan masing-masig pihak menjalani hidup sendiri.Bagi istri atau suami yang masih bisa bersabar menerima kebohongan pasangannya, maka ini yang disebut bahwa kesabaran itu tidak ada batasnya. Mempertahankan keutuhan rumah tangga dengan usaha yang terus menerus dengan jalan baik adalah “jihad”. Suami atau istri yang kebetulan istri atau suaminya sedang tergoda kepada pihak lain, atau mempunyai sifat yang buruk sekali seperti berbohong, berjudi, selingkuh, mempunyai pilihan untuk bersabar atau menyelesaikan masalah dengan berpisah.Jika mereka mau melakukan ”Jihad” atau bejuang dijalan Allah, maka itu lebih baik.
Jangan berfikir bahwa hanya suami atau laki-laki saja yang selalu melakukan perselingkuhan, berbohong atau sifat jelek lainnya. Ada surat pembaca disuatu acara konsultasi keluarga, dimana seorang anak bertanya ”apa yang harus dilakukan jika ibunya selalu berbohong, sering pergi kedukun dan selingkuh?. Anak itu kasihan kepada ayahnya yang dengan sabar mencoba mempertahankan rumah tangganya. Ada juga kenalan yang mempunyai istri yang senang berjudi dan selingkuh. Sejak muda istrinya tidak pernah mengurus rumah dan anak-anak, ia sering berjudi dan selingkuh dengan laki-laki lain. Uang belanja dan barang-barang yang ada dirumah sering dijual untuk keperluan judi. Kalau kalah ia marah dan kalau ditegor istrinya lebih galak, bahkan sering mengamuk memecahkan barang atau memukul suaminya. Suaminya sabar, bahkan pada saat pensiun sebagian besar uang pensiunnya habis untuk melunasi hutangnya..sekarang dimasa tuanya kenalan tadi tetap bekerja untuk diriya sendiri mencari kesibukan, anak-anaknya sudah bekerja dan mentas, jadi bebannya sudah agak ringan. Ada juga perempuan yang sudah mempunyai suami pejabat, terhormat, dikarunia anak yang pintar, cantik, ganteng, bahkan sudah mantu. Tapi mau menukar kehormatan, kemuliannya sebagai perempuan dan ibu dengan nafsu, maksiat dan zina. Dengan alasan sakit hati karena suaminya selingkuh, maka ia membalas juga dengan selingkuh. Akhirnya keluarganya berantakan, ia dicerai, anak-anaknya marah dan sekarang hidup menjanda tanpa anak dan suami, sedngkan laki-laki selingkuhannnya adalah suami orang yang tidak akan mau menukar istri dan keluarganya demi perempuan yang telah menjual dirinya dengan murah itu.
Ada istri siri yang sudah mempunyai anak dua, akhirya ditinggal oleh suaminya kembali kepada istri tuanya. Ia ditelantarkan, tanpa diberi nafkah bahkan tidak diurus anak-anaknya. Akhirnya ia datang kerumah istri tuanya dan menyerahkan anak-anaknya yang waktu itu berumur 3 dan 5 tahun kepada istri tuanya. Ditinggalkan saja anak-anak itu tanpa pernah ditengok dan dihubungi sampai akhirnya istri muda itu meninggal dunia. Jadi kedua anak tadi menganggap ibu tirinya adalah ibu kandung mereka dan sampai mereka kawin dan mentas diurus oleh ibu tirinya. Sungguh sangat jarang perempuan yang mau mengurus dan membesarkan anak-anak dari madunya yang sebenarnya menyakiti dan menghancurkan perasaannya. Ada juga suami istri yang bercerai karena suaminya kawin lagi, padahal istrinya adalah seorang pejabat yang sebenarnya selain menjaga rumah tangganya dengan baik juga membantu ekonomi keluarga. Dengan kesabaran dan doa Allah memberikan jalan keluar dengan mencabut nyawa istri mudanya itu lebih dahulu. Sekarang dalam usia memasuki pensiun, mereka kembali lagi bersama, berbahagia membina rumah tangga kembali.
Memang sabar dan terus menerus berjihad dijalan Allah dalam upaya mengembalikan pasangan kejalan yang benar adalah perjuangan yang sangat berat. Banyak orang yang putus asa dan tidak mau bersabar dalam menghadapi cobaan, apalagi jika cobaan itu datang dalam bentuk penghianatan dalam perkawinan. Berapa banyak nyawa melayang akibat ruwetnya hubunga cinta yang terlarang. Suami membunuh istrinya atau istri meracuni suaminya, bahkan ada kasus dimana istri bunuh diri bersama dengan anak-anaknya karena suami kawin lagi. Bersabar mempertahankan keutuhan keluarga bukan perbuatan bodoh, tapi jihad yang memang harus kita lakukan semaksimal mungkin. Insya Allah suatu saat pasangan kita akan sadar dan menjadi jauh lebih baik lagi kepada keluarganya jika hidayah itu datang.
Ketika kita mengetahui bahwa suami berbohong yang pertama kita lakukan adalah mengungkapkan dan membicarakan kebohongan itu dengan fakta yang ada, jangan ditambah jangan dikurang. Jangan ditambah karena biasanya saking emosi kita membuat suatu kesimpulan atau tuduhan yang berlebihan dengan berdasarkan fakta yang ada. Jika kita berlebihan menambah tanpa dasar yang kuat, maka suami malah menjadi mempunyai alasan untuk menganggap kita berhalusinasi dan mementahkan fakta dan data yang ada Jangan dikurangi, maksudnya jika fakta yang ada begitu gamblang dan banyak tapi kita hanya mengatakan sedikit karena tidak tega atau kita sendiri tidak kuat menghadapi kenyataan itu. Banyak perempuan yang tidak mampu mengungkapkan fakta kepada suaminya karena ia sendiri menghindari atau menipu dirinya dengan tidak mau mempercayai fakta ini. Jika ini yang terjadi, maka suami biasanya menganggap istri hanya tahu sedikit dan dia masih berada dalam piosisi aman untuk meneruskan penyelewengannya . Jadi kemukakan fakta sesuai dengan data yang ada dan kemukakan dengan tenang walaupun tidak dapat dihindari akan ada airmata dan kemarahan ,
Jika akhirnya pasangan bercerai, maka alasan yang dipakai biasanya “sudah sampai batas kesabaran, sudah tidak bisa lagi bersabar menerima kebohongan terus menerus:. Masalah selesai dan masing-masig pihak menjalani hidup sendiri.Bagi istri atau suami yang masih bisa bersabar menerima kebohongan pasangannya, maka ini yang disebut bahwa kesabaran itu tidak ada batasnya. Mempertahankan keutuhan rumah tangga dengan usaha yang terus menerus dengan jalan baik adalah “jihad”. Suami atau istri yang kebetulan istri atau suaminya sedang tergoda kepada pihak lain, atau mempunyai sifat yang buruk sekali seperti berbohong, berjudi, selingkuh, mempunyai pilihan untuk bersabar atau menyelesaikan masalah dengan berpisah.Jika mereka mau melakukan ”Jihad” atau bejuang dijalan Allah, maka itu lebih baik.
Jangan berfikir bahwa hanya suami atau laki-laki saja yang selalu melakukan perselingkuhan, berbohong atau sifat jelek lainnya. Ada surat pembaca disuatu acara konsultasi keluarga, dimana seorang anak bertanya ”apa yang harus dilakukan jika ibunya selalu berbohong, sering pergi kedukun dan selingkuh?. Anak itu kasihan kepada ayahnya yang dengan sabar mencoba mempertahankan rumah tangganya. Ada juga kenalan yang mempunyai istri yang senang berjudi dan selingkuh. Sejak muda istrinya tidak pernah mengurus rumah dan anak-anak, ia sering berjudi dan selingkuh dengan laki-laki lain. Uang belanja dan barang-barang yang ada dirumah sering dijual untuk keperluan judi. Kalau kalah ia marah dan kalau ditegor istrinya lebih galak, bahkan sering mengamuk memecahkan barang atau memukul suaminya. Suaminya sabar, bahkan pada saat pensiun sebagian besar uang pensiunnya habis untuk melunasi hutangnya..sekarang dimasa tuanya kenalan tadi tetap bekerja untuk diriya sendiri mencari kesibukan, anak-anaknya sudah bekerja dan mentas, jadi bebannya sudah agak ringan. Ada juga perempuan yang sudah mempunyai suami pejabat, terhormat, dikarunia anak yang pintar, cantik, ganteng, bahkan sudah mantu. Tapi mau menukar kehormatan, kemuliannya sebagai perempuan dan ibu dengan nafsu, maksiat dan zina. Dengan alasan sakit hati karena suaminya selingkuh, maka ia membalas juga dengan selingkuh. Akhirnya keluarganya berantakan, ia dicerai, anak-anaknya marah dan sekarang hidup menjanda tanpa anak dan suami, sedngkan laki-laki selingkuhannnya adalah suami orang yang tidak akan mau menukar istri dan keluarganya demi perempuan yang telah menjual dirinya dengan murah itu.
Ada istri siri yang sudah mempunyai anak dua, akhirya ditinggal oleh suaminya kembali kepada istri tuanya. Ia ditelantarkan, tanpa diberi nafkah bahkan tidak diurus anak-anaknya. Akhirnya ia datang kerumah istri tuanya dan menyerahkan anak-anaknya yang waktu itu berumur 3 dan 5 tahun kepada istri tuanya. Ditinggalkan saja anak-anak itu tanpa pernah ditengok dan dihubungi sampai akhirnya istri muda itu meninggal dunia. Jadi kedua anak tadi menganggap ibu tirinya adalah ibu kandung mereka dan sampai mereka kawin dan mentas diurus oleh ibu tirinya. Sungguh sangat jarang perempuan yang mau mengurus dan membesarkan anak-anak dari madunya yang sebenarnya menyakiti dan menghancurkan perasaannya. Ada juga suami istri yang bercerai karena suaminya kawin lagi, padahal istrinya adalah seorang pejabat yang sebenarnya selain menjaga rumah tangganya dengan baik juga membantu ekonomi keluarga. Dengan kesabaran dan doa Allah memberikan jalan keluar dengan mencabut nyawa istri mudanya itu lebih dahulu. Sekarang dalam usia memasuki pensiun, mereka kembali lagi bersama, berbahagia membina rumah tangga kembali.
Memang sabar dan terus menerus berjihad dijalan Allah dalam upaya mengembalikan pasangan kejalan yang benar adalah perjuangan yang sangat berat. Banyak orang yang putus asa dan tidak mau bersabar dalam menghadapi cobaan, apalagi jika cobaan itu datang dalam bentuk penghianatan dalam perkawinan. Berapa banyak nyawa melayang akibat ruwetnya hubunga cinta yang terlarang. Suami membunuh istrinya atau istri meracuni suaminya, bahkan ada kasus dimana istri bunuh diri bersama dengan anak-anaknya karena suami kawin lagi. Bersabar mempertahankan keutuhan keluarga bukan perbuatan bodoh, tapi jihad yang memang harus kita lakukan semaksimal mungkin. Insya Allah suatu saat pasangan kita akan sadar dan menjadi jauh lebih baik lagi kepada keluarganya jika hidayah itu datang.
Iftida Mewakili APINDO dengan Dukungan KADIN dalam- PENYUSUNAN STANDAR INTERNASIONAL UNTUK PEKERJA RUMAH TANGGA
1. Dasar pemikiran standar ketenagakerjaan International Untuk Pekerja Rumah Tangga.
Dasar pemikiran untuk mendukung sebuah konvensi ketenagakerjaan internasional dan
sebuah rekomendasi yang terkait mengenai hak-hak ketenagakerjaan pekerja rumah tangga
meliputi:
Pekerja rumah tangga merepresentasikan satu kelompok terbesar pekerja yang tak
terlindungi, dan satu kelompok terbesar pekerja perempuan berbayar yang bekerja di
dalam rumah tangga orang lain di negara mereka sendiri atupun di luar negeri, yang
dikecualikan dari undang-undangk etenagakerjaand i sebagianb esar negara dan seringkali
ditolak hak-hak dasarny4 seperti kebebasan berserikat dan perlindungan dari
diskriminasi, pekerja anak dan pelbagai kondisi kerja paksa.
Pekerja rumah tangga membuat pekerja lain dan keluarganya mampu meningkatkan
standar hidup mereka dengan melakukan perawatan terhadap rumah-rumah mereka, dan
para anggota rumah tangga (anak-anak, orang lanjut usia, orang sakit, dan orang cacat).
Di pelbagai negara, seperti sebagian besar negara Asia dan Arab, di mana kebijakan sosial
tidak mencakup kebutuhan pekerja dan keluargtrrya akan perawatan, pekerja rumah
tangga melaksanakan perawatan rumah tangga yang banyak dibutuhkan tersebut sehingga
memungkinkan kaum perempuan di dalam rumah tangga menjadi atau terus aktif secara
ekonomi.
Faktanya, jika tidak diberikan oleh pekerja rumah tangga, jasa yang diperlukan oleh
rumah tangga akan menghabiskan biaya berlipat-lipat lebih banyak jika disewa dari
penyedia jasa berbasis pasar, (binatu, katering, penitipan anak, panti jompo, dll.)
Karena pekerjaanya dilakukan di rumah-rumah pribadi, yang di banyak negara tidak
dianggap sebagai tempat kerja, hubungan kerja mereka tidak dicakup di dalam undang-undang
ketenagakerjaan nasional atau di dalam undang-undang lainnya, sehingga
membuat mereka tidak diakui sebagai pekerja yang berhak atas perlindungan pekerja.
Namun, beberapa negara Asia, seperti Filipina dan Hongkong, telah meloloskan undang-undang
mengenai pekerjaan rumah tangga yang membuat cakupan perlindungan pekerja
menjangkau pekerja rumah tangga.
Kerentanan khusus pekerja rumah tangga terhadap pelecehan dan eksploitasi dengan
tiadanya perlindungan pekerja dan inspeksi tempat kerja, serta beragamnya ketentuan
kerja, metode pengupahan, jam kerja dan aspek-aspek lain dari kondisi kerja mereka
membutuhkan pertimbangan dan standar tersendiri yang diadaptasikan pada kondisi
mereka.
Telah lama ILO mengemukakan perlunya pemberian perhatian khusus terhadap pekerja rumah tangga. Faktanya, Konfrensi International Labour.
Conference secara reguler telah menyerukan dilakukannya penyusunan standar untuk
pekerja rumah tanggasejak tahun 1936 hingga kini.
Namun, perhatian terhadap pelbagai aspek utama pekerjaan rumah tangga di dalam
hukum internasional, termasuk pelbagai konvensi ILO yang telah ada, tetap saja tidak
memadai. Faktanya, sejumlah konvensi ILO memperbolehkan pengecualian kategori
pekerja ini dari cakupan ketentuan-ketentuanm ereka..
Banyak pekerja rumah tangga yang merupakan perempuan migran' Di negara asal mereka'
banyak dari mereka yang memiliki kualifikasi yang jauh lebih tinggi dari pada
yang dipersyaratkan untuk pekerja rumah tangga tetapi realitas sosial dan kebutuhan akan
uang
untuk bertahan hidup memaksa para perempuan tersebut untuk mau pergi dan
bekerja sebagai pekerja rumah tangga dengan kondisi kerja yang pasti terkait dengan
kondisi hidup dan perlakuan secara umum membuat mereka rentan terhadap pelecehan
dan eksploitasi tenaga kerja.
Terdapat jutaan pekerja rumah tangga di negara-negara Asia dan Arab. Sebagian besar
merupakan perempuan Asia dan perempuan Afrika dari keluarga miskin yang
meninggalkan rumah dan orang-orang yang mereka sayangi untuk bekerja dengan upah
yang sangat rendah dan secara total bergantung kepada majikan/sponsor mereka. Mereka
dikecualikan dari hak-hak ketenagakerjaan nasional di sebagian besar negara Asia dan
Arab dengan status ganda mereka sebagai migran dan pekerja rumah tangga
Di banyak negara, pekerjaan rumah tangga dianggap bentuk pekerja anak yang paling
berbahaya, karena iittggittyu kecenderungan tedadinya pelecehan dan eksploitasi di
rumah-rumah pribadi. Namun di banyak negara, anak-anak berusia lima tahun bekerja
sepanjang hari di dalam rumah tangga, tanpa kesempatan untuk belajar, bermain dan
berkembang.
Sejumlah pemerintah baru-baru ini memulai langkah untuk membuat kebijakan nasional
dan perlindungan hukum bagi pekerja rumah tangga dan sejumlah pemerintah lainnya
sedang mempertimbagkan untuk melakukan hal yang sama. Standar internasional, pada
saatnya, akan memberikan arahan bagi langkah-langkah semacam itu.
Dasar pemikiran untuk mendukung sebuah konvensi ketenagakerjaan internasional dan
sebuah rekomendasi yang terkait mengenai hak-hak ketenagakerjaan pekerja rumah tangga
meliputi:
Pekerja rumah tangga merepresentasikan satu kelompok terbesar pekerja yang tak
terlindungi, dan satu kelompok terbesar pekerja perempuan berbayar yang bekerja di
dalam rumah tangga orang lain di negara mereka sendiri atupun di luar negeri, yang
dikecualikan dari undang-undangk etenagakerjaand i sebagianb esar negara dan seringkali
ditolak hak-hak dasarny4 seperti kebebasan berserikat dan perlindungan dari
diskriminasi, pekerja anak dan pelbagai kondisi kerja paksa.
Pekerja rumah tangga membuat pekerja lain dan keluarganya mampu meningkatkan
standar hidup mereka dengan melakukan perawatan terhadap rumah-rumah mereka, dan
para anggota rumah tangga (anak-anak, orang lanjut usia, orang sakit, dan orang cacat).
Di pelbagai negara, seperti sebagian besar negara Asia dan Arab, di mana kebijakan sosial
tidak mencakup kebutuhan pekerja dan keluargtrrya akan perawatan, pekerja rumah
tangga melaksanakan perawatan rumah tangga yang banyak dibutuhkan tersebut sehingga
memungkinkan kaum perempuan di dalam rumah tangga menjadi atau terus aktif secara
ekonomi.
Faktanya, jika tidak diberikan oleh pekerja rumah tangga, jasa yang diperlukan oleh
rumah tangga akan menghabiskan biaya berlipat-lipat lebih banyak jika disewa dari
penyedia jasa berbasis pasar, (binatu, katering, penitipan anak, panti jompo, dll.)
Karena pekerjaanya dilakukan di rumah-rumah pribadi, yang di banyak negara tidak
dianggap sebagai tempat kerja, hubungan kerja mereka tidak dicakup di dalam undang-undang
ketenagakerjaan nasional atau di dalam undang-undang lainnya, sehingga
membuat mereka tidak diakui sebagai pekerja yang berhak atas perlindungan pekerja.
Namun, beberapa negara Asia, seperti Filipina dan Hongkong, telah meloloskan undang-undang
mengenai pekerjaan rumah tangga yang membuat cakupan perlindungan pekerja
menjangkau pekerja rumah tangga.
Kerentanan khusus pekerja rumah tangga terhadap pelecehan dan eksploitasi dengan
tiadanya perlindungan pekerja dan inspeksi tempat kerja, serta beragamnya ketentuan
kerja, metode pengupahan, jam kerja dan aspek-aspek lain dari kondisi kerja mereka
membutuhkan pertimbangan dan standar tersendiri yang diadaptasikan pada kondisi
mereka.
Telah lama ILO mengemukakan perlunya pemberian perhatian khusus terhadap pekerja rumah tangga. Faktanya, Konfrensi International Labour.
Conference secara reguler telah menyerukan dilakukannya penyusunan standar untuk
pekerja rumah tanggasejak tahun 1936 hingga kini.
Namun, perhatian terhadap pelbagai aspek utama pekerjaan rumah tangga di dalam
hukum internasional, termasuk pelbagai konvensi ILO yang telah ada, tetap saja tidak
memadai. Faktanya, sejumlah konvensi ILO memperbolehkan pengecualian kategori
pekerja ini dari cakupan ketentuan-ketentuanm ereka..
Banyak pekerja rumah tangga yang merupakan perempuan migran' Di negara asal mereka'
banyak dari mereka yang memiliki kualifikasi yang jauh lebih tinggi dari pada
yang dipersyaratkan untuk pekerja rumah tangga tetapi realitas sosial dan kebutuhan akan
uang
untuk bertahan hidup memaksa para perempuan tersebut untuk mau pergi dan
bekerja sebagai pekerja rumah tangga dengan kondisi kerja yang pasti terkait dengan
kondisi hidup dan perlakuan secara umum membuat mereka rentan terhadap pelecehan
dan eksploitasi tenaga kerja.
Terdapat jutaan pekerja rumah tangga di negara-negara Asia dan Arab. Sebagian besar
merupakan perempuan Asia dan perempuan Afrika dari keluarga miskin yang
meninggalkan rumah dan orang-orang yang mereka sayangi untuk bekerja dengan upah
yang sangat rendah dan secara total bergantung kepada majikan/sponsor mereka. Mereka
dikecualikan dari hak-hak ketenagakerjaan nasional di sebagian besar negara Asia dan
Arab dengan status ganda mereka sebagai migran dan pekerja rumah tangga
Di banyak negara, pekerjaan rumah tangga dianggap bentuk pekerja anak yang paling
berbahaya, karena iittggittyu kecenderungan tedadinya pelecehan dan eksploitasi di
rumah-rumah pribadi. Namun di banyak negara, anak-anak berusia lima tahun bekerja
sepanjang hari di dalam rumah tangga, tanpa kesempatan untuk belajar, bermain dan
berkembang.
Sejumlah pemerintah baru-baru ini memulai langkah untuk membuat kebijakan nasional
dan perlindungan hukum bagi pekerja rumah tangga dan sejumlah pemerintah lainnya
sedang mempertimbagkan untuk melakukan hal yang sama. Standar internasional, pada
saatnya, akan memberikan arahan bagi langkah-langkah semacam itu.
Jumat, 17 Juli 2009
Rabu, 15 Juli 2009
Merancang Perjanjian Kerja Outsorcing
Perjanjian kerja alih daya (outsourcing) merupakan hubungan kerja sama antara perusahaan alih daya (vendor) dengan perusahaan pengguna jasa yang diikat dalam suatu perjanjian tertulis. Perjanjian tersebut dapat berbentuk perjanjian pemborongan pekerjaan atau perjanjian penyediaan jasa pekerja. Dalam perjanjian kerja tersebut, diatur dengan jelas siapa yang dimaksud dengan para pihak, jenis pekerjaan yang akan dialihdayakan beserta penjelasan tambahan lainnya. Selain itu, dalam perjanjian tertulis itu juga harus disebutkan dengan jelas fasilitas yang diberikan oleh pengguna jasa, misalnya telepon, pulsa, atau peralatan yang merupakan bagian dari kelengkapan kerja. Hal lain yang juga harus disebutkan adalah tingkatan jabatan si pekerja dan kewenangannya.
Pengertian tentang alih daya dapat dilihat dalam pasal 64 UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003, yang isinya menyatakan bahwa perusahaan dapat menyerahkan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lainnya melalui perjanjian pemborongan pekerjaan yang dibuat secara tertulis. Sementara itu, menurut Pasal 1601 b Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, alih daya disamakan dengan perjanjian pemborongan pekerjaan. Dengan demikian, pengertian alih daya adalah suatu perjanjian di mana pemborong (pengguna jasa) mengikat diri dengan vendor untuk memborongkan pekerjaan dengan bayaran tertentu.

Judul : Merancang Perjanjian Kerja Outsourcing
Penerbit : PPM
Harga : Rp.50.000(Sudah Termaksud Ongkos Kirim)
Untuk Pemesanan hubungi : Reza (PFI) 70640169
Email : Shiddique_eza@yahoo.com
Norek:(BCA)7660168855
(Muamalat)3041494420
(Niaga)025-01-09061
Semuanya Atas Nama Iftida Yasar
Bukti Transfer Harap di Fax ke nomor:021-93903943
Pengertian tentang alih daya dapat dilihat dalam pasal 64 UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003, yang isinya menyatakan bahwa perusahaan dapat menyerahkan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lainnya melalui perjanjian pemborongan pekerjaan yang dibuat secara tertulis. Sementara itu, menurut Pasal 1601 b Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, alih daya disamakan dengan perjanjian pemborongan pekerjaan. Dengan demikian, pengertian alih daya adalah suatu perjanjian di mana pemborong (pengguna jasa) mengikat diri dengan vendor untuk memborongkan pekerjaan dengan bayaran tertentu.
Judul : Merancang Perjanjian Kerja Outsourcing
Penerbit : PPM
Harga : Rp.50.000(Sudah Termaksud Ongkos Kirim)
Untuk Pemesanan hubungi : Reza (PFI) 70640169
Email : Shiddique_eza@yahoo.com
Norek:(BCA)7660168855
(Muamalat)3041494420
(Niaga)025-01-09061
Semuanya Atas Nama Iftida Yasar
Bukti Transfer Harap di Fax ke nomor:021-93903943
Langganan:
Postingan (Atom)