Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Selasa, 28 Juli 2009

Press Release Diskusi dan Seminar “Istimewanya Perempuan”

Jakarta, 16 Juli 2009, Ruang Tiara Hotel Crown Plaza, 15.00 – 17.00

PT. Pelita Fikir Indonesia bekerjasama dengan Radio Bahana 101,8 fm mengadakan acara Diskusi dan Seminar “Istimewanya Perempuan”.

Acara ini diadakan pada hari Kamis, 16 Juli 2009 bertempat di Ruang Tiara Hotel Crown Plaza jam 15.00 sampai dengan 17.00, dengan pembicara ibu Iftida Yasar (Praktisi, Penulis dan Pemerhati Perempuan) dengan topik pembahasan “Konsep Diri Perempuan” dan ibu Nita Yudi (Ketua IWAPI DKI Jakarta) dengan topik pembahasan “Perempuan yang Mandiri”.

Acara ini juga membahas mengenai buku “Perempuan Makan Perempuan” yang berisi mengenai bagimana perempuan menjalankan tugas dan memperjuangkan haknya sesuai dengan kodratnya sebagai makhluk yang mulia. Diskusi ini diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada para peserta diskusi mengenai Perempuan dan Konsep Dirinya, Perempuan dan Kodratnya sebagai makhluk yang mulia yang mempunyai rahim yang artinya adalah Kasih Sayang, dimana dengan kasih sayangnya itu ia mampu mengatasi berbagai masalah internal dan external Rumah Tangganya dan menjadi yang utama bagi keberhasilan anak-anaknya, sekaligus memberikan pemahaman bahwa, rumah tangga yang Sakinah, Mawaddah dan Rahmah adalah surga dunia yang memerlukan perjuangan. Oleh sebab itu perempuan jangan memakan hak perempuan lain untuk meraih kebahagiaanya.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi Siti Meiyana Arafah (0812 1930 3199).






Janda

Janda selalu mendapat banyak perhatian, apalagi jika ditambah dengan sebutan kembang. Kalau janda yang ditinggal mati suaminya, maka tempatnya lebih dihargai oleh masyarakat dibandingkan dengan janda yang bercerai atau dicerai suaminya. Artinya janda mati mendapatkan lebih sedikit perhatian dan kecurigaan dari masyarakat bahwa ia nantinya akan menjadi ancaman bagi perempuan lain terhadap keamanan rumh tangganya. Janda yang bercerai, apalagi yang dicerai oleh suaminya karena ketahuan selingkuh, maka posisinya akan menjadi lebih rawan. Mungkin saja ia akan di jauhi atau dijaga agar jangan dekat-dekat dengan keluarga kita terutama suami, karena kuatir akan mengambil suami kita.

Tidak semua masyarakat berpendapat begitu, ada juga yang cuek dan tetap menghormati para janda, terutama mereka yang di zalimi suaminya dan berani mengambil keputusan bercerai daripada hidup menderita. Sebetulnya keputusan perempuan bercerai adalah keputusan final yang sangat berat dan diambil setelah lewat berbagai pertimbangan dan proses yang panjang. Konsekwensinya berat untuk hidup sendiri, apalagi jika secara finnasial tergantung pada suami. Ada teman yang sudah mempunyai anak 3 , suaminya memilih menyelamatkan perempuan bekas pecandu, penganut sex bebas, karena katanya hanya dia yang bisa membimbing perempuan itu kembali kejalan yang benar. Sungguh pilihan aneh, langka dan tidak bertanggung jawab. Bagaimana dia memilih perempuan yang bisa dikatakan rusak dibandingkan dengan istri yang sudah belasan tahun mendampingi, bahkan memberikan 3 orang anak yang sehat cerdas, cantik dan ganteng. Katanya 2 dari 3 laki-laki selingkuh, tapi biasanya mereka tidak meninggalkan keluarganya. Akhirnya setelah mencoba bertahan 4 tahun dalam situasi tidak menentu, teman tersebut mengajukan gugatan perceraian. Ia termasuk janda yang tehormat, yang sekuat tenaga mencoba mempertahankan perkawinannya . Semoga Allah suatu saat memberikannya jodoh yang baik dan dapat membangun keluarga yang bahagia, atau semoga suaminya suatu saat diberi hidayah dan kembali kepada keluarganya.

Ada juga teman lain yang suaminya baru meninggal, ia begitu sedih dan gamang. Dalam usia sekitar 40 tahun, ia menghibur diri dengan aktif di usaha dan organisasi. Ia sangat senang dengan buku yang saya tulis mengenai ”Inspirasi, benang hikmah kehidupan”. Ia berharap dapat mengikuti buku itu dan mendapat pencerahan dengan membacanya. Kami sering bertemu dalam berbagai kesempatan di organisasi dan berdiskusi, pendek kata ia ingin menjadi perempuan mandiri, kuat dan terhormat. Apa yang terjadi? Belum lagi setahun menjanda ia menerima lamaran laki-laki beristri dan dijadikan sebagai istri keempat. Bahkan ia mengirim semua anaknya sekolah di pesantren agar ia dapat menikmati bulan madu dengan suami barunya. Sangat disayangkan bagaimana ia mau menjadi istri keempat, dari laki-laki yang reputasinya memang kawin cerai. Katanya diantara istri yang lain, dia yang paling disayang, selalu diajak kemanapun pergi dan bertindak seakan hanya ia istrinya. Dia lupa berarti telah menzalimi hak ke tiga istri lainnya dengan menguasai suaminya, atau karena baru kawin, maka tentu saja ia barang baru paling disayang. Kita tunggu saja bagaimana perkembangan selanjutnya.

Ada juga perempuan yang memilih menuruti hawa nafsu, bahkan melakukan perbuatan maksiat dan zina sehingga akhirnya diceraikan oleh suaminya. Ia menukar sebutan dirinya yang terhormat, ibu, tante, kakak, mama dengan segala penghormatan masyarakat. Ia adalah istri seorang pejabat terhormat yang dicukupi semua kebutuhan hidupnya dan anak-anaknya, tapi menukar kehormatannya dengan predikat janda yang dikembalikan dan dicerai karena ketahuan selingkuh. Dalam keterangannnya mengenai alasan bercerai, ia mengatakan tidak cinta kepada suaminya karena dulu menuruti orang tuanya, ia dijodohkan oleh laki-laki yang usianya 20 tahun lebih tua. Katanya karena ia adalah anak yang ingin membahagiakan orang tua, ”Ridho orang tua adalah pintu ridho Allah”. Sungguh sebagai seorang yang cukup dikenal publik ia telah membohongi diri dan masyarakat. Sampai sekarang statusnya adalah janda yang mau dikawin siri bahkan dicerai begitu saja oleh laki-laki suami orang yang tidak jelas apa statusnya, hanya mau berhubungan gratis dan menikmati fasilitas perempuan itu saja. Padahal kalau saja ia mampu menjaga kehormatannnya ia bisa mengantar anak-anaknya sampai berumah tangga, dibandingkan hidup sebagi janda yang hanya menjadi permainan laki-laki iseng.

Sekali lagi predikat janda bukanlah suatu predikat yang hina, kalau saja proses menjadi janda itu terjadi karena keadaan yang diluar kehendaknya, bukan karena ia menjual dirinya secara murah ke pelukan laki-laki lain, sehingga diceraikan suaminya. Kalaupun sudah menyandang predikat janda, jagalah harkat dan martabat diri, selalu ada teman entah anak, adik, kakak, atau staf kantor yang menemani dalam berbagai aktifitas bisnis, apalagi jika keluar kota. Pengalaman saya yang sudah setua ini dan selalu memposisikan diri sebagai perempuan terhormat, istri orang, tidak menggoda dan mandiri, bukan janda masih saja ada laki-laki iseng yang tidak punya otak yang mencoba untuk menggoda. Katanya kalau dengan wanita matang enak dan sama-sama mengerti, sehingga tidak ada tuntutan komitmen. Apalagi jika kita diketahui mempunyai predikat janda, ditambah dengan cara kita bergaul yang kelihatannnya haus akan belaian kasih sayang. Maka dijamin begitu banyak tawaran iseng akan masuk dari berbagai pihak. Mulai yang mengajak makan siang, makan malam, BBS (Bobo siang), kawin siri atau hanya sekedar teman tidur jika dibutuhkan. Ada juga yang tidak siap menjadi janda dan menyerahkan seluruh urusan kepada selingkuhannnya, seperti betulkan AC, minta antar ke salon, ke Bank, lari pagi, nonton bioskop, sampai menemani melakukan bisnis.

Jadi para janda model begini, menceburkan dirinya pada keadaan yang membuatnya tidak akan bisa lepas dari kemaksiatan dan merebut kembali kehormatannnya. Jika laki-laki dapat mengajaknya tidur tanpa komitmen, hanya sekedar menemani jalan-jalan, nonton , dll, maka ia tidak akan pernah mendapatkan jodoh yang akan serius mengawininya. Posisi tawarnya menjadi lemah, karena ia sudah dikenal sebagai janda yang murahan, gampangan dan siap selalu diajak oeh siapa saja dan dalam situasi apa saja.Apalagi jika janda ini kaya dan mampu membiayai seluruh kegiatan esek-eseknya, maka banyak laki-laki pengereten masa kini yang tidak punya harga diri, yang penting happy. Kalau lagunya Oppie mengatakan ”Iam single and i am Very happy”, bukan berarti para singlewati ini happy diatas penderitaan perempuan lain, tapi ia menikmati kebaahagiannnya dengan cara yang benar, bukan dengan makan hak perempuan lain. Para janda jagalah kehormatan kalian, Insya Allah suatu saat akan datang jodoh laki-laki yang bertanggung jawab dan akan membahagiakan dirimu dan anak-anakmu.

Gigolo

Kalau laki-laki yang mau dibayar dan dijadikan simpanan perempuan untuk memuaskan nafsunya maka ia disebut “gigolo”. Gigolo hanya melayani tante-tante saja, dia diperlakukan sama dengan pelacur.Gigolo tujuannya biasanya untuk sekadar kencan saja atau morotin mangsanya. Bukan saja perempuan sekarang laki-laki juga tidak mau hidup susah.Mereka mau menikmati hidup dengan enak, baju bagus, makan enak, punya mobil dan ATM yang selalu terisi penuh. Ingat kasus Ryan sang jagal dari Jombang ia lebih mengerikan lagi melayani para laki-laki hidung belang yang homo. Karena serakah dan sakit jiwanya bahkan ia tega membunuh laki-laki yang telah memberinya materi.Dalam kasus gigolo posisi sang tante lebih aman, suami sibuk mengejar perempuan muda sehingga sang tante kesepian dan mencari hiburan. Biasanya para suami sudah cuek saja istrinya tidur dengan siapa, jadi amanlah nasib para gigolo dari teror para suami karena meniduri istrinya.

Ada juga laki-laki yang modus operandinya lebih canggih yang hanya bermodalkan tampang keren, wibawa, kesana kemari berpenampilan pengusaha sukses tapi sebenarnya hanya mendekati pengusaha-pengusaha perempuan yang kesepian. Dia akan menawarkan kerjasama untuk membantu agar bisnis perempuan itu dapat lebih maju. Yang model gini, ganteng, usia matang, telihat bonafit dan mempunyai banyak relasi. Karena tertarik dan bermodal tampang meyakinkan, maka percayalah perempuan pengusaha tadi. Mula-mula segala pengeluaran meeting dibayari oleh si laki-laki tadi, kartu kreditnya beberapa dan kebanyakan platinum (padahal jumlah tagihan membengkak dan hanya sanggup bayar minimum aja, kebanyakan sering telat jadi sering dapat telpon dari debt collector) jadi makin percayalah mangsanya.

Setelah beberapa lama sering bertemu, makin tertarik si mangsa, dengan alasan ia akan mantap membantu jika ada di struktur perusahaan, maka ia diangkat sebagai direktur marketing misalnya, membantu membuat proposal, menemani mengikuti tender dan terlihat sigap dan cekatan. Makin lama makin sayang perempuan pengusaha ini, mulailah hubungan berkembang menjadi percintaan. Kalau statusnya istri orang ya mereka selingkuhlah, kalau janda mereka lebih bebas lagi, bisa dikawin siri atau hanya sekedar ditiduri saja. Mulailah mengalir berbagai hadiah kepada si laki-laki, Black Berry dibelikan sebagai hadiah dan juga sebagai sarana komunikasi mereka berdua, laptop, gaji yang lumayan sebagai direktur marketing, ditambah dengan tidur gratis bareng dengan si boss merangkap kekasih.

Kinerja petualang ini sebetulnya mulai terlihat kedodoran, sudah beberapa bulan bahkan tahun membantu hanya loba lobi, pendekatan serta ikut tender terus. Pekerjaan yang didapat kurang sebanding dengan pengeluaran yang dikeluarkan bossnya. Beberapa pekerjaan diaku sebagai prestasinya, padahal sebenarnya dia hanya berkontribusi kecil terhadap keberhasilan kemenangan tender itu. Berhubung sudah terlanjur sayang maka perempuan tadi menutup mata saja melihat kenyataan bahwa sebenarnya petualang cinta tadi hanya parasit. Dia beralasan yah hitung-hitung sebagai teman tidur dan teman tukar pikiran saja. Biasanya para petualang ini juga termasuk suami yang tidak bertanggung jawab, uang yang didapatkannya habis untuk dirinya sendiri memenuhi gaya hidupnya yang flamboyan. Alhasil sang petualang akan berlama-lama dalam pelukan sang partner bisnisnya atau pindah ke pelukan tante kesepian lain yang lebih hot pundi-pundinya.

Memang dunia ini sudah gila, laki-laki yang seharusnya jadi iman, pemimpin keluarga, mencari nafkah buat anak istri, malah berperan sebagai gigolo.

Bangkrut

Siapakah orang yang dianggap bangkrut? Pendapat umum menggambarkan bangkrut yaitu sebagai suatu keadaan kita tidak mempunyai apa-apa sama sekali, bahkan menanggung hutang yang sangat besar. Hidup yang tadinya jaya, kaya raya, dihormati orang, sekarang sebaliknya.Uang tidak ada, bahkan dikejar hutang dan tidak ada lagi teman, karyawan yang dulu selalu mengitari kita dengan hormatnya. Yang tadinya naik Mercedes sekarang naik mobil butut atau motor bahkan naik angkot. Yang tadinya mempunyai sopir, pembantu, baby sitter, sekarang semuanya harus dikerjakan sendiri. Kalau tadinya punya rumah, villa bahkan mungkin kapal pesiar, sekarang semuanya tidak ada, dijual dengan harga murah, diiklankan dengan tambahan dua huruf “BU = Butuh Uang”.Teman-teman yang tadinya tidak pernah berhenti silih berganti berdatangan atau mengajak berteman, sekarang menghindar, boro-boro membantu. Karyawan yang tadinya hormat, menjilat, terbungkuk-bungkuk menghormati, sekarang menyapapun tidak apalagi ingat bahwa mereka dulu pernah bekerjasama.
Dalam ajaran agama Islam, seorang dikatakan bangkrut jika amal perbuatannya setelah dikurangi dengan dosa-dosa yang telah diperbuatnya menjadi minus. Jika amal ibadhnya masih seimbang dengan dosanya, mak ia disebut merugi, tapi jika sampai pada posisi tekor, maka ia disebut bangkrut. Ada juga yang merasa begitu banyak kebaikan yang telah diperbuatnya, tapi ternyata ia tidak ikhlas menjalankannya, bahkan melakukan kebaikan untuk pamer dan dipuji. Maka sia-sialah segala amal perbuatannya , akan dikurangi dengan perbuatan yang tidak baik, sehingga bisa saja terjadi ia akan dalam keadaan bangkrut juga.

Dalam dunia usaha, untung rugi, kalah-menang tender adalah hal yang biasa, apalagi dalam situasi ketidak pastian akibat adanya krisis global. Kita ambil contoh misalnya “Kantor Pos”,dulu segala urusan surat menyurat mengandalkan kesigapan si tukang pos. Tukang pos yang dinanti-nanti, tadinya bereliling dengan sepeda, sekarang sudah berganti dengan motor. Masih banyak desa terpencil yang masih mengandalkan komunikasi melalui surat. Dulu betapa berjayanya Pos Persero itu, tidak ada saingannya, hidup mati kita tergantung dari kebaikan dari para pegawai pos. Dulu surat datang saja sudah bukan main bersyukurnya, karena berarti kita menerima berita dari orang dekat (saudara, orang tua, teman, kerabat) yang jauh disana. Tidak ada orang yang berfikir untuk mempertanyakan berapa lama surat itu seharusnya sampai ketangan kita. Tidak berapa lama lahir saingan Pos milik negara, dengan lahirnya para kurir dari perusahaan pengantar surat swasta. Ada Elteha, ada Tiki, yang dengan cepat menjadi saingan berat Pos. Maka mulailah timbul ada ”Kilat Khusus”, yang menjamin bahwa surat atau kiriman barang akan sampai dalam waktu sehari atau dua hari. Masuk juga perusahaan asing seperti Fedex, dll yang mampu memberikan jaminan lebih cepat sampai dengan aman, bahkan untuk tempat yang jauhpun berani para pelaku usaha antar kirim barang itu menjamin dengan tepat watunya, jika tidak uang kembali misalnya. Maka berlomba-lombalah sekarang mereka memberikan bukti bukan janji.
Tidak disangka kemajuan teknologi demikian cepat , lahirlah hand phone yang dengan cepat menjadi benda yang tidak dapat lepas dari genggaman orang indonesia. Jika dulu susah sekali mendapatkan sambungan telpon dari satu-satunya perusahaan telekomunikasi disini, sekarang setiap orang bahkan dimanapun dipelosok Indonesia mempunyai hand phone. Mulailah babak baru dalam menyampaikan berita dengan cepat, singkat da padat. Bisnis pos mulai ternacam bahkan menjadi bangkrut karena tidak ada lagi atau berkurang dengan drastic orang yang menulis surat melalui pos. Semua dapat dilakukan dengan SMS atau melalui email.Jika dulu setiap lebaran berjuta kartu lebaran harus dikirim pak pos, sekarang semua dilakukan lewat sms lengkap dengan gambarnya. Profesi sebagai pembuat kartu lebaran/natal dan juga percetakan yang biasa mencetak juataan lembar kartu lebaran/natal menjadi sepi order. Kalau dulu mengirim uang kepada anak yang meantau menuntut ilmu dengan wesel, maka sekarang dalam hitungan detik transfer lewat ATM dapat dilakukan.
Inti dari cerita diatas adalah jika kita tidak mempunyai kreatifitas yang mampu melahirkan suatu inovasi baru, maka kemungkinan kita akan bangkrut. Tidak perduli berapa banyak dan betapa berkuasanya kita pada suatu masa, tapi jika ada teknologi baru, ada perusahaan lain, ada profesional lain yang lebih canggih dan dapat meyesuaikan diri dengan perkembangan masa, maka ia yang akan menjadi pemenangnya. Jadi sepanjang kita hanya kalah tender atau mempunyai hutang di bank dalam jumlah besar atau mengalami kerugian, maka orang bisa saja mengatakan kita bangkrut. Tapi jika kita sendiri masih mempunyai semangat, mempunyai keyakinan, mempunyai kreatifitas yang mampu melahirkan inovasi baru, maka kita tidak pernah bangkrut. Yang ada hanya suatu keadaan dimana harta benda yang tadinya tidak ada, menjadi ada lalu karena keadaan apapun bentuknya menjadi tidak ada lagi. Selama kita yakin bahwa Allah akan menolong hambanya yang tidak pernah berputus asa, maka kita tidak pernah bangkrut.