<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261</id><updated>2011-07-30T11:32:05.351-07:00</updated><category term='Menyusun Perjanjian Kerja Bersama. Penerbit PPM Management. Penulis: Iftida Yasar'/><category term='Wanita'/><category term='Other'/><category term='Dampak Krisis Global'/><category term='Vacation'/><category term='Outsourcing'/><title type='text'>iftida yasar</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>184</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-1047484913674959090</id><published>2010-05-09T06:53:00.000-07:00</published><updated>2010-05-09T06:56:44.780-07:00</updated><title type='text'>Buku From Zero to Hero</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i44.tinypic.com/2vbx66r.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 931px; height: 671px;" src="http://i44.tinypic.com/2vbx66r.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-1047484913674959090?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/1047484913674959090/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=1047484913674959090' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/1047484913674959090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/1047484913674959090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2010/05/buku-from-zero-to-hero.html' title='Buku From Zero to Hero'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i44.tinypic.com/2vbx66r_th.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-4046674287160293818</id><published>2010-02-04T20:00:00.000-08:00</published><updated>2010-02-04T22:21:26.759-08:00</updated><title type='text'>Tanggapan Iftida Yasar sebagai Pemerhati Perempuan dalam Premier Film " For God in Love "</title><content type='html'>JALAN LAIN MENUJU SYURGA&lt;br /&gt;(Komentar terhadap film “For God in Love” yang menggambarkan indahnya poligami jika dilakukan menurut syariat Islam dan keihlasan para pelakunya)&lt;br /&gt;-Poligami adalah Pilihan. Pilihan bagi siapa saja yang mau atau pun tidak menjalankannya, pilihan bagi siapapun yang pro atau pun kontra terhadapnya. Jika melakukan poligami sesuai dengan sunah dan perintahNya maka bagi pelakunya akan merasakan kebahagian dan keihlasan dalam menjalankannya. Tidak mudah menjalankan poligami ditengah masyarakat kita yang munafik ini, yang memilih zinah, selingkuh dan kawin siri diam-diam dibandingkan menjalankan poligami dengan terbuka.&lt;br /&gt;Jika apa yang digambarkan dalam film ini dapat diterapkan dengan baik, maka tidak ada keributan, iri hati, dan terlantarnya anak-anak yang dilahirkan dari perkawinan poligami ini. Melihat jumlah keluarga yang menjalankan poligami dengan cara yang baik hanya 300 keluarga di beberapa Negara,maka dapat dikatakan ini adalah hal yang sulit. Bukan hal yang gampang memberi keadilan lahir batin bagi 4 orang istri dan berpuluh anak. .Pelaksanaan poligami ini bukanlah gambaran ideal akan harmonisnya rumah tangga, tapi kenyataannya ada. Biarlah mereka menikmati kebahagian dengan cara yang dianggap baik oleh mereka.&lt;br /&gt;Kalau kita lihat ayat dibwah ini, hampir mustahil seorang laki-laki betapapun sempurnanya ia mampu berlaku adil.&lt;br /&gt;Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: Dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.QS. an-Nisa' (4) : 3&lt;br /&gt;Bagi sebagian besar laki-laki sendiri merasakan dan meyakini tidak akan mampu berlaku adil walaupun mereka mampu berlaku adil terhadap hal yang sifatnya dapat dihitung,misalnya uang, rumah, giliran hari.Tapi bagaimana dengan perasaan, cinta, kemesraan dan juga keadilan dalam pemberian nafkah batin. Hampir dapat dipastikan nafkah batin akan condong kepada mereka yang masih baru dikawini, dan mungkin saja mengabaikan nafkah batin kepada istri yang lama. Dalam diskusi ini saya dua kali mengajukan pertanyaan yang sama kepada para suami yang melakukan poligami tentang keadilan pemberian nafkah batin, tapi mereka tidak mau menjawab.&lt;br /&gt;Poligami halal bukan sesuatu yang dilarang tapi Rasulullah sendiri melarang menantunya Ali bin Abi Thalib untuk memadu istrinya yaitu Siti Fatimah,kalaupun mau dilakukan maka beliau meminta Ali untuk menceraikan dulu anaknya. Kalau dikatakan bahwa waktu itu calon madu Syaidah Fatimah adalah anak Abi Lahab musuh Allah, tapi bagi saya sikap Rasulullah menggambarkan bagaimana perasaan kita sebagai orang tua yang tidak rela jika anaknya dimadu daan merasa sakit hati akibat dipoligami. Apa yang menyakiti hati anak kita akan menyakiti hati kita juga sebagai orang tua&lt;br /&gt;Rasulullah monogami selama 28 tahun dalam kehidupannya dengan Siti Khadijah, hidup berbahagia dengan keluarganya sampai dengan istri tercinta yang mulia ini meninggal dunia dalam usia yang sudah tua.Bandingkan dengan keadaan masa kini dimana begitu banyak laki-laki tidak merasa puas walau sudah mempunyai istri cantik, kaya, pintar sholeha, muda, mereka masih mencari alasan untuk poligami, atau selingkuh. Perintah poligami sendiri pada waktu itu diturunkan untuk membatasi jumlah poligami yang sangat bebas, tidak ada batasannya. Dari misalnya 10 ,maka dibatasi hanya menjadi 4 saja.Yang terjadi sekarang adalah menambah dari istri satu menjadi, dua, tiga atau empat. Bahkan menukar yang lama kalau sudah bosan dengan yang baru dan tetap menjaga jumlahnya dalam bilangan empat maksimal.&lt;br /&gt;Kalau kita baca sejarah Kebanyakan istri rasulullah adalah istri para sahabat yang gugur di Medan perang, mereka sudah tua dan mempunyai banyak anak.Rasulullah mengambil alih tanggung jawab atas`kewajiban memberikan perlindungan kepada janda dan anak-anaknya. Sama sekali berbeda dengan masa kini,dimana poligami banyak terjadi karena memang sudah niat menambah jumlah istri dengan berbagai alasan, bahkan ada yang memang khusus berburu istri muda. Kenapa dinamakan istri muda, sebab yang terjadi istri kedua, ketiga keempat adalah perempuan muda yang dikawin karena kecantikan dan kemolekannya, bukan dengan tujuan berjuang menolong para janda dan anak terlantar.Kalau niat berjihad menolong perempuan dan mengangkat derajatnya, kenapa bukan mengangkat derajat para pelacur agar kembali kejalan yang benar.&lt;br /&gt;Siti Aisyah adalah istri beliau yang dinikahi karena perintah Allah dan paling disayang dan dicintai, selain cantik juga merupakan anak dari sahabat karib Abu Bakar Siddiq. Kecintaan beliau pada Siti Aisyah tidak membuatnya berlaku tidak adil kepada istri yang lainnya. Sebagai manusia biasa Rasulullah juga mempunyai perasaan lebih sayang kepada Siti Aisyah, tapi tidak condong berlebihan dan berat sebelah &lt;br /&gt;Para istri Rasulullah bertugas menyampaikan segala sesuatu yang berhubungan dengan hubungan suami istri, rumah tangga dan tata cara ibadah kepada kaum perempuan. Mereka memang dipilih Allah untuk mendampingi beliau dengan kelebihannya masing-masing. Rumah tangga Rasulullah adalah rumah tangga yang sederhana, jauh dari mewah dan hanya mengharapkan ridha Allah. Bandingkan dengan keadaan masa kini dimana perempuan mau menjadi istri kedua, dan seterusnya atau menjadi simpanan karena dipastikan laki-laki itu berduit. Banyak kejadian dimana ketika laki-laki itu bangkrut sudah pasti ia juga akan kehilangan para istrinya yang materialistis itu.&lt;br /&gt;Jadi pada situasi masa kini begitu banyak penyimpanagan yang terjadi, dimana poligami kebanyakan dilakukan demi memuaskan hawa nafsu belaka. Dengan bangga laki-laki yang mempunyai banyak harta mampu menggaet para perempuan cantik bahkan mungkin artis dengan gaya hidup glamor untuk dipoligami. Poligami masa kini penuh dengan intrik, kecemburuan, perseteruan, iri hati, dendam, sakit hati, sehingga berdampak pada dendam antara ayah dengan para istrinya, dengan anak-anaknya. Lebih banyak mudharatnya dibandingkan manfaatnya.&lt;br /&gt;Jika ada laki-laki yang mengatakan kepada istrinya kalau kau tidak ikhlas aku poligami,maka kau tidak akan mencium bau surga adalah sebuat bentuk intimidasi dan penipuan terhadap Allah.Tidak ada jaminan dari Allah bahwa kalau kita perempuan mau dipoligami akan masuk surga, atau kalau kita tidak mau poligami dan memilih bercerai,maka kita tidak akan mencapai indahnya surga. Hak kita dijamin oleh Allah untuk menentukan kebahagian kita sendiri .Capailah surga dengan amal ibadah kita, jangan lewat calo yang berbentuk suami yang mengaku mampu membawa kita ke surga melalui poligami.&lt;br /&gt;Banyak jalan menuju ke surga, maka pastikanlah kita sendiri yang mengumpulkan bekal dan tiket masuk surga melalui amalan kita dengan berbuat baik dan menjalankan agama Allah dengan benar.Pilihlan pintu surga yang mampu membawa kita mencapai kebahagian dunia dan akhirat. Kalau kita termasuk perempuan yang tidak bisa menerima poligami dan memilih bercerai, atau memilih menjadi janda atau perawan tua, dibandingkan dengan menjadi istri kedua dan seterusnya,maka pilihlah jalan itu. Yakinlah bahwa Allah maha pengasih dan penyayang yang akan menjadi penghibur kita dan memberikan tiket langsung ke surga tanpa para makelar dan calo.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/S2ubzbb8srI/AAAAAAAAAPA/x8IfYL1Ntfc/s1600-h/8.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5434608683193250482" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 214px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/S2ubzbb8srI/AAAAAAAAAPA/x8IfYL1Ntfc/s320/8.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5434608673695199362" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 214px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/S2uby4Db8II/AAAAAAAAAO4/L_TXbV9NtCs/s320/7.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/S2ubyfOqVVI/AAAAAAAAAOw/Js9TPIqR-t0/s1600-h/6.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5434608667031393618" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 214px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/S2ubyfOqVVI/AAAAAAAAAOw/Js9TPIqR-t0/s320/6.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/S2ua71z61pI/AAAAAAAAAOo/m7KUPnCFKBg/s1600-h/5.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5434607728200439442" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 214px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/S2ua71z61pI/AAAAAAAAAOo/m7KUPnCFKBg/s320/5.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/S2ua7E024QI/AAAAAAAAAOg/fofCS8897c4/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5434607715051036930" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 214px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/S2ua7E024QI/AAAAAAAAAOg/fofCS8897c4/s320/4.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/S2ua6uWookI/AAAAAAAAAOY/Ri_DBFdxR3E/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5434607709018694210" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 214px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/S2ua6uWookI/AAAAAAAAAOY/Ri_DBFdxR3E/s320/3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/S2ua6EvhuBI/AAAAAAAAAOQ/wD5WgDpxA54/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5434607697848809490" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 214px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/S2ua6EvhuBI/AAAAAAAAAOQ/wD5WgDpxA54/s320/2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/S2ua5klWnSI/AAAAAAAAAOI/xTYBaUTCziQ/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5434607689216204066" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 214px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/S2ua5klWnSI/AAAAAAAAAOI/xTYBaUTCziQ/s320/1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-4046674287160293818?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/4046674287160293818/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=4046674287160293818' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/4046674287160293818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/4046674287160293818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2010/02/tanggapan-iftida-yasar-sebagai.html' title='Tanggapan Iftida Yasar sebagai Pemerhati Perempuan dalam Premier Film &quot; For God in Love &quot;'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/S2ubzbb8srI/AAAAAAAAAPA/x8IfYL1Ntfc/s72-c/8.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-2816108062819754540</id><published>2010-01-28T18:57:00.000-08:00</published><updated>2010-01-31T06:12:46.916-08:00</updated><title type='text'>Training Bankers Appearance</title><content type='html'>Tor Training Bankers Appearance untuk Blog Iftida Yasar&lt;br /&gt;Tranining untuk para bankers Kegiatan Training Bankers Appearance Bank Syariah Mandiri adalah kegiatan internal Bank Syariah Mandiri Training Management yang bertujuan memberikan Traine kepada calon Accounting Officer yang akan ditempatkan  di seluruh wilayah di Indonesia. Training tersebut diberikan dengan tujuan memberikan  pengetahuan juga pelatihan bagaimana menjadi Bakres dan dapat menjadi sales produk perbankan syariah dari Bank Mandiri yang dapat melakukan tugasnya dengan baik dengan visi misi yang sesuai dengan prinsip Bank Syariah Mandiri. Kelas training yang diberikan oleh PT.Pelita Fikir Indonesia berlangsung selama 2hari masing-masing untuk 2 Kelas yaitu kelas A dan kelas B dengan para Trainer antara lain :&lt;br /&gt;1. Iftida Yasar     Direktur Utama PT.Pelita Fikir   Indonesia&lt;br /&gt;2. I Putu Surya Negara   Sales Motivator&lt;br /&gt;3. Mariko Asmara Yoshihara  Director PT.JAC Recruitment&lt;br /&gt;4. Setyo Hari M    Assistant Director of Human Resources Crowne Plaza&lt;br /&gt;Acara berlangsung sesuai dengan schedule yang telah dibuat, ketepatan waktu oleh beberapa peserta menjadikan acara sangat berlangsung dengan baik setiap segmen nya.&lt;br /&gt;Materi Konsep diri (oleh: Iftida Yasar). Materi pembuka yang sangat membantu para peserta untuk mengetahui siapa dirinya ketika diberikan amanah seorang Bankers. Terutama sebagai Bankers Syariah yang memiliki nilai-nilai serta etos kerja yang lebih spesifik dalam pekerjaannya.&lt;br /&gt;Etika Budaya Kerja jepang (oleh:Mariko Yoshihara). Mengajak peserta untuk mencontoh bagaimana dedikasi dan sikap Disiplin yang dimiliki oleh para warga Negara Jepang melakukannya, tetap menyeimbangkan nya dengan nilai-nilai Islam yang ada. Etika dan Budaya Jepang yang disampaikan sangat memberikan masukan yang baik bagi SDM-SDM di Indonesia yang masih berfikir sangat sederhana apa itu pekerjaan dan profesionlaisme kerja.&lt;br /&gt;Sales Motivation (oleh:I Putu Surya Negara). Memberikan Insight Learning yang sangat banyak terutama men-simulasikan bagaimana menjadi sales yang baik dan handal. Sales berarti Silaturahmi yang artinya seorang sales adalah teman yang baik bagi siapa saja yang sedang membutuhkan informasi produk dan ia selalu solusi bukan memaksa. Menjadi sales adalah hal yang paling utama pada setiap perusahaan sebab seorang sales menentukan citra perusahaan dari produk yang ditawarkan.&lt;br /&gt;Table Manner (Setyo Hari). Sangat menarik bagi para peserta selain sangat baru diketahui bagaimana Etika Makan yang dibawa oleh budaya Eropa memberikan mereka informasi yang sangat baik bagaimana sikap seharusnya apabila harus memenuhi undangan makan yang sangat formil dalam menjalani profesionalisme kerja apabila mungkin mereka temui dikemudian hari.&lt;br /&gt;Leadership (oleh:Iftida Yasar). Contoh yang diberikan mengacu pada Tauladan umat Islam yaitu Rasulullah Muhammad saw, yang sebagai Pemimpin, serta Sahabat bagi para pengikutnya tidak diragukan untuk di contoh. Beliau memiliki Sifat Sidik, Tabligh, Amanah, Fathonah yang salah satu sifatnya disukai oleh kaum musyrikin yang padahal membencinya tetapi justru menitipkan harta mereka kepada Rasulullah yaitu Amanah.&lt;br /&gt;Sikap Amanah itulah yang menjadi garis besar bagi Bank Syariah Mandiri yaitu dapat dipercaya oleh para nasabah sebagai Bank Syariah yang mengelola uang mereka dengan sebenar-benar dan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;Caracter Building (oleh: Iftida Yasar). Penutup dari rangkaian Training merupakan pembentukan pribadi yang menjadi penentu dari semua Learning yang didapat yaitu bagaimana menyeimbangkan antara IQ, EQ dan SQ sebab tanpa keseimbangn semua itu sangat tidak mungkin bagi semua SDM untuk bisa menjalani kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs197.snc3/20469_1251604322847_1011684188_30697055_4049958_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 448px; height: 299px;" src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs197.snc3/20469_1251604322847_1011684188_30697055_4049958_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs197.snc3/20469_1251604282846_1011684188_30697054_312852_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 448px; height: 299px;" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs197.snc3/20469_1251604282846_1011684188_30697054_312852_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs177.snc3/20469_1251589362473_1011684188_30697007_7603907_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 448px; height: 299px;" src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs177.snc3/20469_1251589362473_1011684188_30697007_7603907_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs197.snc3/20469_1251592722557_1011684188_30697017_214816_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 448px; height: 299px;" src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs197.snc3/20469_1251592722557_1011684188_30697017_214816_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs197.snc3/20469_1251586842410_1011684188_30696996_1608061_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 448px; height: 299px;" src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs197.snc3/20469_1251586842410_1011684188_30696996_1608061_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs197.snc3/20469_1251586802409_1011684188_30696995_574653_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 299px; height: 448px;" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs197.snc3/20469_1251586802409_1011684188_30696995_574653_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs197.snc3/20469_1251586762408_1011684188_30696994_2332283_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 448px; height: 299px;" src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs197.snc3/20469_1251586762408_1011684188_30696994_2332283_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs197.snc3/20469_1251584202344_1011684188_30696983_4491376_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 448px; height: 299px;" src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs197.snc3/20469_1251584202344_1011684188_30696983_4491376_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs177.snc3/20469_1251584282346_1011684188_30696985_7035328_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 448px; height: 299px;" src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs177.snc3/20469_1251584282346_1011684188_30696985_7035328_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs197.snc3/20469_1251584162343_1011684188_30696982_7866784_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 448px; height: 299px;" src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs197.snc3/20469_1251584162343_1011684188_30696982_7866784_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs197.snc3/20469_1251584122342_1011684188_30696981_718214_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 448px; height: 299px;" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs197.snc3/20469_1251584122342_1011684188_30696981_718214_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-2816108062819754540?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/2816108062819754540/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=2816108062819754540' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/2816108062819754540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/2816108062819754540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2010/01/training-bankers-appearance.html' title='Training Bankers Appearance'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-11802495987427961</id><published>2010-01-25T16:42:00.000-08:00</published><updated>2010-01-25T16:43:16.672-08:00</updated><title type='text'>Kenapa orang Miskin tetap Miskin</title><content type='html'>Kenapa orang miskin tetap miskin &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Jika kita dilahirkan dalam keadaan miskin, sudah dapat dipastikan berasal dari orang tua yang miskin, tinggal diperkampungan kumuh, bertetangga dengan orang miskin, kebanyakan saudara kita miskin. Karena miskin maka kita tidak punya kesempatan sekolah, kalaupun sekolah hanya SD atau paling banter SM P . Dengan pendidikan yang rendah apa yang bisa kita lakukan, akhirnya bekerja serabutan apa adanya asal bisa makan. Ketrampilan yang apa adanya ditambah dengan keadaan yang terpaksa, akhirnya membuat kita mau saja menerima bayaran sesuai kerelaan atau belas kasihan mereka yang butuh jasa kita. Begitu banyak orang yang seperti itu dibandingkan dengan pekerjaan yang ada, sehingga bekerja tidak setiap hari. Dengan uang yang pas-pasan, makan sangat teratur, artinya pagi makan, siang belum tentu, atau sebaliknya, lebih banyak puasa atau makan seadanya. Asupan makanan jauh dari bergizi, hanya sekedar mengisi perust, akibatnya kurang gizi dan lemah, sakit-sakitan. Kalau sakit tidak punya uang, maka akhirnya banyak yang mati muda, tanpa pernah menikmati kehidupan yang senang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Ada puluhan juta orang miskin dinegeri kita tercinta, saudara kita yang kebetulan tidak mendapat kesempatan dan mendapatkan ujian dengan menjadi orang susah. Allah memang menciptakan manusia ada yang kaya untuk membantu yang miskin, ada yang miskin agar orang kaya bersyukur dan tergerak hatinya untuk membantu. Kemiskinan menjadi terstruktur jika suatu Negara membiarkan korupsi merajalela. Uang Negara yang diperuntukan untuk rakyat miskin agar mereka sejahtera, dimakan oleh pejabat untuk mensejahterakan dirinya sendiri. Banyak anggaran dipersiapkan untuk membantu orang miskin, yang berbentuk cash Bantuan Langsung Tunai (BLT), membantu jika langsung diterima oleh simiskin tanpa potongan. Pembagian beras miskin lewat lurah juga sangat membantu jika tidak dijual kepihak yang tidak berhak dengan harga yang lebih tinggi untuk mendapat keuntungan. Rakyat yang terkena bencana atau tinggal didaerah terpencil, akan sangat terbantu jika dibangun akses jalan dan fasilitas penunjang agar mampu mandiri dan menjual hasli buminya, asal mutu jalan dan infrastruktur lainnya tidak dikorupsi, sehingga sering sekali baru dibangun sudah rusak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Kenapa ada manusia yang tega memakan manusia lainnya, yang memenuhi perut dan perut anak istrinya dengan uang haram, yang membuat mereka kaya, tapi membuat orang lain semakin miskin. Banyak contoh dimana pejabat yang meninjau daerah bencana, malah merepotkan, apalagi jika ia adalah orang penting dari pusat. Anggaran malah habis untuk mempersiapakan kedatangannya, aparat dipersiapkan menyambutnya dan berebut cari muka. Pejabatnyapun mungkin akan marah jika yang menyambut kedatangannya hanya sedikit. Saya saja yang bukan siapa-siapa pernah mengalami dijemput dan diantar oleh banyak orang Pemda yang sebenaranya menurut ukuran saya yang swasta sangat mubazir. Sebagai orang swasta kedatangan kita kedaerah cukup dijemput sopir saja yang akan membawa kita ketempat acara atau tempat bencana. Belum lagi makanan yang akan dimakan si pejabat, haruslah istimewa dan banyak jika iamembawa rombongan ajudan , istri dan keluarganya. Kok mennegok bencana malahan menjadi merepotkan, sebaiknya berikan saja doa restu dan audit pengunaan anggaran menuntaskan kemiskinan dan menanggulangi bencana dengan baik.&lt;br /&gt; Untuk mendapatkan BLT (bantuan Langsung Tunai), Raskin (Beras Miskin), Jamkesmin (Jaminan Kesehatan Miskin), semuanya harus dicap miskin. Ada pengantar dari kelurahan untuk menyatakan bahwa kita miskin, kalau perlu diberi seragam atau cap yang membedakan kasta kita adalah kasta miskin proletar yang berhak dapat bantuan. Dikelurahan juga rawan korupsi, banyak kartu miskin ini diberikan kepada mereka yang tidak miskin. Apakah sudah sedemikian rusak mental dan tidak punya harga diri sehingga tidak malu untuk mengaku miskin agar dapat bantuan dari pemerintah.&lt;br /&gt; Kalau untuk mendapatkan BLT (Bantuan Langsung Tunai), maka berlomba-lomba pejabat desa, kecamatan, kabupaten mendata sebanyak mungkin warganya yang miskin, bahkan banyak data yang fiktif, bahkan ada data orangnya sudah meninggal. Tapi jika untuk laporan kemajuan desa data yang dikeluarkan lain lagi,pokoknya yang menggambarkan baagimana hebatnya apat birokrat mengelola daerahnya. Dengan data dan laporan yang bagus,maka akan keluar lagi kucuran dana untuk program lainnya. Rakyat masih dijadikan alat untuk kepentingan para birokrat , belum diperlakukan dengan benar untuk mengangkat derajatnya agar mereka sejahtera. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Kalau rakyat masih mau dijadikan komoditas politik kepentingan para penguasa, dan mau dijadikan obyek kemiskinan, maka mereka akan berkubang dalam lumpur kemiskinan. Cara berfikirnya adalah miskin, meminta-minta, dan mengggantungkan hidupnya dari orang lain. Jika birokrat masih menjadikan rakyat hanya sebagai alat untuk mendapatkan tambahan anggaran yang nanti peruntukannya tidak sesuai dengan alokasi anggaran, maka akan tercipta mental penguasa yang bobrok. Mereka miskin kasih sayang, miskin moral dan miskin belas kasihan kepada`rakyat yang seharusnya mereka lindungi. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Kita harus memerangi keadaan seperti ini, agar jangan sampai orang miskin tetap miskin Orang miskin hanya dianggapsebagai angka yang semakin besar jumlahnya semakin banyak bantuan yang diberikan . Sudah saatnya kita semua memperjuangkan suatu Negara yang makmur, merdeka, sejahtera , dimana rakyatnya mempunyai harga diri dan semangat untuk mandiri. Masyarakat yang malu untuk meminta-minta dan berjuang untuk hidup dengan bermartabat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sedih rasanya dalam bulan puasa melihat bagaimana rakyat miskin yang memang biasa tidak makan ,malahan tidak puasa.Mereka dalam bulan yang suci ini malah berjejer dijalan lengkap dengan anak istri, bahkan bayi sambil menadahkan tangannya. Manusia gerobak semakin tahun semakin banyak saja berjejer dipinggir jalan besar. Rasanya mustahil jika tidak ada yang mengorganisir, begitu banyak gerobak itu mungkin ada juragan gerobak yang mengambil keuntungan dengan menyewakannya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Orang miskin mungkin menjadi putus asa dan tidak percaya lagi kepada Allah, mereka mencari kasih saying Allah sepanjang hidupnya dan belum menemukan dalam bentuk kesejahteraan. Rawan sekali jika kita membiarkan saudara kita semakin banyak yang bertambah miskin. Mereka nantinya bukan saja miskin harta, tapi juga miskin iman, tidak percaya kepada kasih sayang Allah, dikuatirkan demi mengejar ke butuhan perut akan terperosok kedalam perbuatan yang tidak bermartabat seperti minta-minta ,bahkan kriminal. Bayangkan jika begitu banyak saudara kita yang miskin,maka ini juga akan membahayakan kita yang dianggap mampu tapi tidak mau membantu. Kemungkinan ada kecemburuan sosial dan kalau ada kejadian yang tidak diinginkan , maka mereka akan gelap mata.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Jadi jangan berbahagia apalagi tidak perduli terhadap orang miskin,kita harus membantu mereka&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-11802495987427961?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/11802495987427961/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=11802495987427961' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/11802495987427961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/11802495987427961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2010/01/kenapa-orang-miskin-tetap-miskin.html' title='Kenapa orang Miskin tetap Miskin'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-5221786573150248450</id><published>2010-01-25T16:41:00.000-08:00</published><updated>2010-01-25T16:42:50.910-08:00</updated><title type='text'>From Zero to zero</title><content type='html'>Kalau kita orang Islam mendapatkan kemalangan baik itu kehilangan seseorang atau kehilangan suatu benda, atau mendapatkan musibah , maka kalimat yang biasanya diucapkan adalah    Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rojiun   yang artinya semua yang berasal dari Allah akan kembali ke Allah. Jika kalimat ini diresapi artinya, maka akan jelas tergambarkan bahwa kita ini hanya sekedar menikmati, sekedar mampir sekejap menumpang minum disuatu kedai, dan selesai minum, maka kita akan pergi. Artinya kehidupan didunia ini hanyalah singkat, sekejap saja, dibandingkan nanti dengan kehidupan kita diakhirat. Dalam kehidupan yang sangat singkat itu menjadi bekal kita kelak dikemudian hari dalam menjalani kehidupan di dunia kekal yaitu akherat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Jika di dunia kita mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan rezeki yang lebih dibandingkan orang lain, bukan berarti kita adalah orang yang hebat yang bisa mendapatkannya sendiri tanpa izin Allah. Banyak orang yang merasa bahwa harta dunia, yang diperolehnya karena jabatan, pangkat dan kepercayaan orang lain, jatuh dari langit. Ada juga yang merasa tidak ada campur tangan dari yang Maha Kuasa dalam hal keberkahan yang diperolehnya. Ingat cerita tentang   Karun  seorang kaya raya yang tidak mau bersyukur dan berterima kasih kepada Allah, bahkan dengan sombongnya mengatakan semua kekayaannya didapatkan atas usahanya sendiri.Maka Allah menghukumnya dengan menimbun dan menenggelamkan Karun kedalam bumi. Makanya sekarang kalau kita menemukan harta yang tertimbun didalam tanah, maka disebut   harta karun  .&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Perjalanan kehidupa manusia seperti roda, kadang diatas kadang dibawah. Pada saat kita diatas, jangan sombong dan selalu ingat bahwa ada kemungkinan kita akan berada diposisi bawah. Kalau kita sedang susah dalam arti tidak punya uang atau mampu memenuhi kebutuhan hidup, maka jangan putus asa, selalu berdoa dan berharap bahwa roda akan berputar keatas. Jadi selalu ada harapan dn keyakinan bahwa dengan kerja keras dan doa suatu saat kita akan selamat. Ada yang sudah mendapat amanah dari Allah dalam bentuk harta kekayaan yang luar biasa dan keberkahan dalam mencari rezeki, tapi ia tidak mau menafkahkan sebagian hartanya kepada orang lain. Ada juga yang seakan tidak pernah susah selalu mendapatkan kemudahan, karena apa yang diberikan kepadanya disampaikan lagi kepada orang yang membutuhkan, Sedekah apalagi kepada orang yang sangat membutuhkan akan membuat rezeki kita dilipat gandaka Allah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Dalam melakoni usaha, kadang apa yang kita sudah bangun dengan susah payah selama bertahun tahun, runtuh dengan begitu saja dalam sekejap mata. Banyak yang menjadi penyebabnya, bisa karena produk atau jasa yang kita berikan kepada kastemer menjadi tidak layak jual lagi atau kalah bersaing dengan produk atau layanan baru. Pada saat krisis global melanda dunia, banyak sekali perusahaan kecil bahkan perusahaan raksasa seperti General Motor kebanggaan Amerika Serikat juga bangkrut.Perusahaan kecil yang selama ini melayani atau menjadi sub kontraktor dari perusahaan besar juga tutup karena dampak krisis. Gaya hidup sang pemilik perusahaan juga berpengaruh terhadap kelanggengan jalannya perusahaan. Jika semua keuntungan digunakan untuk membeli berbagai barang mewah, maka bisa jadi tidak ada sisa keuntungan yang dialokasikan untuk investasi atau difersifikasi usaha. Semua barang mewah atau gaya hidup mewah seperti bepergian keluar negeri, tinggal dihotel yang mewah dan membeli barang mewah yang tidak penting dapat membuat kita bangkrut. Maha jutawan almarhun Michael Jackson yang demikian kaya raya, meninggal dunia dengan meninggalkan hutang sebesar 4 Triliun rupiah. Sungguh suatu angka yang sangat fantastis, yang kalau dibuat atau diinvestasikan dalam bentuk usaha rakyat akan menghasilkan ribuan unit usaha yang akan menyerap jutaan tenaga kerja. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Bisa juga apa yang kita miliki hilang atau kita harus menanggung hutang atau harus bertangguing jawab atas kesalahan bawahan kita. Sebagai pimpinan sudah pasti bahwa berhasilan adalah milik bersama dan layak untuk dinikmati oleh semua pihak yang terlibat dalam melakukan usaha tersebut. Jika rugi walaupun kerugian itu diakibatkan oleh kesalahan karyawan, apakah kita bisa berkata kepada kastemer bahwa perusahaan tidak dapat melakukan pekerjaan atau tidak bertanggung jawab terhadap kesalahan karyawan. Dalam situasi seperti ini, maka perusahaan yang mempunyai komitmen tinggi akan mengambil alih tanggung jawab. Pada waktu pekerjaan itu diberikan kepada kita, sudah barang tentu nama perusahaan dan reputasinya memegang peranan penting dalam mendapatkan pekerjaan itu. Adalah wajar jika perusahaan kita mau menjaga reputasi dan kelanggengannya, maka perusahaan akan tetap berkomitmen menyelesaikan pekerjaan itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Apapun yang terjadi dalam hal kehilangan seluruh harta benda, baik karena kesalahan kita sendiri maupun karena kesalahan karyawan, tetap yakin dan percaya bahwa kita yang tadinya lahir kedunia tanpa membawa apapun juga atau dengan modal nol, lalu mendapatkan kesempatan memperoleh banyak rezeki, lalu kehilangan dan dalam kondisi nol lagi. Harta benda yang kita dapatkan adalah dengan modal kerja keras, kejujuran, keyakinan bahwa harta itu hanya titipan. Dalam keadaan nol, yang hilang hanya harta benda yang tadinya memang tidsak ada. Semangat, keyakinan dan kemampuan kita kembali bangkit tidak akan hilang dan tidak akan tergantikan. Kastemer yang sudah mengenal kemampuan kita akan kembali kekita dan dengan usaha yang tidak pantang menyerah, Insya Allah kondisi nol akan naik menjadi seperti semula, bahkan mungkin jauh lebih baik. Orang yang mampu mengatasi masalahnya sebesar apapun, akan tetap bertahan dan berjuang untuk meraih sukses.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-5221786573150248450?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/5221786573150248450/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=5221786573150248450' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/5221786573150248450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/5221786573150248450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2010/01/from-zero-to-zero.html' title='From Zero to zero'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-1332516805357520588</id><published>2010-01-17T19:06:00.000-08:00</published><updated>2010-01-17T19:33:13.574-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menyusun Perjanjian Kerja Bersama. Penerbit PPM Management. Penulis: Iftida Yasar'/><title type='text'>Buku Terbaru Iftida Yasar : Menyusun Perjanjian Kerja Bersama .</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/S1PVlurYGOI/AAAAAAAAAOA/eDclGmZPZkk/s1600-h/IMG_0036.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 221px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/S1PVlurYGOI/AAAAAAAAAOA/eDclGmZPZkk/s320/IMG_0036.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427916820073421026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;font-size:85%;" &gt;Menciptakan Hubungan Industrial yang harmonis Pengusaha-Pekerja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;font-size:85%;" &gt;Penulis Iftida Yasar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;font-size:85%;" &gt;Penerbit : PPM Management&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Perjanjian Kerja Bersama merupakan dasar sebuah aturan main untuk ditegakkan di perusahaan. Di dalamnya diatur hak dan kewajiban sebuah pihak bersepakat ( Serikat Pekerja-Buruh dan Perusahaan). Buku ini memberikan gambaran praktis berdasarkan pengalaman penulis bagaimana cara penyusunan, teknik berunding, dan proses perundingan yang efektif.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Adityawarman, PT Astra International Tbk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;Membuat Perjanjian Kerja Bersama memerlukan penguasaan dalam memahami peraturan ketenagakerjaan, teknik bernegosiasi dan ketenangan emosi agar perundingan berjalan baik. Buku ini membahas ketiga aspek tadi karena penulisnya memiliki pengalaman yang cukup dalam melakukan perundiangan pembuatan Perjanjian Kerja Bersama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Sanny Iskandar, Direktur Kawasan Industri KIIC&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;Buku ini praktis dan mudah dipahami terutama bagi kalangan dunia usaha yang memerlukan panduan bagaimana membuat Perjanjian Kerja Bersama. Dengan pengalamannya, penulis berbagi kepada kita langkah di lapangan dalam perundingan Perjanjian Kerja Bersama agar dapat tercapai kesepakatan seimbang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Franky Sibarani, Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (GAPMMI)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;Selamat buat penulis atas terbitnya buku Perjanjian Kerja Bersama ini. Buku ini dapat menjadi bahan bacaan yang memperkaya khasanah Hubungan Industrial&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Soeprayitno, Ketua Umum APINDO DPP DKI Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-1332516805357520588?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/1332516805357520588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=1332516805357520588' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/1332516805357520588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/1332516805357520588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2010/01/buku-terbaru-iftida-yasar-menyusun.html' title='Buku Terbaru Iftida Yasar : Menyusun Perjanjian Kerja Bersama .'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/S1PVlurYGOI/AAAAAAAAAOA/eDclGmZPZkk/s72-c/IMG_0036.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-2788878522055047917</id><published>2010-01-08T01:51:00.000-08:00</published><updated>2010-01-08T02:00:20.015-08:00</updated><title type='text'>IWITA Event</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs177.snc3/20469_1238642918820_1011684188_30666485_547864_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 604px; height: 402px;" src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs177.snc3/20469_1238642918820_1011684188_30666485_547864_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs177.snc3/20469_1238642878819_1011684188_30666484_8256339_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 402px; height: 604px;" src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs177.snc3/20469_1238642878819_1011684188_30666484_8256339_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs197.snc3/20469_1238642798817_1011684188_30666483_6224700_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 604px; height: 402px;" src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs197.snc3/20469_1238642798817_1011684188_30666483_6224700_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs197.snc3/20469_1238641518785_1011684188_30666481_7530627_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 604px; height: 402px;" src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs197.snc3/20469_1238641518785_1011684188_30666481_7530627_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melihat materi yang di bawakan oleh saya, silahkan download materinya di sini...&lt;a href="http://sme-ictweek.web.id/downloads/materi/Materi%20261109/Materi%20Iftida.ppt"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-2788878522055047917?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/2788878522055047917/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=2788878522055047917' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/2788878522055047917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/2788878522055047917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2010/01/iwita-event.html' title='IWITA Event'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-5766585033426395162</id><published>2010-01-08T01:40:00.000-08:00</published><updated>2010-01-08T01:50:52.558-08:00</updated><title type='text'>Mendesak, Sertifikasi Tenaga Kerja</title><content type='html'>SALATIGA-Sertifikasi kompetensi tenaga kerja di era sekarang sudah sangat mendesak dan perlu segera diterapkan. Jika tidak cepat dilaksanakan, tenaga kerja Indonesia akan kalah dari tenaga kerja luar negeri yang telah bersertifikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jateng, Solichedi, mengatakan pihaknya tidak dapat menargetkan kapan harus dimulai. Tetapi sebagai pebisnis yang bergerak di sektor swasta, penerapan sertifikasi kompetensi secepat mungkin dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;’’Skill atau keterampilan tenaga kerja kita perlu mendapat pengakuan. Jangan sampai tertinggal dari tenaga kerja luar negeri,’’ tandas Solichedi, kemarin.&lt;br /&gt;Dia mengemukakan hal itu setelah membuka Pembentukan Jejaringan Lembaga Sertifikasi Kompetensi Jateng-DIY yang digelar Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi (BKSP) dan Pemprov Jateng di Laras Asri Resort &amp; Spa Salatiga, kemarin dan hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan itu diikuti kalangan pendidikan, Lembaga Sertifikasi Profesi, asosiasi industri, asosisasi profesi, dan lainnya. Acara dihadiri Ketua Dewan Pendidikan Prof Dr Retmono dan Plh Kabiro Bintal Pemprov Jateng Drs Supangat MM.&lt;br /&gt;Solichedi menjelaskan ke depan, penyerapan tenaga kerja berdasarkan kemampuan kerja kompeten yang tersertifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kompetensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggajian juga sesuai dengan kompetensi, bukan upah minimum kabupaten atau kota (UMK) seperti sekarang. ’’Kita tidak lagi disibukkan oleh UMK karena gaji berdasarkan kompetensi yang telah terstandar,’’ jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicara kegiatan itu adalah Ketua BKSP Jateng Hertoto Basuki, Thomas Darmawan (Komisi Kerja Sama, Kelembagaan, dan Promosi BNSP), serta Iftida Yasar (Ketua Komite Tetap Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri Kadin Indonesia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hertoto menjelaskan ukuran kompetensi bukan seseorang menguasai ilmu pengetahuan dari sekolah atau perguruan tinggi. Tetapi bagaimana mampu menunjukkan hasil kerja dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thomas Darmawan mengungkapkan tujuan sertifikasi kompetensi membantu memastikan link and match antara kompetensi lulusan dan tuntutan kompetensi dunia industri. Bagi tenaga kerja, membantu meyakinkan industri bahwa dirinya kompeten dan dapat bekerja sesuai dengan bidangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iftida Yasar menambahkan pengembangan SDM sering dilupakan padahal sangat penting di semua bidang. Pengembangan itu melalui pembentukan sumber daya yang berkompetensi di bidang kerjanya. (H2-2&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-5766585033426395162?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/5766585033426395162/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=5766585033426395162' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/5766585033426395162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/5766585033426395162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2010/01/mendesak-sertifikasi-tenaga-kerja.html' title='Mendesak, Sertifikasi Tenaga Kerja'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-8416593414593146292</id><published>2009-12-12T20:24:00.000-08:00</published><updated>2009-12-12T20:25:25.491-08:00</updated><title type='text'>Menjadi karyawan Outsourcing??? Siapa Takut!!!</title><content type='html'>Setiap tanggal 2 mei atau tepatnya ketika hari diperingati sebagai hari buruh nasional, seketika jalan-jalan protocol dikota ini menjadi macet namun penuh penuh dengan warna, warna-warni atribut para demonstran yang notabenenya kaum buruh, yang melakukan aksi demonstrasi untuk menuntut pemerintah membuat kebijakan yang berpihak pada kaum buruh, salah satunya yaitu dengan menghapuskan OUTSOURCING. Sebenarnya apa dan bagaimana sih outsourcing itu???&lt;br /&gt;Lewat buku ini kamu jadi tahu apa itu outsourcing dan ga ragu untuk memulai langkah bekerja lewat jalur outsourcing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kembali akan mengeluarkan buku seputar Outsourcing. kali ini dengan format yang sedikit berbeda.&lt;br /&gt;Buku yang di rekomendasikan bagi para karyawan Outsourcing diseluruh Perusahaan Outsource di Indonesia, setiap Perusahaan Outsource di Indonesia baik yang tergabung dalam asosiasi juga belum akan memberikan dukungan bagi buku ini dalam bentuk testimoni tentang Outsourcing itu sendiri juga keberhasilan beberapa karyawan Outsourcing.&lt;br /&gt;Buku yang dikemas dalam bentuk buku saku memudahkan kita untuk mencari jawaban seputar outsourcing apabila ada pertanyaan-pertanyaan dari Masyarakat umum, kalangan akademik, juga profesional yang ingin tahu atau lebih jelas mengenai Outsourcing yang benar.&lt;br /&gt;Buku tersebut juga tersaji dengan pembahasan Question-Answer, itu akan memudahkan para pembaca nya nanti dalam mencari jawaban dari pertanyaan yang diberikan.&lt;br /&gt;Tidak perlu khawatir Question-Answer yang ada tidak memenuhi kebutuhan, sebab Questions yang dirangkum adalah berasal dari semua pengalaman penulis ketika mengisi pelbagai acara Diskusi, Workshop, juga Training mengenai Outsourcing di seluruh Negara. ILO merekomendasikan jawaban-jawaban jadi sungguh buku ini adalah buku Question-Answer yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Questions :&lt;br /&gt;Kita akan memulai dari pertanyaan sederhana apa itu Outsourcing ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Answer :&lt;br /&gt;Outsourcing adalah penyerahan wewenang dari suatu Perusahaan kepada Perusahaan lain untuk menjalankan sebagian atau seluruh proses fungsi usaha dengan menetapkan suatu target atau tujuan tertentu.&lt;br /&gt;Penyerahan kegiatan, tugas ataupun pelayanan pada pihak lain, dengan tujuan untuk mendapatkan tenaga ahli serta meningkatkan efisiensi dan efektifitas Perusahaan.&lt;br /&gt;Ada dua macam jenis outsourcing&lt;br /&gt;1. Perjanjian pemborongan pekerjaan secara penuh (Full outsource/pemborongan pekerjaan murni) atau Business Process Outsourcing&lt;br /&gt;2. Penyediaan jasa pekerja/buruh (labor contract/supplier)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian..&lt;br /&gt;Question :&lt;br /&gt;Bagaimana bentuk kerjasama antara Perusahaan Pengguna dan Perusahaan Outsourcing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Answer:&lt;br /&gt;Ikatan kerjasama antara Perusahaan Pengguna dengan Perusahaan Outsourcing untuk menjalankan proses fungsi usaha tersebut dilakukan dengan penanganan satu Perjanjian Kerjasama Outsourcing yang berlaku untuk waktu tertentu, dan dapat diperpanjang atau diperbaharui oleh kedua belah pihak sesuai kesepakatan.&lt;br /&gt;Perjanjian pemborongan pekerjaan atau penyediaan jasa pekerja tersebut dibuat secara tertulis.&lt;br /&gt;Dalam perjanjian kerja itu diatur hak dan kewajiban masing-masing pihak&lt;br /&gt;Berapa gaji yang diterima karyawan dan tunjangan lain juga diatur dalam perjanjian kerjasama ini&lt;br /&gt;Perjanjian kerjasama ini akan diturunkan kepada karyawan outsourcing dalam bentuk perjanjian kerja. Hak dan kewajiban sesuai dan sama dengan apa yang diatur dalam perjanjian kerjasama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin juga akan ada pertanyaan seperti ini :&lt;br /&gt;Questions:&lt;br /&gt;Berapa lama waktu yang dibutuhkan Perusahaan Outsourcing untuk memenuhi kebutuhan karyawan Perusahaan Pengguna / User ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Answer:&lt;br /&gt;Tergantung dari tingkat kesulitan posisi yang akan dicari. Namun demikian, secara garis besarnya Outsourcing dapat memenuhi permintaan karyawan dalam waktu 15 hari kerja setelah Job Order dan Job Profile diterima oleh Bagian Recruitment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu kamu yang sudah memasukan lamaran, biasanya akan dipanggil terlebih dahulu mengikuti test seleksi awal.Kalau kebetulan datanya cocok dan pas ada permintaan SDM, maka akan dilanjutkan dengan wawancara ditempat user atau perusahaan pengguna&lt;br /&gt;Kadang kamu harus menunggu sebentar, kadang juga dalam waktu yang cukup lama untuk menunggu proses seleksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Question:&lt;br /&gt;Hal-hal apa saja yang dapat menyebabkan proses pemenuhan karyawan menjadi lama ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Answer:&lt;br /&gt;Ada banyak faktor yang menyebabkan pemenuhan karyawan menjadi lama, diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat kesulitan posisi yang diminta oleh user tinggi, seperti untuk posisi Teller, ATM Monitoring. Akibatnya, Outsourcing membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencari kandidat yang sesuai dengan kualifikasi yang diminta.&lt;br /&gt;Paket kompensasi dan benefit yang ditawarkan tidak cukup kompetitif. Biasanya kandidatnya tidak mau ataupun kalau ada yang mau setelah proses selesi kandidat yang cukup banyak.&lt;br /&gt;Proses seleksi di Perusahaan pengguna / user yang lama. Kadang interviewer di sisi user tidak punya waktu untuk melakukan wawancara dan pemberitahuan hasil wawancara dari sisi user yang lama.&lt;br /&gt;Berjenjangnya tahapan proses seleksi yang disepakati, seperti harus melalui tahapan psikotes dan tes kesehatan.&lt;br /&gt;Banyaknya kandidat yang ditolak oleh user karena tidak sesuai dengan kualifikasi yang diminta. Oleh karena itu, Outsourcing sangat membutuhkan bantuan user untuk mengisi form resume hasil interview yang didalamnya memberikan penjelasan mengenai alasan penolakan kandidat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada juga pertanyaan yang seperti ini,&lt;br /&gt;Question:&lt;br /&gt;Bagaimana status kamu bila mendapatkan pekerjaan melalui Outsourcing?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Answer:&lt;br /&gt;Status bekerja akan tergantung dari kebutuhan Perusahaan yang menjadi user Outsourcing. Jika kebutuhan user hanya jasa rekrutmen, maka Outsourcing hanya akan membantu Perusahaan tersebut dalam melakukan proses seleksi penerimaan karyawan. Selanjutnya karyawan akan dipekerjakan oleh user langsung.&lt;br /&gt;Namun jika user membutuhkan jasa outsourcing maka pelamar akan diseleksi, dipekerjakan secara kontrak dan dikelola oleh Outsourcing meski dalam kesehariannya para karyawan ini akan bekerja untuk kepentingan user.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya status kepegawaiannya adalah karyawan outsourcing (outsourcing) tapi bekerja di perusahaan pengguna (User). Absensi, administrasi, gaji dll diurus oleh perusahaan outsourcing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk melengkapi pertanyaan itu maka ada lagi pertanyaan selanjutnya,&lt;br /&gt;Question:&lt;br /&gt;Apa perbedaan antara jasa rekrutmen dan outsourcing ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Answer:&lt;br /&gt;Dalam rekrutmen, Outsourcing hanya membantu user dalam mencari calon pekerja dan melakukan seleksi sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh user. Setelah dapat kandidat akan dipekerjakan menjadi karyawan user langsung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dengan outsourcing, user akan melakukan kontrak dengan Outsourcing untuk menyerahkan kewenangan proses dalam menjalankan fungsi usahanya kepada Outsourcing. Tentunya user menetapkan target dan tujuan yang harus dicapai oleh Outsourcing. Dalam kegiatan sehari-hari selama masa kontrak outsourcing, Outsourcing akan mengelola penuh seluruh sumber daya dan jalannya proses fungsi usaha itu, tanpa campur tangan dari user.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan ini juga sering kali menjadi ke khawatiran semua karyawan :&lt;br /&gt;Question:&lt;br /&gt;Sebagai karyawan outsourcing, apakah ada kemungkinan kamu menjadi Karyawan Tetap di Perusahaan user Outsourcing?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Answer:&lt;br /&gt;Pada dasarnya tidak ada kewajiban dari Outsourcing ataupun Perusahaan user untuk mengangkat karyawan outsourcing menjadi Karyawan Tetap, meskipun masa kontraknya telah berakhir. Namun hal tersebut bukannya tidak mungkin terjadi. Umumnya jenjang karir di Outsourcing dimulai dengan menjadi karyawan kontrak. Tetapi jika dalam waktu tertentu kinerja kamu dinilai baik, dan ada komitmen jangka panjang dengan user , maka kamu dapat menjadi karyawan tetap Perusahaan Outsourcing atau Perusahaan user.&lt;br /&gt;Tentu saja ini semua tergantung pada persyaratan yang ditentukan oleh perusahaan pengguna dan serangkaian tes seleksi yang harus kamu lewati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan dilengkapi juga dengan jawaban atas pertanyaan ini :&lt;br /&gt;Question:&lt;br /&gt;Jika kontrak kamu berakhir diperusahaan user A, dapatkah disalurkan ke user Outsourcing yang lainnya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Answer:&lt;br /&gt;DAPAT, selama kamu memiliki sikap kerja dan prestasi kerja yang baik, serta jika masa kerja Kamu di user kami sudah akan berakhir dan tidak akan diperpanjang lagi oleh user.&lt;br /&gt;Kamu cukup mengirimkan kembali CV terbaru yang ditujukan ke bagian SDM perusahaan Outsourcing. Selanjutnya, jika ada permintaan user yang sesuai dengan kriteria yang Kamu miliki maka akan memproses Kamu kembali.&lt;br /&gt;Jika persyaratannya cocok dan kamu juga cocok dengan hak dan kewajibannya,maka kamu bisa bekerja kembali dengan kontrak baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang masri kita bahas sedikit, masuk ke tahapan pertanyaan tentang HAK &amp; KEWAJIBAN KARYAWAN Outsourcing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Questions:&lt;br /&gt;Apa saja kewajiban dan hak karyawan Outsourcing yang ditempatkan di Perusahaan Pengguna?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Answer:&lt;br /&gt;Kewajibannya adalah :&lt;br /&gt;melaksanakan dengan sebaik-baiknya pekerjaan sebagaimana yang diinstruksikan oleh Perusahaan Pengguna, sesuai dengan apa yang tertuang secara garis besar dalam uraian pekerjaan di tiap departemen/bagiannya.&lt;br /&gt;Kamu akan mendapatkan penjelasan langsung dari atasannya pada saat mulai bekerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haknya adalah :&lt;br /&gt;mendapatkan upah pokok sesuai yang telah disepakati dalam perjanjian kerja ditambah upah lembur (sesuai ketentuan Pemerintah) dan variabel (bila diperjanjikan demikian), hak lainnya adalah memperoleh perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja, moral dan kesusilaan, dan perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai agama.&lt;br /&gt;Semua hak ini kamu peroleh berdasarkan peraturan pemerintah yang berlaku.Perusahaan outsourcing yang baik akan patuh pada peraturan dan memberikan hak karyawannya sesuai dengan haknya tidak dipotong sedikitpun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga pertanyaan demikian:&lt;br /&gt;Question:&lt;br /&gt;Apa konsekuensinya apabila salah satu pihak (Perusahaan atau Karyawan) mengakhiri hubungan kerja sebelum berakhirnya jangka waktu yang ditetapkan diluar keadaan, syarat atau kejadian tertentu dalam perjanjian kerja dan peraturan Perusahaan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Answer:&lt;br /&gt;Dalam Undang-undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, pasal 62, ditegaskan bahwa pihak (Perusahaan atau Karyawan) yang mengakhiri hubungan kerja diwajibkan membayar ganti rugi kepada pihak lainnya sebesar upah pekerja/buruh sampai batas waktu berakhirnya jangka waktu perjanjian kerja seharusnya berlangsung.&lt;br /&gt;Biasanya jika dapat dirundingkan dengan baik dan tidak mengganggu hubungan kerja, bisa saja ganti rugi tidak usah dibayarkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan karyawan yang mengakhiri hubungan kerja sebelum berakhir kontrak, tidak dapat dituntut untuk mengganti rugi. Mereka beranggapan bahwa halini adalah biasa, karyawan adalah pihak yang lebih lemah kedudukannya. Jika dikaji hal ini tidak adil sebab perusahaan juga sudah menandatangani suatu perjanjian kerja dengan perusahaan pengguna. Perusahaan outsourcing harus mengganti tenaga kerja yang keluaritu.Jika karyawan itu sudah dididik atau susah mendapatkan,maka perusahaan outsourcing dapat dikenakan denda, atau surat teguran,bahkan dapat diputuskan hubungan kerjanya. Berdasarkan hal itu, seharusnya karyawan juga dikenakan ganti rugi, apalagi jika karyawa keluar untuk belerja diperusahaan lain.&lt;br /&gt;Tapi kalau perusahaan yang melakukannya pengkahiran kontrak sebelum waktunya, maka karyawan akan menuntut ganti rugi. Seharusnya karyawan juga dapat mengerti jika hal ini diakibatkan karena telah selesainya pekerjaan atau dihentikannya kontrak kerja diluar kewenangan dari perusahaan outsourcing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin menarik denga pertanyaan demikian:&lt;br /&gt;Question:&lt;br /&gt;Apa saja kompensasi dan benefit yang diberikan oleh OUTSOURCING kepada karyawan yang bekerja di User?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANswer:&lt;br /&gt;Contoh Benefit yang diberikan oleh perusahaan OUTSOURCING kepada karyawannya adalah:&lt;br /&gt;12 kali gaji dengan perhitungan gross (dipotong pajak penghasilan)&lt;br /&gt;THR, dengan ketentuan besarnya THR sebagai berikut (berdasarkan Peraturan Menteri Karyawan RI No. PER-04/MEN/1994 tentang THR Bagi Pekerja Di Perusahaan dan dituangkan dalam PKWT ps. 3, poin 1e) :&lt;br /&gt;a.Pekerja yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih sebesar 1&lt;br /&gt;(satu) bulan upah&lt;br /&gt;b.Pekerja yang mempunyai masa kerja 3 bulan terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan diberikan&lt;br /&gt;proposional dengan perhitungan sebagai berikut: Masa Kerja/12 x 1 (satu) bulan upah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shift allowance sesuai dengan ketentuan&lt;br /&gt;Upah lembur sesuai dengan perhitungan yang ditetapkan dan berdasarkan Peraturan Perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan.&lt;br /&gt;Bantuan pengobatan untuk pegawai (bisa termasuk dan bisa tidak termasuk keluarga).&lt;br /&gt;Benefit-benefit lain yang akan ditetapkan kemudian seperti food and beverage dan pulsa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu hanya sebagian kutipan dari isi buku Questions-Answer tersebut, tentu jika telah selesai masa editing dan merampungkan semua kebutuhan isi buku akan menjadi sebuah buku Outsourcing yang sangat bermanfaat dan menarik untuk dibaca oleh semua kalangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lewatkan buku-buku saya lainnya yang masih berbicara tentang Outsourcing&lt;br /&gt;yaitu Sukses Implementasi Outsourcing &amp; Merancang Perjanjian kerja yang sudah diterbitkan oleh PPM Management sebagai reveresi bacaan anda.&lt;br /&gt;Nantikan terus buku-buku saya lainnya yaitu, "Outsourcing Dihapuskan atau Dilegalkan?" yang juga sedang tahap editing.&lt;br /&gt;Selamat membaca dan mari jadikan baca adalah sebuah jendela ilmu untuk melihat Dunia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-8416593414593146292?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/8416593414593146292/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=8416593414593146292' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/8416593414593146292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/8416593414593146292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/12/menjadi-karyawan-outsourcing-siapa.html' title='Menjadi karyawan Outsourcing??? Siapa Takut!!!'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-9027219710215021343</id><published>2009-12-12T20:21:00.000-08:00</published><updated>2009-12-12T20:22:15.639-08:00</updated><title type='text'>Obrolan dengan mas Harry daru buahaticerdas.com</title><content type='html'>Di sela-sela aktivitasnya, Iftida tak lupa menikmati hobinya, travelling, membaca, mendengarkan musik, dan menonton film. Salah satu film favoritnya adalah Laskar Pelangi, sedangkan salah satu pengarang favoritnya adalah Andrea Hirata. Berikut perbincangan buahaticerdas dengan pembicara tingkat nasional ini tentang dunia perempuan, anak dan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Ibu membagi waktu antara kesibukan karier dengan rumah tangga?&lt;br /&gt;Tentu saja agak susah membaginya, pasti ada salah satu yang nggak seimbang kalau kita sibuk sekali. Saya bisa melakukan semua kesibukan karena didukung oleh keluarga besar. Waktu anak-anak balita, saya dibantu oleh ibu dan adik-adik saya sebab saya anak paling besar. Mengurus anak harus oleh orang yang setara kualitasnya dengan kita, pembantu hanya membantu bukan mengurus anak. Sekarang anak-anak sudah besar, 22 dan 17 tahun. Saya memang punya banyak waktu, tapi ambil rapor dan urusan sekolah selalu kami tangani langsung berdua. Saya dapat konsentrasi kerja sebab urusan rumah tangga sudah beres ada yang membantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pandangan Ibu mengenai kualitas SDM perempuan saat ini?&lt;br /&gt;Kualitas sumber daya manusia (SDM) perempuan sangat bagus, apalagi di negara berkembang seperti Indonesia. Banyak kesulitan yang dihadapi keluarga atau suami sehingga mereka terpaksa bekerja keras meningkatkan mutu agar dapat membantu keluarga. Ada juga yang tidak maksimal karena masih terikat oleh mitos perempuan tidak usah mengembangkan diri. Padahal, perempuan adalah tiang negara dan harus mandiri, pintar, amanah, sholeha agar mampu membentuk karakter anak-anaknya, apa pun profesinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa fokus utama yang perlu diperhatikan bila kaum perempuan ingin mengembangkan diri?&lt;br /&gt;Fokus utama adalah membentuk karakter yang kuat, mandiri, pintar, sabar, pemaaf dan juga mampu memutuskan sesuatu untuk kebaikan dirinya dan keluarganya. Setelah jadi pribadi yang matang maka akan dapat memilih suami yang baik dan mampu membina rumah tangga, berjuang bersama dan membentuk keluarga yang sakinah mawadah dan rahmah. Kodrat wanita adalah bermanfaat bagi masyarakat, terutama bagi keluarganya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kaum perempuan yang ingin menjadi entrepreneur, tapi belum punya keberanian, apa yang harus dilakukan?&lt;br /&gt;Pola asuh dari orang tua sangat mempengaruhi bagaimana perempuan berani memutuskan sendiri, jika dibantu oleh pendidikan di rumah, di sekolah maka keberanian akan muncul. Perempuan lebih tahan banting, ulet dan tahan menderita, sehingga seharusnya mampu menjadi entrepreneur sejati. Melatih keberanian adalah dengan melakukannya langsung, jangan kebanyakan mikir, do it dan perbaiki kalau salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Buku Perempuan Makan Perempuan]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku Perempuan Makan Perempuan&lt;br /&gt;Bagaimana peran perempuan dalam kehidupan keluarga?&lt;br /&gt;Perempuan adalah peran utama dalam membentuk karakter anak. Kalau ibunya rusak maka anak-anak akan rusak dan negara akan rusak. Karena itu penting sekali membentuk perempuan yang tahu akan jati dirinya yaitu yang melahirkan generasi penerus yang sehat dan mewariskan nilai-nilai baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana cara mendidik anak yang baik, terutama dalam menumbuhkan "ruh" entrepreneur?&lt;br /&gt;Ajarkan anak-anak hemat, menghargai uang. Dari kecil anak-anak saya ajarkan jualan, bawa alat-alat tulis yang lucu ke sekolah jual, sewa komik. Jual kembang api kalau puasa. Uang saku secukupnya, kalau kurang harus cari sendiri, kalau libur, magang atau cari kerjaan lain seperti ngeband, foto, dan lain-lain. Intinya anak-anak jangan merasa bahwa orang tuanya kaya, mereka hanya menggunakan fasilitas orang tua seperlunya untuk kebutuhan keluarga, bukan untuk diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikaitkan dengan zaman yang serba instan, orang tua ingin selalu anaknya sukses dan cepat terkenal dengan cara instan, bahkan terpancing untuk memaksakan kehendak, seperti ingin anaknya menjadi artis atau idola, padahal kemampuan tidak mendukung. Apa saran Ibu?&lt;br /&gt;Banyak orang tua yang seperti itu, menghalalkan berbagai cara bahkan memaksa anaknya untuk mendapatkan keuntungan dunia. Bahkan ada ibu yang tega menyodorkan anaknya agar dapat top. Yang penting adalah semua dilakukan demi keluarga dan dilandasi niat baik, bukan keblinger mencari kepuasan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seberapa besar peran aktivis perempuan atau entrepreneur yang sudah sukses dalam membantu keluarga Indonesia yang masih selalu mencari cara untuk berhasil dalam hidup? Inspirasi apa yang bisa diberikan?&lt;br /&gt;Inspirasi agar ibu-ibu menyadari bahwa membesarkan anak dengan nilai yang baik adalah jauh lebih penting dibandingkan dengan memaksakan kehendaknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IFTIDA YASAR lahir pada 28 Maret 1962. Ia meraih gelar Sarjana Psikologi Pendidikan dan Sarjana Hukum di Universitas Padjajaran tahun 1980, meraih gelar S-2 Psikologi di Universitas Indonesia tahun 1992. Ibu yang murah senyum ini adalah seorang konsultan SDM, hubungan industrial, dan outsourching. Ia juga seorang entrepreneur, trainer, motivator, aktivis sosial bidang pengembangan SDM, Wakil Sekretaris Umum APINDO, dan Penasihat Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia (ABADI). Iftida baru saja meluncurkan dua buku terbarunya yaitu Merancang Perjanjian Kerja Outsourcing (PPM, 2009) dan Perempuan Makan Perempuan (Kosmis, 2009).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-9027219710215021343?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/9027219710215021343/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=9027219710215021343' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/9027219710215021343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/9027219710215021343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/12/obrolan-dengan-mas-harry-daru.html' title='Obrolan dengan mas Harry daru buahaticerdas.com'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-1932122678213534669</id><published>2009-11-04T05:22:00.000-08:00</published><updated>2009-11-04T05:33:19.253-08:00</updated><title type='text'>ASETUC Meeting at Thailand</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs029.snc3/11654_185049273054_732568054_3924634_1998944_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 604px; height: 402px;" src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs029.snc3/11654_185049273054_732568054_3924634_1998944_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs029.snc3/11654_185044843054_732568054_3924617_4470123_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 604px; height: 402px;" src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs029.snc3/11654_185044843054_732568054_3924617_4470123_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs029.snc3/11654_185044818054_732568054_3924615_3927964_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 604px; height: 402px;" src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs029.snc3/11654_185044818054_732568054_3924615_3927964_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-1932122678213534669?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/1932122678213534669/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=1932122678213534669' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/1932122678213534669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/1932122678213534669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/11/asetuc-meeting-at-thailand.html' title='ASETUC Meeting at Thailand'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-2804967848370043912</id><published>2009-10-15T00:37:00.000-07:00</published><updated>2009-10-15T00:38:02.814-07:00</updated><title type='text'>Up date berita outsourcing dari Kompas.com</title><content type='html'>JAKARTA, KOMPAS.com — Sistem kerja alih daya atau lebih dikenal dengan outsourcing tampaknya masih menjadi kontroversi dan mendapatkan stigma negatif bagi sebagian kalangan. Stigma negatif ini disebabkan pemahaman yang kurang karena ada implementasi di lapangan yang menyimpang.&lt;br /&gt;Demikian salah satu butir kesimpulan dalam diskusi "Trend Global Outsourcing" yang diadakan di Crown Plasa Hotel, Kamis (16/7) di Jakarta.&lt;br /&gt;Diskusi yang menghadirkan pembicara Carmelo Noriel, Technical Officer dari International Labour Oganization (ILO) Filipina, dan Hasanudin Rahman dari Kadin ini juga sekaligus sebagai ajang launching buku Merancang Perjanjian Kerja Outsourcing karangan Iftida Yasar, anggota Kadin.&lt;br /&gt;Dalam diskusi ini Carmelo membagikan pengalamannya akan studinya tentang sistem outsourcing di beberapa negara termasuk negaranya, Filipina.&lt;br /&gt;Menurut Carmelo, suka atau tidak suka, sistem kerja outsourcing akan semakin berkembang. Hal ini tidak hanya terjadi di negara-negara berkembang seperti Indonesia, tetapi juga di negara-negara maju.&lt;br /&gt;Menurutnya, dengan sejumlah alasan, sistem kerja outsourcing sangat diperbolehkan. "Misalkan perekonomian dalam kondisi resesi sehingga perlu memangkas tenaga kerja, atau ada restrukturisasi guna pengembangan sektor usaha," kata Carmelo.&lt;br /&gt;Namun, Carmelo mengatakan, sistem outsorcing boleh dilakukan atas dasar dialog dan sosialisasi kebijakan yang baik antara penyedia jasa (vendor) dan karyawannya.&lt;br /&gt;Ia mencontohkan, di negara maju seperti Denmark dan Belanda, para pekerja outsourcing sangat banyak. Namun, di sana angka penganggurannya sangat kecil. "Setiap pekerja di sana apabila berhenti dari satu pekerjaan, ia tak akan sulit mendapatkan pekerjaan berikutnya," ujar Carmelo.&lt;br /&gt;Menurutnya, hal ini bisa terjadi karena ada keterbukaan dan sosialisasi yang baik antarpekerja dan penggunanya. "Yang penting harus memperhatikan perlindungan terhadap tenaga kerja tersebut. Yakni pemenuhan hak-haknya akan upah yang seminimalnya sesuai dengan standar minimum," kata Carmelo.&lt;br /&gt;Menurutnya, Organisasi Buruh Internasional (ILO) pun tak ada kebijakan khusus soal outsourcing. "Yang menjadi kekuatan utama dalam ILO adalah kekuatan social dialogue," tegasnya lagi.&lt;br /&gt;Sementara Hasanudin mengatakan, semua aspek industri tidak bisa menghindari outsourcing. Justru outsorcing adalah sebuah solusi dan alternatif guna memperluas lapangan kerja yang akan mengurangi pengangguran. "Yang perlu diperhatikan adalah supaya para pelaku bisinis agar mengikuti aturan main. Dengan begitu tidak akan ada masalah," kata Hasanudin.&lt;br /&gt;Menanggapi kontroversi tentang UU Ketenagakerjaan No 13 Tahun 2003 yakni Pasal 64, 65, dan 66 yang dianggap tidak berimbang, Hasanudin mengatakan, jika memang diperlukan revisi tentu saja harus melalui koridor yang berlaku, yakni melalui DPR "Tak perlulah ada demo-demo," tegas Hasanudin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-2804967848370043912?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/2804967848370043912/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=2804967848370043912' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/2804967848370043912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/2804967848370043912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/10/up-date-berita-outsourcing-dari.html' title='Up date berita outsourcing dari Kompas.com'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-6875853943906995433</id><published>2009-10-13T22:46:00.000-07:00</published><updated>2009-10-13T23:03:53.085-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Outsourcing'/><title type='text'>Outsourcing Human Resources Management Profesional Asosiation @ Hotel Marriot Medan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs272.snc1/9926_1184677209711_1011684188_30548369_8000761_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 448px; height: 299px;" src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs272.snc1/9926_1184677209711_1011684188_30548369_8000761_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs252.snc1/9926_1184675009656_1011684188_30548365_4901098_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 448px; height: 299px;" src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs252.snc1/9926_1184675009656_1011684188_30548365_4901098_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs272.snc1/9926_1184677169710_1011684188_30548368_924774_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 448px; height: 299px;" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs272.snc1/9926_1184677169710_1011684188_30548368_924774_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs272.snc1/9926_1184674849652_1011684188_30548361_3041694_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 448px; height: 299px;" src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs272.snc1/9926_1184674849652_1011684188_30548361_3041694_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Medan 8 oktober 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-6875853943906995433?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/6875853943906995433/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=6875853943906995433' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/6875853943906995433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/6875853943906995433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/10/outsourcing-human-resources-management.html' title='Outsourcing Human Resources Management Profesional Asosiation @ Hotel Marriot Medan'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-8767952959494298915</id><published>2009-10-07T02:41:00.000-07:00</published><updated>2009-10-13T23:12:29.918-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Other'/><title type='text'>Writter Cmp : Intensive Coching, Menulis Buku Dalam 3 Hari</title><content type='html'>temu penulis dengan penerbit gramedia pustaka utama, pertemuan ini membahas bagaimana&lt;br /&gt;membuat buku agar dapat di terima oleh masyarakat dan di publikasikan. berbagi pengalaman dalam pertemuan ini adalah para mentor yang telah menghasilkan buku2 best seller.seperti&lt;br /&gt;Andreas Harefa : Penulis 35 Buku Best Seller Trainer Coach Pengalaman 20 tahun&lt;br /&gt;Her Suharyanto : Penulis 12 Buku Ghost Writing, Penulis 6 Buku dan Harian Artikel&lt;br /&gt;Edy Zaqeus     : Penulis 6 Buku Laris Konsultan Penulisan &amp; Publishing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs270.snc1/9732_1251893175459_1173405621_793127_1677305_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 604px; height: 453px;" src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs270.snc1/9732_1251893175459_1173405621_793127_1677305_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs270.snc1/9732_1251893855476_1173405621_793144_8226916_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 604px; height: 453px;" src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs270.snc1/9732_1251893855476_1173405621_793144_8226916_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-8767952959494298915?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/8767952959494298915/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=8767952959494298915' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/8767952959494298915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/8767952959494298915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/10/writter-cmp-intensive-coching-menulis.html' title='Writter Cmp : Intensive Coching, Menulis Buku Dalam 3 Hari'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-979979408681632124</id><published>2009-10-05T00:31:00.000-07:00</published><updated>2009-10-13T22:58:27.426-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Vacation'/><title type='text'>Bencana</title><content type='html'>Begitu banyak bencana alam yang menimpa kita saat ini, tsunami, banjir, dan gempa yang terus menerus melanda saudara-saudara kita. Allah mennetukan dan memilih siapa yang harus mengalami hal itu tanpa kita tahu kenapa?. Kenapa ada yang selamat? kenapa kita yang terpilih dalam musibah itu?. Satu kampung saudara kita di Agam, Sumatra Barat pergi bersama-sama dipanggil Allah.Mereka sedang dalam suasanan berpesta, tanpa ada yang mengetahui atau mempunyai firasat akan terjadi bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup dan kematian adalah rahasia Allah, dimanapun kita berada selalu berbuat baik. Kita tidak pernah tau kapan maut akan menjemput dan apa yang akan terjadi dengan kita. Hidup adalah misteri, tetaplah menjadi baik dan selalu berbuat baik, agar kita mempunyai bekal dalam menghadapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan sehari-hari tirulah atau jalinlah hubungan baik dengan orang yang baik pula. Pada masa yang penuh dengan cobaan, selayaknya kita tetap percaya bahwa hidup adalah roda yang berputar . Kalau saat ini kebetulan kita diberi amanah untuk mengelola sesuatu lakukan dengan niat tulus. Berbuat baik adalah karakter bukan profesi. Apalagi jika berbuat baik dilakukan hanya untuk kedok agar cepat naik pangkat dan mendapatkan keuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita menjadi orang baik saja , selalu ada cobaan dari mereka yang bodoh dan tidak tau bahwa yang dilakukannya adalah salah.Apalagi jika kita sengaja berbuat jahat kepada orang yang dulu pernah dekat dengan kita. Jika kita berbuat baik kepada orang tentu saja tidak pernah mengharapkan terima kasih, tapi juga tidak pernah membayangkan akan dibalas dengan perbuatan jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai atasan ada yang menekan bawahan agar turut serta dalam usaha memutuskan silaturahmi , menyebar fitnah dan menjatuhkan seseorang. Semua dilakukan agar terlihat hebat dan mendapatkan nama. Tujuannya apalagi jika bukan untuk mendapatkan keuntungan material, menjaga agar tetap menjabat bahkan mungkin naik pangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bawahan kalau memang itu yang akan membuat anda selamat dalam menjaga periuk nasi, apa boleh buat.Lakukanlah tapi dengan kedaan terpaksa bukan menjadi karakter. Selayaknya sebagai bawahan harus pintar juga melihat siapa yang harus diservis habis, jangan salah jilat. Jilatlah pemilik perusahaan apalagi jika ia merangkap atasan kita. Jangan silau dengan jabatan atasan yang belagak pemilik perusahaan, sebab dia adalah karyawan juga.Kalau sekarang kelihatannya hebat kebetulan saja, karena tidak ada pilihan. Tuhan tidak pernah tidur, Ia akan membalas dan memberikan ganjaran kepada kita sesuai dengan apa yang kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya berbuat baik adalah untuk keuntungan diri sendiri dan berbuat ajahat akan kembali kepada kita lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hubungan baik dianggap sebagai suatu ancaman, tidak heran dan dapat dimengerti jika ada yang berkeinginan meremove nama seseorangdari list FB(mungkin saja sebentar lagi ada sweeping list dari teman FB ). Juga tidak heran jika semua yang semua cerita akan disampaikan juga kepada penguasa palsu yang belagak owner. Fitnah dan cobaan adalah bagian dari perjalanan hidup seorang pemimpin. Bagi pemimpin tidak penting bagaimana nasibnya sendiri, yang penting adalah bagaimana nasib ummatnya, karyawannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga hanya sedikit dari kita yang meniru dan membangun karakternya seperti karakter para penjilat, para budak dan penghianat. Rasanya baru kemarin sang penjilat selalu mencium tangan, berangkat bareng, setia setiap saat seperti rexona...ah tidak penting sekali rasanya meniru perilaku rendah seperti itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin adalah pejuang dimanapun dan dalam situasi apapun, the real pemimpin tidak pernah kalah dan selalu berhasil membangun pemimpin lainya. Kalaupun ada yang gagal itupun kegagalan diri orang itu sendiri bukan kegagalan kita sebagai pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dalam situasi yang penuh ketidak pastian dan bencana ini, kita dapat selalu saling menyayangi, menghormati, membantu satu sama lain dan bersatu dalam kebaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana yang sesungguhnya adalah menceburkan diri dalam keadaan celaka dimana kita berbuat baik, patuh, kerja keras, hormat sebagai profesi bukan sebagai karakter.Apalagi jika semuanya itu dipersembahkan bagi manusia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-979979408681632124?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/979979408681632124/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=979979408681632124' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/979979408681632124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/979979408681632124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/10/bencana.html' title='Bencana'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-7387670507251144680</id><published>2009-09-11T22:25:00.000-07:00</published><updated>2009-10-13T22:58:27.427-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Vacation'/><title type='text'>Ancol</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs212.snc1/7926_1165707495480_1011684188_30501423_6518257_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 503px; height: 379px;" src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs212.snc1/7926_1165707495480_1011684188_30501423_6518257_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs212.snc1/7926_1165707455479_1011684188_30501422_4064306_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 528px; height: 400px;" src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs212.snc1/7926_1165707455479_1011684188_30501422_4064306_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs212.snc1/7926_1165707415478_1011684188_30501421_2769462_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 525px; height: 393px;" src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs212.snc1/7926_1165707415478_1011684188_30501421_2769462_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs232.snc1/7926_1165706855464_1011684188_30501419_3505240_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 604px; height: 455px;" src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs232.snc1/7926_1165706855464_1011684188_30501419_3505240_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs212.snc1/7926_1165706775462_1011684188_30501417_596408_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 604px; height: 457px;" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs212.snc1/7926_1165706775462_1011684188_30501417_596408_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs232.snc1/7926_1165706815463_1011684188_30501418_8063666_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 604px; height: 448px;" src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs232.snc1/7926_1165706815463_1011684188_30501418_8063666_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs212.snc1/7926_1165706735461_1011684188_30501416_6627801_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 492px; height: 369px;" src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs212.snc1/7926_1165706735461_1011684188_30501416_6627801_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs212.snc1/7926_1165706695460_1011684188_30501415_2884780_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 580px; height: 437px;" src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs212.snc1/7926_1165706695460_1011684188_30501415_2884780_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sama obi dan rafa numpang bergaya di kapal pesiar di Ancol, sapa tau aja punya kapal nanti...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-7387670507251144680?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/7387670507251144680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=7387670507251144680' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/7387670507251144680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/7387670507251144680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/09/ancol.html' title='Ancol'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-1781491197944482999</id><published>2009-09-11T22:24:00.000-07:00</published><updated>2009-10-13T22:58:27.427-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Vacation'/><title type='text'>Batam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs212.snc1/7926_1165709735536_1011684188_30501428_4279724_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 604px; height: 453px;" src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs212.snc1/7926_1165709735536_1011684188_30501428_4279724_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs232.snc1/7926_1165709655534_1011684188_30501426_1536877_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 604px; height: 453px;" src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs232.snc1/7926_1165709655534_1011684188_30501426_1536877_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs232.snc1/7926_1165709695535_1011684188_30501427_1657781_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 604px; height: 453px;" src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs232.snc1/7926_1165709695535_1011684188_30501427_1657781_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs232.snc1/7926_1165709615533_1011684188_30501425_3771609_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 604px; height: 455px;" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs232.snc1/7926_1165709615533_1011684188_30501425_3771609_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs232.snc1/7926_1165709575532_1011684188_30501424_112033_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 604px; height: 456px;" src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs232.snc1/7926_1165709575532_1011684188_30501424_112033_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ditemani mbak ami jalan-jalan keliling batam, jembatan bagus kayak di luar negri. sea foodnya enak dan segar,2 hari di Batam&lt;br /&gt;sangat menyenangkan. malam terakhir di traktir makan pak Raja &amp; bu Suilan, ada siput yang di rebus dan di makan make sambal, wah uenak kerang&lt;br /&gt;dan kepitingnya TOP.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-1781491197944482999?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/1781491197944482999/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=1781491197944482999' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/1781491197944482999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/1781491197944482999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/09/batam.html' title='Batam'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-421148871777891543</id><published>2009-09-11T22:23:00.001-07:00</published><updated>2009-10-13T22:58:27.428-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Vacation'/><title type='text'>Singapura</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs212.snc1/7926_1165712015593_1011684188_30501442_1267874_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 592px; height: 449px;" src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs212.snc1/7926_1165712015593_1011684188_30501442_1267874_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs212.snc1/7926_1165711975592_1011684188_30501441_4076490_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 604px; height: 458px;" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs212.snc1/7926_1165711975592_1011684188_30501441_4076490_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs212.snc1/7926_1165711935591_1011684188_30501440_1086361_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 604px; height: 445px;" src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs212.snc1/7926_1165711935591_1011684188_30501440_1086361_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari batam ke singapura cuma 1 jam naek ferry. jalan2 aja window shopping di orchad road &lt;br /&gt;dan makan siang. orang Indonesia masih banyak aja yang belanja dan memborong sepatu Charles and Keith&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-421148871777891543?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/421148871777891543/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=421148871777891543' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/421148871777891543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/421148871777891543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/09/singapura.html' title='Singapura'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-3883421036332868665</id><published>2009-09-11T21:40:00.000-07:00</published><updated>2009-10-13T22:58:27.428-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Vacation'/><title type='text'>Bali</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SqspMRDrq5I/AAAAAAAAAN4/CKrhWJnTsTw/s1600-h/IMG00140-20090720-1634.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SqspMRDrq5I/AAAAAAAAAN4/CKrhWJnTsTw/s320/IMG00140-20090720-1634.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380439470538206098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SqspLiFC3tI/AAAAAAAAANw/i-NcmnDJQPc/s1600-h/IMG00130-20090720-1410.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SqspLiFC3tI/AAAAAAAAANw/i-NcmnDJQPc/s320/IMG00130-20090720-1410.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380439457927454418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SqspLLLwW5I/AAAAAAAAANo/uqonVX6HmrY/s1600-h/IMG00124-20090720-1345.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SqspLLLwW5I/AAAAAAAAANo/uqonVX6HmrY/s320/IMG00124-20090720-1345.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380439451781585810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SqspKpl4w4I/AAAAAAAAANg/BVwxpfFIwGA/s1600-h/IMG00120-20090720-1323.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SqspKpl4w4I/AAAAAAAAANg/BVwxpfFIwGA/s320/IMG00120-20090720-1323.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380439442764383106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SqspKebuJ4I/AAAAAAAAANY/a1eytJYkRC0/s1600-h/IMG00119-20090720-0943.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SqspKebuJ4I/AAAAAAAAANY/a1eytJYkRC0/s320/IMG00119-20090720-0943.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380439439768954754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah acara undangan PT Telkom selesai di Bali tentang outsorcing jalan-jalan ke pantai kuta dan memakan bebek bengil di Ubud , tempatnya enak dengan pemandangan sawah, bebeknya lembut dan garing, sambal dan urapnya mantab.&lt;br /&gt;wah jadi ngiler...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-3883421036332868665?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/3883421036332868665/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=3883421036332868665' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/3883421036332868665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/3883421036332868665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/09/bali.html' title='Bali'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SqspMRDrq5I/AAAAAAAAAN4/CKrhWJnTsTw/s72-c/IMG00140-20090720-1634.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-6197347361874889274</id><published>2009-09-11T05:16:00.000-07:00</published><updated>2009-10-13T23:12:29.918-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Other'/><title type='text'>Audensi Pengurus ABADI (Asosiasi Bisnis ALih Daya Indonesia)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SqpAF40cDKI/AAAAAAAAANQ/m6_DxXdYzpY/s1600-h/wokshop+outsourcing+034.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SqpAF40cDKI/AAAAAAAAANQ/m6_DxXdYzpY/s320/wokshop+outsourcing+034.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380183174743329954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua umum KADIN Indonesia Mohammad S. Hidayat , P, Winarso (Waketum ABADI), Iftida ( Penasehat ABADI ), Wisnu ( Sekjen ABADI )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-6197347361874889274?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/6197347361874889274/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=6197347361874889274' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/6197347361874889274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/6197347361874889274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/09/audensi-pengurus-abadi-asosiasi-bisnis.html' title='Audensi Pengurus ABADI (Asosiasi Bisnis ALih Daya Indonesia)'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SqpAF40cDKI/AAAAAAAAANQ/m6_DxXdYzpY/s72-c/wokshop+outsourcing+034.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-6806564495807228031</id><published>2009-09-11T05:05:00.000-07:00</published><updated>2009-10-13T23:12:29.918-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Other'/><title type='text'>Foto Resmi Pengurus Dewan Pimpinan APINDO Nasional</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Sqo_fILA6oI/AAAAAAAAANI/a0h4GTuDtkY/s1600-h/beluman+di+uplod.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 256px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Sqo_fILA6oI/AAAAAAAAANI/a0h4GTuDtkY/s320/beluman+di+uplod.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380182508849654402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-6806564495807228031?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/6806564495807228031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=6806564495807228031' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/6806564495807228031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/6806564495807228031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/09/foto-resmi-pengurus-dewan-pimpinan.html' title='Foto Resmi Pengurus Dewan Pimpinan APINDO Nasional'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Sqo_fILA6oI/AAAAAAAAANI/a0h4GTuDtkY/s72-c/beluman+di+uplod.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-3321110753485375694</id><published>2009-09-10T20:38:00.000-07:00</published><updated>2009-10-13T23:03:53.086-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Outsourcing'/><title type='text'>Outsourcing Bidakara 9Sept 09</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://img197.imageshack.us/img197/5261/upload3y.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 448px; height: 299px;" src="http://img197.imageshack.us/img197/5261/upload3y.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://img32.imageshack.us/img32/3411/upload2e.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 448px; height: 299px;" src="http://img32.imageshack.us/img32/3411/upload2e.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://img30.imageshack.us/img30/1672/upload1u.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 448px; height: 299px;" src="http://img30.imageshack.us/img30/1672/upload1u.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-3321110753485375694?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/3321110753485375694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=3321110753485375694' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/3321110753485375694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/3321110753485375694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/09/outsourcing-bidakara-9sept-09.html' title='Outsourcing Bidakara 9Sept 09'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-2432699669637092472</id><published>2009-09-10T20:35:00.000-07:00</published><updated>2009-10-13T23:03:53.086-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Outsourcing'/><title type='text'>Masa Depan Outsourcing di Indonesia Pasca Pilpres 2009.</title><content type='html'>Hotel Bumikarsa Bidakara 9 September 2009&lt;br /&gt;Outsourcing tidak pernah berhenti menjadi pembahasan panjang dalam perbincangan ekonomi neraga Indonesia. Outsourcing yang biasa disebut adalah penamaan untuk jenis usaha itu sendiri, karena yang sebenarnya tercatat dalam undang-undang ketenaga kerjaan adalah pemborongan tenaga kerja, dan Outsourcing adalah penyebutan dari kedua belah pihak. Namun disini perlu ada yang diperjelas kembali alur Outsourcing itu terjadi dimana pihak 1(vendor) yang meminta SDM kepada pihak penyedia jasa (alih daya) adalah murni Business agreement, yang kemudian Pihak penyedia jasa (alih daya) merekrut SDM yang sesuai dengna klarifikasi maka disitulah terjadi PKWT. &lt;br /&gt;Banyak pihak yang menginginkan Outsourcing dihapuskan dengan sebab tidak meningkatkan taraf hidup buruh dan disebut sebagai perbudakan modern. Baik sebagai kepentingan politik juga kepentingan kelompok untuk menghapuskan Outsourcing tersebut. Berikut adalah redaksional yang disampaikan oleh Bpk,Rekson Silaban Presiden KSBSI,&lt;br /&gt;Dalam  rangka mencegah dampak negatif outsourching dan buruh kontrak  DEN KSBSI  merekomendasikan  beberapa hal sebagai pilihan untuk  pemerintahan baru presiden SBY, antara lain:&lt;br /&gt; 1. Menghapus outsourching manusia, dengan melarang   bisnis  usaha penyediaan  jasa  pekerja/buruh OS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. PEMERINTAH (DEPNAKERTRANS) PERLU MENETAPKAN SECARA LEBIH RINCI JENIS USAHA YANG BISA DI OUTSOURCHING DAN TERLARANG DI OUTSOUCHING, SESUAI KELOMPOK USAHA INDUSTRY (KLUI)&gt; MISALNYA DI SECTOR PERHOTELAN DITETAPKAN JENIS KEGIATAN USAHA YANG BISA DI OUTSOURCHING. KEPUTUSAN INI PENTING UNTUK MENCEGAH MARAK NYA PENYIMPANGAN  OUTSOURCHING SEBAGAI AKIBAT ADANYA MULTI TAFSIR TERHADAP DEFENISI TERHADAP PEKERJAAN INTI DAN PEKERJAAN PENUNJANG&lt;br /&gt;3. Perusahaan pemberi kerja outsorching harus memikul tanggung jawab atas hak-hak yang tidak di penuhi perusahaan penerima pekerjaan&lt;br /&gt;4.    Pekerja / buruh  Outsourching  dan pekerja waktu tertentu atau lebih dikenal    di  kalangan  buruh / pekerja  kontrak, sebaik nya    diberi  upah   minimal   8,3%  /  bulan     di  atas      upah    standar      yang    berlaku    di perusahaan tempat pekerja/buruh itu pekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun hal itu diimbangi juga dengan adanya Kep Men yang mengatur tentang alih daya itu sendiri. Seperti penyebutan Outsourcing tidak diatur dalam Undang-undang melainkan disebut sebagai Pemborongan Lapangan Pekerjaan. Maka untuk mengimbangi mengenai hal ini berikut adalah Kep Men yang dibahas oleh,Ibu Basani Situmorang.&lt;br /&gt;KEPMEN NO. 100 TH 2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENTERI&lt;br /&gt;TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI&lt;br /&gt;REPUBLIK INDONESIA&lt;br /&gt;KEPUTUSAN&lt;br /&gt;MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI&lt;br /&gt;REPUBLIK INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOMOR : KEP.100/MEN/VI/2004&lt;br /&gt;TENTANG&lt;br /&gt;KETENTUAN PELAKSANAAN PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU&lt;br /&gt;MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA&lt;br /&gt;Menimbang :  a. bahwa sebagai pelaksanaan Pasal 59 ayat (8) Undang-undang Nomor 13 tentang Ketenagakerjaan, perlu diatur mengenai perjanjian kerja waktu tertentu; &lt;br /&gt;  b. bahwa untuk itu perlu ditetapkan dengan Keputusan Menteri. &lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Mengingat :  1. Undang-undang Nomor 3 Tahun 1951 tentang Pernyataan Berlakunya Undang-undang Pengawasan Perburuhan Tahun 1948 Nomor 23 dari Republik Indonesia untuk Seluruh Indonesia (Lembaran Negara Tahun 1951 Nomor 4 ). &lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;  2. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 60, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3839); &lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;  3. Undang-undang Nomor 13 tentang Ketenagakerjaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 39, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4279); &lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;  4. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3952); &lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;  5. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 228/M tahun 2001 tentang Pembentukan Kabinet Gotong Royong. &lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Memperhatikan :  1. Pokok-pokok Pikiran Sekretariat Lembaga Kerjasama Tripartit Nasional tanggal 6 April 2004;&lt;br /&gt;  2. Kesepakatan Rapat Pleno Lembaga Kerjasama Tripartit Nasional tanggal 19 Mei 2004; &lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;    MEMUTUSKAN : &lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Menetapkan :    KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI&lt;br /&gt;REPUBLIK INDONESIA TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;KETENTUAN UMUM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pasal 1&lt;br /&gt;Dalam Keputusan Menteri ini yang dimaksud dengan :&lt;br /&gt;1. Perjanjian Kerja Waktu Tertentu yang selanjutnya disebut PKWT adalah perjanjian kerja antara pekerja/buruh dengan pengusaha untuk mengadakan hubungan kerja dalam waktu tertentu atau untuk pekerja tertentu.&lt;br /&gt;2. Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu yang selanjutnya disebut PKWTT adalah perjanjian kerja antara pekerja/buruh dengan pengusaha untuk mengadakan hubungan kerja yang bersifat tetap&lt;br /&gt;3. Pengusaha adalah :&lt;br /&gt;a. Orang perseorangan, persekutuan, atau badan hukum yang menjalankan suatu perusahaan milik sendiri;.&lt;br /&gt;b.Orang perseorangan, persekutuan, atau badan hukum yang secara berdiri sendiri menjalankan perusahaan bukan miliknya;&lt;br /&gt;c. Orang perseorangan, persekutuan, atau badan hukum yang berada di Indonesia mewakili perusahaan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b yang berkedudukan di luar wilayah Indonesia.&lt;br /&gt;4. Perusahaan adalah :&lt;br /&gt;a. setiap bentuk usaha yang berbadan hukum atau tidak, milik orang perseorangan, milik persekutuan, atau milik badan hukum, baik milik swasta maupun milik negara yang mempekerjakan pekerja/buruh dengan membayar upah atau imbalan dalam bentuk lain; &lt;br /&gt;b. usaha-usaha sosial dan usaha-usaha lain yang mempunyai pengurus dan mempekerjakan orang lain dengan membayar upah atau imbalan dalam bentuk lain.&lt;br /&gt;5. Pekerja/buruh adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pasal 2&lt;br /&gt;(1) Syarat kerja yang diperjanjikan dalam PKWT, tidak boleh lebih rendah daripada ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.&lt;br /&gt;(2) Menteri dapat menetapkan ketentuan PKWT khusus untuk sektor usaha dan atau pekerjaan tertentu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PKWT UNTUK PEKERJAAN YANG SEKALI SELESAI&lt;br /&gt;ATAU SEMENTARA SIFATNYA YANG PENYELESAIANNYA&lt;br /&gt;PALING LAMA 3 (TIGA) TAHUN&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pasal 3&lt;br /&gt;(1) PKWT untuk pekerjaan yang sekali selesai atau sementara sifatnya adalah PKWT yang didasarkan atas selesainya pekerjaan tertentu.&lt;br /&gt;(2) PKWT sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dibuat untuk paling lama 3 (tiga) tahun.&lt;br /&gt;(3) Dalam hal pekerjaan tertentu yang diperjanjikan dalam PKWT sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat diselesaikan lebih cepat dari yang diperjanjikan maka PKWT tersebut putus demi hukum pada saaat selesainya pekerjaan.&lt;br /&gt;(4) Dalam PKWT yang didasarkan atas selesainya pekerjaan tertentu harus dicantumkan batasan suatu pekerjaan dinyatakan selesai.&lt;br /&gt;(5) Dalam hal PKWT dibuat berdasarkan selesainya pekerjaan tertentu namun karena kondisi tertentu pekerjaan tersebut belum dapat diselesaikan, dapat dilakukan pembaharuan PKWT.&lt;br /&gt;(6) Pembaharuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) dilakukan setelah melebihi masa tenggang waktu 30 (tiga puluh) hari setelah berakhirnya perjanjian kerja.&lt;br /&gt;(7) Selama tenggang waktu 30 (tiga puluh) hari sebagaimana dimaksud dalam ayat (6) tidak ada hubungan kerja antara pekerja/buruh dan pengusaha.&lt;br /&gt;(8) Para pihak dapat mengatur lain dari ketentuan dalam ayat (5) dan ayat (6) yang dituangkan dalam perjanjian.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;PKWT UNTUK PEKERJAAN YANG BERSIFAT MUSIMAN&lt;br /&gt;Pasal 4 &lt;br /&gt;(1) Pekerjaan yang bersifat musiman adalah pekerjaan yang pelaksanaannya tergantung pada musim atau cuaca.&lt;br /&gt;(2) PKWT yang dilakukan untuk pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) hanya dapat dilakukan untuk satu jenis pekerjaan pada musim tertentu.&lt;br /&gt;Pasal 5&lt;br /&gt;(1) Pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan untuk memenuhi pesanan atau target tertentu dapat dilakukan dengan PKWT sebagai pekerjaan musiman.&lt;br /&gt;(2) PKWT yang dilakukan untuk pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) hanya diberlakukan untuk pekerja/buruh yang melakukan pekerjaan tambahan.&lt;br /&gt;Pasal 6&lt;br /&gt;Pengusaha yang mempekerjaan pekerja/buruh berdasarkan PKWT sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 harus membuat daftar nama pekerja/buruh yang melakukan pekerjaan tambahan.&lt;br /&gt;Pasal 7&lt;br /&gt;PKWT sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 dan Pasal 5 tidak dapat dilakukan pembaharuan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;PKWT UNTUK PEKERJAAN YANG BERHUBUNGAN&lt;br /&gt;DENGAN PRODUK BARU&lt;br /&gt;Pasal 8&lt;br /&gt;(1) PKWT dapat dilakukan dengan pekerja/buruh untuk melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan produk baru, kegiatan baru, atau produk tambahan yang masih dalam percobaan atau penjajakan.&lt;br /&gt;(2) PKWT sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) hanya dapat dilakukan untuk jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun dan dapat diperpanjang untuk satu kali paling lama 1 (satu) tahun. &lt;br /&gt;(3) PKWT sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak dapat dilakukan pembaharuan.&lt;br /&gt;Pasal 9&lt;br /&gt;PKWT sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 hanya boleh diberlakukan bagi pekerja/buruh yang melakukan pekerjaan di luar kegiatan atau di luar pekerjaan yang biasa dilakukan perusahaan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;BAB V&lt;br /&gt;PERJANJIAN KERJA HARIAN ATAU LEPAS&lt;br /&gt;Pasal 10&lt;br /&gt;(1) Untuk pekerjaan-pekerjaan tertentu yang berubah-ubah dalam hal waktu dan volume pekerjaan serta upah didasarkan pada kehadiran, dapat dilakukan dengan perjanjian kerja harian atau lepas.&lt;br /&gt;(2) Perjanjian kerja harian lepas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dengan ketentuan pekerja/buruh bekerja kurang dari 21 (dua puluh satu ) hari dalam 1 (satu)bulan.&lt;br /&gt;(3) Dalam hal pekerja/buruh bekerja 21 (dua puluh satu) hari atau lebih selama 3 (tiga) bulan berturut-turut atau lebih maka perjanjian kerja harian lepas berubah menjadi PKWTT.&lt;br /&gt;Pasal 11&lt;br /&gt;Perjanjian kerja harian lepas yang memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (1) dan ayat (2) dikecualikan dari ketentuan jangka waktu PKWT pada umumnya.&lt;br /&gt;Pasal 12&lt;br /&gt;(1) Pengusaha yang mempekerjakan pekerja/buruh pada pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 wajib membuat perjanjian kerja harian lepas secara tertulis dengan para pekerja/buruh.&lt;br /&gt;(2) Perjanjian kerja harian lepas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat dibuat berupa daftar pekerja/buruh yang melakukan pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 sekurang-kurangnya memuat :&lt;br /&gt;a. nama/alamat perusahaan atau pemberi kerja.&lt;br /&gt;b. nama/alamat pekerja/buruh.&lt;br /&gt;c. jenis pekerjaan yang dilakukan.&lt;br /&gt;d. besarnya upah dan/atau imbalan lainnya.&lt;br /&gt;(3) Daftar pekerja/buruh sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) disampaikan kepada instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan setempat selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja sejak mempekerjakan pekerja/buruh.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;BAB VI&lt;br /&gt;PENCATATAN PKWT&lt;br /&gt;Pasal 13 &lt;br /&gt;PKWT wajib dicatatkan oleh pengusaha kepada instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan kabupaten/kota setempat selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja sejak penandatanganan.&lt;br /&gt;Pasal 14&lt;br /&gt;Untuk perjanjian kerja harian lepas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 maka yang dicatatkan adalah daftar pekerja/buruh sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (2).&lt;br /&gt;BAB VII&lt;br /&gt;PERUBAHAN PKWT MENJADI PKWTT&lt;br /&gt;Pasal 15&lt;br /&gt;(1) PKWT yang tidak dibuat dalam bahasa Indonesia dan huruf latin berubah menjadi PKWTT sejak adanya hubungan kerja.&lt;br /&gt;(2) Dalam hal PKWT dibuat tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2), atau Pasal 5 ayat (2), maka PKWT berubah menjadi PKWTT sejak adanya hubungan kerja.&lt;br /&gt;(3) Dalam hal PKWT dilakukan untuk pekerjaan yang berhubungan dengan produk baru menyimpang dari ketentuan Pasal 8 ayat (2) dan ayat (3), maka PKWT berubah menjadi PKWTT sejak dilakukan penyimpangan.&lt;br /&gt;(4) Dalam hal pembaharuan PKWT tidak melalui masa tenggang waktu 30 (tiga puluh) hari setelah berakhirnya perpanjangan PKWT dan tidak diperjanjikan lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3, maka PKWT berubah menjadi PKWTT sejak tidak terpenuhinya syarat PKWT tersebut.&lt;br /&gt;(5) Dalam hal pengusaha mengakhiri hubungan kerja terhadap pekerja/buruh dengan hubungan kerja PKWT sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), ayat (2), ayat (3) dan ayat (4), maka hak-hak pekerja/buruh dan prosedur penyelesaian dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan bagi PKWTT.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;BAB VIII&lt;br /&gt;KETENTUAN PERALIHAN&lt;br /&gt;Pasal 16&lt;br /&gt;Kesepakatan kerja waktu tertentu yang dibuat berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER-06/MEN/1985 tentang Perlindungan Pekerja Harian Lepas, Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER-02/MEN/1993 tentang Kesepakatan Kerja Waktu Tertentu dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER-05/MEN/1995 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu pada Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi, masih tetap berlaku sampai dengan berakhirnya perjanjian kerja waktu tertentu. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;BAB IX&lt;br /&gt;KETENTUAN PENUTUP&lt;br /&gt;Pasal 17&lt;br /&gt;Dengan ditetapkannya Keputusan Menteri ini, maka Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER-06/MEN/1985 tentang Perlindungan Pekerja Harian Lepas, Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER-02/MEN/1993 tentang Kesepakatan Kerja Waktu Tertentu dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER-05/MEN/1995 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu pada Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi, dinyatakan tidak berlaku lagi.&lt;br /&gt;Pasal 18&lt;br /&gt;Keputusan Menteri ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ditetapkan di jakarta&lt;br /&gt;pada tanggal 21 Juni 2004&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;MENTERI&lt;br /&gt;TENAGAKERJA DAN TRANSMIGRASI&lt;br /&gt;REPUBLIK INDONESIA&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;JACOB NUWA WEA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kalah menariknya dengan salah satu Parpol yang pada masa kampanyenya sangat Pro terhadap penghapusan Outsourcing yang mereka deklarasikan dalam Kontrak Politik Mega-Pro. &lt;br /&gt;“Megawati Soekarno Putri beserta Prabowo Subianto dengan ini menyatakan sikap, akan melakukan hal-hal dibawah ini jika terpilih menjadi presiden dan wakil presiden Republik Indonesia Periode 2009-2014 Yaitu : Menghapus system kerja kontrak (outsourcing)”&lt;br /&gt;Yang didukung oleh beberapa Serikat BUruh di Indonesia juga beberapa tokoh di dalamnya.&lt;br /&gt;Namun pada kenyataannya setelah pasca pemilu, Alih Daya atau Outsourcing masih menggeliat di Indonesia bahkan semakin berusaha meluaskan jejaringnya. Untuk itu semakin diperlukan informasi dan pemahaman yang baik mengenai Alih Daya yang sebenarnya agar tidak merugikan bagi banyak pihak terutama para pekerja yang hak dan kewajibannya telah dilindungi oleh UU.&lt;br /&gt;Mengimbangi informasi tersebut maka dari APINDO, yaitu Iftida yasar juga Alih Daya Indonesia oleh Bpk.Komang memberikan sedikit arahan mengenai Outsourcing yang sesuai dengan UU yang ada dimana pekerja mendapatkan Hak-Hak nya juga mengatur kewajibannya sesuai dengan kotrak kerja yang disepakati oleh kedua nya. Mengingat masih bnayaknya pengangguran dan mutu SDM Indonesia yang rendah ditambah supply dan demand yang tidak seimbang yang penting adalah “Tetap Bekerja” apapun bentuk hubungan kerjanya selama hak pekerja dibayarkan sesuai peraturan. Outsourcing adalah trend global yang tidak dapat dicegah. Indonesia belum menjadi Negara tujuan BPO atau Business Process Outsourcing. Jika semua pihak Pemerintah dan swasra bersama  mencari pekerjaan BPO dari Negara maju dan dikerjakan di Indonesia, maka akan memperluas kesempatan kerja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-2432699669637092472?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/2432699669637092472/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=2432699669637092472' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/2432699669637092472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/2432699669637092472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/09/masa-depan-outsourcing-di-indonesia.html' title='Masa Depan Outsourcing di Indonesia Pasca Pilpres 2009.'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-1878349922263913215</id><published>2009-09-03T19:30:00.000-07:00</published><updated>2009-10-13T23:12:29.918-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Other'/><title type='text'>Pameran Bandung 2009</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SqB8z0ppRBI/AAAAAAAAANA/cBocM5yPeFk/s1600-h/8.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SqB8z0ppRBI/AAAAAAAAANA/cBocM5yPeFk/s320/8.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377435184828859410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SqB8zeJQl-I/AAAAAAAAAM4/TMd30MOMjWs/s1600-h/7.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SqB8zeJQl-I/AAAAAAAAAM4/TMd30MOMjWs/s320/7.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377435178787444706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SqB8y6J-lKI/AAAAAAAAAMw/y8kcq52NPm4/s1600-h/6.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SqB8y6J-lKI/AAAAAAAAAMw/y8kcq52NPm4/s320/6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377435169126782114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SqB8gGFFU2I/AAAAAAAAAMo/TmTY7CNhSjA/s1600-h/5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SqB8gGFFU2I/AAAAAAAAAMo/TmTY7CNhSjA/s320/5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377434845909963618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SqB8fuRekII/AAAAAAAAAMg/9uimIcpI2F8/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SqB8fuRekII/AAAAAAAAAMg/9uimIcpI2F8/s320/4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377434839519498370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SqB8feTVfeI/AAAAAAAAAMY/njKDcHL5Br0/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 215px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SqB8feTVfeI/AAAAAAAAAMY/njKDcHL5Br0/s320/3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377434835232325090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SqB8e49ZrNI/AAAAAAAAAMQ/XLzlq1h0u_c/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SqB8e49ZrNI/AAAAAAAAAMQ/XLzlq1h0u_c/s320/2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377434825208212690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SqB8eWANzwI/AAAAAAAAAMI/peCR7i4IbyA/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SqB8eWANzwI/AAAAAAAAAMI/peCR7i4IbyA/s320/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377434815824776962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-1878349922263913215?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/1878349922263913215/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=1878349922263913215' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/1878349922263913215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/1878349922263913215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/09/pameran-bandung-2009.html' title='Pameran Bandung 2009'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SqB8z0ppRBI/AAAAAAAAANA/cBocM5yPeFk/s72-c/8.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-2964483885695083270</id><published>2009-08-26T22:34:00.000-07:00</published><updated>2009-10-13T23:12:29.919-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Other'/><title type='text'>Festival Jantung Sehat 2009-BPKJ Kota Administrasi Jakarta Barat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SpYdm0weqWI/AAAAAAAAAMA/ZfXIg1AhHwQ/s1600-h/Untitled-16.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 311px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SpYdm0weqWI/AAAAAAAAAMA/ZfXIg1AhHwQ/s400/Untitled-16.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374515758147479906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SpYcfT9pu-I/AAAAAAAAAL4/eVFUX1fIhOw/s1600-h/Untitled-14.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 224px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SpYcfT9pu-I/AAAAAAAAAL4/eVFUX1fIhOw/s400/Untitled-14.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374514529573649378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SpYce0wTXaI/AAAAAAAAALw/vv2ChwWo-IE/s1600-h/Untitled-13.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 274px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SpYce0wTXaI/AAAAAAAAALw/vv2ChwWo-IE/s400/Untitled-13.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374514521196158370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SpYbexgMouI/AAAAAAAAALo/U9EMsqi4uq0/s1600-h/Untitled-9.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 272px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SpYbexgMouI/AAAAAAAAALo/U9EMsqi4uq0/s400/Untitled-9.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374513420811674338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-2964483885695083270?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/2964483885695083270/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=2964483885695083270' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/2964483885695083270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/2964483885695083270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/08/festival-jantung-sehat-2009-bpkj-kota.html' title='Festival Jantung Sehat 2009-BPKJ Kota Administrasi Jakarta Barat'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SpYdm0weqWI/AAAAAAAAAMA/ZfXIg1AhHwQ/s72-c/Untitled-16.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-840317790926016260</id><published>2009-08-26T19:46:00.000-07:00</published><updated>2009-10-13T23:12:29.919-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Other'/><title type='text'>Tenant's gathering KIIC Cikarang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SpYRw_S0TiI/AAAAAAAAALg/LEyFWbyH2hY/s1600-h/123.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 264px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SpYRw_S0TiI/AAAAAAAAALg/LEyFWbyH2hY/s400/123.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374502738635017762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SpYRXAe6MlI/AAAAAAAAALY/ZdKPmsKo5_I/s1600-h/Untitled-6.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 264px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SpYRXAe6MlI/AAAAAAAAALY/ZdKPmsKo5_I/s400/Untitled-6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374502292277572178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SpYRWmrJ9GI/AAAAAAAAALQ/J7GRFiRzOqw/s1600-h/Untitled-5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 268px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SpYRWmrJ9GI/AAAAAAAAALQ/J7GRFiRzOqw/s400/Untitled-5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374502285349614690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SpYRWVwFsQI/AAAAAAAAALI/8mUazxv7SVI/s1600-h/Untitled-3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SpYRWVwFsQI/AAAAAAAAALI/8mUazxv7SVI/s400/Untitled-3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374502280806904066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SpYQiZAI8QI/AAAAAAAAALA/ODpDzB5t1go/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SpYQiZAI8QI/AAAAAAAAALA/ODpDzB5t1go/s400/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374501388326334722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-840317790926016260?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/840317790926016260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=840317790926016260' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/840317790926016260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/840317790926016260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/08/tenants-gathering-kiic-cikarang.html' title='Tenant&apos;s gathering KIIC Cikarang'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SpYRw_S0TiI/AAAAAAAAALg/LEyFWbyH2hY/s72-c/123.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-3489901280759361828</id><published>2009-08-25T22:49:00.003-07:00</published><updated>2009-08-25T23:09:52.538-07:00</updated><title type='text'>Buku-Buku Karya Iftida Yasar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SpTRn_-DIdI/AAAAAAAAAK4/I49JPBZWdEA/s1600-h/cover+buku+outsourcing+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 266px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SpTRn_-DIdI/AAAAAAAAAK4/I49JPBZWdEA/s400/cover+buku+outsourcing+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374150740476633554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SpTNriFFt-I/AAAAAAAAAKw/Y--skzsqf8k/s1600-h/PMP.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SpTNriFFt-I/AAAAAAAAAKw/Y--skzsqf8k/s320/PMP.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374146403126065122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-3489901280759361828?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/3489901280759361828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=3489901280759361828' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/3489901280759361828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/3489901280759361828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/08/buku-buku-karya-iftida-yasar.html' title='Buku-Buku Karya Iftida Yasar'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SpTRn_-DIdI/AAAAAAAAAK4/I49JPBZWdEA/s72-c/cover+buku+outsourcing+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-8000632708087154626</id><published>2009-08-25T05:56:00.000-07:00</published><updated>2009-10-13T23:12:29.919-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Other'/><title type='text'>Revisi Soal Pesangon di UU no 13 tahun 2003 akan mengurangi penggunaan tenaga kerja outsourcing</title><content type='html'>Kadin: Kaji ulang UU Tenaga Kerja&lt;br /&gt;Revisi soal pesangon akan kurangi penggunaan pekerja outsourcing&lt;br /&gt;JAKARTA: Pengusaha, melalui Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, kembali meminta pemerintah untuk mengkaji ulang Undang-Undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Umum Kadin Indonesia M.S. Hidayat berjanji revisi soal berbagai ketentuan tentang pesangon yang ada dalam UU Ketenagakerjaan, akan diikuti dengan berkurangnya penggunaan sistem alih daya (outsourcing) dalam rekrutmen pekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di UU itu ada ketentuan tentang pesangon yang memberatkan pengusaha. Hal itu tidak ada di luar negeri. Akhirnya, banyak perusahaan besar yang menghindari itu [ketentuan pesangon], dengan menggunakan pekerja outsourcing,” jelasnya dalam acara workshop yang diselenggarakan Kadin dengan tema Tren Global Alih Daya atau Outsourcing, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan pekerja dengan sistem outsourcing memang diperbolehkan dana diatur dalam UU Ketenagakerjaan. Di pihak lain, hal mengenai aturan outsourcing inilah yang banyak dikeluhkan oleh pekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayat menambahkan pemerintah telah meminta Kadin untuk memberikan masukan mengenai hal itu paling lambat pada bulan depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami sudah susun roadmap soal apa yang harus dilakukan pemerintah dalam kurun waktu 5 tahun ke depan. Salah satu hal yang diajukan adalah review [mengkaji kembali] UU No. 13 soal Ketenagakerjaan,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati menyebutkan penggunaan tenaga kerja dengan sistem outsourcing bisa dikurangi dengan adanya revisi UU Ketenagakerjaan, Hidayat yakin sistem tersebut akan bisa membantu Indonesia mengurangi tingkat pengangguran yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Outsourcing yang sekarang ini banyak digunakan, bisa dikurangi. Namun, ada bidang pekerjaan tertentu yang memang tidak bisa dihindari untuk tetap menggunakan sistem outsourcing, sebagaimana misalnya yang terjadi di India,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iftida Yasar, Ketua Komite Tetap bidang Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri Kadin Indonesia, menambahkan UU No. 13/2003 memang harus direvisi karena UU tersebut juga tidak disukai oleh pekerja.&lt;br /&gt;“Pekerja tidak suka karena ada ketentuan soal outsourcing-nya, sedangkan pengusaha tidak suka karena ada ketentuan soal PHK dan pesangon. Jadi memang harus direvisi. Perlu ada aturan pelaksanaan yang jelas untuk menetapkan jalan tengah dari UU ini,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlindungan pekerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Programme Officer Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) Lusiani Julia, yang dtemui dalam kesempatan yang sama, mengatakan pemerintah seharusnya lebih mengutamakan perlindungan tenaga kerja dalam mengatur tentang outsourcing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengacu pada UU No. 13/ 2003, sistem outsourcing boleh digunakan dengan sejumlah ketentuan seperti perusahaan diberi batasan waktu tertentu dalam menggunakan pekerja yang sama dalam sistem alih daya tersebut (masa kerja pekerja outsourcing).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan juga harus menentukan bidang-bidang yang pokok (core) dan yang tidak pokok (non-core) dalam kegiatan usahanya, dan hanya boleh menyerahkan pekerjaan yang masuk dalam bidang non-core kepada pekerja outsourcing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketentuan soal masa kerja serta core dan non-core dalam sistem outsourcing itu juga belum terbukti mampu melindungi tenaga kerja kan? Jadi, sebenarnya harus ada sistem yang lebih bagus seperti jaminan sosial, sehingga pengusaha tidak merasa harus menanggung semuanya sendiri,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah diminta mampu menyelesaikan masalah ini agar tidak terus-menerus terjadi konflik antara pengusaha dan pekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hal yang ditakutkan oleh pengusaha selama ini adalah membayar uang pesangon. Jadi, pemerintah harus membuat aturan agar pesangon ini tidak menjadi hal yang menakutkan,” kata Lusiani. (yeni.simanjuntak@bisnis.co.id)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Yeni H. Simanjuntak&lt;br /&gt;Bisnis Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-8000632708087154626?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/8000632708087154626/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=8000632708087154626' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/8000632708087154626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/8000632708087154626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/08/revisi-soal-pesangon-di-uu-no-13-tahun.html' title='Revisi Soal Pesangon di UU no 13 tahun 2003 akan mengurangi penggunaan tenaga kerja outsourcing'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-5034145351414572987</id><published>2009-08-25T05:38:00.000-07:00</published><updated>2009-10-13T23:03:53.086-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Outsourcing'/><title type='text'>Workshop Trend Global Outsourcing 2</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs181.snc1/6040_1153908560514_1011684188_30470797_230426_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 299px; height: 448px;" src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs181.snc1/6040_1153908560514_1011684188_30470797_230426_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs181.snc1/6040_1153908480512_1011684188_30470795_5905096_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 299px; height: 448px;" src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs181.snc1/6040_1153908480512_1011684188_30470795_5905096_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs181.snc1/6040_1153908440511_1011684188_30470794_2654098_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 299px; height: 448px;" src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs181.snc1/6040_1153908440511_1011684188_30470794_2654098_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-5034145351414572987?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/5034145351414572987/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=5034145351414572987' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/5034145351414572987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/5034145351414572987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/08/workshop-trend-global-outsourcing-2.html' title='Workshop Trend Global Outsourcing 2'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-8155557020866190504</id><published>2009-08-25T05:27:00.000-07:00</published><updated>2009-10-13T23:03:53.086-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Outsourcing'/><title type='text'>Workshop Trend Global Outsourcing 1</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs161.snc1/6040_1153910760569_1011684188_30470802_865093_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 448px; height: 299px;" src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs161.snc1/6040_1153910760569_1011684188_30470802_865093_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs161.snc1/6040_1153909160529_1011684188_30470801_2181568_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 448px; height: 299px;" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs161.snc1/6040_1153909160529_1011684188_30470801_2181568_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs161.snc1/6040_1153910800570_1011684188_30470803_2847031_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 299px; height: 448px;" src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs161.snc1/6040_1153910800570_1011684188_30470803_2847031_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-8155557020866190504?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/8155557020866190504/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=8155557020866190504' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/8155557020866190504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/8155557020866190504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/08/wrokshop-trend-global-outsourcing.html' title='Workshop Trend Global Outsourcing 1'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-8318265518821375028</id><published>2009-08-25T05:25:00.000-07:00</published><updated>2009-10-13T23:03:53.086-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Outsourcing'/><title type='text'>Praktik Outsourcing Makin Dominan sejak Krisis</title><content type='html'>JAKARTA-MI: Meski terus menuai protes dari kalangan buruh, praktik alih daya (outsourcing) dalam penyediaan kebutuhan tenaga kerja nasional tidak bisa dihindarkan. Bahkan sejak krisis ekonomi global, outsorcing semakin banyak digunakan kalangan pengusaha dan industri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;\\"Seiring krisis global, tidak bisa dipungkiri penggunaan jasa outsorcing merupakan salah satu cara efisiensi yang dilakukan perusahaan. Kondisi ini tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga dalam skala global,\\" ujar Programme Officer Organisasi Buruh Interdnasional (ILO) Lusiani Julia saat Workshop Trend Global Outsourcing yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) di Jakarta, Kamis (13/8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menggunakan outsorcing secara langsung, banyak juga perusahaan yang mengubah status pekerja tetap menjadi pekerja kontrak. Secara global, rata-rata jumlah pekerja yang dialihstatuskan mencapai di atas 20 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;\\"Dalam beberapa tahun terakhir Indonesia juga tidak luput dari kondisi ini. Rata-rata sekitar 28 persen,\\" ujar Lusiani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski status pekerja kontrak yang menggunakan jasa outsorcing banyak ditentang, di negara lain justru sudah umum dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;\\"Di negara maju, tidak pernah muncul permasalahan status pekerja ini karena sistem jaminan sosial (seperti Jamsostek) sudah sangat melindungi hak-hak pekerja. Di Indonesia pekerja yang dilindungi Jamsostek di bawah 30 persen,\\" ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan, di sejumlah negara Asia, perubahan status tersebut terjadi hingga di atas 20 persen. Filipina, misalnya, diperkirakan jumlah pekerja kontrak mencapai 35 persen dari total pekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;\\"ILO tidak melihat outsorcing harus dilarang. Namun untuk di Indonesia, outsorcing banyak dilakukan perusahaan-perusahaan untuk menghindari kewajiban-kewajiban perusahaan seperti masalah tanggungan kesehatan, keselamatan pekerja, kewajiban pajak dan lain-lain,\\" ujar Lusiani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, setidaknya ada 3 hal utama kenapa perusahaan melakukan langkah outsorcing yang bisa dibenarkan secara ketentuan.&lt;br /&gt;\\"Pertama mengenai pengurangan biaya tenaga kerja dari sebuah perusahaan yang sedang mengalami kesulitan dengan tujuan agar perusahaan tersebut tetap hidup. Kedua, alasan yang bisa diterima adalah, dalam rangka perusahaan mencari tenaga kerja yang kompeten dalam hal-hal pekerjaan yang tidak permanen atau hanya sesaat saja. Dan ketiga, outsorcing dibolehkan ketika di suatu perusahaan sedang terjadi reorganisasi, untuk menggantikan sementara karyawan yang berhalangan,\\" papar Lusiani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun modus menghindari kewajiban itu memang kentara sekali di Indonesia. \\"Kalau di Indonesia praktek outsorcing dan kerja kontrak untuk menghindari kewajiban dari undang-undang misalnya soal pesangon,\\" jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dalam banyak kasus, perusahaan memilih melakukan outsorcing karena takut para pekerjanya melakukan serikat. Ini karena umumnya pekerja outsorcing tak ada waktu untuk berserikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga perusahaan melakukan hal tersebut dengan alasan menghindari pemogokan, atau menghindari masalah K3 agar tidak pusing-pusing atau mengindari penerapan jaminan sosial, keamanan dan kesehatan dan jaminan lain. \\"Ini yang kita tidak inginkan,\\" harapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Lusiani, 188 negara anggota ILO umumnya menerapkan sistem outsorcing yang berbeda-beda karena permasalahan yang dihadapi pun berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;\\"Kebijakan di Indonesia selama ini berpegang dalam prinsip bisnis inti dan noninti (core dan noncore bussiness) dalam penerapan outsorcing. Pengusaha akan memilah sektor mana yang bisa di-outsorcing dan mana yang tidak,\\" ujar Lusiani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari data Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) terdapat lebih dari 200 perusahaan outsorcing di seluruh Indonesia. (Jaz/OL-7)&lt;br /&gt;Tenaga Asing Siap Masuk ke Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA (Lampost): Potensi serbuan tenaga kerja outsourcing asing diperkirakan semakin marak dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini sejalan dengan kesepakatan-kesepakatan lintas profesi antarnegara yang dinaungi Badan Perdagangan Dunia (WTO) atau kerangka kerja sama lainnya.&lt;br /&gt;Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Moneter, Fiskal, dan Kebijakan Publik, Hariyadi Sukamdani, di kantornya, Kamis (13-8). "Oh iya, akan banyak pemain asing masuk, misalnya pada 2010 nanti dokter asing sudah boleh masuk, yang selama ini di-protect oleh IDI (Ikatan Dokter Indonesia) misalnya dari Bangladesh, Pakistan," kata. dia&lt;br /&gt;Ia menambahkan serbuan tenaga outsourcing asing tersebut tidak terlepas juga dari kondisi pasar kerja di negara masing-masing khususnya untuk tenaga terlatih. Saat ini, menurut Hariyadi, kompetensi tenaga outsourcing dalam negeri harus terus berbenah untuk mengimbangi serbuan tenaga asing. "Pasti akan lebih banyak," ujarnya.&lt;br /&gt;Hariyadi juga mengatakan serapan tenaga outsourcing yang dibutuhkan di dalam negeri juga akan semakin besar karena masalah outsourcing adalah hal yang alamiah. Bahkan sekarang ini mulai ada tren tenaga outsourcing merambah ke sektor-sektor pekerjaan primer dari sebelumnya hanya sebatas jenis pekerjaan sekunder.&lt;br /&gt;Selama ini, kata Hariyadi, penerapan outsourcing di Tanah Air dinaungi peraturan dalam undang-undang. Selain itu, penerapan outsourcing tidak bisa dihindari karena menyangkut efisiensi perusahaan, misalnya, yang dilakukan sektor perbankan. "Outsourcing terjadi karena lebih pada sifat pekerjaan, misalnya perminyakan, perbankan, sektor penangkapan ikan," ujarnya.&lt;br /&gt;Siapkan Jalan Tengah&lt;br /&gt;Di lain pihak, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia terus mendorong-dorong pemerintah untuk segera melakukan revisi Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 mengenai Ketenagakerjaan.&lt;br /&gt;Kadin memiliki pemikiran agar dalam revisi tersebut harus dicari jalan tengah antara menghapuskan pesangon dan mengurangi jumlah tenaga outsourcing.&lt;br /&gt;Ketua Umum Kadin M.S. Hidayat mengatakan saat ini pihaknya terus melakukan desakan kepada pemerintah untuk me-review kembali UU No. 13 Tahun 2003, meski sebelumnya pemerintah menegaskan tidak akan merevisi. "Ini terkait dengan review Undang-Undang No. 13, catatan kita terkait dengan pesangon di luar negeri nggak ada, kenyataannya dihindari oleh perusahan-perusahaan besar," kata Hidayat di sela acara Workshop Outsourcing di kantornya, Kamis (13-8).&lt;br /&gt;Rencananya dalam waktu dekat, Kadin akan mengajak bicara pemerintah secara akal sehat terkait review UU No. 13 Tahun 2003, di antaranya masalah outsourcing yang selama ini dilakukan bisa dikurangi termasuk mengenai adanya ketentuan tinjauan pemberlakuan pesangon.&lt;br /&gt;Dia mengatakan masalah outsourcing, di negara seperti India sudah sangat lazim, termasuk diterapkan kebanyak sektor untuk semua level jenis pekerjaan bahkan sampai level CEO. "Kita inginkan masalah review ini, bisa diletakan secara proporsional, bisa perusahaan yang memakai outsourcing untuk selanjutnya menjadi karyawan tetap," kata Hidayat.&lt;br /&gt;Hidayat mengatakan jika review UU No. 13 Tahun 2003 sudah menjadi keputusan pemerintah, pihaknya mewakili pengusaha di dalam negeri sangat siap untuk diajak terlibat untuk melakukan dengar pendapat di DPR, khususnya masukan mengenai pesangon dan tenaga outsourcing. "Kita akan masukan (usulan) pada September ini," kata dia. n U-2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lampungpost, (kilasberita.com/asd/dtc)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-8318265518821375028?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/8318265518821375028/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=8318265518821375028' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/8318265518821375028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/8318265518821375028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/08/praktik-outsourcing-makin-dominan-sejak.html' title='Praktik Outsourcing Makin Dominan sejak Krisis'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-8508899152128585555</id><published>2009-08-25T05:24:00.003-07:00</published><updated>2009-10-13T23:03:53.087-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Outsourcing'/><title type='text'>Kadin: Outsourcing Bukan Perbudakan Moderen</title><content type='html'>Jakarta - Penerapan outsourcing di tanah air sulit dihapus karena beberapa pertimbangan. Diantaranya mengenai landasan hukum yang dianggap sudah menengahi kepentingan pengusaha dan tenaga kerja yang sesuai dengan UU No 13 tahun 2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga selagi UU itu belum diubah atau dicabut maka praktek outsourcing akan tetap berjalan.&lt;br /&gt;Perjuangan menghapus praktek outsourcing, telah dilakukan melalui proses judicial review yang diajukan oleh para serikat buruh ke Mahkamah Konstitusi beberapa waktu lalu, yang menghasilkan keputusan yang intinya praktek outsourcing tidak bisa dihapuskan.&lt;br /&gt;Praktek outsourcing dinyatakan masih memberikan perlindungan hak-hak buruh terlepas dari jangka waktu kerja yang menjadi syarat perjanjian kerja.&lt;br /&gt;"Tidak terbukti (outsourcing) sebagai moderen slavery (perbudakan moderen) dalam proses produksi," kata Ketua Komite Tetap Hubungan Industrial Kadin Indonesia Hassanudin Rachman di acara Workshop Trend Global Outsourcing di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (13/8/2009).&lt;br /&gt;Dikatakan Rachman, outsourcing banyak diterapkan di banyak negara, bahkan kata dia pada saat 37 serikat pekerja melakukan judicial review ke MK, justru meng-outsourcing ke LBH Jakarta sebagai bentuk ironi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Putusan MK itu pertama dan final tidak bisa banding," jelas Rachman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Moneter, Fiskal dan Kebijakan Publik Hariyadi Sukamdani mengatakan perusahaan-perusahaan alih daya (outsourcing), umumnya tidak menerapkan basis tenaga kerja jangka panjang. Namun berdasarkan keputusan MK, outsourcing di tanah air menyakan tetap berlaku sesuai dengan UU No 13 tahun 2003 soal ketenagakerjaan.&lt;br /&gt;"Walaupun sudah ada putusan MK, para serikat pekerja tetap merongrong untuk melakukan desakan pencabutan outsourcing," kata Hariyadi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-8508899152128585555?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/8508899152128585555/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=8508899152128585555' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/8508899152128585555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/8508899152128585555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/08/kadin-outsourcing-bukan-perbudakan.html' title='Kadin: Outsourcing Bukan Perbudakan Moderen'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-7221692564525838271</id><published>2009-08-25T05:18:00.000-07:00</published><updated>2009-10-13T23:03:53.087-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Outsourcing'/><title type='text'>Kadin: "Outsourcing" itu Untuk Perluas Peluang Kerja</title><content type='html'>Ketua Umum Kadin, MS Hidayat (ANTARA)@&lt;br /&gt;Jakarta (ANTARA News) - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) MS Hidayat mengatakan, sistem perekrutan tenaga kerja outsourcing adalah solusi alternatif untuk memperluas kesempatan kerja sehingga bisa mengurangi angka pengangguran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Outsourcing jangan dianggap sebagai suatu yang negatif, tapi jadikan sebagai solusi alternatif," kata Hidayat dalam sebuah acara di Jakarta, Kamis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan di Indonesia pemahaman dan pelaksanaan outsourcing belum dikenal baik oleh masyarakat sehingga ditafsirkan negatif.&lt;br /&gt;Itu terjadi karena prosedur perjanjian yang keliru telah membuat perusahaan outsourcing yang tidak memiliki kredibilitas dan ketidaktahuan publik akan hak-hak pekerja yang sebenarnya.&lt;br /&gt;Outsourcing sudah menjadi tren global yang memberikan peluang yang sangat besar bagi perusahaan outsourcing Indonesia untuk mendapatkan kue outsourcing dunia.&lt;br /&gt;Ia mengharapkan Indonesia tidak ketinggalan dari negara-negara lain yang telah memanfaatkan sitem outsourcing.&lt;br /&gt;India misalnya menerima limpahan bisnis outsourcing dari perusahaan besar di Amerika Serikat dibidang call center dan teknologi informasi.&lt;br /&gt;Hidayat mengungkapkan, Kadin sedang mempersiapkan road map mengenai regulasi yang dibutuhkan pengusaha, dan mana yang perlu dihapus karena tumpang tindih.&lt;br /&gt;"Saya berharap pemerintah bisa membuat suatu aturan main yang lebih memenuhi kebutuhan dunia usaha yang pada akhirnya dapat memperluas kesempatan kerja," harapnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-7221692564525838271?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/7221692564525838271/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=7221692564525838271' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/7221692564525838271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/7221692564525838271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/08/kadin-outsourcing-itu-untuk-perluas.html' title='Kadin: &quot;Outsourcing&quot; itu Untuk Perluas Peluang Kerja'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-4343069067205320327</id><published>2009-08-25T00:02:00.001-07:00</published><updated>2009-08-25T00:12:10.611-07:00</updated><title type='text'>KIIC Tenants Gathering</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SpOOXj0rRhI/AAAAAAAAAKo/iXoH7mIWaN4/s1600-h/KIIC3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SpOOXj0rRhI/AAAAAAAAAKo/iXoH7mIWaN4/s200/KIIC3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373795315787449874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SpONUWoxhOI/AAAAAAAAAKg/VuhQaWKwB40/s1600-h/KIIC2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SpONUWoxhOI/AAAAAAAAAKg/VuhQaWKwB40/s200/KIIC2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373794161196631266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SpOMzbz-kxI/AAAAAAAAAKY/-nD6f85mZ1s/s1600-h/KIIC1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SpOMzbz-kxI/AAAAAAAAAKY/-nD6f85mZ1s/s200/KIIC1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373793595650118418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-4343069067205320327?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/4343069067205320327/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=4343069067205320327' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/4343069067205320327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/4343069067205320327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/08/kiic-tenants-gathering.html' title='KIIC Tenants Gathering'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SpOOXj0rRhI/AAAAAAAAAKo/iXoH7mIWaN4/s72-c/KIIC3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-8581728931583099107</id><published>2009-08-24T23:28:00.000-07:00</published><updated>2009-10-13T23:03:53.088-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Outsourcing'/><title type='text'>Workshop TREND GLOBAL OUTSORCING</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SpOLYcnJtmI/AAAAAAAAAKQ/OSNeb8R-y94/s1600-h/for+tren+blog+6.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SpOLYcnJtmI/AAAAAAAAAKQ/OSNeb8R-y94/s200/for+tren+blog+6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373792032496662114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SpOH9Nkk68I/AAAAAAAAAJ4/dGmbJ9AJ7P4/s1600-h/for+tren+blog+4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SpOH9Nkk68I/AAAAAAAAAJ4/dGmbJ9AJ7P4/s200/for+tren+blog+4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373788266067979202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SpOGogCaBNI/AAAAAAAAAJw/KQn5CbK1Rqg/s1600-h/buif+for+blog.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SpOGogCaBNI/AAAAAAAAAJw/KQn5CbK1Rqg/s200/buif+for+blog.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373786810736051410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SpOFuGv_LNI/AAAAAAAAAJo/tEDbNKbW7KU/s1600-h/for+blog+tren+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 134px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SpOFuGv_LNI/AAAAAAAAAJo/tEDbNKbW7KU/s200/for+blog+tren+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373785807515495634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SpOFW1nU6vI/AAAAAAAAAJg/ExL9QMJVygk/s1600-h/for+blog+tren1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SpOFW1nU6vI/AAAAAAAAAJg/ExL9QMJVygk/s200/for+blog+tren1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373785407778777842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pelita Fikir Indonesia bekerjasama dengan KADIN Indonesia mengadakan Workshop bertajuk TREND GLOBAL OUTSOURCING pada tanggal 15 Agustus 2009 di ballroom menara Kadin. acara yang yang di sponsori Oleg PT.Djarum &amp; Garudsa Indonesia itu menghadirkan 4 orang pembicara seperti Iftida Yasar (Dirut PPM sekaligus Ketua KOMTAP Penempatan Kerja Dalam Negeri Kadin Indonesia), Bpk.Hasannudin Rahman(Apindo), Ibu.Lusi(ILO),Hariadi B.Sukamdani(Wakil Ketua Umum Kebijakan Publik Kadin Indonesia) serta dimoderatori oleh Bpk.Suprayitno(DPN.Apindo)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-8581728931583099107?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/8581728931583099107/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=8581728931583099107' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/8581728931583099107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/8581728931583099107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/08/workshop-trend-global-outsorcing.html' title='Workshop TREND GLOBAL OUTSORCING'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SpOLYcnJtmI/AAAAAAAAAKQ/OSNeb8R-y94/s72-c/for+tren+blog+6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-4873024620405419369</id><published>2009-08-02T23:21:00.000-07:00</published><updated>2009-10-13T23:12:29.919-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Other'/><title type='text'>RAKORNAS APINDO Balikpapan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SnaDc7pnouI/AAAAAAAAAJY/XqGrqRfS9uA/s1600-h/18022008034.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SnaDc7pnouI/AAAAAAAAAJY/XqGrqRfS9uA/s200/18022008034.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5365620539130356450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SnaDcbgynfI/AAAAAAAAAJQ/fMmjGJy5ax4/s1600-h/18022008033.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SnaDcbgynfI/AAAAAAAAAJQ/fMmjGJy5ax4/s200/18022008033.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5365620530503392754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-4873024620405419369?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/4873024620405419369/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=4873024620405419369' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/4873024620405419369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/4873024620405419369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/08/raker-kornas-apindo-balikpapan.html' title='RAKORNAS APINDO Balikpapan'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SnaDc7pnouI/AAAAAAAAAJY/XqGrqRfS9uA/s72-c/18022008034.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-743730371670354203</id><published>2009-08-02T06:15:00.000-07:00</published><updated>2009-10-13T23:12:29.920-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Other'/><title type='text'>Kadin ABADI Danamon</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SnWWOONbtZI/AAAAAAAAAJI/i-a8F9fC7-c/s1600-h/06032008041.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SnWWOONbtZI/AAAAAAAAAJI/i-a8F9fC7-c/s200/06032008041.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5365359702158587282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SnWWN0MQ2rI/AAAAAAAAAJA/c9JVlsSgSkE/s1600-h/06032008040.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SnWWN0MQ2rI/AAAAAAAAAJA/c9JVlsSgSkE/s200/06032008040.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5365359695174359730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SnWWNdP_7DI/AAAAAAAAAI4/AZ9pWK4PUyA/s1600-h/06032008038.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SnWWNdP_7DI/AAAAAAAAAI4/AZ9pWK4PUyA/s200/06032008038.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5365359689016011826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-743730371670354203?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/743730371670354203/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=743730371670354203' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/743730371670354203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/743730371670354203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/08/kadin-abadi-danamon.html' title='Kadin ABADI Danamon'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SnWWOONbtZI/AAAAAAAAAJI/i-a8F9fC7-c/s72-c/06032008041.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-8833022291137522971</id><published>2009-08-02T05:19:00.000-07:00</published><updated>2009-10-13T23:12:29.920-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Other'/><title type='text'>Bank Syariah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SnWJubLvcdI/AAAAAAAAAIw/rtkvXYkc-9s/s1600-h/07032008060.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SnWJubLvcdI/AAAAAAAAAIw/rtkvXYkc-9s/s200/07032008060.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5365345961745805778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SnWJt98lRrI/AAAAAAAAAIo/OBXT5pw1FGQ/s1600-h/07032008054.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SnWJt98lRrI/AAAAAAAAAIo/OBXT5pw1FGQ/s200/07032008054.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5365345953897596594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SnWJtk_COJI/AAAAAAAAAIg/lXk-ou-B8BU/s1600-h/07032008049.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SnWJtk_COJI/AAAAAAAAAIg/lXk-ou-B8BU/s200/07032008049.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5365345947196995730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SnWJtMQZ2HI/AAAAAAAAAIY/OJUy9fpruxg/s1600-h/07032008048.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SnWJtMQZ2HI/AAAAAAAAAIY/OJUy9fpruxg/s200/07032008048.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5365345940558960754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-8833022291137522971?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/8833022291137522971/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=8833022291137522971' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/8833022291137522971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/8833022291137522971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/08/bank-syariah.html' title='Bank Syariah'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SnWJubLvcdI/AAAAAAAAAIw/rtkvXYkc-9s/s72-c/07032008060.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-3726461789507773256</id><published>2009-08-02T03:32:00.000-07:00</published><updated>2009-08-02T03:36:13.879-07:00</updated><title type='text'>Bebek Bali Bangil</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SnVryyTx4dI/AAAAAAAAAHw/cOVSdSRmXdQ/s1600-h/12032008061.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SnVryyTx4dI/AAAAAAAAAHw/cOVSdSRmXdQ/s200/12032008061.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5365313051324178898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-3726461789507773256?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/3726461789507773256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=3726461789507773256' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/3726461789507773256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/3726461789507773256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/08/bebek-bali-bangil.html' title='Bebek Bali Bangil'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SnVryyTx4dI/AAAAAAAAAHw/cOVSdSRmXdQ/s72-c/12032008061.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-2457712315235458238</id><published>2009-07-28T23:14:00.000-07:00</published><updated>2009-10-13T23:12:29.920-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Other'/><title type='text'>Press Release  Diskusi dan Seminar “Istimewanya Perempuan”</title><content type='html'>Jakarta, 16 Juli 2009, Ruang Tiara Hotel Crown Plaza, 15.00 – 17.00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT. Pelita Fikir Indonesia bekerjasama dengan Radio Bahana 101,8 fm mengadakan acara Diskusi dan Seminar “Istimewanya Perempuan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara ini diadakan pada hari Kamis, 16 Juli 2009 bertempat di Ruang Tiara Hotel Crown Plaza jam 15.00 sampai dengan 17.00, dengan pembicara ibu Iftida Yasar (Praktisi, Penulis dan Pemerhati Perempuan)  dengan topik pembahasan “Konsep Diri Perempuan” dan ibu Nita Yudi (Ketua IWAPI DKI Jakarta) dengan topik pembahasan “Perempuan yang Mandiri”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara ini juga membahas mengenai buku “Perempuan Makan Perempuan” yang berisi mengenai bagimana perempuan menjalankan tugas dan memperjuangkan haknya sesuai dengan kodratnya sebagai makhluk yang mulia. Diskusi ini diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada para peserta diskusi mengenai Perempuan dan Konsep Dirinya, Perempuan dan Kodratnya sebagai makhluk yang mulia yang mempunyai rahim yang artinya adalah Kasih Sayang, dimana dengan kasih sayangnya itu ia mampu mengatasi berbagai masalah internal dan external Rumah Tangganya dan menjadi yang utama bagi keberhasilan anak-anaknya, sekaligus memberikan pemahaman bahwa, rumah tangga yang Sakinah, Mawaddah dan Rahmah adalah surga dunia yang memerlukan perjuangan. Oleh sebab itu perempuan jangan memakan hak perempuan lain untuk meraih kebahagiaanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi Siti Meiyana Arafah (0812 1930 3199).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Sm_ulxPRkfI/AAAAAAAAAHo/zZUebmAYtTo/s1600-h/IMG_0239.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 134px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Sm_ulxPRkfI/AAAAAAAAAHo/zZUebmAYtTo/s200/IMG_0239.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363768013861523954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Sm_ulSLNMBI/AAAAAAAAAHg/-DQRzCP66tA/s1600-h/IMG_0236.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Sm_ulSLNMBI/AAAAAAAAAHg/-DQRzCP66tA/s200/IMG_0236.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363768005522960402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Sm_uk7FNRuI/AAAAAAAAAHY/LrLK43bpdZM/s1600-h/IMG_0235.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 134px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Sm_uk7FNRuI/AAAAAAAAAHY/LrLK43bpdZM/s200/IMG_0235.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363767999323784930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Sm_ukZlPWrI/AAAAAAAAAHQ/9LEzHKo619k/s1600-h/IMG_0224.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Sm_ukZlPWrI/AAAAAAAAAHQ/9LEzHKo619k/s200/IMG_0224.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363767990331333298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Sm_ukDpDFbI/AAAAAAAAAHI/sFFePVz06gw/s1600-h/IMG_0223.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Sm_ukDpDFbI/AAAAAAAAAHI/sFFePVz06gw/s200/IMG_0223.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363767984441726386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-2457712315235458238?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/2457712315235458238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=2457712315235458238' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/2457712315235458238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/2457712315235458238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/07/press-release-diskusi-dan-seminar.html' title='Press Release  Diskusi dan Seminar “Istimewanya Perempuan”'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Sm_ulxPRkfI/AAAAAAAAAHo/zZUebmAYtTo/s72-c/IMG_0239.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-7869615818480217166</id><published>2009-07-28T21:49:00.002-07:00</published><updated>2009-07-28T21:50:44.854-07:00</updated><title type='text'>Janda</title><content type='html'>Janda selalu mendapat banyak perhatian, apalagi jika  ditambah dengan sebutan kembang. Kalau janda yang ditinggal mati suaminya, maka tempatnya lebih dihargai oleh masyarakat dibandingkan dengan janda yang bercerai atau dicerai suaminya. Artinya janda mati mendapatkan lebih sedikit perhatian dan kecurigaan dari masyarakat bahwa ia nantinya akan menjadi ancaman bagi perempuan lain terhadap keamanan rumh tangganya. Janda yang bercerai, apalagi yang dicerai oleh suaminya karena ketahuan selingkuh, maka posisinya akan menjadi lebih rawan. Mungkin saja ia akan di jauhi atau dijaga agar jangan dekat-dekat dengan keluarga kita terutama suami, karena kuatir akan mengambil suami kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua masyarakat berpendapat begitu, ada juga yang cuek dan tetap menghormati para janda, terutama mereka yang di zalimi suaminya dan berani mengambil keputusan bercerai daripada hidup menderita. Sebetulnya keputusan perempuan bercerai adalah keputusan final yang sangat berat dan diambil setelah lewat berbagai pertimbangan dan proses yang panjang. Konsekwensinya berat untuk hidup sendiri, apalagi jika secara finnasial tergantung pada suami. Ada teman yang sudah mempunyai anak 3 , suaminya memilih menyelamatkan perempuan bekas pecandu, penganut sex bebas, karena katanya hanya dia yang bisa membimbing perempuan itu kembali kejalan yang benar. Sungguh pilihan aneh, langka dan tidak bertanggung jawab. Bagaimana dia memilih perempuan yang bisa dikatakan rusak dibandingkan dengan istri yang sudah belasan tahun mendampingi, bahkan memberikan 3 orang anak yang sehat cerdas, cantik dan ganteng. Katanya 2 dari 3 laki-laki selingkuh, tapi biasanya mereka tidak meninggalkan keluarganya. Akhirnya setelah mencoba bertahan 4 tahun dalam situasi tidak menentu, teman tersebut mengajukan gugatan perceraian. Ia termasuk janda yang tehormat, yang sekuat tenaga mencoba mempertahankan perkawinannya . Semoga Allah suatu saat memberikannya jodoh yang baik dan dapat membangun keluarga yang bahagia, atau semoga suaminya suatu saat diberi hidayah dan kembali kepada keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga teman lain yang suaminya baru meninggal, ia begitu sedih dan gamang. Dalam usia sekitar 40 tahun, ia menghibur diri dengan aktif di usaha dan organisasi. Ia sangat senang dengan buku yang saya tulis mengenai ”Inspirasi, benang hikmah kehidupan”. Ia berharap dapat mengikuti buku itu dan mendapat pencerahan dengan membacanya. Kami sering bertemu dalam berbagai kesempatan di organisasi dan berdiskusi, pendek kata ia ingin menjadi perempuan mandiri, kuat dan terhormat. Apa yang terjadi? Belum lagi setahun menjanda ia menerima lamaran laki-laki beristri dan dijadikan sebagai istri keempat. Bahkan ia mengirim semua anaknya sekolah di pesantren agar ia dapat menikmati bulan madu dengan suami barunya. Sangat disayangkan bagaimana ia mau menjadi istri keempat, dari laki-laki yang reputasinya memang kawin cerai. Katanya diantara istri yang lain, dia yang paling disayang, selalu diajak kemanapun pergi dan bertindak seakan hanya ia istrinya. Dia lupa berarti telah menzalimi hak ke tiga istri lainnya dengan menguasai suaminya, atau karena baru kawin, maka tentu saja ia barang baru paling disayang. Kita tunggu saja bagaimana perkembangan selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga perempuan yang memilih menuruti hawa nafsu, bahkan melakukan perbuatan maksiat dan zina sehingga akhirnya diceraikan oleh suaminya. Ia menukar sebutan dirinya yang terhormat, ibu, tante, kakak, mama dengan segala penghormatan masyarakat. Ia adalah istri seorang pejabat terhormat yang dicukupi semua kebutuhan hidupnya dan anak-anaknya, tapi menukar kehormatannya dengan predikat janda yang dikembalikan dan dicerai karena ketahuan selingkuh. Dalam keterangannnya mengenai alasan bercerai, ia mengatakan tidak cinta kepada suaminya karena dulu menuruti orang tuanya, ia dijodohkan oleh laki-laki yang usianya 20 tahun lebih tua. Katanya karena ia adalah anak yang ingin membahagiakan orang tua, ”Ridho orang tua adalah pintu ridho Allah”. Sungguh sebagai seorang  yang cukup dikenal publik ia telah membohongi diri dan masyarakat. Sampai sekarang statusnya adalah janda yang mau dikawin siri bahkan dicerai begitu saja oleh laki-laki suami orang yang tidak jelas apa statusnya, hanya mau berhubungan gratis dan menikmati fasilitas perempuan itu saja. Padahal kalau saja ia mampu menjaga kehormatannnya ia bisa mengantar anak-anaknya sampai berumah tangga, dibandingkan hidup sebagi janda yang hanya menjadi permainan laki-laki iseng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi predikat janda bukanlah suatu predikat yang hina, kalau saja proses menjadi janda itu terjadi karena keadaan yang diluar kehendaknya, bukan karena ia menjual dirinya secara murah ke pelukan laki-laki lain, sehingga diceraikan suaminya. Kalaupun sudah menyandang predikat janda, jagalah harkat dan martabat diri, selalu ada teman entah anak, adik, kakak, atau staf  kantor yang menemani dalam berbagai aktifitas bisnis, apalagi jika keluar kota. Pengalaman saya yang sudah setua ini dan selalu memposisikan diri sebagai perempuan terhormat, istri orang, tidak menggoda dan  mandiri, bukan janda masih saja ada laki-laki iseng yang tidak punya otak yang mencoba untuk menggoda. Katanya kalau dengan wanita matang enak dan sama-sama mengerti, sehingga tidak ada tuntutan komitmen. Apalagi jika kita diketahui mempunyai predikat janda, ditambah dengan cara kita bergaul yang kelihatannnya haus akan belaian kasih sayang. Maka dijamin begitu banyak tawaran iseng akan masuk dari berbagai pihak. Mulai yang mengajak makan siang, makan malam, BBS (Bobo siang), kawin siri atau hanya sekedar teman tidur jika dibutuhkan. Ada juga yang  tidak siap menjadi janda dan menyerahkan seluruh urusan kepada selingkuhannnya, seperti betulkan AC, minta antar ke salon, ke Bank, lari pagi,  nonton bioskop, sampai menemani melakukan bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi para janda model begini, menceburkan dirinya pada keadaan yang membuatnya tidak akan bisa lepas dari kemaksiatan dan merebut kembali kehormatannnya. Jika laki-laki dapat mengajaknya tidur tanpa komitmen, hanya sekedar menemani jalan-jalan, nonton , dll, maka ia tidak akan pernah mendapatkan jodoh yang akan serius mengawininya. Posisi tawarnya menjadi lemah, karena ia sudah dikenal sebagai janda yang murahan, gampangan dan siap selalu diajak oeh siapa saja dan dalam situasi apa saja.Apalagi jika janda ini kaya dan mampu membiayai seluruh kegiatan esek-eseknya, maka banyak laki-laki pengereten masa kini yang tidak punya harga diri, yang penting happy. Kalau lagunya Oppie mengatakan ”Iam single and i am Very happy”, bukan berarti para singlewati ini happy diatas penderitaan perempuan lain, tapi ia menikmati kebaahagiannnya dengan cara yang benar, bukan dengan makan hak perempuan lain. Para janda jagalah kehormatan kalian, Insya Allah suatu saat akan datang jodoh laki-laki yang bertanggung jawab dan akan membahagiakan dirimu dan anak-anakmu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-7869615818480217166?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/7869615818480217166/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=7869615818480217166' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/7869615818480217166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/7869615818480217166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/07/janda.html' title='Janda'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-5409293571960825470</id><published>2009-07-28T21:49:00.001-07:00</published><updated>2009-07-28T21:49:41.036-07:00</updated><title type='text'>Gigolo</title><content type='html'>Kalau laki-laki yang mau dibayar dan dijadikan simpanan perempuan untuk memuaskan nafsunya maka ia disebut “gigolo”. Gigolo hanya melayani tante-tante saja, dia diperlakukan sama dengan pelacur.Gigolo tujuannya biasanya untuk sekadar kencan saja atau morotin mangsanya. Bukan saja perempuan sekarang laki-laki juga tidak mau hidup susah.Mereka mau menikmati hidup dengan enak, baju bagus, makan enak, punya mobil dan ATM yang selalu terisi penuh. Ingat kasus Ryan sang jagal dari Jombang ia lebih mengerikan lagi melayani para laki-laki hidung belang yang homo. Karena serakah dan sakit jiwanya bahkan ia tega membunuh laki-laki yang telah memberinya materi.Dalam kasus gigolo posisi sang tante lebih aman, suami sibuk mengejar perempuan muda sehingga sang tante kesepian dan mencari hiburan. Biasanya  para suami sudah cuek saja istrinya tidur dengan siapa, jadi amanlah nasib para gigolo dari teror para suami karena meniduri istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga laki-laki yang modus operandinya lebih canggih yang hanya bermodalkan tampang keren, wibawa, kesana kemari berpenampilan pengusaha sukses tapi sebenarnya hanya mendekati pengusaha-pengusaha perempuan yang kesepian. Dia akan menawarkan kerjasama untuk membantu agar bisnis perempuan itu dapat lebih maju. Yang model gini, ganteng, usia matang, telihat bonafit dan mempunyai banyak relasi. Karena tertarik dan  bermodal tampang meyakinkan, maka percayalah perempuan pengusaha tadi. Mula-mula segala pengeluaran meeting dibayari oleh si laki-laki tadi, kartu kreditnya beberapa dan kebanyakan platinum (padahal jumlah tagihan membengkak dan hanya sanggup bayar minimum aja, kebanyakan sering telat jadi sering dapat telpon dari debt collector) jadi makin percayalah mangsanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa lama sering bertemu, makin tertarik si mangsa, dengan alasan ia akan mantap membantu jika ada di struktur perusahaan, maka ia diangkat sebagai direktur marketing misalnya, membantu membuat proposal, menemani mengikuti tender dan terlihat sigap dan cekatan. Makin lama makin sayang perempuan pengusaha ini, mulailah hubungan berkembang menjadi percintaan. Kalau statusnya istri orang ya mereka selingkuhlah, kalau janda mereka lebih bebas lagi, bisa dikawin siri atau hanya sekedar ditiduri saja. Mulailah mengalir berbagai hadiah kepada si laki-laki, Black Berry dibelikan sebagai hadiah dan juga sebagai sarana komunikasi mereka berdua, laptop, gaji yang lumayan sebagai direktur marketing, ditambah dengan tidur gratis bareng dengan si boss merangkap kekasih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kinerja petualang ini sebetulnya mulai terlihat kedodoran, sudah beberapa bulan bahkan tahun membantu hanya loba lobi, pendekatan serta ikut tender terus. Pekerjaan yang didapat kurang sebanding dengan pengeluaran yang dikeluarkan bossnya. Beberapa pekerjaan diaku sebagai prestasinya, padahal sebenarnya dia hanya berkontribusi kecil terhadap keberhasilan kemenangan tender itu. Berhubung sudah terlanjur sayang maka perempuan tadi menutup mata saja melihat kenyataan bahwa sebenarnya petualang cinta tadi hanya parasit. Dia beralasan yah hitung-hitung sebagai teman tidur dan  teman tukar pikiran saja. Biasanya para petualang  ini juga termasuk suami yang tidak bertanggung jawab, uang yang didapatkannya habis untuk dirinya sendiri memenuhi gaya hidupnya yang flamboyan. Alhasil sang petualang akan berlama-lama dalam pelukan sang partner bisnisnya atau pindah ke pelukan tante kesepian lain yang lebih hot pundi-pundinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang dunia ini sudah gila, laki-laki yang seharusnya jadi iman, pemimpin keluarga, mencari nafkah buat anak istri, malah berperan sebagai gigolo.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-5409293571960825470?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/5409293571960825470/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=5409293571960825470' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/5409293571960825470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/5409293571960825470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/07/gigolo.html' title='Gigolo'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-4383226162690345862</id><published>2009-07-28T21:44:00.000-07:00</published><updated>2009-10-13T23:12:29.920-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Other'/><title type='text'>Bangkrut</title><content type='html'>Siapakah orang yang dianggap bangkrut? Pendapat umum menggambarkan bangkrut yaitu sebagai suatu keadaan kita tidak mempunyai apa-apa sama sekali, bahkan menanggung hutang yang sangat besar. Hidup yang tadinya jaya, kaya raya, dihormati orang, sekarang sebaliknya.Uang tidak ada, bahkan dikejar hutang dan tidak ada lagi teman, karyawan yang dulu selalu mengitari kita dengan hormatnya. Yang tadinya naik Mercedes sekarang naik mobil butut atau motor bahkan naik angkot. Yang tadinya mempunyai sopir, pembantu, baby sitter, sekarang semuanya harus dikerjakan sendiri. Kalau tadinya punya rumah, villa bahkan mungkin kapal pesiar, sekarang semuanya tidak ada, dijual dengan harga murah, diiklankan dengan tambahan dua huruf “BU = Butuh Uang”.Teman-teman yang tadinya tidak pernah berhenti silih berganti berdatangan atau mengajak berteman, sekarang menghindar, boro-boro membantu. Karyawan yang tadinya hormat, menjilat, terbungkuk-bungkuk menghormati, sekarang menyapapun tidak apalagi ingat bahwa mereka dulu pernah bekerjasama.&lt;br /&gt;Dalam ajaran agama Islam, seorang dikatakan bangkrut jika amal perbuatannya setelah dikurangi dengan dosa-dosa yang telah diperbuatnya menjadi minus. Jika amal ibadhnya masih seimbang dengan dosanya, mak ia disebut merugi, tapi jika sampai pada posisi tekor, maka ia disebut bangkrut. Ada juga yang merasa begitu banyak kebaikan yang telah diperbuatnya, tapi ternyata ia tidak ikhlas menjalankannya, bahkan melakukan kebaikan untuk pamer dan dipuji. Maka sia-sialah segala amal perbuatannya , akan dikurangi dengan perbuatan yang tidak baik, sehingga bisa saja terjadi ia akan dalam keadaan bangkrut juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia usaha, untung rugi, kalah-menang tender adalah hal yang biasa, apalagi dalam situasi ketidak pastian akibat adanya krisis global. Kita ambil contoh misalnya “Kantor Pos”,dulu segala urusan surat menyurat mengandalkan kesigapan si tukang pos. Tukang pos yang dinanti-nanti, tadinya bereliling dengan sepeda, sekarang sudah berganti dengan motor. Masih banyak desa terpencil yang masih mengandalkan komunikasi melalui surat. Dulu betapa berjayanya Pos Persero itu, tidak ada saingannya, hidup mati kita tergantung dari kebaikan dari para pegawai pos. Dulu surat datang saja sudah bukan main bersyukurnya, karena berarti kita menerima berita dari orang dekat (saudara, orang tua, teman, kerabat) yang  jauh disana. Tidak ada orang yang berfikir untuk mempertanyakan berapa lama surat itu seharusnya sampai ketangan kita. Tidak berapa lama lahir saingan Pos milik negara, dengan lahirnya para kurir dari perusahaan pengantar surat swasta. Ada Elteha, ada Tiki, yang dengan cepat menjadi saingan berat Pos. Maka mulailah timbul ada ”Kilat Khusus”, yang menjamin bahwa surat atau kiriman barang akan sampai dalam waktu sehari atau dua hari. Masuk juga perusahaan asing seperti Fedex, dll yang mampu memberikan jaminan lebih cepat sampai dengan aman, bahkan untuk tempat yang jauhpun berani para pelaku usaha antar kirim barang itu menjamin dengan tepat watunya, jika tidak uang kembali misalnya. Maka berlomba-lombalah sekarang mereka memberikan bukti bukan janji.&lt;br /&gt;Tidak disangka kemajuan teknologi demikian cepat , lahirlah hand phone yang dengan cepat menjadi benda yang tidak dapat lepas dari genggaman orang indonesia. Jika dulu susah sekali mendapatkan sambungan telpon dari satu-satunya perusahaan telekomunikasi disini, sekarang setiap orang bahkan dimanapun dipelosok Indonesia mempunyai hand phone. Mulailah babak baru dalam menyampaikan berita dengan cepat, singkat da padat. Bisnis pos mulai ternacam bahkan menjadi bangkrut karena tidak ada lagi atau berkurang dengan drastic orang yang menulis surat melalui pos. Semua dapat dilakukan dengan SMS atau melalui email.Jika dulu setiap lebaran berjuta kartu lebaran harus dikirim pak pos, sekarang semua dilakukan lewat sms lengkap dengan gambarnya. Profesi sebagai pembuat kartu lebaran/natal dan juga percetakan yang biasa mencetak juataan lembar kartu lebaran/natal menjadi sepi order. Kalau dulu mengirim uang kepada anak yang meantau menuntut ilmu dengan wesel, maka sekarang dalam hitungan detik transfer lewat ATM dapat dilakukan.&lt;br /&gt;Inti dari cerita diatas adalah jika kita tidak mempunyai kreatifitas yang mampu melahirkan suatu inovasi baru, maka kemungkinan kita akan bangkrut. Tidak perduli berapa banyak dan betapa berkuasanya kita pada suatu masa, tapi jika ada teknologi baru, ada perusahaan lain, ada profesional lain yang lebih canggih dan dapat meyesuaikan diri dengan perkembangan masa, maka ia yang akan menjadi pemenangnya. Jadi sepanjang kita hanya kalah tender atau mempunyai hutang di bank dalam jumlah besar atau mengalami kerugian, maka  orang  bisa saja mengatakan kita bangkrut. Tapi jika kita sendiri masih mempunyai semangat, mempunyai keyakinan, mempunyai kreatifitas yang mampu melahirkan inovasi baru, maka kita tidak pernah bangkrut. Yang ada hanya suatu keadaan dimana harta benda yang tadinya tidak ada, menjadi ada lalu karena keadaan apapun bentuknya menjadi tidak ada lagi. Selama kita yakin bahwa Allah akan menolong hambanya yang tidak pernah berputus asa, maka kita tidak pernah bangkrut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-4383226162690345862?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/4383226162690345862/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=4383226162690345862' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/4383226162690345862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/4383226162690345862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/07/bangkrut.html' title='Bangkrut'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-6625042295728602003</id><published>2009-07-28T21:42:00.000-07:00</published><updated>2009-10-13T23:12:29.920-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Other'/><title type='text'>Who is the Boss</title><content type='html'>Dalam kehidupan, banyak orang yang berlagak boss melebihi bossnya itu sendiri. Ada teman yang penampilannya keren sekali, selalu rapi, pakaian licin  dandanan khas laki-laki urban masa kini. Ada juga yang berdandan semakin lama semakin heboh, menyesuikan diri dengan kenaikan pangkat jabatannya. Tadinya manis dan sederhana, sekarang dengan dandanan make up lengkap, rambut kadang di buat seperti spiral, lengkap dengan kutex sesuai warna baju, bahkan dengan warna yang mengerikan hijau atau biru. Mungkin yang bersangkutan tidak menyadari evolusi perubahan cara berdandannya, tapi dijamin yang sudah lama tidak bertemu dengannya akan terkaget-kaget. The real Boss sendiri sederhana, berpakaian selalu batik, ramah, sopan, tidak banyak bicara dan sangat low profile. Padahal atasannya itu juga merangkap sebagai pemilik perusahaan. Banyak orang terkecoh dan menyangka ia adalah bossnya, katanya sih untuk menjadi seorang boss ia harus berakting sebagai boss dulu menyesuaikan. Tidak hanya soal gaya berpakaian, dalam interaksi sehari-hari dengan karyawan lain sang boss palsu ini juga berlagak seperti penguasa tunggal. Lagak dan gayanya sungguh berlebihan, mentang-mentang boss aslinya tidak terlalu memperhatikan sepak terjangnya atau boss asli bersikap demokratis, membiarkan asal pekerjaan beres.&lt;br /&gt;Kalau ada pekerjaan, maka ia akan mendelegasikan dengan cepat, yang enak-enak dan sifatnya dapat dilakukan didepan real boss, maka ia yang akan mengerjakan. Lagaknya selalu mencari kesalahan orang lain, kalau ia menemukannya dengan cepat lapor ke real boss, agar kejelekan orang cepat terlihat. Fasilitas kantor juga dipakai secara maksimal, kalau perlu semua pengeluaran bahkan yang ga jelas apakah pengeluaran pribadi atau perusahaan dimasukan menjadi biaya kantor. Tapi kalau sama teman wah selalu memata-matai dan mengawasi seakan hanya dia yang bener kerjanya, Mengadu kepada boss bahwa teman tidak becus bekerja, tidak jujur dan kurang kompeten. Sama teman saja menyikut apalagi sama bawahan, semua yang dikerjakan bawahan salah,hanya dia yang benar&lt;br /&gt;Terhadap the real boss jug sikapnya sangat dominan, ia yang mengatur ini dan itu, memberi informasi dan arahan mana yang boleh dan mana yang tidak.Dengan kepandaiannya bicara ia mengemukakan berbagai argumen dengan analisa yang masuk akal. Boss tenang aja tidak usah bertemu dengan klien, sebab kita sudah bereskan semua dilapangan, nanti boss kita atur waktu makan siang saja bersama klien. Larangannya agar the real boss tidak bertemu klien kelihatan wajar, katanya boss turun gunung kalau ada masalah besar saja, yang kecil biar saya bereskan. Ternyata dia selalu rutin bertemu klien dan makan siang atau di acara lainnya, tujuannya agar klien lebih dekat dengannya dan jangan menyampaikan masalah dilapangan kepada real boss. Jika suatu saat real boss bertemu klien tanpa sengaja, pendapat klien adalah kok sudah lama kita ga dikunjungi, sombong ya, yang dikirim anak buah terus. &lt;br /&gt;Sebagai atasan apalagi pemilik perusahaan kadang kita merasa sangat terbantu dengan tipe bawahan yang kelihatannya mampu dan mau melakukan segala sesuatu dengan cepat dan penuh inisiatif. Waktu dan kegiatan kita yang terlalu padat dan banyak bepergian membuat tidak mampu menganalisa dengan benar dan akurat. Kadang kita terkecoh oleh penampilan luar bawahan yang terlalu aktif dan selalu berinisiatif mendekati kita. Kebanyakan karyawan yang baik dan tidak neko-neko tidak mendapat perhatian kita karena mereka bekeja dengan baik dan hampir tidak punya waktu buat menjilat atasannya. Sebaiknya kita sebagai atasan, apalagi sebagai pemilik perusahaan tetap melakukan sidak atau inspeksi mendadak langsung kebawah, berbicara dengan para karyawan dan mereka yang satu tingkat dengannya dan tetap mengadakan pertemuan dengan klien secara berkala, jangan percaya begitu saja dengan laporan ABS (Asal Boss Senang).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-6625042295728602003?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/6625042295728602003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=6625042295728602003' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/6625042295728602003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/6625042295728602003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/07/who-is-boss.html' title='Who is the Boss'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-4037530781956814892</id><published>2009-07-28T21:39:00.001-07:00</published><updated>2009-10-13T23:12:29.921-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Other'/><title type='text'>Ketika Hidayah Datang</title><content type='html'>Saya selalu percaya bahwa perselingkuhan tidak akan terjadi atau tidak akan banyak jumlahnya jika kita perempuan mampu berkata tidak. Kita punya peranan untuk menentukan pilihan apakah mau atau tidak menjalin hubungan dengan suami orang. Sebagai perempuan yang terlibat hubungan terlarang dengan suami orang jangan bersembunyi dibalik alasan kita adalah korban, tertipu dan termakan bujuk rayu laki-laki. Perempuan diberi kelebihan mempunyai perasaan yang lebih sensitif untuk mengetahui atau akhirnya menemukan fakta bahwa laki-laki yang kita cintai tenyata suami orang. Sebelum menjalin hubungan sebenarnya banyak cara yang dapat dilakukan untuk mendeteksi siapa laki-laki itu sebelum kita memutuskan menyerahkan hati kita kepadanya. Tidak masuk akal jika kita dengan mudahnya memberikan kepercayaan bahkan menyerahkan hati dan diri kita kepada laki-laki tanpa mengetahui lebih dulu siapa dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun sudah terlanjur terjadi hubungan cinta, mustinya setelah kita tahu dia adalah suami orang segera putuskan hubungan ini. Jangan terjebak dalam situasi dimana kita menjadi tidak berdaya dan berputar-putar dalam lingkaran setan. Semakin dalam kita terlibat, maka semakin susah kita mengakhiri. Ada teman yang memang dari awal sudah tau bahwa laki-laki yang dicintainya adalah suami orang bahkan bapak dari sahabat anaknya, tapi dia tidak mampu melepaskan diri, bahkan selama bertahun-tahun terlibat cinta terlarang yang menghancurkan perkawinannnya bahkan menghancurkan kepercayaan dan perasaan anak-anaknya. Berbagai cara sudah dilakukan oleh keluarga dan anak-anaknya termasuk keluarga laki-laki selingkuhannnya untuk menyadarkannya, tapi dia seperti buta mata hatinya menikmati hubungan ini. Sebagai perempuan yang sudah mempunyai anak banyak, bahkan sudah mantu dia mau menukar harga diri dan kehormatan seta keutuhan rumah tangganya dengan laki-laki yang tidak jelas. Laki-laki itu tidak mau menikahi secara resmi hanya mempermainkan saja dan menina bobokan dengan janji manis akan menikahinya suatu saat. Dengan perjuangan dan doa akhirnya laki-laki tadi kembali kepada keluarganya, semoga perjalanan hidup bersama menuju keluarga yang penuh kasih sayang membina anak-anak di ridhoi Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada teman yang punya hubungan dengan laki-laki beranak 2 . Pada awalnya dia mengaku sedang dalam proses perceraian dan sudah pisah rumah lama. Untuk meyakinkan teman saya, laki-laki tadi memperkenalkan teman tadi kepada ibunya dan ibu laki-laki tadi merestui hubungan itu dan berharap agar anaknya dapat menikah dengan teman saya itu. Melihat keseriusan laki-laki tadi luluhlah hati teman saya dan mereka akhirnya menjalin hubungan. Tidak disangka ternyata proses perceraian berlangsung alot, laki-laki tadi mememerlukan waktu lama untuk meninggalkan istrinya. Teman saya mulai diteror oleh istri laki-laki tadi, berbagai sms, telepon yang menyebutnya ”lonte, pelacur, perebut suami orang” mulai berdatangan secara rutin, kehidupannya menjadi terganggu. Tadinya dia berfikir bahwa kehadirannya bukan penyebab rusaknya rumah tangga itu, tapi memang mereka sudah dalam masalah. Laki-laki tadi dan ibunya mencoba meyakinkan bahwa masalah akan segera berakhir dan meminta kesabarannya menunggu. Akhirnya kesadaran datang pada diri teman saya, bahwa kalau laki-laki itu dapat menceraikan istrinya yang telah memberikan dua anak dengan begitu saja, siapa yang bisa menjamin bahwa teman saya tidak akan diceraikan suatu saat. Dengan menetapkan hati ia meninggalkan laki-laki tadi, walaupun laki-laki itu menangis dan memohon agar tetap bersamanya.Alhmdulillah dengan keputusannya itu sekarang ia mendapatkan suami yang jauh lebih baik dan berstatus jelas ”single”. Mereka baru saja melangsungkan perkawinannya dan semoga Allah memberikan kebahagian, keberkahan dan anak-anak sholeh dan sholeha untuk perempuan yang mampu menjaga kehormatan dan perasaan perempuan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga perempuan yang pernah khilaf dan meninggalkan suaminya.  Pada waktu itu rasanya benci sekali kepada suaminya dan selalu yang terlihat kekurangannya. Pada saat  goyah dia menjalin hubungan dengan laki-laki pacarnya dulu. Hampir setahun mereka berhubungan dan akhirnya pencerahan datang kepada perempuan itu karena merasa marah dan tidak habis pikir, bagaimana seorang laki-laki yang sudah kehilangan anak sebanyak 2 orang   meninggal dunia masih berfikiran untuk melamarnya menjadi istri kedua dengan resmi. Apalagi kalau melihat keadaan istrinya kasihan sekali perempuan sederhana yang setia dan mengabdi kepada suaminya dan kehilangan dua orang anak harus ditambah lagi dengan penghianatan suaminya. Ditinggalkannya laki-laki itu dan tidak pernah mau berhubungan sama sekali. Keputusan meninggalkan suaminya sebetulnya bukan karena laki-laki lain tapi karena banyak hal. Perpisahan itu sangat disesalinya,  kenapa ia tidak tabah, sabar dan ihklas menerima kekurangan suaminya dan melihat kelebihannya. Akhirnya dengan izin Allah mereka sekarang sudah berkumpul kembali dan semoga Allah memberikan ridhonya membentuk keluarga yang sakinah mawaddah dan rahmah .&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-4037530781956814892?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/4037530781956814892/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=4037530781956814892' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/4037530781956814892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/4037530781956814892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/07/ketika-hidayah-datang.html' title='Ketika Hidayah Datang'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-3958576025527732933</id><published>2009-07-28T21:32:00.000-07:00</published><updated>2009-07-28T21:36:16.005-07:00</updated><title type='text'>Mama terlalu mengatur</title><content type='html'>Komentar kedua anak mengenai saya adalah mama terlalu mengatur, dominan dan mau ikut campur urusan mereka. Kalau memahami cara berfikir remaja tentu saja mereka mau bebas, tidak mau diatur dan kalau bisa orang tua tidak perlu tau urusan mereka. Ada orang tua yang tidak bisa membedakan mana yang harus diatur dan mana yang bisa dibiarkan. Mereka dengan alasan demokrasi membiarkan apa saja kemauan anaknya menurut versi anak. Padahal anak memerlukan suatu rambu/petunjuk/arahan yang jelas mana yang boleh dan mana yang tidak. Kalau pernah lihat bagaimana para Super nanny beraksi di Metro TV, terlihat bahwa keluarga yang kacau adalah mereka yang tidak memberikan arahan yang jelas mengenai mana yang boleh mana yang tidak.Lucu campur heran melihat seorang anak berumur 3 tahun bisa membuat ayahnya takluk. Dia bisa menangis berguling-guling kalau perminataannya tidak dipenuhi, dan ayahnya dengan sabar akan memenuhi segala keinginannya. Ibunya terlihat tertekan karena aturan yang diterapkan menjadi berantakan jika ayah ada dirumah. Dengan bantuan Super Nanny akhirnya ayah dapat menerapkan disiplin kepada anaknya dan keluarga itu menjadi lebih nyaman dan teratur.Dengan adanya batasan dan aturan yang jelas ditambah dengan disiplin dan konsistensi maka anak menjadi nyaman dan dapat mengatur dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk hal yang berhubungan dengan kejujuran misalnya apakah kita mau membiarkan anak mempunyai pilihan mau jujur atau tidak jujur?.Merekaa harus diajarkan dengan jelas bahwa segala sesuatu harus dilandasi dengana itikad baik dan kejujuran. Untuk urusan disiplin waktu masuk sekolah apakah kita mau membiarkan anak memilih mau masuk sekolah atau mau membolos. Saya punya pengalaman dengan anak saya yang pernah 17 hari tidak masuk sekolah membolos, jelas ini tidak ada koordinasi antara guru dan orang tuanya. Guru tidak memberitahu orang tua dan saya sebagai orang tua juga tidak menjalin komunikasi yang baik dengan guru. Berdasarkan hal itu sekarang saya mempunyai no Hp guru anak saya, bahkan anak saya yang kuliah saya secara rutin berkomunikasi dengan wali dosennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hal yang memang kita harus ikut campur dan memastikan bahwa pembentukan karakter dilaksanakan secara konsisten dan terus menerus. Jangan pernah putus asa dalam membangun karakter anak, sebab itu akan menjadi tiang utama dalam pembentukan karakternya. Karakter yang baik akan diteruskan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Perhatikan keluarega yang dianggap baik akan terus melahirkan generasi yang baik. Anak-anak akan meneruskan nilai yang diajarkan orangtuanya dari generasi ke generasi. Saya melihat anak-anak saya kalau diliuar rumah menjadi pribadi yang hangat, sopan, jujur dan disenangi oleh orang lain, walau kadang dengan saya sendiri sering berargumentasi. Kalau saya datang ketempat kostnya ( ia pernah kost di malaysia dan Bandung ) kamarnya rapi dan bersih,. Waktu kami punya rumah di Bandung ia tinggal disana dan rumah juga rapih dan bersih. Urusan listrik, pipa bocor, air  keruh yag harus disaring diurus dengan baik. Alhamdulillah itu  buah dari seringnya saya mengajari tentang kebersihan. Walau kelihatannya mereka tidak mau mendengar dan cuek, tapi ajaran yang kita berikan akan dipraktekannya begitu ia berinteraksi dengan orang lain dan jauh dari rumah.Jadi jangan pernah membiarkan anak tumbuh tanpa aturan yang jelas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-3958576025527732933?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/3958576025527732933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=3958576025527732933' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/3958576025527732933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/3958576025527732933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/07/mama-terlalu-mengatur.html' title='Mama terlalu mengatur'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-3784596820678275717</id><published>2009-07-28T21:31:00.001-07:00</published><updated>2009-10-13T23:12:29.921-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Other'/><title type='text'>Kesabaran tidak ada batasnya</title><content type='html'>Kalau bicara tentang kesabaran apakah atau dimanakah batas kesabaran itu? Apa bedanya orang sabar dengan goblok? . Jika istri terus menerus dikhianati oleh suaminya dan terus menerus memaafkan apakah ini yang namanya sabar? Atau ini yang namanya goblok, tidak bisa melihat bahwa tidak ada gunanya memaafkan suami yang terus menerus berhohong kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita mengetahui bahwa suami berbohong yang pertama kita lakukan adalah mengungkapkan dan membicarakan kebohongan itu dengan fakta yang ada, jangan ditambah jangan dikurang. Jangan ditambah karena biasanya saking emosi kita membuat suatu kesimpulan atau tuduhan yang berlebihan dengan berdasarkan fakta yang ada. Jika kita berlebihan menambah tanpa dasar yang kuat, maka suami malah menjadi mempunyai alasan untuk menganggap kita berhalusinasi dan mementahkan fakta dan data yang ada Jangan dikurangi, maksudnya jika fakta yang ada begitu gamblang dan banyak tapi kita hanya mengatakan sedikit karena tidak tega atau kita sendiri tidak kuat menghadapi kenyataan itu. Banyak perempuan yang tidak mampu mengungkapkan fakta kepada suaminya karena ia sendiri menghindari atau menipu dirinya dengan tidak mau mempercayai fakta ini. Jika ini yang terjadi, maka suami biasanya menganggap istri hanya tahu sedikit dan dia masih berada dalam piosisi aman untuk meneruskan penyelewengannya . Jadi kemukakan fakta sesuai dengan data yang ada dan kemukakan dengan tenang walaupun tidak dapat dihindari akan ada airmata dan kemarahan , &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika akhirnya pasangan bercerai, maka alasan yang dipakai biasanya “sudah sampai batas kesabaran, sudah tidak bisa lagi bersabar menerima kebohongan terus menerus:. Masalah selesai dan masing-masig pihak menjalani hidup sendiri.Bagi istri atau suami yang masih bisa bersabar menerima kebohongan pasangannya, maka ini yang disebut bahwa kesabaran itu tidak ada batasnya. Mempertahankan keutuhan rumah tangga dengan usaha yang terus menerus dengan jalan baik adalah “jihad”. Suami atau istri yang kebetulan istri atau suaminya sedang tergoda kepada pihak lain, atau mempunyai sifat yang buruk sekali seperti berbohong, berjudi, selingkuh, mempunyai pilihan untuk bersabar atau menyelesaikan masalah dengan berpisah.Jika mereka mau melakukan ”Jihad” atau bejuang dijalan Allah, maka itu lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan berfikir bahwa hanya suami atau laki-laki saja yang selalu melakukan perselingkuhan, berbohong atau sifat jelek lainnya. Ada surat pembaca disuatu acara konsultasi keluarga, dimana seorang anak bertanya ”apa yang harus dilakukan jika ibunya selalu berbohong, sering pergi kedukun dan selingkuh?. Anak itu kasihan kepada ayahnya yang dengan sabar mencoba mempertahankan rumah tangganya. Ada juga kenalan yang mempunyai istri yang senang berjudi dan selingkuh. Sejak muda istrinya tidak pernah mengurus rumah dan anak-anak, ia sering berjudi dan selingkuh dengan laki-laki lain. Uang belanja dan barang-barang yang ada dirumah sering dijual untuk keperluan judi. Kalau kalah ia marah dan kalau ditegor istrinya lebih galak, bahkan sering mengamuk memecahkan barang atau memukul suaminya. Suaminya sabar, bahkan pada saat pensiun sebagian besar uang pensiunnya habis untuk melunasi hutangnya..sekarang dimasa tuanya kenalan tadi tetap bekerja untuk diriya sendiri mencari kesibukan, anak-anaknya sudah bekerja dan mentas, jadi bebannya sudah agak ringan. Ada juga perempuan yang sudah mempunyai suami pejabat, terhormat, dikarunia  anak yang pintar, cantik, ganteng, bahkan sudah mantu. Tapi mau menukar kehormatan, kemuliannya sebagai perempuan dan ibu dengan nafsu, maksiat dan zina.  Dengan alasan sakit hati karena suaminya selingkuh, maka ia membalas juga dengan selingkuh. Akhirnya keluarganya berantakan, ia dicerai, anak-anaknya marah dan sekarang hidup menjanda tanpa anak dan suami, sedngkan laki-laki selingkuhannnya adalah suami orang yang tidak akan mau menukar istri dan keluarganya demi perempuan yang telah menjual dirinya dengan murah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada istri siri yang sudah mempunyai anak dua, akhirya ditinggal oleh suaminya kembali kepada istri tuanya. Ia ditelantarkan, tanpa diberi nafkah bahkan tidak diurus anak-anaknya. Akhirnya ia datang kerumah istri tuanya dan menyerahkan anak-anaknya yang waktu itu berumur 3 dan 5 tahun kepada istri tuanya. Ditinggalkan saja anak-anak itu tanpa pernah ditengok dan dihubungi sampai akhirnya istri muda itu meninggal dunia. Jadi kedua anak tadi menganggap ibu tirinya adalah ibu kandung mereka dan sampai mereka kawin dan mentas diurus oleh ibu tirinya. Sungguh sangat jarang perempuan yang mau mengurus dan membesarkan anak-anak dari madunya yang sebenarnya menyakiti dan menghancurkan perasaannya. Ada juga suami istri yang bercerai karena suaminya kawin lagi, padahal istrinya adalah seorang pejabat yang sebenarnya selain menjaga rumah tangganya dengan baik juga membantu ekonomi keluarga. Dengan kesabaran dan doa Allah memberikan jalan keluar dengan mencabut nyawa istri mudanya itu lebih dahulu. Sekarang dalam usia memasuki pensiun, mereka kembali lagi bersama, berbahagia membina rumah tangga kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sabar dan terus menerus berjihad dijalan Allah dalam upaya mengembalikan pasangan kejalan yang benar adalah perjuangan yang sangat berat. Banyak orang yang putus asa dan tidak mau  bersabar dalam menghadapi cobaan, apalagi jika cobaan itu datang dalam bentuk penghianatan dalam perkawinan. Berapa banyak nyawa melayang akibat ruwetnya hubunga cinta yang terlarang. Suami membunuh istrinya atau istri meracuni suaminya, bahkan ada kasus dimana istri bunuh diri bersama dengan anak-anaknya karena suami kawin lagi. Bersabar mempertahankan keutuhan keluarga bukan perbuatan bodoh, tapi jihad yang memang harus kita lakukan semaksimal mungkin. Insya Allah suatu saat pasangan kita akan sadar dan menjadi jauh lebih baik lagi kepada keluarganya jika hidayah itu datang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-3784596820678275717?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/3784596820678275717/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=3784596820678275717' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/3784596820678275717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/3784596820678275717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/07/kesabaran-tidak-ada-batasnya.html' title='Kesabaran tidak ada batasnya'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-5927068193323789524</id><published>2009-07-28T21:05:00.000-07:00</published><updated>2009-10-13T23:03:53.097-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Outsourcing'/><title type='text'>Iftida Mewakili APINDO dengan Dukungan KADIN dalam- PENYUSUNAN STANDAR INTERNASIONAL UNTUK PEKERJA RUMAH TANGGA</title><content type='html'>1. Dasar pemikiran standar ketenagakerjaan International Untuk Pekerja Rumah Tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar pemikiran untuk mendukung sebuah konvensi ketenagakerjaan internasional dan&lt;br /&gt;sebuah rekomendasi yang terkait mengenai hak-hak ketenagakerjaan pekerja rumah tangga&lt;br /&gt;meliputi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerja rumah tangga merepresentasikan satu kelompok terbesar pekerja yang tak&lt;br /&gt;terlindungi, dan satu kelompok terbesar pekerja perempuan berbayar yang bekerja di&lt;br /&gt;dalam rumah tangga orang lain di negara mereka sendiri atupun di luar negeri, yang&lt;br /&gt;dikecualikan dari undang-undangk etenagakerjaand i sebagianb esar negara dan seringkali&lt;br /&gt;ditolak hak-hak dasarny4 seperti kebebasan berserikat dan perlindungan dari&lt;br /&gt;diskriminasi, pekerja anak dan pelbagai kondisi kerja paksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerja rumah tangga membuat pekerja lain dan keluarganya mampu meningkatkan&lt;br /&gt;standar hidup mereka dengan melakukan perawatan terhadap rumah-rumah mereka, dan&lt;br /&gt;para anggota rumah tangga (anak-anak, orang lanjut usia, orang sakit, dan orang cacat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pelbagai negara, seperti sebagian besar negara Asia dan Arab, di mana kebijakan sosial&lt;br /&gt;tidak mencakup kebutuhan pekerja dan keluargtrrya akan perawatan, pekerja rumah&lt;br /&gt;tangga melaksanakan perawatan rumah tangga yang banyak dibutuhkan tersebut sehingga&lt;br /&gt;memungkinkan kaum perempuan di dalam rumah tangga menjadi atau terus aktif secara&lt;br /&gt;ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktanya, jika tidak diberikan oleh pekerja rumah tangga, jasa yang diperlukan oleh&lt;br /&gt;rumah tangga akan menghabiskan biaya berlipat-lipat lebih banyak jika disewa dari&lt;br /&gt;penyedia jasa berbasis pasar, (binatu, katering, penitipan anak, panti jompo, dll.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pekerjaanya dilakukan di rumah-rumah pribadi, yang di banyak negara tidak&lt;br /&gt;dianggap sebagai tempat kerja, hubungan kerja mereka tidak dicakup di dalam undang-undang&lt;br /&gt;ketenagakerjaan nasional atau di dalam undang-undang lainnya, sehingga&lt;br /&gt;membuat mereka tidak diakui sebagai pekerja yang berhak atas perlindungan pekerja.&lt;br /&gt;Namun, beberapa negara Asia, seperti Filipina dan Hongkong, telah meloloskan undang-undang&lt;br /&gt;mengenai pekerjaan rumah tangga yang membuat cakupan perlindungan pekerja&lt;br /&gt;menjangkau pekerja rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerentanan khusus pekerja rumah tangga terhadap pelecehan dan eksploitasi dengan&lt;br /&gt;tiadanya perlindungan pekerja dan inspeksi tempat kerja, serta beragamnya ketentuan&lt;br /&gt;kerja, metode pengupahan, jam kerja dan aspek-aspek lain dari kondisi kerja mereka&lt;br /&gt;membutuhkan pertimbangan dan standar tersendiri yang diadaptasikan pada kondisi&lt;br /&gt;mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah lama ILO mengemukakan perlunya pemberian perhatian khusus terhadap pekerja rumah tangga. Faktanya, Konfrensi International Labour.&lt;br /&gt;Conference secara reguler telah menyerukan dilakukannya penyusunan standar untuk&lt;br /&gt;pekerja rumah tanggasejak tahun 1936 hingga kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, perhatian terhadap pelbagai aspek utama pekerjaan rumah tangga di dalam&lt;br /&gt;hukum internasional, termasuk pelbagai konvensi ILO yang telah ada, tetap saja tidak&lt;br /&gt;memadai. Faktanya, sejumlah konvensi ILO memperbolehkan pengecualian kategori&lt;br /&gt;pekerja ini dari cakupan ketentuan-ketentuanm ereka..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pekerja rumah tangga yang merupakan perempuan migran' Di negara asal mereka'&lt;br /&gt;banyak dari mereka yang memiliki kualifikasi yang jauh lebih tinggi dari pada&lt;br /&gt;yang dipersyaratkan untuk pekerja rumah tangga tetapi realitas sosial dan kebutuhan akan&lt;br /&gt;uang&lt;br /&gt;untuk bertahan hidup memaksa para perempuan tersebut untuk mau pergi dan&lt;br /&gt;bekerja sebagai pekerja rumah tangga dengan kondisi kerja yang pasti terkait dengan&lt;br /&gt;kondisi hidup dan perlakuan secara umum membuat mereka rentan terhadap pelecehan&lt;br /&gt;dan eksploitasi tenaga kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat jutaan pekerja rumah tangga di negara-negara Asia dan Arab. Sebagian besar&lt;br /&gt;merupakan perempuan Asia dan perempuan Afrika dari keluarga miskin yang&lt;br /&gt;meninggalkan rumah dan orang-orang yang mereka sayangi untuk bekerja dengan upah&lt;br /&gt;yang sangat rendah dan secara total bergantung kepada majikan/sponsor mereka. Mereka&lt;br /&gt;dikecualikan dari hak-hak ketenagakerjaan nasional di sebagian besar negara Asia dan&lt;br /&gt;Arab dengan status ganda mereka sebagai migran dan pekerja rumah tangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di banyak negara, pekerjaan rumah tangga dianggap bentuk pekerja anak yang paling&lt;br /&gt;berbahaya, karena iittggittyu kecenderungan tedadinya pelecehan dan eksploitasi di&lt;br /&gt;rumah-rumah pribadi. Namun di banyak negara, anak-anak berusia lima tahun bekerja&lt;br /&gt;sepanjang hari di dalam rumah tangga, tanpa kesempatan untuk belajar, bermain dan&lt;br /&gt;berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah pemerintah baru-baru ini memulai langkah untuk membuat kebijakan nasional&lt;br /&gt;dan perlindungan hukum bagi pekerja rumah tangga dan sejumlah pemerintah lainnya&lt;br /&gt;sedang mempertimbagkan untuk melakukan hal yang sama. Standar internasional, pada&lt;br /&gt;saatnya, akan memberikan arahan bagi langkah-langkah semacam itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-5927068193323789524?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/5927068193323789524/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=5927068193323789524' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/5927068193323789524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/5927068193323789524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/07/iftida-mewakili-apindo-dengan-dukungan.html' title='Iftida Mewakili APINDO dengan Dukungan KADIN dalam- PENYUSUNAN STANDAR INTERNASIONAL UNTUK PEKERJA RUMAH TANGGA'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-1330478424307148088</id><published>2009-07-17T07:22:00.000-07:00</published><updated>2009-07-17T07:27:14.346-07:00</updated><title type='text'>Launching Buku  " Perempuan makan Perempuan "</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs156.snc1/5810_102650539734_609294734_2125359_5017030_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 604px; height: 453px;" src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs156.snc1/5810_102650539734_609294734_2125359_5017030_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs156.snc1/5810_102645754734_609294734_2125234_1846900_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 604px; height: 430px;" src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs156.snc1/5810_102645754734_609294734_2125234_1846900_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs136.snc1/5810_102645744734_609294734_2125232_3914523_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 604px; height: 453px;" src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs136.snc1/5810_102645744734_609294734_2125232_3914523_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs136.snc1/5810_102645729734_609294734_2125230_5360753_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 581px; height: 420px;" src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs136.snc1/5810_102645729734_609294734_2125230_5360753_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs136.snc1/5810_102645749734_609294734_2125233_170012_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 599px; height: 449px;" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs136.snc1/5810_102645749734_609294734_2125233_170012_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-1330478424307148088?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/1330478424307148088/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=1330478424307148088' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/1330478424307148088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/1330478424307148088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/07/launching-buku-perempuan-makan.html' title='Launching Buku  &quot; Perempuan makan Perempuan &quot;'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-8681226208178402656</id><published>2009-07-15T20:25:00.000-07:00</published><updated>2009-07-17T07:07:24.889-07:00</updated><title type='text'>Merancang Perjanjian Kerja Outsorcing</title><content type='html'>Perjanjian kerja alih daya (outsourcing) merupakan hubungan kerja sama antara perusahaan alih daya (vendor) dengan perusahaan pengguna jasa yang diikat dalam suatu perjanjian tertulis. Perjanjian tersebut dapat berbentuk perjanjian pemborongan pekerjaan atau perjanjian penyediaan jasa pekerja. Dalam perjanjian kerja tersebut, diatur dengan jelas siapa yang dimaksud dengan para pihak, jenis pekerjaan yang akan dialihdayakan beserta penjelasan tambahan lainnya. Selain itu, dalam perjanjian tertulis itu juga harus disebutkan dengan jelas fasilitas yang diberikan oleh pengguna jasa, misalnya telepon, pulsa, atau peralatan yang merupakan bagian dari kelengkapan kerja. Hal lain yang juga harus disebutkan adalah tingkatan jabatan si pekerja dan kewenangannya.&lt;br /&gt;Pengertian tentang alih daya dapat dilihat dalam pasal 64 UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003, yang isinya menyatakan bahwa perusahaan dapat menyerahkan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lainnya melalui perjanjian pemborongan pekerjaan yang dibuat secara tertulis. Sementara itu, menurut Pasal 1601 b Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, alih daya disamakan dengan perjanjian pemborongan pekerjaan. Dengan demikian, pengertian alih daya adalah suatu perjanjian di mana pemborong (pengguna jasa) mengikat diri dengan vendor untuk memborongkan pekerjaan dengan bayaran tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs133.snc1/5720_1124403022894_1011684188_30383047_6908735_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 402px; height: 604px;" src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs133.snc1/5720_1124403022894_1011684188_30383047_6908735_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul : Merancang Perjanjian Kerja Outsourcing&lt;br /&gt;Penerbit : PPM&lt;br /&gt;Harga : Rp.50.000(Sudah Termaksud Ongkos Kirim)&lt;br /&gt;Untuk Pemesanan hubungi : Reza (PFI) 70640169&lt;br /&gt;Email : Shiddique_eza@yahoo.com&lt;br /&gt;Norek:(BCA)7660168855&lt;br /&gt;(Muamalat)3041494420&lt;br /&gt;(Niaga)025-01-09061&lt;br /&gt;Semuanya Atas Nama Iftida Yasar&lt;br /&gt;Bukti Transfer Harap di Fax ke nomor:021-93903943&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-8681226208178402656?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/8681226208178402656/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=8681226208178402656' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/8681226208178402656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/8681226208178402656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/07/merancang-perjanjian-kerja-outsorcing.html' title='Merancang Perjanjian Kerja Outsorcing'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-9118330567918750749</id><published>2009-06-01T18:02:00.000-07:00</published><updated>2009-07-14T00:04:30.514-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wanita'/><title type='text'>Sayang, Cinta, Honey</title><content type='html'>Banyak laki-laki beristri yang mengobral kata-kata mesra Honey, Sayang, Cinta kepada teman perempuannya. Padahal mungkin ia tidak pernah memanggil istrinya dengan sebutan mesra seperti itu. Dalam meeting atau pergaulan sehari-hari yang namanya panggilan Cantik, Cinta, Sayang, Baby  menjadi hal yang biasa.Begitu juga jika mengirim sms, jadi jangan kaget para istri jika menemukan di HP suaminya sms yang berisi kata-kata ”Ok sayang atau terima kasih cantik atau kita jadi ketemuan ga cinta?”. Begitu diobralnya kata-kata mesra itu sampai menjadi kehilangan maknanya. Sesama perempuan juga sering memanggil ”Say, Darling” menandakan keakraban. Pernah seorang suami membalas sms ke nomor yang menuliskan kata-kata sayang dengan isi ”Hei Bangsat, jangan sayang-sayangan sama istri gue”, taunya yang dikirim sms perempuan yang namanya sama dengan nama laki-laki. Banyak nama yang bisa untuk laki-laki bisa juga untuk perempuan, misalnya Reza, Sri, Tri, Dwi, dsb. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua perempuan suka dengan paggilan seperti itu, apalagi perempuan karir  yang mandiri. Mereka merasa panggilan itu menunjukan bahwa perempuan dianggap tidak sederajat, lebih lemah, manja dan dapat digoda. Saya pernah juga melihat film dimana pemeran utama perempuan marah dan tidak senang dipanggil ”Babe”, ”I am not your Baby” katanya dengan ketus. Tapi ada juga perempuan yang senang dan GR (Gede Rasa) dengan panggilan mesra seperti itu. Biasanya mereka nanti menjadi kecewa karena ternyata ”yayang nya” banyak bukan dia saja. Ada juga yang karena tidak pernah dipanggil sayang oleh suaminya, menjadi jatuh cinta dengan laki-laki yang sering memanggilnya dan memperlakukannya bak kekasih pujaan. Padahal mungkin saja lelaki itu memang mengobral kata-kata mesra demi untuk TP (Tebar Pesona) dan iseng bukan dari hatinya. Tapi jika ada perempuan yang terjaring masuk perangkap rayuan gombal, yah apa boleh buat, masa rezeki ditolak sih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri termasuk yang risi dan tidak senang jika dipanggil dengan sebutan seperti itu. Rasanya kata-kata Cinta, Sayang, lebih tepat ditujukan kepada orang yang memang spesial sperti suami, istri, anak, ponakan dan keluarga dekat. Pengalaman saya yang memanggil kita dengan sebutan sayang, cantik, mau diapain rambutnya, dengan gaya kenes adalah para banci yang menjadi kapster. Tidak ada effek sama sekali panggilan tersebut, bahkan saya suka geli mendengarnya karena terlalu sering diucapkan. Kalau yang memanggil kita sayang adalah pria idaman yang hanya memperuntukan panggilan itu untuk kita seorang dan tidak mengobralnya baru bolehlah kita merasa geer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jangan terlalu serius mengartikan kata-kata mesra yang ditujukan kepada kita dari para lelaki iseng tadi, apalagi lalu jatuh cinta pada mereka, tetaplah sopan dan profesional dalam menghadapi situasi seperti ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-9118330567918750749?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/9118330567918750749/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=9118330567918750749' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/9118330567918750749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/9118330567918750749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/06/sayang-cinta-honey.html' title='Sayang, Cinta, Honey'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-917864729463494516</id><published>2009-05-04T16:59:00.000-07:00</published><updated>2009-07-14T00:04:30.515-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wanita'/><title type='text'>Perempuan dan Mistik</title><content type='html'>Dalam banyak cerita hantu , perempuan mempunyai peranan mendominasi dunia perhantuan. Dalam legenda Indonesia hantu perempuan adalah kuntilanak, wewe gombel, Nyi Blorong, Ratu pantai Selatan, mak lampir. Sedangkan hantu laki-laki lebih sedikit misalnya pocong, buto ijo dan kalau di dunia barat drakula. Apakah di zaman yang modern ini kita masih percaya hal yang sifatnya mistik?. Kalau ditanya mungkin tidak mengaku percaya, tapi dalam kenyataannya film horor laku keras dari masa kemasa. Kalau saya tidak mau tuh nonton film horor, masa bayar tiket bioskop untuk ditakutin, apa enaknya, lebih baik melihat film romantis, petualangan atau komedi, dimana begitu film selesai kita pulang dengan bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anak-anak kita juga sering ditakut takuti oleh ibu kita tentang banyaknya hantu yang berkeliaran kalau magrib dan malam hari. Rupanya menurut ilmu metafisika dan juga menurut agama, setan dan jin itu keluar pada saat pergantian waktu dari siang ke malam, ya pada saat menjelang dan sesudah magrib.jadi ada benarnya para orang tua melarang anaknya bermain diluar rumah pada saat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke masalah mistik, dimana kita percaya bahwa Tuhan menciptakan manusia dan jin untuk beribadah kepada Ku (Allah). Jadi memang makhluk gaib itu ada dan bagian dari kehdupan kita. Yang sering salah diartikan adalah kadang manusia dalam keadaan kepepet atau terpaksa meminta bantuan dukun untuk memecahkan masalahnya. Padahal dukun itu meminta bantuan setan , dan kedudukan setan dibandingkan dengan manusia lebih rendah. Hanya manusia bodoh saja yang percaya kepada dukun yang menjanjikan penyelesaian suatu masalah dengan cepat. Minta bantuan dukun merupakan jalan pintas, dimana manusia sedang kehilangan akal sehatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan yang takut tidak mendapatkan jodoh memasang susuk atau ajian pengasih agar cepat dapat jodoh. Begitu juga yang suaminya sedang diganggu perempuan lain, pergi kedukun minta bantuan agar suami kembali. Dilain pihak perempuan simpanan suaminya juga menggunakan dukun agar selingkuhannya lengket dan meninggalkan istrinya. Ada yang berhasil membutakan pasangan selingkuhnya atau suami yang dinikahi karena harta, mereka mendapatkan limpahan harta dari suaminya karena laki-laki itu bagaikan buta dan patuh total segala kehendak perempuan itu. Mereka berhasil mengeruk harta sebanyak-banyaknya selagi laki-laki itu masih dibawah pengaruh kekuatan susuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga yang mau membuka usaha pergi ke dukun untuk mendapatkan air atau ajian agar usahanya lancar. Supaya lawan bicara terpikat dan percaya bahwa kita bonafit, maka kita pasang susuk atau membuka aura. Dengan susuk atau aura, maka wibawa terpancar dan orang seakan kagum dan akan memberikan pekerjaan kepada kita. Kalau mau jual rumah atau mobil maka ada ajian lain yang membuat barang yang kita jual cepat laku. Ada teman yang dongkol setengah mati dengan salah satu warung makan. Ia makan disana karena melihat begitu banyak orang antri dan makanannya cepat saji tradisional sunda. Dia hanya makan ayam 1, tempe 1 dan es teh manis, ternyata harus membayar Rp 30.000. Padahal dia mau irit dan makan di warung yang kelihatannnya sederhana dan sekelas warteg. Walau dia protes tapi sudah terlanjur dimakan, dan hanya dia sendiri yang protes. Komentarnya mungkin pake dukun warung itu, sebab mahal, ga enak, panas dan sempit tapi pembelinya antri sekali.Dalam politik kantor juga ada perempuan yang menggunakan kekuatan dukun untuk membuat atasannya sayang sama dia. Menjadi kesayangan boss akhirnya membuat karirnya cepat naik, walau mungkin kompetensinya tidak memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut teman yang belajar metafisika, bahwa jika kita memakai susuk berarti memasukan benda asing kedalam tubuh. Dalam waktu yang lama, maka akan ada penolakan secara alamiah terhadap benda asing tadi. Susuk berupa berlian atau apa saja akan merusak jaringan syaraf . Sebenarnya tidak ada yang ”instan” untuk mencapai sesuatu, tetapi banyak perempuan yang gamang dan kurang percaya diri untuk mencapai cita-citanya dengan usahanya sendiri. Dalam pernyataan para dukun yang sudah tobat, mereka mengatakan bahwa sebenarnya efek atau hasil dari kekuatan dukun yang dibantu setan hanya bersifat sementara, dukun hanya mensugesti agar pasiennya percaya dan  bertambah percaya dirinya. Jadi jangan percaya dukun, tetaplah berusaha dan bekerjja keras dalam mencapai cita-itamu. Jangan lupa juga membaca tanda-tanda jika keluarga kita mungkin terkena ilmu gaib, katanya tanda-tandanya suka marah dan selalu gelisah atau sakit terus menerus yang tidak dapat di deteksi oleh dokter. Jika ini terjadi tidak ada salahnya meminta bantuan orang yang punya kelebihan, lebih sensitif, lebih tau agar dapat menolong kita, setelah secara akal sehat dengan pergi ke dokter tidak dapat kita selesaikan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-917864729463494516?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/917864729463494516/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=917864729463494516' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/917864729463494516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/917864729463494516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/05/perempuan-dan-mistik.html' title='Perempuan dan Mistik'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-2564827384669559340</id><published>2009-05-04T16:51:00.000-07:00</published><updated>2009-07-14T00:04:30.515-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wanita'/><title type='text'>Perempuan Bekerja</title><content type='html'>Dalam sebuah buku yang ditulis oleh seorang ahli agama yang terkemuka dikatakan bahwa jika suami kita dapat mencukupi kebutuhan keluarga seharusnya perempuan tidak perlu bekerja mencari penghasilan tambahan. Keberkahan sebuah rumah tangga bukan dikarenakan banyaknya uang yang dihasilkan berdua, tapi lebih berkah jika hanya suami saja yang bekerja. Jika saja pemerintah membayar gaji yang cukup kepada para suami untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya atau memberikan gaji kepada perempuan yang mau mengurus anaknya dirumah, maka persoalan dalam rumah tangga akan tidak ada. Perempuan menjalankan fungsinya sebagai penjaga dan tiang rumah tangganya sedangkan suami mencari nafkah. Perempuan yang tinggal dirumah dapat mengurus anak dan suaminya dengan tenang, sehingga tercipta suasanan rumah tangga yang rukun, damai penuh cinta kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika perempuan mulai meninggalkan rumah mencari uang sendiri dengan mengatas namakan karir dan persamaan hak, maka mulailah timbul masalah. Dari segi pendapatan memang meningkat yang tadinya hanya bergaji Rp 3 juta ditambah Rp 3 juta lagi menjadi Rp 6 juta. Tapi ingat pengeluaran juga bertambah, uang yag tadinya Rp 3 juta dicukup-cukupkan untuk keperluan keluarga menjadi dirasa kurang ketika penghasilan bertambah. Adanya kebutuhan untuk transportasi lebih, jika tempat kerja berbeda, anggaran untuk sarapan (kalau tidak sempat sarapan dirumah), makan siang, makanan kecil ekstra untuk sore hari, anggaran untuk pembantu, baby sitter dan konsumsi untuk  mereka yang ikut kita menjadi biaya yang kurang diperhitungkan pada awal mulanya. Belum lagi biaya untuk perlengkapan bekerja, mulai dari baju, tas, sepatu, kosmetik, HP,laptop dan biaya ke salon, pijat karena stress, dll. Uang yang tadinya terlihat banyak malahan dengan perempuan bekerja menjadi kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idealnya memang jika suami dapat mencukupi kita tidak usah bekerja diluar rumah, terutama ketika anak-anak masih balita (bawah lima tahun) yang merupakan ”golden age” tahun emas, dimana mereka menyerap hampir 80 % dari segala sesuatu disekitarnya. Masa ini sangat penting karena akan mempengaruhi kecerdasan mereka dimasa yang akan datang dari segala segi, intelektual, emosional dan spiritual Jadi sangatlah salah jika dalam masa penting dan rentan ini mereka diserahkan kepada orang yang kualitasnya lebih rendah dari kita, misalnya pembantu rumah tangga. Jika pengasuhan diserahkan kepada orang tua atau saudara yang mempunyai kualitas yang setara dengan kita, maka masih dapat diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kenyataannya hidup di dunia ini tidak ada yang ideal, segala ketidak adilan, masalah, penderitaan , akan selalu mengiringi langkah kita.Untuk mereka yang tidak beruntung bekerja adalah suatu keharusan, jika tidak bekerja maka tidak bisa makan. Mereka hanya sekedar bertahan untuk hidup. Banyak perempuan yang stress karena harus memikul beban ganda, sebagai ibu rumah tangga dan juga harus bekerja mencari nafkah. Ada yang suaminya di PHK sehingga beban keluarga menjadi berada dipundaknya. Keadaan menjadi makin parah jika suami yang tidak bekerja tidak mau menyingsingkan tangan membantu urusan rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan ini bukan saja terjadi dilingkungan keluarga miskin, tapi juga di keluarga yang kaya. Perempuan dari kalangan keluarga kaya mendapat pendidikan bagus sehingga mereka juga mendapatkan pekerjaan yang bagus. Karena keadan ekonomi baik, maka tidak terlihat bagaimana bentuk penderitaan mereka, atau walau menderita tapi mereka tetap mempunyai uang banyak. Kalau dipikir dan dapat memilih tentu saja mereka juga ingin bahagia, sebab uang tidak akan dapat membeli kebahagiaan..Banyak perempuan perkasa macam ini harus berjuang sendiri memikul beratnya beban kehidupan, Untuk urusan domestik, uang mereka dapat menggaji pembantu, sopir dan penjaga anak yang terbaik, tapi tetap saja jiwa mereka kering dan haus kasih sayang. Para suami parasit ini jelas sudah terbiasa hidup enak, mereka tidak mau susah walaupun sebenarnya mereka tidak punya pekerjaan yang jelas. Kerjanya nongkrong di café, lobby sana sini dan bergaya dengan segala fasilitas orang tua atau istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada teman yang pintar, cantik dan dari keluarga kaya, mempunyai suami yang memilih profesi tidak jelas, bergonta ganti profesi. Setiap kali gagal istrinya turun tangan menyelesaikan semua masalah baik moril maupun materil Orang tua perempuan sampai jengkel sekali sebab tagihan kartu kredit untuk membiayai gaya hidup glamor masih dibayarkan mertuanya. Teman tadi mungkin cinta setengah mati atau sudah menerima takdirnya dengan ikhlas. Saya pernah kerumahnya dia sedang masak banyak sekali, saya pikir ada acara apa, rupanya memang suaminya sedang dalam program pembentukan badan jadi hanya boleh makan daging saja. Suami yang tidak jelas pekerjaan dan pendapatannya ini bagai raja diladeni dan diberikan makanan yang terbaik oleh istrinya. Saya dengar anaknya menangis keras sedangkan teman saya sedang sibuk memasak, ayahnya yang dekat anak tadi sedang menonton TV tidak perduli dengan tangisan anaknya.Pernah dalam keadaan susah tidak punya mobil, sang suami tidak pernah mau naik bis, maunya taksi, bahkan tidak mau memanggilkan taksi, jadi sang istri dengan sabar berdiri dipinggir jalan memanggilkan taksi buat sang raja tega.Perempuan begitu ikhlasnya mencari nafkah, meladeni suami, mengurus anak, sementara sang raja tega dengan tenangnya hidup senang tanpa perduli bagimana membantu istrinya mencukupi kebutuhan rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saja perempuan berada dirumah dan memberikan kesempatan bekerja kepada laki-laki, maka mungkin keadaan akan menjadi lebih baik. Tapi bagaimana dengan emansipasi, dengan persamaan hak, dengan investasi yang telah ditanamkan dalam bentuk pendidikan, apakah dengan tidak bekerja ia menjadi sia-sia hidupnya? Tidak jika ia ikhlas menerima dan menjalankan perannya sebagai sumber kasih sayang dan pengetahuan bagi keluarganya, maka ia akan bahagia menjalankan kehidupannya. Kalau saya ingat perjalanan hidup saya rasanya dulu pada saat anak-anak masih kecil dengan pendapatan kita yang serba pas tetap membuat kita bahagia. Saya bekerja sebagai asisten dosen dengan honor yang kecil, jualan segala macam peralatan rumah tangga dengan sistem 10: 1, artinya laku 10 saya dapat 1. Dengan begitu saya dapat menghemat pengeluaran dengan tidak membeli barang-barang seperti kompor, piring, karpet, gelas, dll. Karena saya hanya bekerja beberapa jam seminggu, maka banyak waktu dipergunakan untuk bermain dengan anak sambil belajar bagaimana berumah tangga. Setiap sore sehabis anak mandi, berjalan-jalan keliling komplek sambil menunggu suami pulang. Rasanya bahagia sekali melihat papanya pulang, kadang membawa martabak atau buah sebagai oeh-oleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring perjalanan waktu, begitu anak pertama berumur 8 tahun dan anak kedua berumur 3 tahun saya mulai bekerja full time sebagai manager disebuah bank asing. Lompatan yang sangat besar dari seorang free lancer menjadi manager perusahaan besar dengan segala fasilitasnya. Gaji besar, jatah mobil terbaru, keanggotaan di klub ternama dan kesibukan yang luar biasa membuat adanya perubahan cara pandang. Semakin sulit mendifinisikan arti bahagia, semua menjadi bersifat materi dan UUD (Ujung-Ujungnya Duit). Persoalan rumah tangga satu persatu muncul dan semakin rumit karena ego yang bicara. Masing-masing merasa benar dan sebagai perempuan yang mempunyai penghasilan besar mulai berfikir bahwa hidup sendiri lebih bahagia.Berbagai masalah dan penderitaan  yang menempa bagaikan seekor ulat buruk rupa yang berubah menjadi kepompong dan akhirnya keluar menjadi kupu-kupu cantik. Perjuangan menuju ikhlas dan percaya bahwa semua harta benda tidak ada artinya jika rumah tangga kita tidak rukun. Rumah tangga adalah surga dunia yang diciptakan Allah untuk kita, jadi jangan pernah berhenti berjuang mempertahankannya.Hanya dengan berpegang kepada aturan Allah dan Rasulnya, maka kita perempuan yang bekerja tetap menempatkan kebahagiaan keluarga diatas segalanya.Kita rela meninggalkan semua kehidupan semu duniawi untuk mendapatkan kebahagian dan surga dunia, melalui keluarga sakinah, mawadddah dan rahmah.  amien&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-2564827384669559340?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/2564827384669559340/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=2564827384669559340' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/2564827384669559340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/2564827384669559340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/05/perempuan-bekerja.html' title='Perempuan Bekerja'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-1102280759351326742</id><published>2009-04-13T16:38:00.000-07:00</published><updated>2009-10-13T23:12:29.921-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Other'/><title type='text'>The Most</title><content type='html'>The Most&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun yang lalu saya menemani anak saya yang kedua membuat PR bahasa Inggris. Saya mengerjakan sesuatu dan dia mengerjakan PR nya. Beberapa kali ia menanyakan arti dari bahasa Inggris yang menjadi tugasnya, dan saya menerangkan maksudnya. Rupanya ia mendapat tugas menggambarkan siapa orang atau tokoh yang menurut dia paling …dalam segala hal. Saya ingat dia menanyakan arti “The most influenced people in your life atau siapa orang yang paling berpengaruh terhadap kehidupannya. Lalu pertanyaan lain yaitu apa arti “The Cleverest person, atau siapa orang yang paling pintar menurut dia?.Setelah selesai mengerjkan PR nya dia minta tanda tangan saya. Tentu saja saya memeriksa dulu PR yang dikerjakannya sebelum saya tanda tangani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata sangat membanggakan nama saya ada dua dalam PR yang dibuatnya. Dia menyebutkan My mother as the most influenced person in his life. Rupanya ajaran yang saya berikan dan  bagaimana membentuk kepribadiannya berbekas sangat besar dalam dirinya. Alhamdulillah saya mengucapkan sukur, sebab ibu adalah tiang utama yang membentuk karakter dan kepribadian anaknya. Hal kedua yang membuat saya terharu dan bangga adalah “The cleverest person dia juga menyebutkan “My Mother”. Ibu mana yang tidak bangga dan berbunga-bunga hatinya mendapatkan pujian sebagai orang yang paling pintar yang dikenalnya. Anak saya waktu itu sudah duduk dikelas 3 SMP , memasuki usia remaja yang mungkin saja banyak tokoh idola yang bisa diambilnya tapi bukan ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mencoba memastikan apakah pilihannya benar, apakah ia ingin berfikir ulang terutama tentang “the cleverest person”, siapa tau ada tokoh lain yang lebih top. Dia bilang ga ada, mama adalah orangnya. Jawabannya sederhana, cepat, dan dengan senyum, sebab anak saya ini memang hemat dalam berbicara. Terima kasih sayang telah memilih mama menjadi orang yang paling berpengaruh dalam kehidupan kamu dan juga menjadi orang yang paling pintar menurut kamu yang kamu kenal.  Tidak ada kebahagian dan kebanggaan bagi seorang ibu yang mengetahui bahwa anaknya juga membanggakan dan menyayanginya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-1102280759351326742?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/1102280759351326742/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=1102280759351326742' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/1102280759351326742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/1102280759351326742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/04/most.html' title='The Most'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-6370211529840690753</id><published>2009-04-13T16:29:00.000-07:00</published><updated>2009-07-14T00:04:30.515-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wanita'/><title type='text'>My Mother My Friend</title><content type='html'>My Mother My Friend&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Maret kemarin anak saya memberikan kartu ulang tahun yang bertuliskan “My Mother My Friend” .Ucapan selamat ulang tahunnya berisi doa dan harapan agar saya sehat, lebih demokratis, menghargai pendapat orang lain dan gak marah-marah terus. Rupanya ucapan selamat ulang tahun merangkap curhat jeritan hati seorang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuat saya terkesan sekali adalah pemilihan kartu ulang tahunnya yang berwarna hijau kombinasi ungu dan coklat dengan tulisan besar-besar ”My Mother My Friend”. Dalam pergauln sehari-hari dengan anak memang kadang saya otoriter untuk hal-hal yang bersifat prinsip seperti menanamkan karakter jujur, sopan, dan mementingkan silaturahmi. Ada hal yang tidak bisa dikompromikan dan menjadi bagian yang hitam putih, bukan abu-abu.Dalam banyak hal kami sering berselisih paham dan biasanya jadi beradu argumentasi. Ada saat dimana saya sedang sensitif saya merasa anak saya terlalu mendiskusikan hal-hal yang sifatnya tidak penting. Mungkin tidak penting untuk saya tapi penting untuk dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak anak yang menganggap ibunya adalah teman, biasanya mereka memisahkan kehidupan pribadinya bersama teman dengan kehidupan bersama keluarganya. Ada teman saya yang sekan mempunyai kepribadian ganda, dirumah ibunya melihat dia sebagai anak manis yang penurut dan menjadi  kebanggaan orang tua. Ternyata diluar rumah dia banyak melakukan perbuatan yang kalau orang tuanya tahu mungkin akan membuat ibunya sakit jantung. Ibunya sangat over protective sehingga kemanapun kegiatan anaknya ia ingin tahu. Mungkin karena ingin bebas tapi tidak mau menyakiti hati ibunya, maka teman saya itu mempunyai banyak rahasia termasuk kehidupan bebasnya yang ibunya tidak akan pernah mampu membayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke kartu ”My Mother My Friend:, dengan segala kegeeran saya mengambil kesimpulan kenapa anak saya berkata begitu. Hubungan komunikasi saya dan anak begitu terbuka, kami menyampaikan pendapat selalu dengan dasar kejujuran, walaupun mungkin tidak enak. Jika saya mau mengemukakan pendapat , akan saya sampaikan dengan jelas dan tanpa berputar-putar, yang intinya anak akan mengerti mana yang baik, mana yang jelek, mana yang boleh dan mana yang tidak. Begitu juga anak saya, dia tidak akan menyembunyikan fakta tentang kehidupannya dari saya sebagai ibunya. Teman-temannya saya kenal baik, begitu juga beberapa orang tua dari teman dekatnya. Jika dia bolos atau berkelahi atau angka raportnya atau IP nya jeblok, saya akan tahu. Dengan siapa dia berpacaran saya juga mengenal teman dekatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin itu yang menjadi dasar kenapa ia menganggap saya adalah temannya, sebab teman adalah orang yang paling dekat dengan kita dalam suka dan duka. Teman akan memberitahu kita jika perbuatan kita ada yang salah.Teman akan menerima kita apa adanya, tanpa pamrih .Pertemanan yang didasarkan saling percaya, kejujuran dan menerima apa adanya akan menjadikan hubungan pertemanan langgeng. Terima kasih sayang telah menganggap mama sebagai teman kamu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-6370211529840690753?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/6370211529840690753/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=6370211529840690753' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/6370211529840690753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/6370211529840690753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/04/my-mother-my-friend.html' title='My Mother My Friend'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-2984587781943688911</id><published>2009-04-12T05:55:00.000-07:00</published><updated>2009-10-13T23:12:29.921-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Other'/><title type='text'>Laporan Langsung Pertemuan ILO di Korea</title><content type='html'>Pada tanggal 29 Agustus&lt;br /&gt;sampai dengan 1 SePtember&lt;br /&gt;diadakan Pertemuan&lt;br /&gt;ILO Regional tingkat Asia&lt;br /&gt;Empat Tahunan yang ke 14&lt;br /&gt;bertempat di BEXCO,&lt;br /&gt;Busan, korea Selatan.&lt;br /&gt;Berikut laPoran PemimPin&lt;br /&gt;Umum P&amp;B, lftida Yasar&lt;br /&gt;yang mengikuti sidang&lt;br /&gt;tersebut&lt;br /&gt;Pertemuan Organisasi Buruh Internasional&lt;br /&gt;(ILO) selama emPat hari&lt;br /&gt;di Korea Selatan membahas nasib&lt;br /&gt;mereka di kawasan Asia Pasifik. Sebagai&lt;br /&gt;kawasan yang dinilai paling dinamis dibandingkan&lt;br /&gt;dengan kawasan lain, Asia Pasifik&lt;br /&gt;selama ini memang menjadi pusat perhatian dunia&lt;br /&gt;Peserta pertemuan adalah konstituen&lt;br /&gt;ILO, para menteri Tenaga Kerja,perwakilan&lt;br /&gt;dari asosiasi/Federasi Pengusaha,dan Pekerja&lt;br /&gt;yang berasal dari 29 negara Asia dan&lt;br /&gt;Pasifik, serta perwakilan dari 11 negara&lt;br /&gt;Arab dari Asia Barat dan perwakilan dari&lt;br /&gt;organisasi regional.&lt;br /&gt;Acara resmi tanggal 29 Agustus dibuka&lt;br /&gt;oleh Presiden Korea Roh Moo-Hyun, yang&lt;br /&gt;disusul oleh sambutan Perdana Menteri&lt;br /&gt;Srilanka Ratnasiri Wickremanayaka, Perdana&lt;br /&gt;Menteri Jordania Maroef Suleiman&lt;br /&gt;Bakhit dan pemaparan laporan Direktur&lt;br /&gt;Jenderal ILO.&lt;br /&gt;Tema pertemuan "Realizing Decent&lt;br /&gt;Work in Asia" membahas dua laporan dari&lt;br /&gt;Direktur Jenderal ILO yaitu laporan tentang&lt;br /&gt;"Decent work di Asian sejak tahun&lt;br /&gt;2001 -2005 mengenai hasil usaha sosialisasi yang dijalankan ILO diberbagai negara&lt;br /&gt;dan ditingkat regional dan laporan tentang&lt;br /&gt;"Realizing Decent work" di Asia yang &lt;br /&gt;menitik beratkan pada 5 (lima) aspek utama&lt;br /&gt;yang merupakan hal penting untuk merealisasikan "decent work."&lt;br /&gt;Ke lima aspek utama tersebut adalah&lt;br /&gt;mempromosikan pertumbuhan produktifitas&lt;br /&gt;dan lingkungan kerja yang memadai&lt;br /&gt;penyediaan kesempatan kerja yang memadai&lt;br /&gt;untuk pekerja muda.mengatur pekerja&lt;br /&gt;migran, pengaturan pasar kerja dan memperluas&lt;br /&gt;proteksi sosial. Selain itu ada juga&lt;br /&gt;pertemuan khusus para menteri tenaga kerja&lt;br /&gt;serta sesi panel untuk kepala tingkat&lt;br /&gt;regional dan internasional.&lt;br /&gt;Delegasi Indonesia yang mewakili pemerintah&lt;br /&gt;dipimpin oleh Harry H saleh.&lt;br /&gt;wakil kalangan pengusaha diwakili oleh H. Hasanuddin Rachman&lt;br /&gt;dan pimpinan wakil pekerja adalah BuYung Marizal.&lt;br /&gt;pentingnya pertemuan ILO di Korea. T . Suzuki,&lt;br /&gt;aktif di organisaspi engusahad imulai&lt;br /&gt;sejak tahun 1943 dan anggota Government&lt;br /&gt;Body Intemational Labor Organisation, mengatakan,&lt;br /&gt;keterlibatannya di organisasi pengusaha&lt;br /&gt;sampai dengan tingkat Asia dan&lt;br /&gt;dunia adalah didasari niatnya membentuk&lt;br /&gt;para pengusaha yang baik yang mengerti&lt;br /&gt;hak dan kewajibannya.&lt;br /&gt;Dengan menjadi pengusaha yang baik,&lt;br /&gt;kata Suzuki, yang senang mendengarkan&lt;br /&gt;musik, melakukan perjalanan, belajar hal&lt;br /&gt;baru, bermain golf, dan bersepeda,maka&lt;br /&gt;akan tercipta hubungan industrial yang&lt;br /&gt;harmonis antara pengusaha dan pekerja.&lt;br /&gt;Sementara itu, AW Tabani,dari Asosiasi&lt;br /&gt;Pengusaha Pakistan,menegaskan, dengan&lt;br /&gt;membuat keadaan ketenaga kerjaan yang &lt;br /&gt;baik maka akan dihasilkan perjanjian yang&lt;br /&gt;adil, dan membuat tingkat kehidupan masyarakat&lt;br /&gt;dan negara menjadi lebih baik&lt;br /&gt;Tabani, anggota Government Body International&lt;br /&gt;Labor Organisation sejak tahun&lt;br /&gt;1990 yang sering memanfaatkan waktu&lt;br /&gt;luangnya digunakan untuk mendengarkan&lt;br /&gt;musik klasik kegemarannya, olahraga jalan&lt;br /&gt;kaki dan sesekali berenang, mengatakan,&lt;br /&gt;kiprahnya di ILO, baik tingkat Asia maupun&lt;br /&gt;dunia adalah dalam upaya melindungi kepentingan&lt;br /&gt;pengusaha dan investasi nasional.&lt;br /&gt;"Ini agar iklim usaha berjalan dengan&lt;br /&gt;baik, dan tenaga kerja semakin banyak&lt;br /&gt;yang terserap," kata Tabrani yang&lt;br /&gt;pernah menjabat menteri keuangan dan industri&lt;br /&gt;serta sebagai gubernur di Pakistan.&lt;br /&gt;Peserta lain yang juga terlibat aktif dalam&lt;br /&gt;sidang ILO di Korea adalah A.Dahlan,&lt;br /&gt;wakil Pengusaha Arab Saudi yang telah mengikuti&lt;br /&gt;berbagai sidang ILO selama 25.&lt;br /&gt;Dalam pertemuan di Busan ia aktif memberikan&lt;br /&gt;masukan dalam rangka peningkatan kualitas&lt;br /&gt;SDM pekerja migran dan perbaikan lingkungan&lt;br /&gt;kerja yang layak bagi pekerja. Dahlan&lt;br /&gt;juga memberi masukan untuk meningkatan&lt;br /&gt;kualitas TKI/TKW Indonesia yang&lt;br /&gt;dikirim ke sana dan menjajaki kemungkinan&lt;br /&gt;kerjasama program bagi wanita pekerja&lt;br /&gt;mandiri.&lt;br /&gt;Bagi Indonesia,sidang ILO di Korea sebenarnya&lt;br /&gt;memiliki arti yang sangat strategis&lt;br /&gt;jika dimanfaatkan dengan baik. Sayangnya&lt;br /&gt;Indonesia dengan jumlah delegasi yang banyak&lt;br /&gt;kurang mampu berperan aktif dalam&lt;br /&gt;sidang dan acara terkait. Oleh karena itu,&lt;br /&gt;agar sidang semacam ini bisa memberi hasil&lt;br /&gt;optimal,ada baiknya jika sebelum acara berlangsung&lt;br /&gt;diadakan pertemuan berkala antar&lt;br /&gt;delegasi tripartit untuk menyamakan langkah&lt;br /&gt;atau saling memberi informasi agar sebagai&lt;br /&gt;delegasi RI lebih terkoordinasi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-2984587781943688911?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/2984587781943688911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=2984587781943688911' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/2984587781943688911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/2984587781943688911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/04/laporan-langsung-pertemuan-ilo-di-korea.html' title='Laporan Langsung Pertemuan ILO di Korea'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-8889802368384360674</id><published>2009-04-09T00:25:00.000-07:00</published><updated>2009-10-13T23:12:29.921-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Other'/><title type='text'>Perpisahan Persaels</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Sd2snc79O2I/AAAAAAAAAHA/q2T1BBdHZKk/s1600-h/IMG_1719.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Sd2snc79O2I/AAAAAAAAAHA/q2T1BBdHZKk/s320/IMG_1719.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322600128404339554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Sd2snJMzgUI/AAAAAAAAAG4/EVsY0Y5FRhM/s1600-h/IMG_1692.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Sd2snJMzgUI/AAAAAAAAAG4/EVsY0Y5FRhM/s320/IMG_1692.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322600123106296130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Sd2sm1GjRPI/AAAAAAAAAGw/zXfb0C-A5sc/s1600-h/IMG_1691.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Sd2sm1GjRPI/AAAAAAAAAGw/zXfb0C-A5sc/s320/IMG_1691.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322600117711357170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Sd2sm_L1uGI/AAAAAAAAAGo/ls2ny4nPdn8/s1600-h/IMG_1686.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Sd2sm_L1uGI/AAAAAAAAAGo/ls2ny4nPdn8/s320/IMG_1686.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322600120417892450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-8889802368384360674?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/8889802368384360674/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=8889802368384360674' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/8889802368384360674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/8889802368384360674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/04/perpisahan-persaels.html' title='Perpisahan Persaels'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Sd2snc79O2I/AAAAAAAAAHA/q2T1BBdHZKk/s72-c/IMG_1719.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-8432143667713840260</id><published>2009-04-08T23:55:00.001-07:00</published><updated>2009-10-13T23:12:29.922-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Other'/><title type='text'>Dari seminar budaya kerja</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Sd2eLMxxZYI/AAAAAAAAAGI/Nietouoafrc/s1600-h/bdy+kerja.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 239px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Sd2eLMxxZYI/AAAAAAAAAGI/Nietouoafrc/s320/bdy+kerja.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322584249867527554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;pada tanggal 12 juli 2006 lalu , PT PF Indonesia bekerja&lt;br /&gt;sama dengan PT Persaels dan harian Bisnis Indonesia&lt;br /&gt;menyelenggarakan seminar sehari bertajuk 'Budaya Kerja :&lt;br /&gt;Fungsi,Peran dan pengaruhnya terhadap kinerja organisasi.&lt;br /&gt;Acara yang berlangsung di ruang Birawa Hotel Bumi Karsa,&lt;br /&gt;Jakarta itu juga didukung oleh PSB Corporation,&lt;br /&gt;Singapura, PT Oracle Indonesia, PT UnileverIndonesia dan radio&lt;br /&gt;Smart Fm Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Sd2eLx94slI/AAAAAAAAAGg/v8w2tkdUBBk/s1600-h/P7120041.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 239px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Sd2eLx94slI/AAAAAAAAAGg/v8w2tkdUBBk/s320/P7120041.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322584259850449490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seminar yang diawali dengan keynote speech oleh Ketua&lt;br /&gt;Umum DPP Apindo Sofyan Wanandi ini terbagi dalam dua sesi.&lt;br /&gt;Sesi pertama menghadirkan para pembicara yang mengulas&lt;br /&gt;budaya kerja dari sisi konsep. Mereka adalah Mohamed Osman&lt;br /&gt;Amat (konsultanP SB Corporation,Singapura),Gunawan Loekito&lt;br /&gt;(Marketing Director Oracle Indonesia), Abraham Togatorap&lt;br /&gt;(HR Head UnileverI ndonesia),dan Mariko A.Yoshihara( Managing&lt;br /&gt;Director JAC Indonesia).&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Sd2eLTyT12I/AAAAAAAAAGQ/1V37C_rH9MA/s1600-h/budaya+kerja.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 239px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Sd2eLTyT12I/AAAAAAAAAGQ/1V37C_rH9MA/s320/budaya+kerja.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322584251748833122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pada sesi kedua usai istirahat makan siang.&lt;br /&gt;pembicara yang tampil adalah Agus Budi Wasono {Senior VP&lt;br /&gt;HR PT Bogasari Flourmills lndonesia), Ruby Indrakesumah&lt;br /&gt;(Learning &amp; Development Division Head Bank NISP), dan Gunawan&lt;br /&gt;(GM HR Development PT Wijaya Karya). Acara ini dipandu&lt;br /&gt;oleh AN Ubaedy, konsultan psikologi SDM dari Harmawan&lt;br /&gt;Consulting.&lt;br /&gt;Dalam sambutan pembukaannya, Sofyan Wanandi mengungkapkan,&lt;br /&gt;pembentukan budaya kerja di sebuah organisasi&lt;br /&gt;kini menjadi sangat penting karena budaya kerja akan berimbas&lt;br /&gt;pada produktifitas.Sedangkan Osman Amat lebih banyak menyoroti&lt;br /&gt;budaya kerja dari sisi organisasi. Menurutnya, ada 75&lt;br /&gt;yang menjadi pilar budaya organisasi, yakni Strategy, Systems,&lt;br /&gt;Structure, Shared Values, Staff, Skills dan Style.&lt;br /&gt;Gunawan Loekito menceritakan, pembentukan budaya kerja&lt;br /&gt;di Oracle lndonesia tercermin dalam hal trust, integrity dan respecf.&lt;br /&gt;Dengan mendasarkan kepada tiga pilar tersebut diharap&lt;br /&gt;kan orang-orang yang ada di Oracle Indonesia,kata Gunawan&lt;br /&gt;Loekito, memiliki sifat-sifat unggul seperti inovatif, fokus pada&lt;br /&gt;kebutuhan dan kepuasan para pelanggan,mampu membangun&lt;br /&gt;nilai-nilai perusahaan, memiliki semangat teamwork,bekerja&lt;br /&gt;dengan penuh gembira dan berbahagia.&lt;br /&gt;Di Unilever Indonesia,menurut Abraham Togatorap, budaya&lt;br /&gt;kerja yang berkembang lebih diarahkan pada hal-halyang bersifat&lt;br /&gt;kepercayaan kepada karyawan, kebebasan untuk mengembangkan&lt;br /&gt;gagasan, senantiasa fokus pada tujuan dan pemberian&lt;br /&gt;penghargaan terhadap ide-ide brilian dan implementasinya.&lt;br /&gt;Penghargaan terhadap ide-ide tersebut diukur dengan menggunakan&lt;br /&gt;parameter tertentu, misalnya dampaknya terhadap perusahaan,&lt;br /&gt;kreatifitasnya, kemampuan ide tersebut beradaptasi,&lt;br /&gt;kelangsungannya hingga kontibusi ide tersebut dalam proses pembelajaran dan pertumbuhan organisasi.&lt;br /&gt;sementara itu, Mariko Asmara dari JAC Indonesia memaparkan beberapa sifat para pekerja jepang berdasarkan hasil riset terhadap&lt;br /&gt;20 ribu perusahaan jepang. jika di tinjau dari sisi posotif, kata marko, kebanyakan pekerja jepang&lt;br /&gt;adalah pekerja keras dan efisien. Selain pekerja keras, mereka juga &lt;br /&gt;menghabiskan waktu kerja antara 60 sampai dengan 70 jam dalam sepekan.&lt;br /&gt;Namun sisi negatifnya para pekerja jepang kurang memperhatikan keluarga mereka.&lt;br /&gt;mereka juga tidak mudah percaya kepada orang lain yang bukan sesama bangsa jepang.&lt;br /&gt;pada sesi kedua, agus Budi Wasono yang mengawali presentasi, dengan gayanya yang khas mengajak para peserta seminar untuk berdiri sejenak.&lt;br /&gt;Agus tampaknya mengetahui , bahwa usai makan siang para peserta seminar mulai mengantuk. karena itu, dengan mengajak mereka melakukan gerakan-&lt;br /&gt;gerakan ringan, akhirnya suasana seminar dapat kembali 'hidup'.&lt;br /&gt;agus yang lebih banyak membuka sesi dialog dengan peserta, menggaris bawahi bahwa pada prinsipnya budaya kerja merupakan usrusan hati dan persepsi, yang mendorong&lt;br /&gt;terjadinya budaya perlu ada sistem terutama yang mengatur soal reward. selain itu, untuk menciptakan budaya kerja juga diperlukan contoh yang konsisten dari atasan.&lt;br /&gt;Menurut Ruby Indrakesuma yang menjadi pembicara berikutnya,&lt;br /&gt;indikasi ketidak selarasan budaya kerja sebenarnya dapat diamati misalnya &lt;br /&gt;dengan ketiadaan rapat-rapat formal maupun informal para pimpinan, &lt;br /&gt;diperlukan waKtu yang relatif lama bagi karyawan baru&lt;br /&gt;untuk diterima sebagai bagian dari tim.&lt;br /&gt;gunawan dari Wijaya Karya mengungkapkan, meski Wijaya Karya adalah perusahaan BUMN, perusahaan tersebut telah lama&lt;br /&gt;mengubah paradigma dan menempatkan diri sebagai mitra yang sejajar dengan klien-kliennya. "Tidak semua proyek yang kita tangani dari pemerintah, karena kami juga menangani proyek-proyek dari perusahaan swasta",katanya&lt;br /&gt;Dan untuk bisa bersaing dengan perusahaan konstruksi lain,Wijaya Karya telah&lt;br /&gt;memiliki budaya kerja yang mendukung sikap dan prilaku karyawan sebagai bagian dari&lt;br /&gt;organisasi yang harus tetap tumbuh.&lt;br /&gt;Seminar yang di pandu oleh AN Ubaedy dari Harmawan Consulting&lt;br /&gt;ini sangat menarik minat para peserta. ada belasan pertanyaan yang di ajukan, dan masih banyak lagi pertanyaan yang ingin mereka sampaikan. Namun karena keterbatasan waktu,&lt;br /&gt;akhirnya Ubaedy menutup sesi tanya jawab tepat pada pukul 16.30&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Sd2eLi7x2YI/AAAAAAAAAGY/j1uZIxcvQZY/s1600-h/P7120040.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 239px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Sd2eLi7x2YI/AAAAAAAAAGY/j1uZIxcvQZY/s320/P7120040.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322584255815080322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-8432143667713840260?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/8432143667713840260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=8432143667713840260' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/8432143667713840260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/8432143667713840260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/04/dari-seminar-budaya-kerja.html' title='Dari seminar budaya kerja'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Sd2eLMxxZYI/AAAAAAAAAGI/Nietouoafrc/s72-c/bdy+kerja.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-457042248127159764</id><published>2009-04-02T16:51:00.000-07:00</published><updated>2009-07-17T07:15:50.946-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wanita'/><title type='text'>Persamaan antara Perempuan simpanan dengan deposito roll over</title><content type='html'>Kalau kita punya simpanan uang dalam bentuk deposito, biasanya disimpan dalam bentuk roll over, dimana jika jatuh tempo dapat secara otomatis diperpanjang kembali. Uang simpanan dalam bentuk deposito biasanya tidak untuk dipamerkan atau diberitahukan kepada setiap orang.namanya juga simpanan, maka sebaiknya disimpan dengan baik ditempat yang tidak diketahui orang. Bahkan para koruptor papan atas menyimpan uangnya dengan sangat rahasia di Singapura atau Swiss dimana kerahasian mereka terjamin.Bank tertentu mempunyai reputasi yang sangat baik dalam menjaga kerahasiaan nasabahnya. Reputasi mengelola lembaga keuangan dan teknologi canggih menjadi jaminan bahwa uang simpanannya akan terjamin aman kerahasiannya. Jika uang belum dibutuhkan maka uang akan terus disimpan di bank dan jika dibutuhkan akan segera dicairkan. Jika koruptor itu selamat maka uang akan aman tersimpan tapi mungkin ia akan sangat hati-hati menggunakannya takut ketahuan. Jika ia tidak selamat misalnya ketahuan KPK, maka uang akan disita menjadi uang negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita membahas tentang perempuan simpanan, biasanya perempuan yang mau dijadikan simpanan harus menerima nasibnya untuk tidak dipertontonkan atau diperkenalkan kepada masyarakat. Namanya juga barang simpanan, misalnya seperti mobil simpanan, maka barang itu akan disayang dan disimpan untuk pemiliknya, Mobil jarang dipakai hanya kalau sedang mood saja, tidak seorangpun yang boleh memakai selain pemilik. Perempuan simpanan juga begitu, disayang, dirayu, dicukupi kebutuhannya tapi harus dijaga kerahasiaannya. Perempuan simpanan bukan untuk dipamerkan apalagi diketahui oleh kalangan terdekat, bisa bahaya.Jika kebetulan bertemu maka pura-pura tidak kenal, mereka hanya bertemu disaat tertentu dan disaat dibutuhkan.&lt;br /&gt;Jika hubungan sudah selesai tanpa diketahui istri resmi, maka selamatlah mereka dari keributan, tapi jika kebetulan ketahuan istri resmi dan laki-laki masih berat kepada keluarganya, maka berakhirlah hubungan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hubungan ternyata aman-aman saja tanpa ketahuan atau ada juga istri yang tidak mau tahu atau pura-pura tidak tahu dan menutup mata terhadap perilaku suaminya.Dalam hal ini hubungan antara perempuan simpanan dan suaminya bisa berlangsung lama, terus menerus diperpanjang tanpa kejelasan seperti deposito ”roll over” yang bisa diperpanjang secara otomatis. Tanpa terasa waktu berlalu, bisa jadi hubungan itu berlangsung bertahun-tahun, saya punya teman yang sudah berpuluh tahun berstatus tidak jelas. Mereka tidak mungkin kawin, jabatan dan status masih suami orang lain, beda agama serta tidak adanya komitmen dari laki-laki itu membuat tidak ada harapan untuk dikawini. Waktu berlalu tanpa terasa dan perempuan simpanan beranjak tua tanpa status yang jelas. Hati terlanjur tidak bisa berpaling kepada yang lain dan akhirnya menerima nasib hidup sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan nasib perempuan simpanan berakhir tragis, sebagai perempuan mereka juga punya keinginan untuk hidup normal, ingin punya anak dan memperkenalkan pasangannya kepada keluarga dan temannya. Apa daya statusnya tidak memperbolehkannya memamerkan atau memberitahu masyarakat siapa laki-laki yang dicintainya. Saya yakin mereka itu sebenarnya sedih dan menderita mengalami hal ini, Mungkin pada awalnya mereka memulai hubungan ini karena tertarik oleh materi atau iseng , kagum lalu akhirnya jatuh cinta betulan. Begitu sudah memasuki tahap cinta betulan, maka rasa sedih, rasa ingin selalu bersama akan melanda mereka. Derita seorang perempuan simpanan sebetulnya kalau kita lihat dari kacamata perempuan normal jauh lebih besar. Mereka jarang ditemui, kecuali kalau ada waktu, itupun harus dilakukan secara rahasia.Frekuensi pertemuan yang pada awalnya menggebu-gebu mungkin akan meredup seiring jalannya waktu, bahkan mungkin berakhir dengan ditinggal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak contoh sakit hati dari keluarga ataupun dari sipelaku sendiri jika ini terjadi. Jika hubungan menghasilkan anak, bisa jadi anak dari perempuan simpanan itu akan menjadi anak kelas dua, dalam arti belum tentu kelahirannya diharapkan. Biasanya perempuan simpanan hanya dipakai untuk kesenangan bukan untuk membentuk keluarga, jadi kehadiran anak tidak termasuk dalam paket perjanjian..Kalaupun anak terlanjur lahir, biasanya tidak dihiraukan atau seperti ibunya ia akan menjadi anak simpanan. Banyak cerita dimana pada saat laki-laki tersebut meninggal, datanglah perempuan dan anaknya yang tentu saja ingin melihat terkhir kalinya laki-laki yang juga mungkin suami siri dan bapak dari anaknya. Biasanya dalam suasana duka ini terjadi keributan dan menambah rasa sakit hati keluarga istri resmi melihat kehadiran perempuan simpanan dan anaknya yang tidak diharapkan kedatangannya atau tidak diduga keberadaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan adalah manusia mulia yang dpilih untuk melahirkan generasi penerus yang akan membuat negara ini menjadi kokoh dan sejahtera, bukan barang yang bisa disimpan dan dipakai jika dibutuhkan. Ingat kodratmu perempuan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-457042248127159764?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/457042248127159764/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=457042248127159764' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/457042248127159764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/457042248127159764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/04/persamaan-antara-perempuan-simpanan.html' title='Persamaan antara Perempuan simpanan dengan deposito roll over'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-4379057086322191020</id><published>2009-04-02T16:50:00.001-07:00</published><updated>2009-10-13T23:12:29.922-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Other'/><title type='text'>Happy Birthday</title><content type='html'>Baru saja tanggal 28 Maret kemarin saya melewatkan hari dimana 47 tahun yang lalu saya hadir dimuka bumi ini. Seebenarnya saya idak begitu suka merayakannya, paling kami berkumpul bersama sekeluarga, makan dirumah sambil berdoa atau makan di restoran. Tahun ini agak special sebab teman-teman alumni FH UNPAD angkatan 80 yang berulang tahun dibulan Maret mau merayakan bersama. Jadilah kita ramai-ramai patungan untuk membuat acara ulang tahun bersama.Perayaan ulang tahun sebenarnya hanya sekedar alasan saja sebab kami memang sering sekali berkumpul dengan alasan yang dibuat-buat. Pesta penuh canda dan makan enak, ditambah nyanyi bersama , memang teman-teman suka menyanyi , suara dan gayanya ga kalah dengan penyanyi professional. Sore hari acara masih dilanjutkan ke Paris van Java, suatu tempat nongkrong yang menjadi favorite anak muda dan keluarga.Malamnya bersama keluarga kami makan malam dan mengirimkan makanan kepada tetangga terdekat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kecil rasanya senang sekali kalau mau ulang tahun, selalu ada selamatan yang hanya berupa tumpengan atau tiup lilin, dimana hanya tetangga dekat dan teman-teman sebaya yang hadir. Seingat saya pada usia 17 tahun baru dibuat pesta ulang tahun yang meriah dimana masa itu disco party dirumah menjadi trend. Kalau lihat fotonya lucu sekali kita dengan dandanan ala John Travolta dan Olivia Newton John dan lampu kelap kelip disco dirumah dengan hidangan nasi didalam baskom dan lauk pauk ayam goring dan sop. Yang datang banyak sekali, maklum zaman dulu yang ga diundang juga dating. Sayang sekali pesta harus berakhir jam 10 malam karena om saya yang polisi yang tinggal dirumah meminta dengan tegas agar pesta berhenti jam 10 malam, mengganggu tetangga katanya. Sungguh kenangan manis yang tak terlupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sekarang bertambahnya umur berarti berkurangnya jatah untuk menikmati hidup ini. Kalau disamakan dengan umur Rasulullah Kanjeng Nabi Muhammad yang wafat dalam usia 63 tahun, maka jatah umur sya tinggal16 tahun lagi. Semoga saya masih bisa menikmati mengantarkan anak-anak mentas dan berkeluarga serta melihat cucu. Semoga saya sehat, semangat dan tidak tergantung pada orang lain. Usia panjang jika diisi dengan hal yang produktif dan bermanfaat akan baik sekali. Semoga Allah berkenan memberikan berkah keselamatan dan keridhoan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-4379057086322191020?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/4379057086322191020/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=4379057086322191020' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/4379057086322191020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/4379057086322191020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/04/happy-birthday.html' title='Happy Birthday'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-2048816414745974223</id><published>2009-04-01T05:31:00.000-07:00</published><updated>2009-04-01T05:36:25.267-07:00</updated><title type='text'>Komunikasi APINDO dalam menghadapi Turbulensi Ekonomi dan Politik tahun 2009</title><content type='html'>Wed, 18 Mar 2009 19:09:11 -0700&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI, UNIKA ATMA JAYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2009 ini perusahaan-perusahaan di Indonesia menghadapi &lt;br /&gt;ketidakpastian dalam hal politik, disamping faktor ketidakpastian yang &lt;br /&gt;diakibatkan oleh turbulensi ekonomi global, yaitu dengan adanya Pemilu &lt;br /&gt;legislatif dan eksekutif yang akan segera digelar.  Dalam situasi seperti ini, &lt;br /&gt;peran komunikasi korporasi menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan &lt;br /&gt;perusahaan melewatinya. Untuk itu dibutuhkan sumber daya di bidang komunikasi &lt;br /&gt;yang berkemampuan tidak hanya pada tataran craftman melainkan pada tataran &lt;br /&gt;pemikir dan analis yang mampu mengambil kebijakan strategis bagi perusahaan &lt;br /&gt;dalam berkomunikasi dengan publik internal dan eksternal perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Komunikasi Korporasi berkiprah? Hadiri free seminar dengan tema:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“KOMUNIKASI KORPORASI MENGHADAPI TAHUN TURBULENSI EKONOMI DAN POLITIK 2009”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 1 April 2009, jam 09:30 – 13:30 wib&lt;br /&gt;Di Gd. Yustinus lt. 14, Unika Atma Jaya, &lt;br /&gt;Jl. Jend. Sudirman kav. 51, Jakarta&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicara:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Prasetyantoko, Dr., dosen Fakultas Ilmu Administrasi, analis ekonomi, &lt;br /&gt;pengarang buku “Bencana Finansial”&lt;br /&gt;- Bima Arya Sugiarto, Dr., Pengamat Politik, Presiden Direktur Charta Politika. &lt;br /&gt;- Iftida Yasar, wakil sekretaris umum APINDO &lt;br /&gt;- Intan Abdams Katoppo, Corporate Secretary BNI&lt;br /&gt;- Arief Istanto, Chief Corporate Communication PT. Astra International Tbk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moderator:&lt;br /&gt;- Nia Sarinastiti Dr., dosen Fakultas Ilmu Administrasi. Corporate &lt;br /&gt;Communication pada Accenture dan Communication Officer pada Multi Donor Trust &lt;br /&gt;Fund World Bank&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi yang diberikan oleh Iftida Yasar dari APINDO pada hari ini secara garis besar adalah:&lt;br /&gt;-Memperkenalkan Asosiasi kepada anggota dan publik&lt;br /&gt;-Memberikan informasi yang proporsional mengenai peran APINDO  kepada anggota dan publik&lt;br /&gt;-Mempersatukan perusahaan yang tergabung maupun yang belum bergabung dengan APINDO di seluruh Indonesia untuk kepentingan bersama dan kepentingan bisnis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh kegiatan yang dilakukan DPN APINDO dalam rangka menghadapi tahun 2009 yang penuh dengan ketidakpastian ekonomi dan Politik diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Konferensi pers secara berkala 3 bulanan atau sesuai kebutuhan untuk meng up date status keadaan situasi ketenagakerjaan yang berkaitan dengan PHK, tutupnya beberapa perusahaan, &lt;br /&gt;-Pertemuan berkala dengan anggota/non anggota&lt;br /&gt;-Pembahasan kasus per industri yang sejenis&lt;br /&gt;-Pertemuan dengan hakim hubungan industrial yang mewakili Asosiasi&lt;br /&gt;-Pertemuan bipartit/tripartit&lt;br /&gt;-Pengusaha bertanya Partai menjawab (6 partai)&lt;br /&gt;-Kegiatan bersama dengan ABADI (Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia) dalam kegiatan sosialisasi Outsourcing&lt;br /&gt;-Workshop dengan ILO, Bappenas, baik dalam skala nasional maupun internasional membahas mengenai dampak krisis global&lt;br /&gt;-Kerjasama dengan lembaga donor internasional dalam pelatihan “Capacity Building” untuk pengurus Daerah dan staf&lt;br /&gt;-Membantu UKM dalam meningkatkan kemampuan manajemen&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-2048816414745974223?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/2048816414745974223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=2048816414745974223' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/2048816414745974223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/2048816414745974223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/04/komunikasi-apindo-dalam-menghadapi.html' title='Komunikasi APINDO dalam menghadapi Turbulensi Ekonomi dan Politik tahun 2009'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-7443077018930413820</id><published>2009-04-01T04:51:00.000-07:00</published><updated>2009-07-17T07:15:50.947-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wanita'/><title type='text'>Kalau Kau Balas Selingkuh, maka Kau Kucerai</title><content type='html'>Kesetaraan Gender asanya sulit diterapkan diberbagai hal. Seorang suami bisa saja terpeleset melakukan hubungan selingkuh, jika ketahuan biasanya berakhir dengan dimaafkan dan keluarga itu hidup bahagia selamanya disisa umurnya. Kalau hanya terpeleset masih masuk akal sebab terpeleset biasanya tidak sengaja dan hanya ekali, tapi kalau berkali-kali bagaimana?. Ada suami yang berkali-kali selingkuh dengan orang yang berbeda, dan setiap ketahuan minta maaf berjanji tidak akan megulangi lagi. Bisa juga dengan perempuan yang sama tapi bertahun-tahun statusnya hanya simpanan atau teman selingkuh. Berjanji untuk meninggalkan perempuan simpanannya tapi tidak kunjung terjadi, tapi juga hubungan mereka tidak diikat dengan tali perkawinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kasus yang kedua biasanya pilihan ada pada pihak istri, mau memafkan dan menerima keadaan itu atau kesabaran ada batasnya, sehingga cukup sampai disini hubungan perkawinan.Perkawinan bisa terus berlangsung biasanya karena istri masih mau menerima suaminya dan menganggap biarlah yang penting ”botol kembali”, Perceraian bagi istri sedapat mungkin dihindari, alasanya berbagai macam, ada yang karena status, anak-anak butuh figur bapaknya, masih tergantung secara ekonomi, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasangan selingkuh suami bisa single dalam artian gadis atau janda, bisa juga masih berstatus istri orang. Kalau dengan istri orang jika tidak ketahuan dan hubungan segera berakhir, maka selamat, tapi jika ketahuan oleh suaminya?.Banyak berita di koran kuning tentang pembunuhan yang dilakukan seorang suami terhadap pasangan selingkuh istrinya. Bagi laki-laki harga diri adalah segalanya, walaupun mungkin istri selingkuh karena tidak diacuhkan suami atau karena suami selingkuh, tapi tetap saja kalau istri selingkuh harga diri yang bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat seorang artis sexy yang berlinangan air mata di infotainment karena dia mengetahui suaminya mempunyai gandengan baru. Padahal sang artis dengan foto yang sangat seronok juga melakukan perslingkuhan dengan laki-laki lain. Artis yang mendapat cap hidup bebas saja tidak siap menghadapi kenyataan dilepas oleh suami karena ketahuan selingkuh. Apalagi kita sebagai perempuan biasa, apakah sudah siap resikonya diceraikan. Sungguh tidak adil rasanya jika laki-laki selingkuh kebanyakan dimaafkan dan ketika kita mencoba melakukan hal yang sama malah dicerai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai perempuan berfikirlah sebelum melakukan pembalasan perselingkuhan, apakah kita siap dicerai ataukah memang itu yang kita inginkan. Bagi saya perempuan sebagai lambang kesetiaan dan kesucian tetaplah tabah dalam menjaga harkat dan kehormatannya. Jika memang ingin bercerai lakukan saja baru setelah itu kita bedoa agar diberi jodoh yang baik dan sayang kepada kita. Jadi jangan dicerai karena selingkuh, rasanya harga diri dan kehormatan dimata anak-anak jauh lebih penting dibanding balas membalas perbuatan yang tidak baik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-7443077018930413820?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/7443077018930413820/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=7443077018930413820' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/7443077018930413820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/7443077018930413820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/04/kalau-kau-balas-selingkuh-maka-kau.html' title='Kalau Kau Balas Selingkuh, maka Kau Kucerai'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-8520017871271996578</id><published>2009-04-01T04:49:00.000-07:00</published><updated>2009-07-14T00:04:30.515-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wanita'/><title type='text'>Suami mbak Mengaku Duda</title><content type='html'>Pada saat mengetahui bahwa suaminya kawin lagi dengan seorang perempuan yang kebetulan dikenalnya, maka seorang istri mendatangi simpanan suaminya. Ketika ditanya apakah benar sudah menikah, maka jawabannya adalah ya secara siri. Kenapa mau? karena “suami mbak mengaku duda”. Kalau perempuan itu adalah somebody yang jauh disuatu tempat dan tidak mengenal keluarga itu, maka jawabannya dapat diterima akal. Tapi kebetulan mereka sudah saling mengenal  bahkan anak-anak mereka berteman baik. Sungguh tidak masuk akal seorang perempuan percaya begitu saja dengan pengakuan laki-laki suami temannya yang mengaku duda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang sebenarnya bodoh dalam hal ini? Apakah perempuan menjadi korban penipuan dari laki-laki gombal itu?.sebetulnya perempuan itu yang menipu dirinya sendiri. Tanpa mau tahu karena desakan kebutuhan napsu, maka ia mengabaikan hati nuraninya untuk mengecek apakah benar suami temannya itu duda. Perkawinan yang dilakukan juga kenapa diam-diam dengan cara siri, tanpa mengundang dan melibatkan anak-anak dan keluarga besar mereka. Hanya sebagai kedok untuk mensahkan hubungan badan versi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika memang berniat melakukan perkawinan yang langgeng, seharusnya dicek apakah benar status sudah duda, mana surat cerainya dan kenapa bukan kawin resmi. Perempuan kadang makan perempuan, teman makan suami teman, ibunya anak-anak makan bapaknya tetangga, semua bisa terjadi karena desakan nafsu belaka. Apakah setelah kawin mereka menikmati kebahagian?,Jarang terjadi kehidupan yang langgeng jika perkawinan dilangsungkan dengan jalan tidak wajar. Yang ada adalah dicerai juga secara siri. Ingat kasus perceraian siri yang dengan gampangnya dilakukan lewt SMS, telpon atau surat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan marilah kita jaga hakat dan martabat kita, agar mendapat tempat dan status terhormat dlam hidup ini, dimata anak, keluarga dan Tuhan. Kenapa perempuan? Sebab perempuan adalah tiang negara, jika perempuan baik maka kokohlah negara, jika perempuan hancur, maka hancurlah negara. Kita punya pilihan untuk menolak menyakiti hati sesama perempuan apalagi sesama teman.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-8520017871271996578?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/8520017871271996578/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=8520017871271996578' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/8520017871271996578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/8520017871271996578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/04/suami-mbak-mengaku-duda.html' title='Suami mbak Mengaku Duda'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-5924046627087465194</id><published>2009-04-01T04:47:00.000-07:00</published><updated>2009-10-13T23:12:29.922-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Other'/><title type='text'>Don’t Play around with Your  Furniture</title><content type='html'>Apa sih arti judul diatas? Don’t play around with your furniture. Para ahli selingkuh mengatakan bahwa selingkuh adalah selingan indah, bukan sesuatu yang bersifat tetap, hanya selingan sesaat yang membuat adrenalin bergejolak sesaat. Jadi jangan pernah terlibat terlalu dalam, nikmati sejenak dan jika sudah menjadi hal rutin cari selingan lain. Mereka menjaga keutuhan rumah tangganya dengan baik, jangan sampai selingkuh yang dilakukan diketahui oleh anak atau istrinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu mereka mempunyai kode etik jangan mencari pasangan selingkuh disekitar kita, misalnya sama teman istri/suami, ibu/bapak dari temannya anak-anak kita, karyawan kita, bawahan kita atau orang sekitar kita. Merekalah yang dianggap sebagai furniture.Jika kode etik ini dilanggar resikonya besar, bisa ketahuan dan berakibat fatal kehancuran rumah tangga. Bukan saja rumah tangga yang hancur tapi juga hubungan baik misalnya diantara dua keluarga yang tadinya berteman tapi karena salah satu dari ibu atau bapaknya menjalin hubungan selingkuh, maka bubarlah silaturahmi diantara mereka. Jika selingkuh dengan orang dekat, maka biasanya akan cepat ketahuan, karena keluarga mengetahui atau mengenal satu sama lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dikatakan bahwa selingkuh itu hanya untuk hiburan, bukan sesuatu yang serius, apalagi yang akan berakhir dengan perkawinan. Para ahli selingkuh adalah orang-orang yang menikmati hubungan tanpa komitmen, suka sama suka dan just for fun. Oleh sebab itu jangan sampai keahuan dan menyakiti hati keluarganya, dimata keluarga mereka tetaplah ayah atau ibu atau anak yang baik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-5924046627087465194?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/5924046627087465194/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=5924046627087465194' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/5924046627087465194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/5924046627087465194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/04/dont-play-around-with-your-furniture.html' title='Don’t Play around with Your  Furniture'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-1147242567008408361</id><published>2009-04-01T04:44:00.000-07:00</published><updated>2009-10-13T23:12:29.922-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Other'/><title type='text'>Clean and Free</title><content type='html'>Clean and Free&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini adalah bagian dari seri buaya darat, dimana seorang buaya darat banyak sekali menjalin hubungan dengan berbagai perempuan. Buaya darat sejati adalah mereka yang bisa menjalin hubungan dengan perempuan tanpa bayar alias gratis. Kepiawaian mereka dibuktikan dengan berderetnya perempuan yang mau dikencani dan ditiduri tanpa bayaran. Kalau laki-laki yang hobby menggunakan perempuan bayaran, maka itu dianggap kelas kambing, berarti daya pikatnya pada  kantongnya bukan pada diri laki-laki tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata sang buaya darat ia bisa mengenal bagaimana perempuan ditempat tidur dengan melihat jenis betisnya, pantatnya, pinggulnya atau cara berjalannya. He he sungguh hanya gertak sambal supaya dianggap hebat atau memang benar ahli perempuan, kok kaya milih ayam kampung aja , bisa ditebak berat dan harganya.Saya lupa detailnya tapi sepanjang saya mengenal sang buaya darat setiap bertemu perempuan pasti dia sudh siap dengan komentar yang berbau adegan ranjang. Agak membosankan sih, tapi saya anggap saja sebagai pelajaran tambahan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah kita dikirimi makanan oleh salah satu dari daftar panjang teman perempuannya, begitu dimakan ternyata rasanya cemplang kurang pas. Komentar sang buaya adalah ”emang rasanya cemplang kaya yang buat” . Walah kalau yang bersangkutan mengetahui betapa jahatnya komentar sang buaya mungkin makanan itu bisa dilempar kewajahnya. Pernah juga ia cerita katanya bertemu dengan teman SMA nya yang terkenal sebagai “Sex Machine”, ketika ditanya gimana dia keadaannya sekarang, jawabannya “She is still sex machine”, dengan yang sebaya atau dengan para brondong. Sulit membayangkan perempuan diusia 57 tahun tetap mempunya branding sebagai “Sex machine”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau lagi ga mood rasanya bosan dengar ceritanya yang yang sekitar urusan esek-esek, pernah saya berkomentar “sebenarnya jagoan beneran atau Cuma sekedar pamer kekuatan sih? Kok kelihatannya hebat sekali . Jawabannya “coba dulu baru bisa membuktikan”. Katanya daripada dengan orang lain lebih baik diuji coba dulu dikalangan terdekat. Ha ha suatu tawaran gila yang mengerikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagitu banyaknya tipe perempuan yang pernah diceritakannya, ada yang saya kenal dan ada juga yang tidak. Pernah kami membahas kenapa yak kok si X yang memakai jilbab, kurus, tidak cantik, dandanannya norak, hitam dan tidak menarik sama sekali bisa-bisanya selingkuh dengan seorang brondong. Analisa sang buaya karena ia hebat ditempat tidur dengan melihat bentuk badannya.Ketika ditanya kira-kira sang buaya mau ga tidur sama dia ?. Dengan semangat ia menjawab ”Why not?. Tapi dia bukan your type dan kurus kering begitu, jawaban penutupnya adalah ”because she is clean and free”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-1147242567008408361?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/1147242567008408361/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=1147242567008408361' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/1147242567008408361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/1147242567008408361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/04/clean-and-free.html' title='Clean and Free'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-573425825807114799</id><published>2009-04-01T04:41:00.000-07:00</published><updated>2009-07-14T00:04:30.515-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wanita'/><title type='text'>Honey ILYSM</title><content type='html'>Seorang istri menemukan di HP suaminya tertulis kata kata mesra yang diakhiri dengan Honey ILYSM..Butuh waktu beberapa saat untuk menenangkan diri mencari tau apa artinya.Oh ternyata I Love You So Much. Begitu gampang kata I love You ditambah So Much diumbar oleh dua orang yang mempunyai hubungan terlarang . Seberapa jauh implementasi dari kalimat tersebut  dalam bentuk tanggung jawab kepada pasangan selingkuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau memang betul cinta adalah segalanya kenapa melakukan hubungan secara sembunyi-sembunyi. Isi HP ditemukan dan dapat sengaja dibaca  karena biasanya sudah ada tanda tanda mencurigakan. HP selalu dibawa kemanapun, bahkan disimpan dimobil dan kunci mobil disembunyikan diberbagai tempat dirumah agar tidak dapat terlacak. Kalau dikaji dengan akal sehat apa enaknya hidup seperti itu, penuh dengan ketakutan dirumah sendiri yang seharusnya menjadi tempat pelabuhan melepas segala masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasangan selingkuhnya juga belum tentu dibawa secara terang-terangan ditempat umum, pasti bertemu secara sembunyi-sembunyi. Jika pasangan selingkuh bertanya kapan dikawin resmi jawabannya nanti sedang proses cerai, tapi proses bisa berjalan bertahun tahun tanpa kepastian. Yang rugi adalah pihak perempuan, sudah terlanjur sayang dan menikmati buah terlarang tapi tetap sebagai status simpanan. Ada juga yang sampai dicerai suaminya karena selingkuh tapi sang pangeran tak kunjung bertanggung jawab mengawini resmi. Banyak alasan, misalnya ternyata anak-anak tidak setuju bahkan membenci hubungan ini, padahal mereka tau pasti bahwa anak atau keluarga akan terluka akibat hubungan yang menghancurkan rumah tangga dan tidak akan pernah merestui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mana keberanian seorang pangeran yang akan menikahinya dengan resmi.Pada pasangan selingkuh yang mengaku beriman hubungan terlarang disahkan dengan kawin siri, tapi tunggu dulu siapa walinya? Apakah walinya adalah penghulu disuatu kampung antah berantah dengan fotocopy atau KTP palsu dan saksi yang juga dibayar. Ceritanya mau sah dimata Tuhan, tapi jika wali bukan yang berwenang yaitu ayah, kakak atau adik laki-laki, atau anak laki2, maka kawin siri menjadi kawin-kawinan  yang hanya menipu diri  sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Love You So Much hanyalah kedok dan tiket untuk meniduri perempuan secara gratis dan tanpa tanggung jawab. Ketika hubungan berjalan tanpa kejelasan dan ketika istri resmi mengetahui, maka kemungkinan yang terjadi adalah ribut. Bisa jadi istri resmi minta cerai dan pasangan selingkuh dapat kawin resmi, tapi bisa juga sang Pangeran palsu tadi ciut dan tidak punya nyali meneruskan hubungan. Dengan dalih lebih mencintai istri  dan anaknya, maka ia akan meninggalkan simpanannya. Bisa jadi juga hubungan terus berlangsung dimana dengan istri resmi tidak bercerai dan simpanan tetap bersatus deposito ”roll over”, dimana masa berlakunya selalu diperpanjang otomatis tak terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Honey I Love Yu So Much sadarlah, anda menghabiskan waktu sia-sia sebagai barang mainan pangeran palsu yang hanya mau menikamati tubuh anda dengan gratis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-573425825807114799?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/573425825807114799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=573425825807114799' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/573425825807114799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/573425825807114799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/04/honey-ilysm.html' title='Honey ILYSM'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-4696537534211802577</id><published>2009-04-01T03:12:00.000-07:00</published><updated>2009-04-01T03:13:54.093-07:00</updated><title type='text'>Pesona Jenewa</title><content type='html'>Beberapa waktu lalu, Iftida Yasar mengikuti konferensi perburuhan se-dunia (ILC) di Jenewa, kota tua di Swiss yang menyimpan sejuta pesona. Berikut cuplikan kisahnya:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebelum berangkat untuk mengikuti sidang tahunan ke 95 International Labour Conference (ILC) saya tidak sempat mengecek berapa suhu udara di sana. Karena sudah masuk ke musim semi, maka saya perkirakan cuaca sekitar 18 sampai 20 derajat C. Begitu mendarat di bandara Zurich dan keluar dari pesawat, angin dingin terasa menusuk tulang diitambah hujan gerimis membuat saya kedinginan. Saya  menyesal tidak membawa persediaan baju hangat yang memadai. Rupanya suhu masih antara 10 - 12 derajat C.&lt;br /&gt;Suasana demam piala dunia sepakbola 2006 sudah mulai terasa begitu memasuki bandara Dubai International Airport.Semua pesawat Emirates ditulis “Official partner for world Cup 2006, Germany “. Di Genewa rupanya ada pertandinganpersahabatan antara Brazil dan New Zealand.Sepanjang jalan dipenuhi para supporter Brazil yang mengenakan kostum berwarna hijau kuning. &lt;br /&gt;Memasuki hari ketiga apalagi sudah menuju kearah selatan daerah yang lebih hangat yaitu Geneva membuat perjalanan ini menjadi lebih menyenangkan.  Walaupun masih musim semi,  matahari sampai jam 22.00 masih bisa dinikmati sambil minum kopi menghadap danau atau sungai yang jernih dengan latar belakang pegunungan yang hijau.Walaupun menurut ukurn orang asia udara masih sejuk tapi orang Swiss pada saat istirahat makan siang sudah mulai berjemur diri ditaman sambil menikmati makan siang.&lt;br /&gt;Rata-rata kota di Swiss dikelilingi oleh pegunungan Alpen yang masih menyisakan salju di puncaknya dan juga memiliki sungai dan danau yang jernih dan banyak ikannya. Ada tiga bahasa yang sering dipakai di Swiss yakni bahasa Jerman yang merupakan bahasa nasional, bahasa Perancis dan bahasa  Italia. Jadi, jika Anda baru saja belajar menggunakan bahasa Jerman dengan Gutten Morgen ketika di Zurich,  begitu sampai di Geneva sudah berubah lagi menjadi Bonjour. Sayang sekali, saya tidak sempat menginjakkan kaki di daerah yang berbatasan dengan Italia, sehingga ucapan salam Bonjorno belum sempat dipakai.&lt;br /&gt;  Sepanjang pengamatan saya, rata-rata orang Swiss cantik dan ganteng. Wanitanya ramping dengan kulitnya yang halus. Laki-lakinya juga ganteng dan menarik, termasuk kondektur kereta api yang saya saya jumpai, yang gantengnya mirip dengan David Beckham. Mereka juga ramah dan helpfull jika kita menanyakan tentang sesuatu. Angkutan umum seperti kereta api, bis dan boat  sangat baik dan nyaman.Jangan tanya berapa harganya, sebab jarak sekitar 10 km saja kita harus membayar sekitar Rp 30.000/sekali perjalanan. Lebih baik membeli karcis terusan yang dapat digunakan untuk angkutan kereta api, bis dan boat. &lt;br /&gt;Saya membeli karcis terusan untuk 4 hari yang bisa digunakan tidak secara berurutan yang dapat digunakan untuk seluruh Swiss dengan harga 295 Swiss frank.Harga ini kalau di kurs cukup mahal sekitar Rp 2.250.000,- tapi jauh lebih murah dibandingkan jika kita membeli secara satuan. Dengan karcis ini saya berkeliling ke Lucerne, suatu kota tujuan wisata yang sangat indah yang jaraknya 2 jam dari Zurich. &lt;br /&gt;Saya juga menikmati indahnya danau di Lucerne dengan naik kapal pesiar yang berkeliling melewati kota-kota kecil yang indah di sekitar pegunungan. Jangan lupa untuk mengambil rute "Golden Panaromic" yaitu sebuah perjalanan dengan kereta wisata yang memakan waktu sekitar 10 Jam pulang pergi menikmati indahnya seluruh dataran Swiss dengan pemandangan alamanya yang sangat bersih dan indah. &lt;br /&gt;Soal makanan, di kota ini sangat mahal. Makan siang yang sederhana di restoran Thai, misalnya nasi dengan tumis ayam dan sayur serta teh panas menghabiskan sekitar Rp140.000/orang. &lt;br /&gt;Sebenarnya masih banyak obyek iwisata utama di Jenewa. Misalnya  Jet d'Eau (jet-air atau air mancur) dengan ketinggian 140 meter di Danau Jenewa yang dapat dilihat dari seluruh kota. Tempat wisata lainnya adalah Flower Clock, Art and History Museum (Museum Seni dan Sejarah), International Red Cross and Red Crescent Museum (Museum Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional), serta Palais des Nations yang merupakan markas PBB di Eropa.&lt;br /&gt;Setelah beberapa hari menikmati indahnya Jenewa, saya jadi teringat Indonesia. Rasanya kita banyak mempunyai pemandangan yang sama indahnya dengan Swiss, tapi perbedaan besarnya adalah di Indonesia sampah bertebaran dimana-mana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-4696537534211802577?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/4696537534211802577/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=4696537534211802577' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/4696537534211802577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/4696537534211802577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/04/pesona-jenewa.html' title='Pesona Jenewa'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-4750220262299874992</id><published>2009-03-29T17:21:00.000-07:00</published><updated>2009-03-29T17:32:46.042-07:00</updated><title type='text'>Hannover, Jerman</title><content type='html'>Tahun 2000 saya mengikuti program di Jerman untuk pelatihan buat perempuan yang berkaitan dengan pilihan karir pekerjaannya. Ada satu hari dimana kita diajak ke Hanovver suatu kota yang waktu itu sedang diadakan expo tentang keadaan seluruh negara di dunia. Kota Hannover sendiri modern dan bersih, suasana Expo begitu bagus dan tertata dengan rapi.Stand Indonesia dengan andalannya Bali menempati pavilun yang sangat luas. Saya juga mampir ke stand Yaman tempat salah seorang peserta pelatihan dan mencoba menghisap shisa disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena mempunyai cukup banyak waktu, maka saya janjian dengan sahabat lama saya Wolgang Just untuk mampir kerumahnya. Wolfgang dan saya menjadi peserta pelkatihan di Amerika Serikat pada tahun 1988 di Morgantown West Virginia selama 5 bulan. Kami sudah seperti keluarga karena mengikuti pelatihan dalam jangka waktu yang cukup lama. Saya dijemput ditempat expo dan ketika bertemu Wolfgang tidak banyak berubah tetap awet muda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami menuju rumahnya yang cukup besar dan asri dengan 3 kamar tidur, ruang kerja dan terdiri atas 2 lantai.Istrinya bernama Ula, dan karena mereka tidak punya anak, mereka mengangkat seorang anak perempuan yang sangat manis berambut panjang. Anak tersebut diambil sebab kedua orang tuanya mengalami gangguan jiwa sehingga tidak bisa mengurus anaknya. Orang barat sangat rasional dan sosial, mereka dalam mengangkat anak betul betul hanya mau menolong, mungkin kalau kita agak ragu jika mengetahui sejarah orang tuanya yang sakit jiwa. kami mengobrol sambil minum teh didapur rumah dan Wolfgang bercerita kalau Sue teman kami di Morgantown pernah menginap juga di rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya diajak Wolfgang dan putrinya berjalan2 melihat kota Hannover dan sempat berfoto disebuah kastil dan taman bunga yang sangat rapi dan indah.Saya dan putri Wolfgang memakai rok Bali dengan warna senada ungu, oleh2 yang saya bawa langsung dipakai.&lt;br /&gt;Setelah selesai saya diantar kembali ke tempat Expo, senang rasanya bertemu teman lama yang sudah 12 tahun tidak bertemu. Sahabat dimanapun dan apapun warna kulitnya tetap namanya sahabat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-4750220262299874992?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/4750220262299874992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=4750220262299874992' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/4750220262299874992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/4750220262299874992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/03/hannover-jerman.html' title='Hannover, Jerman'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-4334519250269066306</id><published>2009-03-29T06:11:00.000-07:00</published><updated>2009-03-29T17:10:25.144-07:00</updated><title type='text'>Rakornas Kadin Bidang SDM dan Ketenaga Kerjaan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Sc990Tn9tLI/AAAAAAAAAGA/uMLuEUoEKxw/s1600-h/5.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Sc990Tn9tLI/AAAAAAAAAGA/uMLuEUoEKxw/s320/5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318608022522410162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Sc990VwOv4I/AAAAAAAAAF4/ozN7w5yg5G8/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Sc990VwOv4I/AAAAAAAAAF4/ozN7w5yg5G8/s320/2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318608023093952386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Sc990Mm76TI/AAAAAAAAAFw/EmP4syqHT2w/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Sc990Mm76TI/AAAAAAAAAFw/EmP4syqHT2w/s320/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318608020639050034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringkasan dari hasil Rakornas Bidang SDM dan Ketenaga Kerjaan Kadin Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Agar KADIN menindak lanjuti dengan BAPPENAS tentang kemungkinan peranan langsung dan lebih nyata bagi Kadin dalam melaksanakan proses magang industri dan persiapan pelatihan menuju sertifikasi Kompetensi.(training center ). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Tim nasional hanya akan melakukan kegiatan Capacity Building bagi BKSP (badan Koordinasi Sertifikasi Profesi) yang siap secara SDM dan infra struktur. Kegiatan hanya dilakukan di Jakarta dan Semarang dengan bantuan tim nasional dan BKSP Jawa Tengah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Forum BKSP agar dapat dibentuk di Munas untuk mempercepat pelaksanaan program&lt;br /&gt;Tim nasional diperluas ditambah dengan tim teknis berasal dari Wakil KADIN di BNSP dan  LSP agar narasumber untuk capacity building dapat maksimal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tim Nasional akan melakukan sosialisasi kepada industri agar mereka mendukung peranan Kadin dalam program sertifikasi kompetensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Perbaikan pembentukan tim hanya bagi mereka yang mempunyai kompetensi dan komitmen&lt;br /&gt;Evaluasi cara kerja tim Nasional yang perlu diperbaiki dengan menyediakan tenaga analis dan administrasi senior hal ini agar dapat bekerja secara maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Tim Nasional agar tetap meneruskan program kerjanya dengan memperbaiki susunan tim dan konsep serta membuat grand design baik jangka pendek dan jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Adanya support yang kuat dari KADIN Indonesia untuk menjalankan program ini dengan baik, mengingat adanya resesi global dan kompetisi global, maka KADIN harus mengambil peran dalam pengembangan SDM yang handal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-4334519250269066306?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/4334519250269066306/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=4334519250269066306' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/4334519250269066306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/4334519250269066306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/03/rakornas-kadin.html' title='Rakornas Kadin Bidang SDM dan Ketenaga Kerjaan'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Sc990Tn9tLI/AAAAAAAAAGA/uMLuEUoEKxw/s72-c/5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-7755461506512826701</id><published>2009-03-27T16:55:00.000-07:00</published><updated>2009-03-29T17:19:59.756-07:00</updated><title type='text'>Pelatihan Pembuatan Kompos dan Daur Ulang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Sc1tyF2-crI/AAAAAAAAAFo/FX8CpDGk9aA/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Sc1tyF2-crI/AAAAAAAAAFo/FX8CpDGk9aA/s320/3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318027442328072882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Sc1tx22oIyI/AAAAAAAAAFg/U1Ql2zasZcM/s1600-h/diambil.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Sc1tx22oIyI/AAAAAAAAAFg/U1Ql2zasZcM/s320/diambil.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318027438300078882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Sc1txszmZEI/AAAAAAAAAFY/8prg9erQNgQ/s1600-h/diambl.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Sc1txszmZEI/AAAAAAAAAFY/8prg9erQNgQ/s320/diambl.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318027435603027010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 7 Maret 2009 bertempat di TK Asih, Yayasan Nany Yasar mengadakan pelatihan pembuatan kompos dan barang dari sampah. Peserta pelatihan adalah ibu PKK Komplek Timah pondok labu, para pengurus RT/RW Timah Pondok labu dan juga para pedagang sayur, pemulung dan pedagang lainnya yang berada dilingkungan komplek Timah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelatihan bertujuan menimbulkan kewaspadaan akan pentingnya memilah sampah organik , non organik, kertas, plastik dan kaleng. Untuk skla rumah tangga diajarkan bagaimana membuat suatu keranjang ajaib yang sederhana yang terbuat dari keranjang baju kotor, dilapisi karton dan serbuk kayu yang dibungkus kain. Masukan kompos yang sudah jadi dan setiap hari sisa potongan sayur, nasi dan lauk sisa dimasukan kedalam keranjang.Dalam 3 bulan kita sudah dapat memanen hasilnya. Dengan adanya keranjang ajaib disetiap rumah dipastikan volume sampah organik dapat didaur ulang menjadi pupuk kompos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pelatihan ini juga diajarkan bagaimana membuat pupuk dari buah-buahan yang sudah kisut tapi masih bermanfaat.Yayasan juga memberikan bantuan kepada 30 orang pedagang dan pemulung sebagai tambahan modal dan juga modal awal kepada PKK Timah Pondok labu untuk memulai program pembuatan daur ulang sampah ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-7755461506512826701?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/7755461506512826701/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=7755461506512826701' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/7755461506512826701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/7755461506512826701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/03/pelatihan-pembuatan-kompos-dan-daur.html' title='Pelatihan Pembuatan Kompos dan Daur Ulang'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Sc1tyF2-crI/AAAAAAAAAFo/FX8CpDGk9aA/s72-c/3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-7812189141101667045</id><published>2009-03-21T06:51:00.000-07:00</published><updated>2009-07-14T00:04:30.516-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wanita'/><title type='text'>Peranan Istri dalam Pemberdayaan Masyarakat</title><content type='html'>Tanggal 17 Maret 2009 saya mendapat kesempaan menjadi salah satu nara sumber dalam pelatihan istri para manager Perkebunan Nusantara di LPP (Lembaga Pendidikan Perkebunan) Yogyakarta.Peserta pelatihan adal 16 orang , ada yang bekerja ada juga yang menjadi ibu rumah tangga. Tema pada pertemuan ini adalah membahas bagaimana peranan istri sebagai pendamping suami dalam pemberdayaan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai istri  mereka mendukung tugas pokok suami dengan terlibat aktif dalam organisasi dan masyarakat. Peranan perempuan dalam menggerakan organisasi dilingkungan tempat bekerja suami menjadi sangat penting apalagi jika mereka ditempatkan diperkebunan yang jauh dari kota.Para istri biasanya mendampingi suami dalam acara-acara formal maupun non formal, tapi mereka seharusnya tidak terlibat dalam pengambilan keputusan suami di pekerjaannya.Jangan sampai kita perempuan menjadi terkenal karena turut campur dalam urusan suami.Ingat kita bukanlah yang menjabat tapi adalah teman suami yang kadangkala memberikan masukan jika dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua perempuan mampu memainkan peranannya disegala bidang sesuai dengan yang diharapkan organisasi dan masyarakat.Jika kebetulan perempuan itu bekerja atau karena keadaan harus berpisah dengan suami mendampingi anak-anak dikota lain, maka peranannya dalam memberdayakan masyarakat menjadi kurang. Setidaknya jika itu terjadi, keberadaan kita di organisasi maupun di masyarakat jangan sampai tidak ada sama sekali. Usahakan meluangkan waktu pada acara penting, karena akan berdampak positif terhadap karir suami.Kontribusi kita sebagai pendampng suami disesuaikan juga dengan minat dan keterampilan yang dimiliki. Buat suatu program kerja bersama dengan para istri lainnya dan adakan suatu pembagian tugas agar program dapat berjalan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegaiatan sosial yang dapat kita lakukan diberbagai lingkungan misalnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lingkungan rumah : arisan, PKK, Posyandu, Pengajian, Kegiatan keagamaan lainnya&lt;br /&gt;Di sekolah anak : Komite sekolah&lt;br /&gt;Di lingkungan kerja sendiri : Pengurus klub olahraga, sosial, agama&lt;br /&gt;Di lingkungan kantor suami: aktif dalam kegiatan Dharma Wanita, sebagai anggota aktif atau pengurus&lt;br /&gt;Di lingkungan organisasi : Aktif di berbagai asosiasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa contoh kegiatan yang dapat dilakukan oleh para istri dalam rangka memberdayakan masyarakat diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosial dan Budaya : &lt;br /&gt; - Santunan untuk fakir miskin, yatim piatu dan orang jompo&lt;br /&gt; - Penyuluhan kesehatan&lt;br /&gt; - Pelatihan seni budaya : karawitan, tarian daerah, pembuatan alat-&lt;br /&gt;             alat kesenian, membatik dsb&lt;br /&gt;Pendidikan&lt;br /&gt; - Memberikan Bea Siswa bagi anak berprestasi namun tidak mampu &lt;br /&gt;Pelatihan entrepreneurship &lt;br /&gt; - Pembuatan kompos dan daur ulang sampah&lt;br /&gt; - Persiapan pembuatan kantin / katering&lt;br /&gt; - Memasak&lt;br /&gt; - Pra/masalah perkawinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam melakukan kegiatan ini biasanya kita terbentur dana dari mana? tidak semua kegiatan dapat didukung oleh keuangan kantor suami, mungkin hanya beberapa., maka untuk itu harus pandai mencari solusi agar kegiatan tetap berlangsung. Biasanya memang untuk tahap awal harus dibantu dari dana kas organisasi yang didapatkan dari kegiatan internal, misalnya keuntungan hasil koperasi simpan pinjam atau usaha lainnya. Untuk selanjutnya usahakan setiap kegiatan dapat mandiri, misalnya dengan mengadakan acara pengumpulan dana dengan jalan menjual hasil karya kita atau masyarakat, mengkoordinir agar hasil bumi atau hasil karya para ibu binaan kita salurkan ke supermarket atau toko yang ada. Pemasaran hasil produk kita menjadi kunci utama kesuksesan membina kegiatan secara berkelanjutan .Banyak tantangan dalam membina masyarakat, yang penting jangan putus asa dan yakin bahwa apa yang kita kerjakan adalah hal yang baik bagi masyarakat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-7812189141101667045?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/7812189141101667045/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=7812189141101667045' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/7812189141101667045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/7812189141101667045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/03/perana-istri-dalam-pemberdayaan.html' title='Peranan Istri dalam Pemberdayaan Masyarakat'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-5587030502775628374</id><published>2009-03-21T06:15:00.000-07:00</published><updated>2009-07-17T07:15:50.946-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wanita'/><title type='text'>Peranan perempuan/ istri dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga</title><content type='html'>Tangal 20 Maret bertempat di gedung pertemuan Pelindo II Tanjung Priok saya diundang untuk berdiskusi dengan Perispindo unit II (Persatuan istri pelabuhan Indonesia)untuk membahas tentang "Peranan perempuan/istri dalam  meningkatkan kesejahteraan keluarga".Tema pembicaraan sangat menarik, sebab setiap ibu rumah tangga pasti mengalami sulitnya mengatur belanja bulanan buat kebutuhan keluarganya.Dalam pertemuan ini hadir juga para karyawati yang masih muda dan juga pensiunan, sehingga peserta beragam usianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan/istri adalah tiang rumah tangga, ia yang mempersatukan keluarganya dan juga menopang roda perekonomian keluarga. Perempuan yang bekerja maupun yang sebagai ibu rumah tangga memerlukan ketrampilan dalam mengatur keuangan keluarga. Bisa dikatakan perempuan adalah mentri ekonomi, dimana ia harus pandai mensiasati dan mencari solusi agar uang bulanan mencukupi.Berapa besarpun gaji suami ditambah dengan penghasilan istri yang bekerja, menjadi kurang jika tidak terarah pengeluarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari diskusi yang terjadi dapat dikatakan perempuan mempunyai ketrampilan dalam mengelola keuangannya, ada yang membantu suaminya dengan melakukan usaha skala rumah tangga, seperti membuat kue dan menjahit, ada juga yang secara disiplin menabung. Tidak semua perempuan mempunyai kemampuan untuk mencari penghasilan tambahan, tapi jika ia pandai mengatur pos pengeluarannya, maka dapat dikatakan jumlah gaji suami mulai dari yang kecil, sedang sampai tingkat direktur dapat mencukupi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang mengatur pola makanannya yang dikombinasikan tidak setiap hari makan daging atau ayam atau ikan, tapi diatur bergantian dengan tempe tahu.Apalagi bagi mereka yang sudah pensiun, maka pengeluaran harus dihemat agar cukup untuk sebulan.Anak-anak juga dididik agar menghargai uang dengan jalan memberikannya secara bulanan, agar mereka dapat belajar mengatur pengeluarannya.Orang tua memberikan sejumlah uang dimana anak harus mampu mencukupi kebutuhannya selama sebulan, bahkan ada ibu yang memberikan hadiah kepada anaknya yang mampu menabung setiap bulannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa perempuan yang harus hidup mandiri karena suami bertugas dikota lain. Mereka yang tidak dapat mendampingi suaminya harus menjadi orang tua tunggal mengurus segalanya sendiri.Biasanya jika anak sudah besar, memasuki SMP keatas, para ibu memilih untuk mendampingi anaknya bersekolah pisah dari suaminya, walaupun ada juga yang mendampingi suami dan anak-anak kos dikota lain. Hikmah dari peristiwa ini adalah anak-anak dan para ibu menjadi mandiri dan juga berhasil dalam menyelesaikan sekolahnya dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai perempuan apalagi bagi para perempuan yang baru menikah atau usia perkawinannya masih muda, ada dilema antara mengurus keluarga atau tetap bekerja.Disarankan agar perempuan tetap bekerja dalam bentuk apapun, bukan hanya sekedar bekerja dikantor, tapi mempunyai penghasilan tambahan dengan mandiri agar dapat menambah kesejahteraan keluarganya.Disarankan juga agar mengarahkan anak-anak menjadi entrepreneur bukan hanya menjadi karyawan, agar dapat berhasil menjadi manusia yang sejahtera.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-5587030502775628374?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/5587030502775628374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=5587030502775628374' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/5587030502775628374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/5587030502775628374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/03/peranan-perempuan-istri-dalam.html' title='Peranan perempuan/ istri dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-4873195267140001750</id><published>2009-03-21T05:10:00.000-07:00</published><updated>2009-03-21T19:25:05.131-07:00</updated><title type='text'>INSPIRASI: Benang Hikmah Perialanan Hidup</title><content type='html'>Inspirasi sering kali menjadi penyemangat kita dalam menjalani&lt;br /&gt;kehidupan ini. Datang dari segala penjuru,inspirasi tersebut memberikan harapan baru&lt;br /&gt;menuju kehidupan yang lebih baik. Begitu juga dengan buku berjudul "Inspirasi: Benang&lt;br /&gt;Hikmah Perjalanan Hidup",karya Iftida Yasar. Momen berharga selama 45 tahun perjalanan&lt;br /&gt;hidupnya ia torehkan menjadi suatu kumpulan kisah yang diharapkan bisa menjadi bahan pencerahan&lt;br /&gt;dalam membangun kehidupan yang lebih baik.&lt;br /&gt;Menyadari akan adanya keterkaitan antara kualitas SDM dengan bagaimana seseorang menjalani kehidupannya,&lt;br /&gt;penulis banyak berbicara mengenai kehidupan dan kejadian-kejadian real yang dekat dengan kehidupan kita.&lt;br /&gt;Dengan bahasa yang sederhana namun cerdas, ia tidak hanya menceritakan kembali pengalaman-pengalamannya, namun juga&lt;br /&gt;memberikan semangat dan dukungan kepada kita untuk meningkatkan kualitas diri melalui topik yang diangkatnya pada masing-masing sub-bab.&lt;br /&gt;Buku ini ditujukan untuk umum,untuk siapa saja yang tergerak hatinya untuk dalam membangun SDM yang berkualitas.&lt;br /&gt;Topik yang diangkat juga beragam,mulai dari identifikasi diri,teman,lingkungan,bangsa,sampai hubungan dengan Tuhan.Melalui bukunya,&lt;br /&gt;penulis mengajak kita untuk menikmati dan mensyukuri hidup ini, meski kita sedang menghadapi kesulitan.Things happened for reasons. Penulis percaya Tuhan tahu mana yang terbaik buat kita, sehingga kita tidak perlu mengeluh atas semua hal buruk yang terjadi pada kita.&lt;br /&gt;Dalam buku yang terbagi menjadi 6bab ini terdapat pelajaran dan hikmah&lt;br /&gt;yang dapat kita ambil,Bahkan bukan tidak mungkin isi dari beberapa artikel&lt;br /&gt;yang diulas dalam buku ini menjadi sumber inspirasi kita untuk memulai&lt;br /&gt;hidup yang jauh lebih baik.Inspirasi bisa datang dari mana saja,bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang berminat dapat membeli buku ini dengan harga Rp 50.000/buah sudah termasuk ongkos kirim&lt;br /&gt; Hubungi iftida 0811896944 atau iftidayasar@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/ScTa0QjCK_I/AAAAAAAAAFQ/KoDeGxbNi5k/s1600-h/Untitled-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 234px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/ScTa0QjCK_I/AAAAAAAAAFQ/KoDeGxbNi5k/s320/Untitled-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315614051533990898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-4873195267140001750?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/4873195267140001750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=4873195267140001750' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/4873195267140001750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/4873195267140001750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/03/inspirasi-benang-hikmah-perialanan.html' title='INSPIRASI: Benang Hikmah Perialanan Hidup'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/ScTa0QjCK_I/AAAAAAAAAFQ/KoDeGxbNi5k/s72-c/Untitled-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-5700668008319218535</id><published>2009-03-21T04:58:00.001-07:00</published><updated>2009-10-13T23:12:29.922-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Other'/><title type='text'>Dari Lokakarya ILO di Yogyakarta</title><content type='html'>Pada tanggal 27 November sampai dengan 1 desember 2006&lt;br /&gt;APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia)bekerja sama dengan&lt;br /&gt;International Labor Organisation Jenewa (Swiiss) dan Turin (italia)&lt;br /&gt;mengadakan lokakarya mengenai"Organisasi pengusaha yang Efektif".&lt;br /&gt;Pesertanya adalah pengurus APINDO pusat dan daerah serta KADIN Indonesia Pusat&lt;br /&gt;Lokakarya bertujuan untuk dapat membangun organisasi pengusaha yang kuat &lt;br /&gt;dan mempunyai posisi tawar yang dapat diterima oleh pemerintah dan organisasi&lt;br /&gt;pekerja sebagai mitra sejajar. Walaupun diakui oleh undang-undang sebagai mitra&lt;br /&gt;dalam menentukan kebijakan ketenagakerjaan bersama dengan pemerintah dan organisasi pekerja&lt;br /&gt;(Tripatit), tapi meningkatkan peran organisasi pengusaha dalam&lt;br /&gt;melobikedua mitra tersebut perlu ditingkatkan.&lt;br /&gt;Persoalan klasik adalah masalah sumber&lt;br /&gt;daya manusia yang mengelola organisasi,&lt;br /&gt;baik pengurus maupun staff pendukungnva&lt;br /&gt;dan bagaimana agar anggota organisasi&lt;br /&gt;atau pengusah maampu membiayai kegiatannya &lt;br /&gt;secara mandiri.Beberapa nara sumber dari ILO luar negeri &lt;br /&gt;memberikan masukan tentang bagaimana organisasi pengusaha di negaranya&lt;br /&gt;dikelola. mereka memberikan masukan tentang masalah global dan bagaimana&lt;br /&gt;tantangan dan dampaknya bagi dunia usaha indonesia. NAra sumber dari&lt;br /&gt;New Zealand menggambarkan bagaimana perannya sebagai ketua federasi pengusaha disana&lt;br /&gt;dalam membangun jaringan dengan berbagai pihak.&lt;br /&gt;hampir setiap hari ia bertemu atau berkomunikasi dengan anggota dewan.&lt;br /&gt;dengan materi terkait,dengan tokoh serikat pekerja dan juga dengan pejabat seperti gubernur&lt;br /&gt;,Walikota untuk membahas mengenai msalah yang ada hubungannya dengan kepentingan dunia usaha.&lt;br /&gt;peserta diajarkan bagaimana mempersiapkan diri dalam membuat rencana pertemuan dengan pihak terkait,&lt;br /&gt;termaksud tips apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. jika kita misalnya bertemu dengan mentri&lt;br /&gt;tenaga kerja. Studi kasus yang dibahas dalam sesi ini adalah bagaimana bernegosisasi dengan mentri tenaga kerja&lt;br /&gt;yang berkeinginan menaikan " Upah Minimum Nasional ".&lt;br /&gt;Nara sumber dari Belanda memberikan materi tentang bagaimana mmenganalisa dan meningkatkan&lt;br /&gt;pendapatan dan keanggotaannya. Di sini dibahas menegnai pentingnya kemandirian secara finansial sebuah organisasi pengusaha.&lt;br /&gt;organisasi harus dapat menghidupi dirinya sendiri agar dapat melayani anggotanya dengan baik. Tujuan perusahaan menjadi anggota&lt;br /&gt;organisasi adalah menjadi anggota organisasi adalah agar kepentingannya dapat dilindungi.S&lt;br /&gt;Di lain pihak organisasi pengusaha tidak dapt menjalankan fungsi pelayanan dengan baik jika anggotanya tidak melakukan pembayaran iuran.&lt;br /&gt;persoalan lain yang ada adalah jumlah iuran dari anggotannya tidak pernah cukup untuk membiayai kegiatan organisasi.&lt;br /&gt;Di sini dibutuhkan suatu sumber dana&lt;br /&gt;selain dana dari pengurus untuk menambah penghasilan organisasi.Disini peserta&lt;br /&gt;secara berkelompok membuat suatu,Business Plan "untuk membuat suatu,unit&lt;br /&gt;Usaha" sendiri. Ada yang membuat rencana&lt;br /&gt;tentang pembuatan,"pusat rekrutmen,&lt;br /&gt;"pusat pelatihan sampai dengan membantu perusahaan melakukan survey/riset untuk hal tertentu&lt;br /&gt;Lokakarya ini mengajak peserta untuk&lt;br /&gt;menilai diri sendiri apakah mempunyai om_&lt;br /&gt;petensi yang sesuai dengan persyaratan&lt;br /&gt;untuk menjadip emimpin( pengurus)m, ana_&lt;br /&gt;jemen dan apakah mempunyai jiwa wirausaha yang berkaitan dengan kemampuan&lt;br /&gt;mereka membuat bisnis unit yang mampu&lt;br /&gt;menghasilkan keuntung bagi pemasukan organisasi. &lt;br /&gt;cara diakhiri dengan presentasi dari setiap kelompok mengenai rencana kerja agar dapat diimplementasikan.&lt;br /&gt;Harapan dari peserta agar pelatihan atau&lt;br /&gt;lokakarya ini dapat diberikan juga kepada&lt;br /&gt;pengurus dan staf manajemen pada tingkat yang lebih luas&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-5700668008319218535?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/5700668008319218535/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=5700668008319218535' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/5700668008319218535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/5700668008319218535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/03/dari-lokakarya-ilo-di-yogyakarta.html' title='Dari Lokakarya ILO di Yogyakarta'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-2048408253948166293</id><published>2009-03-21T04:52:00.000-07:00</published><updated>2009-10-13T23:12:29.923-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Other'/><title type='text'>Respect at Work</title><content type='html'>Saya pernah bekerja di&lt;br /&gt;perusahaan asing yang&lt;br /&gt;mempunyai kantor pusat di&lt;br /&gt;Amerika Serikat. Banyak hal&lt;br /&gt;positif yang didapatkan selama&lt;br /&gt;bekerja disana, diantaranya&lt;br /&gt;menjadi pionir atau champion&lt;br /&gt;untuk pfogram "Respect at&lt;br /&gt;work"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya di Amerika pelecehan terhadap&lt;br /&gt;perempuan sudah menjadi&lt;br /&gt;hal yang sangat sensitif sehingga&lt;br /&gt;perlu diatur dalam peraturan kerja. Pengaturannya &lt;br /&gt;meliputi bagaimana cara kita&lt;br /&gt;berbicara dengan lawan jenis (disini lebih ditekankan bagaimana cara laki-laki berbicara&lt;br /&gt;kepada rekan kerja perempuannya.&lt;br /&gt;Dimulai dengan jarak yang dianggap pantas&lt;br /&gt;antara mereka berdua, jangan terlalu&lt;br /&gt;jauh tapijuga tidak boleh terlalu dekat. Untuk&lt;br /&gt;kalangan orang Indonesia jarak sekitar&lt;br /&gt;60 cm adalah jarak yang paling dekat yang&lt;br /&gt;direkomendasikan. Lebih dekat dari itu&lt;br /&gt;akan menimbulkan rasa tidak nyaman terutama&lt;br /&gt;bagi si perempuan, apalagi jika lawan&lt;br /&gt;bicaranya adalah orang yang lebih&lt;br /&gt;tinggi jabatannya atau usianya.Untuk negara&lt;br /&gt;Asia hampir sama ukuran jaraknya,&lt;br /&gt;sedangkan untuk negara Amerika latin misalnya&lt;br /&gt;kebudayaan mereka lebih akrab dan&lt;br /&gt;merupakan hal yang biasa jika jaraknya&lt;br /&gt;jauh lebih pendek.&lt;br /&gt;Topik pembicaraan juga temanya harus&lt;br /&gt;sesuai dengan pekerjaan jangan menyerempet&lt;br /&gt;ke hal yang berbau pelecehan Misalnya,&lt;br /&gt;mengumpat dengan kata-kata kotor,&lt;br /&gt;cerita tentang hal yang berbau pornografi&lt;br /&gt;atau memuji secara fisik misalnya tentang&lt;br /&gt;salah satu bagian tubuh yang akan&lt;br /&gt;membuat perempuan merasa tidak nyaman.&lt;br /&gt;Apalagi jika ditambah dengan kebiasaan&lt;br /&gt;"ramah" atau rajin menjamah lawan bicara&lt;br /&gt;baik dalam bentuk colekan atau berbicara&lt;br /&gt;sambil merangkul bahu lawan bicara. Peralatan&lt;br /&gt;kantor juga tidak boleh ditambah&lt;br /&gt;dengan sentuhan pribadi yang berbau hal-hal&lt;br /&gt;yang seperti disebutkan diatas.&lt;br /&gt;Screen komputer tidak diperbolehkan menampilkan&lt;br /&gt;gambar wanita sexy apalagi tanpa busana,&lt;br /&gt;begitu juga kalender yang ditempatkan&lt;br /&gt;dimeja kerja harus berisi gambar yang&lt;br /&gt;sopan. Ternyata banyak karyawan wanita&lt;br /&gt;yang sebetulnya merasa tidak nyaman dengan&lt;br /&gt;situasi ini tapi tidak berani atau enggan&lt;br /&gt;untuk menyampaikannya secara langsung.&lt;br /&gt;Kalaupun ada yang menyampaikan&lt;br /&gt;keberatannya biasanya akan ditanggapi&lt;br /&gt;dengan tidak serius, malah ditertawakan&lt;br /&gt;dianggap terlalu ke "GR' an.&lt;br /&gt;Peraturan diatas karena sudah masuk&lt;br /&gt;kedalam "Code of conduct" dari perusahaan,&lt;br /&gt;maka pelanggarannya akan dikenakan&lt;br /&gt;sanksi yang cukup berat, bahkan bisa dikeluarkan.&lt;br /&gt;Baiknya di perusahaan ini sebelum&lt;br /&gt;peraturan dilaksanakan dibentuk dulu&lt;br /&gt;team yang akan melaksanakan sosialisasi&lt;br /&gt;kepada seluruh karyawan, agar nanti tidak&lt;br /&gt;ada alasan lagi untuk karyawan mengatakan&lt;br /&gt;tidak tau tentang peraturan ini. Sebagai&lt;br /&gt;champion dari program ini saya diberikan&lt;br /&gt;bahan materi yang akan disosialisasikan&lt;br /&gt;dan diundang ke Hongkong untuk&lt;br /&gt;mengikuti pelatihan bersama champion&lt;br /&gt;dari negara Asia pasific. Di Hongkong diberikan&lt;br /&gt;pemahaman kenapa program ini wajib&lt;br /&gt;dilaksanakan dan tujuan akhirnya adalah&lt;br /&gt;"lingkungan kerja yang bebas dari gangguan&lt;br /&gt;pelecehan". Kami mendiskusikan&lt;br /&gt;juga tentang bagaimana pengertian pelecehan itu berdasarkan &lt;br /&gt;kebudayaan setiapnegara. &lt;br /&gt;Katanya sih karyawan perempuan&lt;br /&gt;dari Amerika Selatan yang terbiasa bergaya&lt;br /&gt;sexy dalam berpakaian kerja menjadi&lt;br /&gt;kehilangan motivasi kerja karena sekarang&lt;br /&gt;tidak ada lagi pujian langsung mengenai&lt;br /&gt;penampilannya.Padahal mereka sangat&lt;br /&gt;menikmati pujian ini dan memang merupakan&lt;br /&gt;hal yang biasa untuk memberikan komentar&lt;br /&gt;terhadap penampilan seorang perempuan&lt;br /&gt;disana.&lt;br /&gt;Sosialisasi yang saya lakukan dikantor&lt;br /&gt;juga bukan merupakan hal yang mudah,&lt;br /&gt;banyak canda, protes bahkan keberatan&lt;br /&gt;jika laki-laki dijadikan sebagai tersangka&lt;br /&gt;terus menerus dalam masalah pelecehan.&lt;br /&gt;Bagaimana jika mau sama mau bagaimana?&lt;br /&gt;jika perempuannya berpakaian sangat seronok&lt;br /&gt;sehingga mengundang perhatian?&lt;br /&gt;sampai komentar ini kan masalah pribadi&lt;br /&gt;kok pake diatur segala. terlepas dari pro&lt;br /&gt;dan kontra memang sebaiknya kantor terbebas&lt;br /&gt;dari hal-hal yang berbau pornografi.&lt;br /&gt;Sebagai perempuan sebaiknya berpakaian&lt;br /&gt;dengan sopan dan juga menjaga perilaku&lt;br /&gt;secara profesionaal agar tidak mengundang&lt;br /&gt;komentar yang kurang baik. Bagitu juga&lt;br /&gt;karyawan laki-laki hendaknya memahami&lt;br /&gt;bahwa hubungan kerja hendaklah dilakukan&lt;br /&gt;dengan sopan dan profesional. Jika&lt;br /&gt;ingin melaksanakanh obby cerita porno&lt;br /&gt;atau colak colek, bisa dilakukan diluarjam&lt;br /&gt;kerja dan diluar kantor dengan kelompok&lt;br /&gt;orang yang mempunyai hobby yang sama.&lt;br /&gt;okay..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-2048408253948166293?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/2048408253948166293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=2048408253948166293' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/2048408253948166293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/2048408253948166293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/03/respect-at-work.html' title='Respect at Work'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-8105933698294321533</id><published>2009-03-12T07:05:00.000-07:00</published><updated>2009-10-13T23:12:29.923-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Other'/><title type='text'>Resume Laporan Kegiatan Kunjungan Kadin ke Jerman</title><content type='html'>RESUME KUNJUNGAN BKSP KE JERMAN&lt;br /&gt;(Perjalanan studi banding ke Jerman KAdin Indonesia bersama BKSP (Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;Setian industri menginginkan tenaga kerja yang kompeten karena tenaga kerja yang kompeten sangat menguntungkan bagi industri maupun masyarakat pekerja. Bagi industri tenaga kerja kompeten dapat menjamin dihasilkan produk berkualitas sehingga daya saingnya tinggi. Bagi tenaga kerja dengan kompetensi yang tinggi dapat memperoleh jaminan gaji dan karier.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERAN IHK DALAM MEMBANGUN KOMPETENSI&lt;br /&gt;1. Lapangan kerja, penciptaan nilai secara produktif dan stabilitas ekonomi memerlukan produk yang inovatif dan mempunyai daya saing, pelayanan jasa dan staf yang kompeten dan berkualitas tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Melalui pendidikan kejuruan yang fokus menciptakan tenaga kerja harus mampu membangun sistem manajemen kompetensi sdm industri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pendidikan kejuruan harus ada yang mengorganisir, IHK ditetapkan oleh pemerintah Jerman dan dianggap sangat tepat karena mempunyai anggota perusahaan dibawahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Untuk menghemat uang harus merekrut para sukarelawan dan perlu dibentuk konsultan yang kompeten yang tugasnya adalah agar keinginan pemagang dapat hubungkan dengan perusahaan agar dapat dipenuhi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ada UU sebagai persyaratan agar pendidikan berjalan dengan baik dan tentunya ini berkaitan dengan birokarasi dan perlu keseimbangan antara IHK dan birokrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Sesuai dengan undang-undang yang diberlakukan IHK mewakili ekonomi regional mendapat hak istimewanya untuk melaksanakan tugas-tugas pemerintah dalam manajemen otonom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. IHK berada dibawah kementrian perekonomian sedangkan pendidikan berada dibawah kementrian pendidikan/kebudayaan sehingga sering terjadi konflik, pendidikan lebih ingin teori dan perekonomian ingin praktis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Efek dari penyerahan tugas kepada IHK :&lt;br /&gt;Bagi Negara/Pemerintah :&lt;br /&gt;• Pembebasan tugas&lt;br /&gt;• Perampingan&lt;br /&gt;• Penghematan biaya&lt;br /&gt;Bagi Penerima/Kadin :&lt;br /&gt;• Pengusaha menyusun tugasnya sendiri&lt;br /&gt;• Solusi menjadi lebih terarah pada kepentingan bisnis&lt;br /&gt;• Solusi menjadi lebih cepat&lt;br /&gt;• Penyelesaian menjadi lebih murah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Contoh keberhasilan&lt;br /&gt;Pendidikan dalam dunia usaha&lt;br /&gt; Industri, perdaganan, pertukangan, pertanian, profesi tidak terikat, administrasi umum, layanan kesehatan&lt;br /&gt;  500.000 perusahaan, rumah sakit, industri pertanian, praktek pengacara, dsb&lt;br /&gt;  900 tempat pendidikan kejuruan dibeberapa perusahaan dengan tempat magang 100.000&lt;br /&gt; Tersedia  1 juta pendidik dan penguji yang berkualitas&lt;br /&gt;Partner Dunia Usaha : Sekolah Kejuruan&lt;br /&gt;  2.000 Sekolah Kejuruan&lt;br /&gt;  130.000 Tenaga pengajar, sebagian juga berprofesi sebagai penguji&lt;br /&gt;Kamar Dagang : Infrastruktur pengelolaan ( 480 Kadin mempunyai tugas ini)&lt;br /&gt; Untuk memberikan konsultasi pada perusahaan&lt;br /&gt; Mendaftarkan trainee (1,7 juta)&lt;br /&gt; Untuk mensertifikasi kemampuan ahli pelatih&lt;br /&gt; Menerima ujian&lt;br /&gt; Melaksanakan dialog sosial di tingkat regional (BBA, Mediasi, ..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Keberhasilan diatas hanya dapat dicapai oleh manajemen yang otonom!&lt;br /&gt; Seruan terhadap penyediaan tempat magang (7.000 Euro per Perusahaan/tahun)&lt;br /&gt; Tujuan : lebih banyak pendidikan atau pelatihan lanjutan dibeberapa perusahaan&lt;br /&gt; Kadin dengan pemerintah membangun suatu pakta pendidikan (tanggung jawab sendiri untuk menyediakan tempat magang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INFRASTRUKTUR DALAM PEMBANGUNAN SDM INDUSTRI DI JERMAN&lt;br /&gt;1. Untuk membangun SDM Industri dibutuhkan landasan hukum yang mengatur secara khusus tentang pendidikan kejuruan sehingga peranan pemerintah dan dunia industri jelas. Di Jerman sesuai undang-undang yang diberlakukan, pendidikan kejuruan diserahkan secara penuh pada industri.&lt;br /&gt;2. Untuk melaksanakan undang-undang tersebut diperlukan perangkat yaitu : tempat pembelajaran teori (di sekolah), tempat magang, instruktur/trainer yang berkualifikasi, penilai/asesor, konsultan pendidikan&lt;br /&gt;3. Infrastruktur harus mempunyai kualifikasi kompeten dibidang keahliannya, dan kompeten dalam metodologi pembelajaran&lt;br /&gt;4. Pembelajaran di sekolah memberikan teori-teori yang diajarkan oleh guru, teori ini hanya 30% sedang 70%nya praktek atau magang industri&lt;br /&gt;5. Tempat magang adalah industri yang secara sukarela bahkan bersedia membayar siswa magang. Sebelum menerima magang perusahaan ini terlebih dahulu diverifikasi oleh IHK untuk dinilai layak atau tidak untuk tempat magang&lt;br /&gt;a. Industri/tempat magang harus punya maister&lt;br /&gt;b. Tidak semua perusahaan boleh menerima magang&lt;br /&gt;6. Penilai atau asesor adalah orang yang mempunyai kewenangan melakukan pengujian. Asesor ini harus memenuhi syarat yaitu kompeten dibidang keahliannya dan menguasai metodologi pengujian berbasis kompetensi&lt;br /&gt;7. Konsultan pendidikan kejuruan adalah unit pelayanan pada siswa yang akan magang dan perusahaan yang akan magang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TINDAK LANJUT&lt;br /&gt;1. Perlu kajian lebih lanjut implementasi pendidikan sistem ganda sesuai dengan kondisi riil di Indonesia sehingga dapat diperoleh konsep yang cocok&lt;br /&gt;2. Di Indonesia perlu dipikirkan trainer industri yang menjembatani siswa menguasai teori dengan praktek/magang di Industri. Trainer yang berasal dari guru perlu magang industri dan trainer yang berasal dari industri perlu training metode mengajar (paedogogik)&lt;br /&gt;3. Perlu terus didorong manajemen yang otonom dalam mengelola pendidikan kejuruan di Indonesia tentunya yang sesuai dengan unggulan masing-masing daerah tetapi tetap mengacu pada standar nasional&lt;br /&gt;4. Dalam implementasi butir 3 perlu dibangun partnership lembaga pendidikan, pemerintah dan kadin sesuai dengan kewenangan masing-masing, perlu dilaksanakan lembaga konsultasi pendidikan kejuruan melalui BKSP&lt;br /&gt;5. BKSP diharapkan segera mempersiapkan infrastruktur yang mendorong berjalannya pendidikan kejuran dengan sistem ganda, antara lain : konsultan pendidikan kejuruan (dalam hal ini dilaksanakan BKSP), trainer industri, asesor, standar operating prosedur membangun asesor, trainer dan implementasi system manajemen konsultasi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-8105933698294321533?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/8105933698294321533/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=8105933698294321533' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/8105933698294321533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/8105933698294321533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/03/resume-laporan-kegiatan-kunjungan-kadin.html' title='Resume Laporan Kegiatan Kunjungan Kadin ke Jerman'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-8078515030659558837</id><published>2009-03-12T07:01:00.000-07:00</published><updated>2009-07-17T07:15:50.946-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wanita'/><title type='text'>Sang Pemimpi</title><content type='html'>Sang Pemimpi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutip judul buku Andrea Hirata, Sang Pemimpi, tim Flasher bangkit lagi menjumpai pembaca setianya mulai bulan September. Cukup lama sejak edisi terakhir Flash bulan Desember 2008,  Flasher tidak bertatap muka secara langsung. 8 bulan berlalu bukan tanpa usaha dan berdiam diri. Kerja keras mengumpulkan semangat tim dan juga upaya pencarian format operasional baru akhirnya membuahkan hasil. Sejak 1 Agustus 2008 tim Flash yang merupakan tulang punggung Flash sejak awal berdirinya bahu membahu membuat konsep, mencari berita dan juga mencari dukungan dari berbagai pihak agar Flash tetap menjadi media komunikasi Flasher.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meilin tim Flash yang setia mendukung mulai menghubungi teman-temannya, pencarian berbuah hasil, Jastis bersedia membantu menjadi coordinator creative, Aryo sebagai pemenang pertama lomba design grafis majalah Flash tetap bersedia membantu mendesign lay out Flash disela-sela kesibukannya. Ibe, Ajie dan Bayu bersedia membantu menjadi team fotografi. Tim Flash Bandung juga telah siap membantu melalui koordinasi dan bantuan Fajar dan Lia .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Flash memperkuat format operasionalnya menjadi majalah komunitas remaja yang mandiri. Jika dulu mbak Ita dan mbak Tami membantu sebagai redaktur pelaksana, maka sekarang semua tim Flash yang terdiri dari para finalis dan pemenang lomba Jurnalistik memegang peranan penting dalam  pengelolaan majalah Flash. Tentu saja saya masih langsung membantu disisi manajemen dan pengaturan kerja, karena mereka masih memerlukan bimbingan untuk dapat mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bulan Agustus ini tim Flash sudah mendapatkan kesempatan membantu pelaksanaan beberapa event, seperti Rakornas Kadin bidang SDM dan ketenagakerjaan, Seminar yang dilaksanakan oleh STIH IBLAM  dan Kajian Manajemen mengenai Outsourcing yang diselenggarakan oleh ABADI (Asosiasi Bisnis Alih Daya) bekerjasama dengan PPM Manajemen.Sungguh suatu langkah yang sangat posistif dan penuh berkah bagi tim Flash.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa kegiatan itu mereka belajar bagaimana mengorganisasikan sebuah kegiatan dan juga adanya pemasukan yang dapat menunjang biaya operasional Flash. Tim Flash bukan saja hanya mengelola konten majalah seperti selama ini mereka lakukan, tapi mereka sudah naik kelas dengan belajar mengelola sebuah usaha. Selain berkutat menyelesaikan konten, mereka akan belajar mengenai sirkulasi dan distribusi, juga mencari iklan dan sponsor lainnya, tidak lupa juga belajar disiplin dengan mematuhi deadline penulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga tim ini dapat survive menuju kemandirian dan kedewasaan menjadi professional dan entrepreneur  di dunia media. Diharapkan mereka juga akan terus mencari bakat-bakat baru untuk terus menerus menghasilkan Flasher yang professional dan dapat berkontribusi pada kemajuan industri media di tanah air.Terus bermimpi Flasher, karena itu yang akan membawamu menggapai cita-citamu dan membantu melewati masa sesulit apapun......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari kata pengantar majalah Flash&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-8078515030659558837?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/8078515030659558837/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=8078515030659558837' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/8078515030659558837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/8078515030659558837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/03/sang-pemimpi.html' title='Sang Pemimpi'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-6515038163199563407</id><published>2009-03-11T06:32:00.000-07:00</published><updated>2009-03-11T06:33:06.439-07:00</updated><title type='text'>My consitency is inconsistence</title><content type='html'>My consistency is inconsistence &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada teman saya yang selalu berubah pandangannya, tindakannya dan keputusannya berdasarkan situasi yang ada. Hari ini A besok B, hari ini begitu semangat mengatakan tidak pada suatu masalah, dilain hari untuk masalah yang sama ia mempunyai pendapat yang berbeda. Katika saya tanyakan kenapa ia begitu labil dan berubah-ubah, jawabannya adalah “My consistency is inconsistence”. Artinya ia akan secara ajeg berlaku tidak ajeg.Wah jadi bingung nih. Pantas para politisi kita selalu ajeg dengan pernyataan dan keputusan mereka yang tidak jelas dan selalu berubah menurut keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku “The art of War for Women” dikatakan bahwa filosofi Tao yang merupakan dasar dari Seni Perang Sun Tzu adalah memandang baik dan buruk bukan sebagai kekuatan yang saling berlawanan.Perbedaan bukanlah absolut, tapi saling berkaitan dan melengkapi.Tidak ada yang benar dan salah, hitam dan putih. Setiap tindakan tergantung pada ruang dan waktu. Tindakan yang sama akan menghasilkan hal yang berbeda.Lepaskan keterikatan kita dengan pengertian benar dan salah, seni hidup akan mengantarkan kita mengerti kenapa kita tidak harus konsisten dalam menghadapi suatu masalah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita membaca filosofi diatas maka kita akan mengerti alasan pembenaran kenapa seseorang harus bertindak menurut kebutuhannya. Kemenangan atau keberhasilan yang kita peroleh pada suatu waktu belum tentu akan dapat diterapkan pada saat lain. Perbedaan situasi, pihak yang dihadapi dan kondisi  pada saat itu akan berpengaruh besar terhadap keberhasilan kita. Oleh sebab itu dituntut inovasi, kreatifitas dan kejelian dalam melihat seluruh unsur disekeliling kita untuk terus dapat meraih keberhasilan. Dikatakan juga dalam buku tersebut strategi adalah adaptasi bukan suatu hal yang dipaksakan. Strategi memperhitungkan keadaan disekeliling kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk saya pribadi kalau hal diatas diterapkan untuk hal yang baik tidak ada masalah. Yang menjadi pertanyaan adalah seberapa besar ketidak ajegan itu sehingga mengakibatkan kita menjadi bunglon yang akan menyesuaikan diri dalam keadaan dan situasi yang hanya menguntungkan kita sendiri. Yang lebih parah adalah selalu menjadi pihak yang menempatkan diri maju tak gentar membela yang bayar. Sepanjang ketidak ajegan itu untuk niat yang baik dan tidak merugikan orang lain rasanya itu masih dapat diterima. Tapi jika niatnya adalah mencapai tujuan dengan segala cara dengan tidak melihat lagi mana yang benar dan mana yang salah, mana yang hak dan bukan hak, untuk saya sudah merupakan hal yang tidak dapat diterima. Bagaimanapun juga kita sebagai manusia mempunyai nilai-nilai yang bersifat universal yang dapat membedakan mana yang benar-benar baik untuk dijalankan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-6515038163199563407?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/6515038163199563407/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=6515038163199563407' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/6515038163199563407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/6515038163199563407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/03/my-consitency-is-inconsistence.html' title='My consitency is inconsistence'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-5495319764012852425</id><published>2009-02-28T22:39:00.001-08:00</published><updated>2009-10-13T23:12:29.923-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Other'/><title type='text'>Sate Padang yang lezat di pasar Bukit Tinggi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SbJosLCYuaI/AAAAAAAAAFI/3bYFgH7dtnc/s1600-h/IMG_0040.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SbJosLCYuaI/AAAAAAAAAFI/3bYFgH7dtnc/s320/IMG_0040.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310422018709567906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan dinas ke Medan saya sengaja singgah pulangnya ke Padang dan Bukit Tinggi selama 2 hari. Hotel yang saya tuju sudah di booking dari Jakarta sehingga saya tinggal menuju kesana dengan taksi. Hari masih siang ketika saya sampai, sehingga masih ada kesempatan berkeliling kota Padang sambil mencari makan siang . Suasana kota cukup ramai, saya naik angkot yang bukan main berisik full musik dengan lagu-lagu dangdut.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SbJoryK0mcI/AAAAAAAAAFA/89exlat0MDY/s1600-h/IMG_0039.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 194px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SbJoryK0mcI/AAAAAAAAAFA/89exlat0MDY/s320/IMG_0039.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310422012034062786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; Setiap angkot dilengkapi dengan berbagai  sound sistem yang diletakan dibelakang sopir sehingga telinga rasanya mau pecah saking kerasnya lagu yang diputar.Kata sopirnya kalau tidak full musik penumpang tidak mau naik. Padang seperti kota besar pada umumnya ramai di pusat kota atau alun-alunnya.Saya masih berkesempatan membeli mukena padang pesanan teman yang katanya bordirannya bagus dan halus.Untuk saya agak susah membedakan antara bordir Padang dengan Tasikmalaya. Mendengar orang Padang bicara satu sama lain wah rasanya rame dan kesannya kaya orang berkelahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menyewa ojek Vespa saya dibawa ke tempat dimana legenda Malin Kundang . Dari atas bukit sebelum sampai tempat legenda saya berfoto dengan latar belakang kota Padang yang terlihat jelas dan indah. Tempat yang diyakini sebagai tempat pecahnya kapal Malin Kundang dan tempat ia dikutuk jadi batu terletak ditepi laut. Banyak anak muda yang berpacaran disana sambil menikmati hawa laut dan berpose ditempat legenda tersebut. Digambarkan dengan relief bentuk pecahan kapal dan kondisi Malin Kundang pada saat dikutuk menjadi batu.Semoga ini menjadi peringatan bagi kita semua untuk selalu mencintai orang tua dan tidak melupakan asal usul kita dari mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok harinya jam 7 pagi saya sudah siap ke terminal bis antar kota yang akan mengantar saya ke Bukit Tinggi. Perjalanan melewati pemandangan alam yang indah, apalagi ditambah dengan sebelah saya ada seorang Uni (panggilan untuk perempuan yang artinya kakak) yang saya lupa namanya menjadi teman ngobrol. Bersama Uni tadi saya ditemani berjalan-jalan mengelilingi kota Bukit Tinggi..Walau bus tidak memakai AC tapi udara sejuk sebab melewati pegunungan. Tiba-tiba saya dikejutkan oleh pedagang asongan yang menawarkan dagangannya dengan mengatakan ”begede atau bagade” , yang ternyata adalah perkedel kentang. Kalau di Jawa kita terbiasa jajan dengan misro, tahu goreng atau combro, di Sumatra Barat perkedel menjadi makanan camilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama dengan Uni saya diantar ketempat jam Gadang dan berkeliling kota dengan bendi. Kami mampir untuk makan siang Sate (Padang) yang sangat lezat dan berbeda jauh rasanya dengan yang di Jakarta. Irisan daging dan lidahnya besar serta rasanya mantap sekali.Ada juga dadih yaitu semacam yogurt dari susu kambing yang merupakan makanan khas Bukit Tinggi, tapi saya tidak berani mencobanya, takut rasanya aneh dan merusak rasa sate yang lezat. Kami mengunjungi ”Ngarai Sianok ” yang keindahannya sangat terkenal. Kehijauan dan kesejukan membuat betah berlama-lama disana, semoga saya bisa kembali bersama keluarga kesana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai lalu saya segera kembali ke kota Padang untuk mengejar pesawat terbang sore yang akan kembali ke Jakarta. Dalam perjalanan ke airport saya diantar sopir taksi membeli berbagai  oleh-oleh seperti keripik singkong yang pedas, maupun yang asin yang meruapakan makanan khas Padang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-5495319764012852425?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/5495319764012852425/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=5495319764012852425' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/5495319764012852425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/5495319764012852425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/02/sate-padang-yang-lezat-di-pasar-bukit.html' title='Sate Padang yang lezat di pasar Bukit Tinggi'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SbJosLCYuaI/AAAAAAAAAFI/3bYFgH7dtnc/s72-c/IMG_0040.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-358228490214143151</id><published>2009-02-26T05:34:00.000-08:00</published><updated>2009-02-26T05:58:20.339-08:00</updated><title type='text'>Masalah Yang Mungkin Terjadi Dalam Pelaksanaan Outsourcing</title><content type='html'>Dalam workshop yang diadakan oleh PPM Manajemen bekerjasama dengan ABADI (Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia) pada hari ini Kamis, 26 Februari 2009, pembahasan Iftida Yasar adalah mengenai " Kemungkinan Masalah dalam Kegiatan Outsourcing"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Difinisi pekerjaan dan tanggung jawab yang kurang jelas dan rinci dalam perjanjian yang dapat mengakibatkan perbedaan persepsi dilapangan. Misalnya mengenai hal yang dapat mengakibatkan berakhirnya hubungan kerja. Harus dengan jelas dicantumkan apa atau kondisi apa yang mengakibatkan karyawan outsourcing dapat dikembalikan kepada perusahaan outsourcing.Misalnya seorang sales diangkat dalam kontrak 3 bulan dengan target tertentu yang kalau tidak tercapai dapat menjadi sebab berakhirnya hubungan kerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Pemahaman mengenai "Full outsourcing", dimana semua tanggung jawab dan wewenang dilakukan oleh vendor dengan hasil kerja yang disepakati bersama, atau "Labor Supply" dimana vendor hanya menyediakan tenaga kerjanya dan semua tanggung jawab dan wewenang pekerjaan dilakukan oleh user.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Penggelapan uang. Jika ini terjadi maka masalah pidana melekat pada diri pelaku, ia yang bertanggung jawab untuk mengembalikan uang tersebut atau dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku.Jika perusahaan terbukti terlibat baru dapat dimintakan tanggung jawabnya. Yang harus dilakukan vendor adalah mengurus masalah ini secara tuntas, baik penyelesaian secara internal maupun penyelesaian secara hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Menggunakan nama/logo perusahaan user untuk kepentingan pribadi.Biasanya dilakukan dengan membuat surat keterangan sendiri dengan kop surat perusahaan untuk kepentingan karyawan pribadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kehadiran/disiplin kerja.Biasanya hal ini dapat diatasi dengan kontrol yang ketat dari vendor dengan menyediakan mesin absensi.Cantumkan juga misalnya dalam perjanjian jika tidak masuk dalam hitungan hari tertentu, maka dapat dikenakan sanksi bahkan bisa dianggap mengundurkan diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Diberikan kewenangan oleh User diluar kewenangannya. Dilapangan bisa saja terjadi atasan langsung dari pihak user memberikan kewenangan yang melebihi apa yang dicantumkan dalam kontrak.Jika terjadi suatu kesalahan atau kerugian, maka lihat kembali kontrak kerja apakah ini diatur. Jika tidak maka kesalahan tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada karyawan ybs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Sharing Password. Kesalahan prosedur yang termasuk kedalam kategori pelanggaran berat ini dapat saja terjadi, seorang atasan yang memberikan passwordnya kepada karyawan outsourcing atau sebaliknya karyawan outsourcing yang mencuri password atasanya dapat dikeluarkan dan dikenakan pidana jika berakibat adanya kerugian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Pelaksanaan jam lembur dan perhitungannya.Ada perusahaan yang menentukan jumlah rupiah tertentu untuk mengganti jam lembur, misalnya setiap jam dibayar Rp 10.000.Ini bertentangan dengan UU, sebaiknya lembur dibayarkan sesuai dengan perhitungan yang telah ditetapkan pemerintah.atau jangan disebut lembur tapi tunjangan jika bekerja diatas jam 5-7 maka akan diberikan , misalnya Rp 20.000,-&lt;br /&gt;Ada juga user yang memberlakukan jam kerja yang sangat panjang melebihi aturan jam lembur yang telah ditetapkan, jika ini terjadi maka dianggap pelanggaran&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-358228490214143151?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/358228490214143151/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=358228490214143151' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/358228490214143151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/358228490214143151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/02/masalah-yang-mungkin-terjadi-dalam.html' title='Masalah Yang Mungkin Terjadi Dalam Pelaksanaan Outsourcing'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-4048044535554844567</id><published>2009-02-26T05:33:00.000-08:00</published><updated>2009-10-13T23:03:53.098-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Outsourcing'/><title type='text'>Outsourcing May Reduce Unemployment</title><content type='html'>Outsourcing May Reduce Unemployment&lt;br /&gt;"Outsourcing may be a solution for increasing employment"&lt;br /&gt;Friday, January 23 2009, 19:30&lt;br /&gt;Antique, Elly Setyo Rini&lt;br /&gt;Construction workers (AP Photo/Andy Wong)&lt;br /&gt;related news&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Stimulation Only Reduces 0.5% of Unemployment&lt;br /&gt;    * Three Million Workers May Be Absorbed&lt;br /&gt;    * 2009 Unemployment to Increase by 300,000&lt;br /&gt;    * Unemployment Rate in August 8.39%&lt;br /&gt;    * 250,000 Faces Possibility of Layoff in 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;web tools&lt;br /&gt;smaller normal bigger&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VIVAnews - Indonesian Employers Association (Apindo) recommended that outsourcing could be a solution for handling the increasing number of unemployment in Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Outsourcing may be a solution for increasing employment," said Apindo Deputy Secretary General Iftida Yasar said on Friday, Jan 23.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;According to Yasar, as long as it employers' rights are respected, any forms of outsourcing companies will save laid-off workers. "I understand that people look at outsourcing in a negative manner. It is said as resembling slavery," he said. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;However, he said, if the term outsourcing can be resolved, then the business may be an alternative in handling unemployment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There are two sorts of outsourcing: assigning workers in a company; and outsourcing processes business such as working on orders," said Yasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apindo views outsourcing as a promising business taking into account it has contributed significantly. "In Philippines, outsourcing contributes to 70 percent of employment," Yasar said. China and India also apply such strategy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In addition to the labor intensive works sector, according to Yasar, outsourcing business also absorbs countless workers. "Say, there is an order from the Netherlands, for instance. Then an employer would only need to provide a building and technology before recruiting specific employees," Yasar said. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For the time being, said Yasar, Indonesia is yet to be targeted by countries handing out orders to outsourcing companies. "Apindo is targeting that [Indonesia] may start the business by 2010," he said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For the time being, said Yasar, Apindo is trying to rebuild the twisted perception on outsourcing through seminars and international meetings.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Translated by: Bonardo Maulana Wahono&lt;br /&gt;• VIVAnews&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-4048044535554844567?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/4048044535554844567/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=4048044535554844567' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/4048044535554844567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/4048044535554844567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/02/outsourcing-may-reduce-unemployment.html' title='Outsourcing May Reduce Unemployment'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-970069907645557949</id><published>2009-02-25T05:07:00.000-08:00</published><updated>2009-07-17T07:15:50.945-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wanita'/><title type='text'>Hillary Clinton</title><content type='html'>Tanggal 18 dan 19 Februari kemarin kita baru saja menerima tamu istimewa, seorang perempuan cerdas , cantik, kuat, berdedikasi terhadap keluarga dan negaranya. Kecerdasan, dan kekuaatan Hillary dalam meniti karirnya tidak diragukan lagi.Kita banyak membaca perjalanan karirnya yang cemerlang sejak sekolah hingga menjabat dibeberapa posisi penting dalam karirnya. Ia bukan hanya sekedar pemanis atau pelengkap dalam kehidupan orang disekitarnya tapi memainkan peranan utama hampir disemua bidang, termasuk menjadi penasehat pribadi yang utama pada saat ia menjadi “first Lady” untuk suaminya Persiden Bill Clinton. Jika ibu Negara lainnya redup sinarnya setelah suaminya tidak menjadi presiden, Hillary semakin bersinar dengan menjadi Senator dan sekarang menjadi Menteri Luar Negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecantikannya memancar dari dalam dan tercermin dalam pancaran mata yang penuh semangat, percaya diri, hangat dan optimis disertai senyum ceria selalu membayang diwajahnya. Sejak kedatangannya turun dari pesawat terbang, berfoto bersama anak-anak yang menyambutnya, bertemu dengan presiden serta acara resmi lainnya, sampai mengunjungi proyek USAID di petojo, senyum ceria selalu tertangkap oleh kamera. Dalam usianya yang tidak lagi muda semangat dan dedikasinya mengabdi kepada Negara membuatnya tidak pernah merasa lelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hillary tidak diragukan sangat cinta kepada negaranya, ia sudah mencapai tahapan mencintai Negara dan selalu ingin berbuat yang terbaik untuk masyarakat banyak. Dalam perebutan kekuasan menuju kursi persiden ia bukan hanya sekedar meramaikan, tapi ia adalah perempuan pertama yang mencalonkan diri menjadi presiden di Negara adidaya Amerika Serikat dan nyaris menang. Ia tidak pernah menyerah sampai titik darah penghabisan dan baru menyadari bahwa ternyata ia kalah dari Barrack Obama. Kekalahan yang sangat menyakitkan dan tidak pernah disangkanya. Walaupun begitu dengan cepat ia melepaskan ego nya dan merapat kebarisan Barrack Obama, karena sebagai kader utama partai Demokrat ia harus bahu membahu memenangkan partainya dalam Pemilu Amerika Serikat tahun lalu.Dalam pidatonya di Indonesia Hillary mengatakan kaget menerima tawaran persiden Barrack Obama untuk menjadi Menteri Luar Negeri, tapi ia menerima tugas itu dengan gembira karena itu adalah bentuk pengabdian lain kepada negaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hillary juga sangat mengagumkan dan menonjol kekuatannya dalam mempertahankan perkawinan dengan Bill Clinton. Tidak ada yang lebih menyakitkan hati seorang perempuan ketika ia mengetahui suaminya mempunyai hubungan intim dengan perempuan lain.Kebesaran hatinya dan komitmennya yang kuat terhadap keutuhan rumah tangga beberapa kali teruji dengan berbagai pengakuan perempuan lain yang mengaku mempunyai hubungan mesra dengan suaminya. Jika saja ia perempuan biasa bukan istri presiden apalagi presiden Amerika Serikat, mungkin skandal-skandal percintaan suaminya hanya diketahui oleh orang terdekatnya. Tapi karena ini mengenai diri seorang yang sangat terkenal dan berkuasa, maka gaungnya menjadi mendunia. Sulit membayangkan bagaimana Hillary mampu melewati hari-hari berat penuh perjuangan untuk tetap dapat memaafkan dan menjaga keutuhan keluarganya. Ia seorang perempuan cantik, mandiri, sukses, cemerlang, setia, berdedikasi kepada keluarganya, masih dikhianati oleh suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak Hillary lain di dunia ini, perempuan yang berjuang dan terus menerus berkata kepada dirinya untuk sabar dan terus berusaha mempertahankan keutuhan rumah tangganya. Apakah ia perempuan bodoh dan lemah yang mau saja dikhianati oleh suaminya?. Jawabanya berpulang kepada diri masing-masing, bahwa apakah kita termasuk perempuan yang bodoh, lemah, tergantung pada suami ataupupun kita termasuk perempuan sekelas Hillary, cantik, kuat, mandiri, sukses, setia?. Perempuan mempunyai pilihan untuk menentukan apakah ia mau dan percaya bahwa badai pasti berlalu, bahwa suaminya akan kembali baik dan manyadari kesalahannya. Perempuan yang memilih untuk hanya menikah sekali seumur hidup, yang memilih untuk setia dan memaafkan. Perempuan yang sabar dan memaafkan adalah lebih mulia dibandingkan dengan perempuan yang secara sengaja menjalin hubungan dengan suami orang lain dengan alasan apapun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkawinan adalah sesuatu yang suci, bersatunya dua insan lahir dan batin dengan kalimat Allah dan ridho Nya, jika memang masih bisa pertahankanlah perkawinan, menikahlah sekali semumur hidup agar kita mempunyai garis keturunan yang jelas, keluarga yang hanya satu, tidak berganti-ganti foto keluarga. Semuanya tergantung pada pilihan hidupmu perempuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hillary Clinton sungguh perempuan istimewa, cantik, cerdas, mandiri, sukses, setia dan berkomitmen tinggi dalam segala hal untuk mengisi kehidupannya. Komitmen terhadap karirnya, terhadap perkawinannya , terhadap keluarganya, terhadap masyarakat, terhadap negaranya dan juga terhadap masyarakat dunia. Saya ingin seperti Hillary...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-970069907645557949?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/970069907645557949/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=970069907645557949' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/970069907645557949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/970069907645557949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/02/hillary-clinton.html' title='Hillary Clinton'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-6042653987875404214</id><published>2009-02-25T05:05:00.000-08:00</published><updated>2009-02-25T05:06:54.097-08:00</updated><title type='text'>Ulasan Outsourcing Bisnis Indonesia, 24 Feb 2009</title><content type='html'>30% Usaha outsourcing tak layak&lt;br /&gt;Penggunaan pekerja alih daya untuk hindari pesangon  &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt; JAKARTA: Sebanyak 30% perusahaan penyedia jasa alih daya yang ada di kawasan Jabodetabek diperkirakan tidak profesional dalam menjalankan bisnis mereka, sehingga merugikan pekerja yang direkrut lewat sistem outsourcing tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wisnu Wibowo, Sekjen Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia (Abadi), memperkirakan perusahaan outsourcing penyedia tenaga kerja untuk level bawah yang ada di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) mencapai 300 perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan-perusahaan yang tidak profesional itulah yang menimbulkan persepsi negatif dari masyarakat terhadap bisnis alih daya (outsourcing).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami tidak menutup mata terhadap perusahaan outsourcing yang tidak profesional, yang hanya melakukan fungsi penempatan tenaga kerja tanpa memerhatikan hak-hak pekerja mereka, khususnya untuk level pekerja rendah seperti buruh," ujar Wisnu kepada Bisnis, baru-baru ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekan lalu, Sekjen Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek Indonesia) Muhamad Rusdi mengatakan penolakan sistem kerja outsourcing akan menjadi agenda nasional kalangan serikat pekerja dan buruh, karena dinilai merugikan pekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, menurut Wisnu, penolakan oleh serikat pekerja lebih kepada sistem kontrak yang ditawarkan oleh perusahaan outsourcing, bukan sistem alih daya itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peta perusahaan penyedia jasa outsourcing 2008&lt;br /&gt;Provinsi Jumlah perusahaan Tenaga kerja (orang)&lt;br /&gt;Jawa Barat 813  35.221*&lt;br /&gt;Sulawesi Selatan 185 12.637*&lt;br /&gt;Aceh 167  1.500 *&lt;br /&gt;Jawa Barat 265  11.864 **&lt;br /&gt;Sumatra Utara 109 2.880**&lt;br /&gt;Sumber: Depnakertrans&lt;br /&gt;Keterangan: * Untuk pekerja di bidang pertambangan atau proyek lainnya&lt;br /&gt;** Untuk pekerja di bidang informal seperti cleaning service&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan perusahaan outsourcing yang tidak profesional (nakal) itu tidak transparan dalam hal pemberian gaji pegawai. Mereka juga tidak memenuhi hak dasar pekerja seperti pemberian jaminan sosial tenaga kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksploitasi hal tersebut sering dilakukan kepada pekerja di level bawah seperti buruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jarang, perusahaan outsourcing yang nakal itu memotong gaji pekerjanya lebih besar dari yang sudah ditentukan oleh perusahaan pemberi kerja (user).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, menurut Iftida Yasar, Penasihat Abadi, besaran biaya (fee) yang dipungut perusahaan outsourcing dari pekerja yang mereka rekrut hanya 10%-15% dari nominal gaji pekerja yang diberikan oleh perusahaan pemberi kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu juga tidak semuanya untuk perusahaan outsourcing, karena sebagian digunakan untuk membayar iuran jaminan sosial mereka atau tunjangan hari tua pekerja yang bersangkutan,"katanya beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga membenarkan ada banyak perusahaan penyedia jasa outsourcing yang tidak profesional, bahkan ada yang menjalankan bisnis mereka seperti agen tenaga kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang abal-abal [tidak profesional] itu memang banyak, terutama di daerah sentra industri. Ini yang merusak citra perusahaan outsourcing," ujar Iftida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hindari pesangon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lea Januar, HRD &amp; GA Manager PT Wincor Nixdorf Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi, menyebutkan salah satu alasan penggunaan tenaga kerja outsourcing adalah untuk meningkatkan efisiensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menggunakan tenaga kerja outsourcing, perusahaan tidak perlu membayar pesangon pekerja yang mengundurkan diri atau berhenti bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lea juga menilai pekerja outsourcing lebih efektif untuk segera mengisi posisi yang lowong karena ditinggal pekerja sebelumnya yang pindah ke perusahaan lain. "Pekerja call center merupakan salah satu yang sering pindah ke tempat lain, untuk memenuhi kebutuhan sektor perbankan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Iftida, alasan utama perusahaan memilih menggunakan tenaga kerja outsourcing adalah karena dapat berbagi risiko dengan perusahaan alih daya dan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja untuk pekerjaan yang sifatnya tidak tetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun, Wisnu menambahkan pada umumnya pekerja mengetahui mereka telah diperlakukan tidak adil oleh perusahaan outsourcing yang tidak profesional. Namun, pekerja terpaksa menerima hal itu karena minimnya lapangan pekerjaan yang ada saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal kepatuhan perusahaan penyedia tenaga kerja outsourcing, hingga saat ini hanya 40 perusahaan yang mengikutsertakan pekerja yang mereka rekrut dalam sistem jaminan sosial tenaga kerja (jamsostek).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Ansyori, Direktur Operasi dan Pelayanan PT Jamsostek, menyebutkan pihaknya sulit memantau kepatuhan perusahaan penyedia jasa tenaga kerja outsourcing untuk mengikutsertakan pekerjanya dalam program jamsostek. (14/YENI H. SIMANJUNTAK) (redaksi@bisnis.co.id)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BISNIS INDONESIA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-6042653987875404214?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/6042653987875404214/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=6042653987875404214' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/6042653987875404214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/6042653987875404214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/02/ulasan-outsourcing-bisnis-indonesia-24.html' title='Ulasan Outsourcing Bisnis Indonesia, 24 Feb 2009'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-3486498162975828028</id><published>2009-02-24T06:24:00.000-08:00</published><updated>2009-07-14T00:04:30.516-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wanita'/><title type='text'>Air Susu Dibalas Air Tuba</title><content type='html'>Ingat pelajaran bahasa Indonesia mengenai pribahasa "Air susu dibalas air tuba?". Ternyata pribahasa itu masih tetap berlaku sampai sekarang. Kebaikan yang kita berikan kepada seseorang belum tentu akan dibalas dengan kebaikan. Jangan pernah bertanya kenapa seseorang yang kita bantu ternyata berbalik menyerang dan berbuat jahat kepada kita. Kita memberikan sesuatu yang manis dan menyehatkan yaitu susu ternyata dibalas oleh air tuba, air yang dicampur dengan tuba sejenis racun dari bahan alami yang rasanya pahit dan dapat membuat mabok ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman saya setahun yang lalu mempunyai masalah yang sangat serius dengan manajemen didalam perusahaannya, lalu dia mengajak seorang yang direkomendasikan kepadanya untuk membantu. Masuklah orang itu mula-mula sebagai advisor. Dengan penampilan yang halus, santun dan juga dilengkapi dengan atribut agama membuat teman saya akhirnya mempercayainya.Diangkatlah orang itu sebagai pejabat sampai akhirnya menduduki posisi direktur. Karena percaya dengan kejujuran, kebaikan dan keikhlasan yang ditunjukan maka akhirnya dia dipercaya oleh owner untuk menggantikan posisi teman saya tadi sebagai orang nomor satu diperusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penghargaan teman saya tadi diberi posisi sebagai penasehat. Ternyata tidak butuh terlalu lama untuk melihat watak asli seseorang, orang yang tadinya santun berubah menjadi pribadi yang selalu berkata saya..saya.Saya membuat perusahaan menjadi baik dengan sistem yang tertata rapi dibantu oleh tekhnologi yang baik.Dia lupa bahwa pada saat impelementasi sistem dilaksanakan yang namanya approval budget dan support diberikan oleh teman saya sebagai atasan orang itu. Dengan bangganya setiap meeting didepan owner orang tersebut mencela dan mengatakan bagaimana buruknya manjemen lama dan mengatakan tidak akan mengulangi kesalahan dari manajemn lama.Dia lupa bahwa dia memang diajak oleh teman saya untuk membantunya memperbaiki manajemen dan kalau sekarang menjadi semakin baik sudah barang tentu bukan atas usaha orang itu sendiri tapi oleh team.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memberikan keuntungan kepada perusahaan, jumlah klien bertambah dan pundi-pundi perusahaan bertambah besar.Dia lupa bahwa perusahaan sudah berumur 10 tahun sudah mempunyai nama dan dikenal, jadi bukan seluruhnya atas nama dia.Coba buat usaha dengan nama sendiri dan klien yang baru apakah ia bisa berhasil?. Orang itu meminta surat resmi dengan persetujuan owner jika teman saya bertanya tentang sesuatu. Orang itu lupa bahwa sebelumnya mereka adalah team dan dalam suasana bersahabat dan kekeluargaan, tapi sekarang dengan jabatannya orang itu merasa tidak butuh seorang penasehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncak dari segalanya adalah orang itu meminta kepada owner agar teman saya diberhentikan sebagai penasehat dengan ancaman ia akan pergi jika teman saya masih menjadi penasehat disana.Ancaman ditambah dengan mengajak anggota direksi yang lain untuk bersama menghadap owner dan menyatakan akan mengundurkan diri semua jika teman saya tidak diberhentikan. Dengan sombongnya orang itu mengatakan bahwa ia telah mendapat tawaran dengan jabatan dan fasilitas yang lebih hebat daripada di perusahaan ini.Apa yang ada dalam pikiran orang tersebut, apakah tidak ada rasa terima kasih, hormat kepada orang yang telah mengajaknya masuk dalam lingkungan perusahaan ketika ia sedang dalam kondisi "jobless"?. Apakah ia tidak berfikir bahwa teman saya itu mempunyai keluarga yang harus dibiayai? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya peribahasa diatas diajarkan di sekolah dan masih berlaku sampai kapanpun, sebab selalu saja ada orang yang membalas kebaikan dengan fitnah dan kejahatan. Masih banyak orang yang melupakan asal usul darimana ia berada, dianggapnya semua adalah hasil jerih payahnya. Pada saat ia menjadi bawahan bukan main hormat dan santunnya, tapi setelah menjabat posisis tinggi langsung berubah sombong.Teman saya hanya sanggup mendoakan agar orang itu diberi petunjuk oleh Allah dan menyadari kesalahannya. Yang namanya rezeki, jabatan, harta semua adalah milik Allah, Yang Maha Esa yang menentukan nasib dan peruntungan manusia. Yang penting selalu berbuat baik, jangan menjadi pihak yang membalas kebaikan dengan kejahatan,Balaslah air susu dengan air susu coklat atau susu soda. Semoga kita tidak termasuk kedalam golongan orang yang tidak tahu berterima kasih, amin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-3486498162975828028?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/3486498162975828028/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=3486498162975828028' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/3486498162975828028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/3486498162975828028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/02/air-susu-dibalas-air-tuba.html' title='Air Susu Dibalas Air Tuba'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-7088465965214931737</id><published>2009-02-20T21:07:00.000-08:00</published><updated>2009-02-20T21:08:21.997-08:00</updated><title type='text'>Job Description Outsourcing Officer</title><content type='html'>Pertanyaan&lt;br /&gt;Job Description untuk Outsourcing Officer (dimuat di Portalhr)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan kami berencana melakukan outosurcing. Sebagai staf dari bagian HRD, saya ingin tahu, secara umum seperti apa Job Description untuk officer yang bekerja menangani outsourcing. Terimakasih atas bantuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita misalkan saja, nama jabatannya adalah Outsourcing Officer, maka jobdes-nya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabatan: Outsourcing Officer.&lt;br /&gt;Melapor kepada: Procurement atau HRD Manager (tergantung kondisi perusahaan)&lt;br /&gt;Department: General Affair (GA) atau HRD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas spesifik:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menjamin tercapainya “target pelaksanaan pemenuhan jumlah tenaga kerja” yang memenuhi persyaratan dalam melaksanakan program atau pekerjaan yang telah ditetapkan (misalnya sales, collection, data entry)&lt;br /&gt;2. Menetapkan , mengawasi dan memastikan bahwa proses tender pelaksanaan outsourcing dilakukan dengan mengikuti peraturan perusahaan dan tidak melanggar peraturan ketenaga kerjaan&lt;br /&gt;3. Mengusahakan agar budget yang telah disetujui mendapatkan tenga kerja yang sesuai dengan kualifikasi yang ditetapkan. Pengawasan yang ketat atas lembur dan biaya2 lain agar menjadi prioritas sehingga tidak “over budget”&lt;br /&gt;4. Menetapkan peraturan main dilingkungan internal tentang bagaimana tata cara peleksanaan outsorcing dengan mengacu kepada perauran perusahaan dan ketenaga kejaan&lt;br /&gt;5. Memastikan bahwa “end user” mengerti dengan jelas aturan main dan mengawasi pelaksanannya dilapangan melalui mekanisme report bulanan dan audit&lt;br /&gt;6. Membanatu bisnis agar dapat menjalin hubungan yang baik dengan vendor dan karyawan outsourcing sehingga pekerjaan berjalan dengan baik&lt;br /&gt;7. Memahami dan mengerti peraturan ketenaga kerjaan dan pelaksanaannya&lt;br /&gt;8. Memastikan tidak ada ”complience issues” dan melasanakan pekerjaan secara terbuka melalui tender atau penunjukan langsung setelah membandingkan kualitas beberapa vendor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa ditambahkan di sini, misalnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persyaratan:&lt;br /&gt;Pria/wanita usia 30 – 40 tahun&lt;br /&gt;Pendidikan : sarjana hukum atau S-1 dengan pengalaman dan mengerti tentang ketenagakerjaan.&lt;br /&gt;Bahasa: Indonesia/ Inggris&lt;br /&gt;Pengalaman: 2 atau 3 tahun dibidang HRD tau GA, pernah bekerja menangani outsourcing, mempunyai pengetahuan mengenai tehnis pelaksanaan bisnis secara umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketrampilan intelektual: Mampu membuat analisa, membuat keputusan, mengetahui prioritas pekerjaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketrampilan sosial: tegas, mampu bergaul dengan baik, bijaksana, mampu menjembatani antarkepentingan user dan vendor, mampu menyelesaikan konflik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain: bersedia bekerja keluar kota dan bekerja di luar jam kerja normal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-7088465965214931737?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/7088465965214931737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=7088465965214931737' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/7088465965214931737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/7088465965214931737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/02/job-description-outsourcing-officer.html' title='Job Description Outsourcing Officer'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-2164565359740650728</id><published>2009-02-20T06:42:00.000-08:00</published><updated>2009-10-13T23:12:29.923-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Other'/><title type='text'>Babel Bentuk BKSP</title><content type='html'>Babel Bentuk Badan Sertifikasi Profesi&lt;br /&gt;edisi: 20/Aug/2008 14:08 wib | sumber: BANGKA POS / Teddy&lt;br /&gt;PANGKALPINANG -- Kamar Dagang Industri (Kadin) Propinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar sosialisasi Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi (BKSP), Rabu (20/8) di Jaguar Music Resto Gedung El Jhon Plaza Jalan Sukarno Hatta Pangkalpinang. Sosialisasi tersebut mendatangkan utusan dari Kadin Pusat dan utusan Kadin Jerman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam acara yang di hadiri beberapa wakil dinas dari kalangan propinsi dan beberapa wakil sekolah menengah kejuruan tersebut Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Pemberdayaan Daerah, Asosiasi dan Himpunan, Kadin Babel Mimpin Sitepu SE MM kepada Bangka Pos Group pada saat sebelum digelarnya acara, rabu (20/8) mengatakan, sosialisasi Badan Koordinasi dan Sertifikasi (BKSP) adalah usaha membentuk badan tersebut dalam rangka mengatasi masalah produktivitas kerja SDM di Indonesia. "Badan Koordinasi dan Sertifikasi ini adalah salah satu langkah untuk mengatasi masalah produktivitas tenaga kerja, oleh sebab itu kita ingin membentuk suatu badan yang mengatur koordinasi dan sertifikasi yang mana kita saat ini pada tahap sosialisasi untuk pembentukanya," kata Mimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan survei suatu lembaga independen, ia mengatakan saat ini indeks tenaga kerja di Indonesia tidak berkembang sedikitpun yaitu pada angka 0 persen peningkatan. Oleh sebab itu ia mengharapkan dengan keberadaanya BKSP, mutu tenaga kerja akan lebih baik dan produktivitasnya akan meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Meskipun pernah diperdebatkan, hasil survei suatu lembaga independen menyatakan indeks pertumbuhan produktivitas tenaga kerja di Indonesia berkutat pada nol persen pertumbuhan. Tujuan dari ingin dibentuknya badan ini dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas untuk bersaing di dunia global," papar Mimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakornas Gagas 3 in 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menuturkan sebelumnya telah dilakukan pertemuan oleh tiga menteri yaitu menteri pendidikan, menteri tenaga kerja dan menteri perindustrian dalam rakornas beberapa waktu lalu membahas kesiapan tenaga kerja Indonesia dalam menghadapi globalisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dalam Rakornas tiga menteri beberapa waktu lalu membahas kesiapan tenaga kerja Indonesia dalam menghadapi globalisasi, meskipun belum ada keputusan hasil pertemua tersebut akan mencanangkan program 3 in 1 yaitu pelatihan, sertifiksi dan penempatan untuk sumber daya manusia di Indonesia." papar Mimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menambahkan bahwa BKSP tersebut sangat penting untuk menciptakan profesionalitas dalam pekerjaan sehingga mencapai produktivitas yang tinggi untuk kedepanya. Menurutnya untuk konteks Babel sasaranaya harus sama seperti tujuan program nasional tersebut, namun Babel semestinya harus mempunyai bidang unggulan sesuai kebutuhan dalam propinsi.h)"Saat ini sudah ada 14 BKSP di Indonesia, untuk Babel apabila terbentuk badan tersebut seharusnya mempunyai bidang unggulan sesuai kebutuhan dan potensi yang dimiliki di daerahnya. Badan tersebut berfungsi untuk mensertifikasi tenaga kerja, namun saat ini tenaga kerja umumnya tidak mempunyai sertifikasi dan tidak sesuai dengan dasar pendidikanya, sehingga badan seperti ni sangat diperlukan sekali untuk menjamin mutu kerja dan profesionalisme kerja, " ungkap Mimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utusan Kadin Pusat Iftida Yasar pada sosialisasi tersebut mengatakan harus dibentuknya BKSP adalah untuk persiapan menghadapi globalisasi, " Saat ini dalam pembangunan, kita lebih mementingkan perkembangan fisik namun melupakan tenaga kerja. Padahal dalam menghadapi globalisasi, semestinya hal tersebut adalah hal yang utama," kata Iftida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menuturkan, saat ini kondisi tenaga kerja di Indonesia sangat memperihatinkan. Oleh sebab itu perlu adanya badan yang menkoordinir dan meningkatkan kualitas tenaga kerja dengan sertifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat ini Indonesia banyak sekali sumber daya manusianya, namun kualitasnya tidak begitu maching. Untuk itu peran Kadin untuk meningkatkan produksi tenaga kerja sesuai Undangundang Nomor 13 Tahun 2003 adalah cara untuk sumber daya manusia di Indonesia menghadapi Globalisasi," kata Iftida. (bangka pos/mg1)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-2164565359740650728?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/2164565359740650728/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=2164565359740650728' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/2164565359740650728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/2164565359740650728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/02/babel-bentuk-bksp.html' title='Babel Bentuk BKSP'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-2144923573655373613</id><published>2009-02-17T16:45:00.000-08:00</published><updated>2009-02-28T21:49:30.568-08:00</updated><title type='text'>Niagara Falls</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Saoh2UKu7BI/AAAAAAAAAEA/2SLpZ_jgZLk/s1600-h/IMG_0076.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 204px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Saoh2UKu7BI/AAAAAAAAAEA/2SLpZ_jgZLk/s320/IMG_0076.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308092327819930642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SaohR-m6UeI/AAAAAAAAAD4/tO15dBGBiSk/s1600-h/IMG_0077.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 202px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SaohR-m6UeI/AAAAAAAAAD4/tO15dBGBiSk/s320/IMG_0077.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308091703557247458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Niagara falls atau air terjun Niagara adalah salah satu dari air terjun yang terbesar didunia.Terletak di Kanada, tepatnya dikota Ontario yang berbatasan langsung dengan salah satu kota di Amerika Serikat. Perjalanan ke Ontario dapat dilakukan melalui jalan darat dari Amerika Serikat dengan dilengkapai visa masuk.Berhubung kami adalah rombongan internasional dari berbagai negara yang sedang mengikuti program di Amerika Serikat, maka visa didapatkan dengan mudah melalui panitia penyelenggara dari pihak Amerika Serikat.Walaupun semua peserta mendapatkan izin masuk, tapi terdapat perbedaan perlakuan, kami yang berasal dari negara Asia dan Afrika hanya mendapatkan visa untuk tinggal selama 1 minggu, sedangkan teman-teman dari negara Eropah dan Amerika Serikat mendapatkan visa lebih dari 1 minggu walaupun kami datang dan pergi bersamaan dalam satu rombongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum mengunjungi air terjun niagara, kota pertama yang kami singgahi adalah Ontario, suatu kota yang sangat lengang, besar dan bersih.Sebagian besar masyarakatnya menggunakan bahasa Perancis. Pada musim semi kota Ontario sangat cantik dan bersih, perpaduan antara rindangnya pohon besar dan taman kota yang penuh dengan bunga yang indah.Sungguh mengagumkan melihat bagaimana pemerintah menata kotanya dengan memelihara pohon besar yang tersebar dimana-mana.Melihat penampilan fisiknya mungkin pohon besar tersebut sudah berusia lebih dari seratus tahun. Dengan situasi seperti itu tidak heran banyak burung merpati yang jinak beterbangan dan akan mendekat jika kita berikan makanan untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air terjun Niagara sangat luas, membentang sejauh...meter dengan membentuk huruf L, sebagian berada di wilayah amerika Serikat dan sebagian besar berada di wilayah Kanada.Jika ingin melihat dan mendekati air terjun secara langsung harus masuk ke negara Kanada. Udara sangat cerah pada saat itu, kami menaiki kapal kecil untuk tepat sampai dekat dengan air terjun Niagara. Kami semua dilengkapi dengan jas hujan yang cukup tebal untuk melindungi badan dari angin dingin dan percikan air yang cukup deras menerpa wajah kami.Seperti anak kecil saja dengan riang bermain hujan diatas kapal yang terombang ambing mencoba mendekati air terjun.Percikan air dingin kewajah dan sebagaian tubuh cukup menyegarkan ditambah dengan sensasi spektakuler mendekati langsung air terjun membuat pengalaman yang mengesankan.Pada malam hari kita dapat menyaksikan air terjun dalam kilauan warna warni ceria yang berasal dari sorotan lampu aneka warna membuat pemandangan yang juga menakjubkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaikata kita dapat memelihara keindahan alam kita dengan baik, menyediakan fasilitas jalan yang mulus dan juga yang terpenting adalah rasa aman, rasanya Indonesia tidak kalah cantik dan menariknya dengan tempat-tempat indah lainya diluar negeri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-2144923573655373613?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/2144923573655373613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=2144923573655373613' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/2144923573655373613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/2144923573655373613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/02/niagara-falls.html' title='Niagara Falls'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/Saoh2UKu7BI/AAAAAAAAAEA/2SLpZ_jgZLk/s72-c/IMG_0076.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-7179623564742824111</id><published>2009-02-17T16:41:00.000-08:00</published><updated>2009-02-17T16:43:18.050-08:00</updated><title type='text'>What can I do for You?</title><content type='html'>Ada kalimat dalam sebuah iklan yang sangat tepat menggambarkan bagaimana buruknya pelayanan publik dinegeri ini. "Jika bisa dibuat susah, kenapa harus dibuat gampang?.Bukankah mereka seharusnya sebagai pelayan masyarakat yang dibayar dengan uang yang berasal dari pajak rakyat memebrikan pelayanan yang mengacu kepada kepentingan masyarakat. "what can I do for you? mustinya menjadi bagian dari sikap mereka sehari-hari dalam melayani masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mulai dari berangkat kerja kita sebagai rakyat kecil harus berangkat pagi sekali jika mau mendapatkan tempat duduk didalam bus, kalau terlambat sedikit alamat bergelantungan seperti monyet di kebun binatang saking penuhnya kendaraan umum. Mau urus sertifikat rumah, jangan harap mendapatkan pelayanan yang jelas dan cepat, walaupun di loket terpampang dalam tulisan besar dan jelas "hindari calo" dan biaya resmi tertulis Rp.....Tapi kenyataannya saya pernah mengurus sendiri surat sertifikat tanah petugas loket mengatakan harus membayar Rp 750.000 kalau tidak salah, setelah saya membayar ternyata perincian resminya hanya Rp 500.000,-.Protes saya tidak didengar bahkan dianggap angin lalu.Ada yang berbisik kalau ingin cepat sudah relakan saja uang selisihnya.Bagaimana orang bisa hidup dengan tenang dan menghidupi keluarganya dengan uang uang dihasilkan dari orang seperti saya yang tidak akan merelakan uang itu, bukan rela namanya tapi terpaksa. Pada saat petugas pengukur tanah datang harus ada biaya pengukuran sebesar Rp 500.000,- dibayar kontan pada saat petugas datang sebelum mengukur.Sekali lagi saya tambah tidak rela ternyata biaya pengukuran sudah termasuk dalam biaya resmi yang telah saya bayarkan diloket. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau buat IMB rumah, wah belum-belum sudah ada rincian daftar biaya yang harus dibayarkan, misalnya Rp 750.000 buat gambar rumahnya.Kalaupun kita bisa menggambar sendiri biasanya nanti akan dipermasalahkan sampai akhirnya kita menyerah untuk memborongkan pekerjaan itu kepada petugas yang mempunyai pekerjaan sampingan sebagai pembuat gambar rumah.Bagaimana rakyat kecil mampu membayar biaya IMB yang sangat mahal itu diluar baiaya resmi, tidak heran lebih banyak rumah yang tidak memilki IMB dibandingkan yang sudah memilikinya.Saya pernah mau memberikan pelatihan kepada kelompok guru di sebuah kecamatan, karena merasa sudah dikoordinir oleh kelompok guru tersebut maka kami menganggap semua urusan beres. Ternyata pejabat diknas setempat merasa tersinggung dan merasa gerakan ini adalah liar tanpa izin apalagi melibatkan guru negeri.Akhirnya keluar surat teguran yang ujung-ujungnya ternyata mereka ingin diundang juga secara resmi, bahkan kalau perlu dalam upacara pembukaan tersebut ada amplop berisi sejumlah uang untuk penggantian transport pejabat yang membuka acara tadi. Aneh tapi nyata, kita yang membiayai pelatihan tadi untuk guru agar meningkat kompetensinya (yang seharusnya tugas para pejabat tadi) kok malah dibebani macam-macam.Maka kami akhirnya menyerahkan tugas mengkoordinir dan mengundang para guru termasuk kami sebagai instruktur kepada kelompok guru tadi.Jadi penyelenggaranya adalah kelompok guru bukan kami, maka urusan menjadi beres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang agak mengejutkan adalah pelayanan kantor imigrasi Bogor, dimana saya memperpanjang pasport yang sudah habis masa berlakunya.Berhubung ingin sekalian mengetahui bagaimana pelayanan yang diberikan maka saya mengurus sendiri tanpa bantuan travel biro atau calo. pembelian formulir dilakukan dikoperasi karyawan dengan harga wajar.begitu juga proses menunggu dan mengantri, termasuk pemotretan, sidik jari, dsb masih dalam kurun waktu yang dianggap normal.wajah para petugas kelihatan bersih, muda dan profesional, bahkan ramah (hm..terjadi perubahan besar pada kantor imigrasi yang biasanya berwajah seram). Salah satu petugas wanita bahkan sempat mengobrol dan memanggil nama saya dengan benar beberapa kali.Saya harus kembali untuk mengambil pasport baru 3 hari lagi, dan tepat 3 hari kemudian saya sudah mendapatkan pasport baru saya.Pada waktu membayar di loket resmi tertera angka resmi yang tidak ada selisih satu rupiahpun untuk biaya siluman. rasanya sangat menyenangkan dan membanggakan ada satu pelayanan publik yang telah berubah dan mencoba untuk memberikan pelayanan yang baik. Rasanya tidak berlebihan kalau meraka sudah mempunyai cara berfikir yang "what can I do for you? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan pelayanan di bank swasta yang sudah sangat berfikir "customer oriented", mereka selalu menempatkan kepentingan kastemer dan berusaha untuk memenuhi kepentingan kastemer.Semangat "what can I do for you" sudah diterapkan di semua lini. Dari jajaran satpam, customer service, teller sampai kepala cabangnya sangat memperhatikan kastemernya. Mulai masuk kedalam gedung suatu bank, satpam akan membukakan pintu serta menyapa selamat pagi. lalu ketika kita sampai di kastemer service mereka akan menyapa kita dengan nama sehingga menimbulkan kesan akrab tapi tetap sopan.Jika kita kelihatan bingung waktu memasuki ruangan dengan sigap satpam atau petugas  bank yang ada disana segera menanyakan " Apa yang bisa kami bantu bapak/ibu?. wah rasanya kok dihargai sekali, padahal mungkin tabungan kita tidak besar, bahkan mungkin kita adalah nasabah yang meminjam uang. Saya punya pengalaman yang sangat baik dengan salah satu bank swasta nasional yang sangat baik dalam memberikan pelayanan pemberian kredit kepada perusahaan.kalau dulu mungkin kita sebagai nasabah yang akan mengejar dan memohon bahkan kalau perlu menyogok petugas bank agar pinjaman kita cair.Tapi kami mendapatkan fasilitas pinjaman tanpa mengeluarkan biaya yang tidak resmi, bahkan mereka sangat baik dalam menjaga hubungan baik dengan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya menyenangkan dan membanggakan jika semua pihak memberikan pelayanan publik yang baik dan menghargai kita sebagai kastemer .Semangat untuk memberikan yang terbaik, mendudukan diri pada sisi kepentingan kastemer dan selalu berorientasi kepada kepuasan kastemer akan dapat mengurangi stress dan meningkatkan harga diri sebagai bangsa yang tau caranya memperlakukan rakyatnya dengan baik.Semoga suatu saat kita akan dapat menikmati wajah ramah, profesional, semangat, bebas pungli disemua kantor pelayanan publik....What can I do bapak/ibu?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-7179623564742824111?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/7179623564742824111/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=7179623564742824111' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/7179623564742824111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/7179623564742824111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/02/what-can-i-do-for-you.html' title='What can I do for You?'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-6412719484697463061</id><published>2009-02-17T16:37:00.000-08:00</published><updated>2009-02-17T16:41:39.952-08:00</updated><title type='text'>Free Country</title><content type='html'>Negara Merdeka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sudah merdeka sejak 17 Agustus 1945 dari segala bentuk penjajahan dan sejak itu kita mencanangkan akan maju dan mensejahterakan rakyat. Pada zaman penjajahan kita susah, makan dengan beras jelek sebab beras kualitas bagus hanya boleh dimakan oleh penjajah atau kaki tangan penjajah. Pakaian yang dikenakan oleh rakyat kebanyakan juga lusuh, compang camping karena terbuat dari kualitas yang kelas kambing. Kalau mau pergi jauh jalan kaki, jika punya kendaraan paling sepeda atau kereta yang ditarik sapi atau kerbau. Rumah yang dimiliki juga jelek, beratapkan rumbia dan beralaskan tanah dengan dinding terbuat dari gedeg. Sebagai bangsa yang terjajah semua yang jelek adalah bagiannya rakyat, karena kita kelas proletar. Oleh sebab itu dengan nyawa, darah dan airmata kita perjuangkan kemerdekaan ini agar dapat menjadi warga negara kelas satu dinegeri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Januari 2007 usia kemerdekaan sudah mencapai 62 tahun. Kalau dibandingkan dengan usianya seharusnya Indonesia sudah masuk kedalam golongan para pensiunan kaya yang tinggal menikmati hidupnya hasil kerja kerasnya dimasa muda. Kalaupun tidak masuk kedalam golongan pensiunan kaya setidaknya termasuk kedalam golongan pensiunan yang cukup, mandiri, tidak meminta bantuan anak atau mengandalkan tunjangan pensiun yang pas-pasan. Kenyataannya kok Indonesia seperti pensiunan yang ga punya apa-apa, nyaris bangkrut, kacau kehidupannya, bahkan tergantung dari tunjangan dan bantuan dari berbagai pihak. Kelihatannya pada waktu mudanya segala uang dan fasilita yang berlimpah digunakan dan dihamburkan tanpa mengingat masa depan. Falsafah yang dipakai bukan “Engke kumaha atau nanti bagaimana?”, tapi “kumaha engke atau gimana nantilah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa saja berkilah bahwa sebagai negara usia 62 tahun kan masih muda, masih butuh perjalanan panjang untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan untuk seluruh bangsa. Bisa juga itu adalah alasan klise karena kemakmuran dan kesejahteraan rakyat dimasa yang akan datang adalah urusan generasi yang akan datang. Hal terpenting adalah melindungi kepentingan “saya sebagai pribadi” dan generasi saya sudah terpenuhi.Mumpung menjabat dan memiliki kekuasaan lindungi dan amankan dulu posisi “saya” agar nanti anak cucu saya juga aman terkendali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat buang sampah sembarangan, silahkan saja kan ini adalah negara merdeka.Rakyat mau menyalib kendaraan, mau memotong jalan, mengendarai dibahu jalan, silahkan saja sebab itu adalah haknya. Rakyat mau tinggal dibentaran kali ya silahkan saja, kalau ada sisa anggaran nanti akan disambungkan listrik, telpon dan fasilitas umum lainnya. Jika terjadi banjir seperti sekarang yang hampir menenggelamkan Jakarta, ya salah sendiri memilih mempunyai rumah di pinggir kali. Jika terjadi kecelakaan dijalan raya, ya salah sendiri kenapa ngebut, tidak memakai helm, bahkan ternyata belum cukup umur karena punya SIM nembak. Sebagai negara merdeka rakyat berhak menentukan jalan hidupnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu tugas negara yang dalam hal ini diserahkan kepada pemegang pemerintahan apa?. Ya sebagai bagian dari warga negara merdeka pemerintah juga mempunyai hak untuk melakukan apa yang diinginkannya. Misalnya pada saat tahun 2006 ada banjir juga yang melanda Jakarta, katanya kanal mau dibetulkan, katanya bertekad mau mencegah banjir ditahun 2007. Kenyataannya pemerintah DKI juga punya kebebasan dong untuk merubah kebijakannya dan memprioritaskan membuat busway dulu dibandingkan mencegah banjir. Walaupun kenyataannya kalau banjir busway juga ga bisa jalan, bahkan terminal busway dipakai sebagai tempat penampungan para pengungsi banjir.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara atau pemerintah itu fungsi dan tugasnya adalah seperti orang tua. Ia harus mempunyai rencana yang jelas mengenai masalah pendidikan anaknya. Ada diskusi, ada pengarahan , ada panduan , ada nasehat agar anaknya selalu berada dijalan yang benar dan lurus. Dari kecil anak harus sudah dididik budi pekerti, etika, sopan santun, bahkan sampai anak menikah dan hidup terpisah dari orang tuanya mustinya perhatian dan kasih sayang tetap diberikan. Negara juga harus memberikan arahan dalam bentuk peraturan yang tegas mana yang boleh mana yang tidak, mana yang prioritas mana yang tidak. Intinya harus jelas hukumnya mana haram, halal, makruh atau mubah. Tanpa arahan yang jelas sudah pasti anak-anak atau masyarakat akan tumbuh menjadi anak yang liar, masyarakat yang tidak tau aturan, yang chaos, yang seenak udelnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak itu bagaimana besarnya adalah tergantung dari hasil didikan oran tuanya, begitu juga masyarakat,. Masyarakat yang tidak tau aturan, yang susah diatur, yang membuang sampah seenaknya, yang menyeberang jalan tidak pada tempatnya, yang memilih membayar petugas daripada ditilang adalah hasil dari didikan pemerintah yang tidak pernah mendidik warganya dengan benar. Padahal orang Indonesia terkenal gampang diatur, penurut dan mempunyai toleransi yang tinggi. Negara maju yang menerima pegawai orang Indonesia sangat terkesan dan senang dengan prilaku bangsa kita yang santun dan tidak neko-neko.Dinegara orang kita adalah tamu yang patuh pada peraturan yang dibuat tuan rumah. Setiap tahun jemaah haji Indonesia selalu mendapat pujian sebagai jamaah yang patuh pada aturan, menuruti anjuran dan tidak pernah membuat onar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih panjang perjalanan bangsa ini, mari kita mulai dengan menjadi orang tua yang bertanggung jawab, yang memikirkan masa depan anaknya. Jangan biarkan anak kita menjadi anak yang merdeka dalam artian liar tanpa aturan. Mari bangun bangsa ini agar kelak jangan ada penyesalan kenapa kita dilahirkan sebagai anak Indonesia, kenapa kita katanya merdeka tapi tetap saja masih susah cari makan, masih antri minyak tanah, masih jadi pengungsi karena banjir. Mereka tidak minta dilahirkan, tugas kitalah yang menjadi perantara membawa mereka ke dunia untuk mensejahterakan keluarga kita, masyarakat kita. Merdeka….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-6412719484697463061?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/6412719484697463061/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=6412719484697463061' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/6412719484697463061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/6412719484697463061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/02/free-country.html' title='Free Country'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-8141135106655227084</id><published>2009-02-15T00:52:00.001-08:00</published><updated>2009-07-17T07:15:50.946-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wanita'/><title type='text'>Honey Money</title><content type='html'>Honey Money&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang tidak suka uang? Hampir semua orang punya impian muda foya-foya, tua kaya raya dan mati masuk sorga.Tidak ada yang salah dengan impian dan keinginan untuk memiliki uang banyak,sangat manusiawi. Yang menjadi salah adalah jika keinginan untuk memiliki uang itu dilakukan dengan berbagai cara. Kalau kita seorang pekerja dengan gaji misalnya Rp 2.000.000 sebulan, maka seharusnya pengeluaran kita disesuaikan dengan pendapatan yang kita punya. Prioritaskan apa yang harus kita bayar pada awal bulan, seperti biaya makan sebulan dimuka, uang sekolah anak, listrik, telpon, transport.Sisihkan walaupun sedikit dana cadangan yang dapat dipergunakan untuk keperluan darurat sepertin sakit, musibah dsb, jika nanti ada. Rasanya memang pas sekali penghasilan yang kita terima untuk memenuhi kebutuhan hidup, padahal keinginan lain masih banyak, mau jalan-jalan ke mal, mau beli baju baru, mau ganti handphone, mau ini..mau itu, semua mau. Begitu banyak barang yang belum kita miliki atau keinginan yang belum terlaksana, semuanya butuh uang.Kalau kita tidak kuat menahan keinginan dan menyelaraskannya dengan kemampuan maka sudah dapat dipastikan hidup kita akan kacau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya bukan berapa besar uang yang kita miliki yang dapat membuat hidup kita senang dan teratur tapi yang lebih penting lagi adalah seberapa besar kemampuan kita mengatur uang yang kita miliki agar hidup kita aman dan senang.Berapapun banyaknya uang yang kita miliki tidak akan pernah cukup untuk memenuhi keinginan kita. sebetulnya kitalah yang berperan besar untuk dapat menentukan bagaimana kita mau mengatur hidup ini. Kalau kita kaji sebenarnya berapapun kecilnya gaji yang diterima selalu cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, walaupun menurut kacamata orang lain yang pendapatannya lebih banyak "kok ya bisa ya hidup dengan penghasilan segitu?. . Sebaliknya berapapun besarnya uang atau penghasilan yang  diterima kok ya rasanya ada saja alasan untuk merasa kurang. Gimana ga merasa kurang sebab selalu ada keinginan untuk memilki sesuatu yang nilainya lebih besar dari penghasilan yang diterima, sehingga rasanya ga ada habisnya mencari jalan keluar untuk memenuhi keinginan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memiliki impian atas suatu barang yang mahal seperti mobil, rumah atau perhiasan dapat memicu kita untuk bekerja keras agar terwujud keinginan itu disuatu saat. gantungkan cita-cita kita setinggi langit, miliki impian dan terus menerus dengungkan itu di kepala kita agar dapat tercapai. Biasanya keinginan yang kuat akan terwujud asalkan kita secara spesifik memvisualisasikan dengan jelas, lalu mentargetkan kapan harus terwujud dan membuat perencanaan dan strategi bagaimana. melaksanakannya. Jangan lupa memasukan kedalam kepala kita bahwa untuk mencapai impian itu tidak mudah, ada kendalanya, perlu kerja keras, kreatifitas dan mental baja untuk mewujudkannya. Jika hal ini tidak dimasukan kedalam paket impian kita, maka sudah dapat dipastikan yang terjadi adalah bagaimana meraih impian tadi dengan segala cara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara  cepat jadi kaya, investasikan uang anda dan dalam waktu cepat uang anda akan berkembang tanpa perlu bekerja keras. Anda akan menerima 5 % sebulan ditambah bonus akhir tahun jika anda mempercayakan uang anda untuk kami kelola kata sebuah iklan di koran. Begitu serakah kita ingin segera meraih keuntungan sehingga langsung tergiur oleh tawaran itu. Hasilnya bukan keuntungan yang didapat malah malapetaka yang kita dapatkan.Uang tidak kembali, apalagi keuntungan manis yang dijanjikan. Karena kemalasan kita untuk bekerja keras sehingga akal sehat kita tidak bekerja dengan baik.Jika saya memiliki usaha yang sangat bagus dengan  keuntungan sebesar 5 % sebulan atau 60 % setahun itu artinya saya mempunyai pohon uang yang akan saya sembunyikan dari orang lain. Usaha itu akan saya jalankan sendiri secara diam2 agar keuntuingannya dapat saya nikmati sendiri, buat apa saya mengajak orang lain apalagi orang yang tidak saya kenal untuk bersama-sama menikmati pohon uang itu. Kalaupun saya mau membaginya sudah barang tentu keluarga, saudara dan sahabat saya dahulu yang akan mendapatkan prioritas menikmati pohon uang itu bukan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk pekerja ada juga cara cepat menjadi kaya, lakukan korupsi, misalnya penggantian uang perjalanan dinas sesuai dengan penggunaaan "at cost", maka masukan semua kemungkinan untuk memperoleh cash dengan jalan mengeluarkan kwitansi fiktif. untuk pekerja yang menempati posisi basah misalnya bagian pengadaan barang, menangkan vendor yang bersedia memberikan sebagian keuntungannya kepada kita.Nilai proyek yang hanya sepuluh juta naikan menjadi 15 juta agar sisanya dapat kita kantongi. Cara cepat lainnya untuk mendapatkan gaji lebih tinggi adalah dengan jalan menjilat atasan agar disayang dan cepat naik pangkat atau diberikan berbagai macam proyek tambahan. Usahakan hanya kita yang mendapat penghasilan tambahan tadi, kalau perlu sikut kanan kiri dan injak kaki bawahan agar semua masuk kantong. mempunyai hubungan khusus atau intim dengan atasan atau pemberi proyek dapat juga merupakan jalan pintas untuk menggelembungkan pundi-pundi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah hanya uang satu-satunya yang dapat  membuat kita bahagia?. Ada penelitian yang mengatakan bahwa uang atau dalam bentuk kenaikan gaji misalnya hanya dapat membuat orang senang atau bahagia selama 3 bulan.Ada hal lain seperti ketenangan kerja, penghargaan, suasana kerja sama, kekeluargaan yang jauh lebih membuat orang sengan dan bahagia lebih lama. Tidak heran saya pernah bekerja diperusahaan yang memberikan penghargaan berupa uang atau fasilitas yang sangat baik, tapi karyawannya banyak yang hanya bertahan sebentar disana. Perusahaan membesarkan karyawannya atau merasa hanya uanglah yang mampu membahagikan karyawannya. Banyak komentar atau ketidak puasan yang dilontarkan karyawan justru pada saat mereka naik pangkat atau naik gaji.Kalau naik gaji komentarnya "Kok cuma segini naiknya? atau kalau naik pangkat diberikan misalnya mobil Corolla Altis, komentarnya bukan berterima kasih tapi "kok bukannya BMW?. Mungkin itu adalah buah yang dipetik karena membesarkan karyawan dengan hanya berdasarkan nilai material semata, sehingga mereka tidak merasa bersyukur apalagi berterima kasih. Sebaliknya ada juga perusahaan biasa-biasa saja dalam memberikan paket material kepada karyawannya tapi kok herannya mereka betah disana, malah tidak mau dibajak walaupun dengan iming2 gaji besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai manusia kita diberi akal pikiran oleh Tuhan untuk dapat menilai mana yang benar mana yang salah sebelum memutuskan sesuatu. Mustinya kita dapat belajar dari pengalaman orang-orang terdahulu. Lihat bagaimana kehancuran suatu keluarga yang kaya raya tapi mungkin mendapatkannya dengan jalan pintas. Lihat juga contoh keberhasilan tokoh yang berhasil mengembangkan usahanya dan juga berkah serta selamat karena semua kekayaannya didapatkan dengan jalan halal, kerja keras, kreatif dan juga berbagi dengan sesama. Usaha yang langgeng adalah mempunyai mesin uang yang dilumasi dengan minyak halal hasil dari kerjasama seluruh team yang percaya bahwa intergritas, kerja keras dan keadilan dijalankan dalam usaha itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jangan pernah percaya dengan orang yang mengatakan "Mencari uang haram saja susah apalagi yang halal". Uang memang manis bagai madu tapi akan berubah menjadi racun jika kita mendapatkannya tidak dengan jalan yang benar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-8141135106655227084?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/8141135106655227084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=8141135106655227084' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/8141135106655227084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/8141135106655227084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/02/honey-money.html' title='Honey Money'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-855168392546812506</id><published>2009-02-15T00:51:00.000-08:00</published><updated>2009-02-15T00:52:19.374-08:00</updated><title type='text'>Apakah hanya anak yang durhaka?</title><content type='html'>Hanya anak yang durhaka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak cerita tentang bagaimana seorang anak yang tidak berbakti kepada orangtuanya yang akhirnya dikutuk menjadi batu seperti si “Malin Kundang”.Dari kecil kita diajari untuk patuh kepada orang tua, menghormati dan mentaati perintahnya. Anak yang menurut apa kata orang tuanya akan selamat dan yang tidak menuruti nasehat orang tua akan celaka. Kebanyakan orang tua masuk dalam kategori baik dan normal, sehingga antara nasehat dan perbuatan seiring sejalan, Anak akan mengikuti nasehat orang tuanya jika ia juga tau bahwa orang tua melakukan hal yang dinasehatinya. Orang tua yang mengajarkan disiplin misalnya bangun pagi, jika mereka juga setiap hari bangun pagi, maka akan menularkan kebiasaan bangun pagi kepada keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya jika antara nasehat dan perbuatan tidak seiring sejalan bahkan bertolak belakang, maka anak akan sulit menuruti nasehat orang tuanya.Orang tua yang merasa bahwa nasehat itu hanya berlaku untuk anaknya dan bukan kepada dirinya akan kesulitan dalam memberikan pengertian kepada anaknya.Contoh paling nyata adalah jika kita tidak pernah dilihat melakukan sholat lima waktu bagaimana kita dapat membuat anak kita sholat. Mungkin pada saat kecil mereka bisa dipaksa untuk melakukan hal itu, tetapi pada saat mereka sudah mampu berfikir apalagi sudah dewasa, maka nasehat orang itu tidak berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa teman sering mengeluhkan bagaimana perilaku orang tua mereka.Ada yang tidak memikirkan sama sekali bagaimana persiapan pensiuannya.Pada waktu muda dan masih menjabat uang dihabiskan untuk kesenangan diri sendiri. Pada saat sudah tidak mempunyai penghasilan lagi , gaya hidup enak sudah tidak bisa diubah. Kebiasaan hidup senang, makan enak, baju bagus dan bepergian kemana dia suka tidak dapat ditinggalkan.Hasilnya sedikit demi sedikit uang yang tersisa habis, lalu mulai menjual harta benda yang ada, bahkan sampai tidak mempunyai apa-apa sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang kewajiban anak adalah menjaga dan merawat orang tuanya pada saat mereka sudah tidak mampu. Disisi lain orang tua juga harus sadar atas kemampuan anaknya.Jika kebetulan mempunyai anak yang berlebihan dan cukup, mungkin persoalan menjadi lain, tapi jika anak hidupnya pas-pasan, seharusnya orang tua memahami keadaan ini.Kalaupun anak hidup berkecukupan, alangkah indahnya jika kita sebagai orang tua tidak menggantungkan diri sepenuhnya kepada anak. Untuk orang tua yang memang keadaannya tidak mampu dapat dimaklumi, mengharapkan agar anaknya gantian menjaga dan merawat mereka. Yang ingin saya bicarakan disini adalah orang tua yang tidak mempersiapkan hari tuanya padahal mereka mampu. Ada yang tidak mau tahu dengan keadaan anaknya, mereka dengan gaya hidupnya yang tidak mau susah bisa menjadi beban anaknya. Keadaan rumah tangga anakpun dapat menjadi panas dikarenakan urusan mertua dan orang tua yang tidak ada habisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga orang tua yang senang menjalin hubungan dengan orang lain dalam arti mempunyai “affair” atau kawin cerai tanpa memikirkan bagaimana nasib anaknya.. Yang dikejar hanya kesenangan dirinya sendiri. Untuk laki-laki dengan dalih mampu dan mengikuti sunnah Rasul melakukan poligami. Jika dilakukan dengan baik dan terbuka serta dimusyawarahkan dengan baik, apalagi jika dapat berlaku adil terhadap keluarga, maka keadaan akan aman damai. Biasanya yang terjadi sebaliknya, selingkuh atau kawin lagi dilakukan dengan diam-diam.Jika ketahuan akan terjadi keributan. Bisa juga mereka yang doyan kawin cerai, hanya mengurus istri dan anak yang terakhir saja, anak-anak dari perkawinan yang terdahulu tidak diurus lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada teman perempuan yang sudah kawin cerai sebanyak tiga kali, setiap kali kawin pasti mempunyai anak, dan ketika bercerai semua anak ikut dia.Masalahnya selain beban ekonomi juga adanya masalah antara anak dengan bapak tirinya atau dengan keluarga suaminya.Biasanya perempuan menjadi rentan atau stress dan berakhir dengan marah dan pelampiasan terhadap anak-anaknya yang tidak berdosa.Dari cerita teman itu suami ketiganya yang diharapkan terakhir ternyata hanya bertahan baik setahun pertama. sekarang suaminya mulai main judi dan tidak memberikan nafkah lagi.Apa ini nasib atau terlalu cepat mengambil keputusan kawin lagi sebelum mengetahui dengan cermat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga teman yang punya anak 5 dengan alasan kawin tidak dengan dasar cinta karena dijodohkan (anak lima?) dan membalas prilaku suaminya yang selingkuh ia juga ikutan selingkuh.Lucunya pasangan selingkuhnya suami orang dan jauh kualitasnya dibandingkan suaminya yang dulu.alhasil anak-anak kecewa apalagi anak2 sudah besar dan bahkan sudah ada yang menikah. Ibu seharusnya memberikan contoh ketabahan dan kesetiaan bukan menghibur diri sendiri dengan jalan yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari cerita diatas kemungkinan besar anak akan mendapat gambaran yang buruk mengenai prilaku orang tuanya.Ia merasa sebagai pihak yang disakiti, tidak diperhatikan, kurang mendapatkan kasih sayang, bahkan berebut perhatian dan kasih sayang antara saudara. Sebagai anak hak kita dirampas tanpa bisa berbuat apapun. Kalaupun kita termasuk anak yang tidak terurus tapi nanti berhasil, maka jangan disalahkan jika anak tidak menaruh hormat atau sayang kepada orang tuanya. Ia merasa meraih kesuksesan tanpa dukungan orang tuanya.Mereka yang tidak mengerti latar belakang kenapa anak bersikap demikian akan memberikan komentar bahwa kita adalah anak yang tidak mengurus orang tuanya. Apalagi jika kita mampu dan kaya, komentarnya mungkin mengatakan kita sebagai anak durhaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu dikatakan bahwa jangan pernah melawan orang tua, jangan pernah menyakiti mereka, dengan alasan apapun tidak ada ruang gerak bagi anak untuk berbuat tidak baik terhadap orang tuanya.Memang tidak dapat dipaksakan jika anak yang merasa disakiti, tidak diuruis bahkan ditelantarkan untuk tidak memperdulikan orang tuanya. Kalau kita termasuk orang yang bijak dan ikhlas kemungkinan besar kita akan mengurus orang tua kita tanpa memperhitungkan bagaimana jeleknya perlakuan orang tua kepada kita dahulu. Yang terpenting kita mengambil hikmah untuk tidak melakukan hal yang sama seperti orang tua kita dan belajar bagaimana menjadi orang tua yang baik, yang mempersiapkan hari tuanya, yang dapat menjadi teladan bagi anaknya serta tetap dapat bermanfaat bagi lingkungan kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-855168392546812506?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/855168392546812506/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=855168392546812506' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/855168392546812506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/855168392546812506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/02/apakah-hanya-anak-yang-durhaka.html' title='Apakah hanya anak yang durhaka?'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-2005045948414467876</id><published>2009-02-14T20:20:00.000-08:00</published><updated>2009-02-14T20:21:06.211-08:00</updated><title type='text'>AGP ILO Chiba</title><content type='html'>Pelaksanaan ”Workplace Learning ” di AGP&lt;br /&gt;Study Kasus yang dibahas pada tanggal 28 Januari 2009, OVTA, Chiba Jepang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AGP Corporation dibangun tahun 1965. masa dimana berkembanganya transportasi udara yang menggunakan pesawat jet. Perusahaan bergerak dibidang aviasi industri dengan tiga kegiatan utama; 1. Power dan Energy, 2. perawatan yang berhubungan dengan pesawat termasuk  baggage handling dan  penanganan penumpang dan 3. pengembangan dan penjualan kelengkapan makanan untuk rumah sakit dan fasilitas umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menangani pekerjanya .AGP mempunyai dasar filosofi yang menghargai Kemanusiaan dan moral. Kadangkala kita menilai orang berdasarkan perasaan bukan hasil kerjanya, atau rasa suka atau tidak suka.  Padahal ini  bisa berpengaruh besar  terhadap karir seseorang. Semua pekerja harus punya nilai dan etika yang sama untuk mencapai tujuan perusahaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pelatihan  dirancang khusus sesuai kebutuhanya dan usia pekerjaannya, sebab jika pelatihan dilakukan dengan tidak mengindahkan tahapan dan kebutuhan  maka akan merugikan individual  dan organisasi. Berfikir dan bertindak harus merupakan kombinasi Jangan berfikir apa yang harus dilakukan tapi berfikir apa yang dibutuhkan. Pada dasarnya aksi  terdiri dari pengetahuan dan ketrampilan, ditambah dengan ingatan dan   pengetahuan. Pelatihan untuk ketrampilan adalah bagaimana melaksanakan kegiatan rutin dengan benar dan sesuai prosedur. Dilain pihak pekerja juga dibekali dengan pelatihan yang berhubungan dengan kepekaan atau awareness, termasuk prilaku, untuk mengembangkan  kemampuan tentang kepekaan terhadap bahaya., karena dalam bisnis ini keamanan adalah nomor satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat pekerja baru diterima di AGP, pelatihan yang diberikan  menitik beratkan pada pemberian dasar etika, moral yang membentuk prilaku yang sesuai dengan nilai dan etika perusahaan baru dilanjutkan dengan pelatihan  keahlian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-2005045948414467876?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/2005045948414467876/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=2005045948414467876' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/2005045948414467876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/2005045948414467876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/02/agp-ilo-chiba.html' title='AGP ILO Chiba'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-5404899408333288473</id><published>2009-02-14T20:18:00.001-08:00</published><updated>2009-02-14T20:18:43.745-08:00</updated><title type='text'>Loyalty</title><content type='html'>Jika kita bicara mengenai kesetiaan atau setia, yang langsung terbayang di benak kita adalah hubungan antara pria wanita, suami istri yang saling setia satu sama lain. Mereka hidup bahagia dan hanya maut yang mampu memisahkan mereka. Begitu juga kalau kita bicara mengenai ketidaksetiaan, maka yang ada adalah cerita mengenai perselingkuhan atau hubungan gelap yang terjadi antara aku, kamu dan dia. Sering kita sebut dengan cinta segi tiga, segi empat, bahkan multi segi. &lt;br /&gt;Padahal kesetiaan bisa diimplementasikan pada semua segi kehidupan. Kesetiaan adalah karakter yang bisa dibentuk pada diri manusia ketika ia berinteraksi dengan banyak hal. Ayah saya adalah pegawai negeri yang sampai usia pensiun bekerja dengan setia mengabdikan diri pada Negara. Karirnya diawali dengan menjadi tentara pelajar, lalu menjadi pengusaha yang cukup kaya tapi kemudian bangkrut sampai akhirnya menjadi pegawai negeri. Pekerjaan ini ditekuninya dengan dedikasi tinggi. &lt;br /&gt;Saya ingat, sebagai anak dari karyawan perusahaan Negara yang kaya pada saat itu, segala kebutuhan kami sangat tercukupi. Sejak kecil saya boleh ikut kegiatan volley, tennis, bowling, karate, dan kegiatan pramuka dengan fasilitas terbaik dan semua atas biaya perusahaan. Dengan fasilitas yang menurut ukuran kami sudah sangat bagus, masih saja ada orang yang tidak pernah puas. Ada saja yang melakukan kecurangan, ada yang melakukan bisnis pribadi dengan menggunakan fasilitas kantor atau bekerja dengan malas-malasan karena tidak akan dipecat dari kantor. Seharusnya karyawan yang sudah dicukupi kebutuhan hidupnya dan keluarganya oleh perusahaan mampu menunjukan kesetiannya dengan cara bekerja yang benar.&lt;br /&gt;Hubungan antar teman sejawat, antara atasan dan bawahan juga harus didasari dengan saling setia. Keberhasilan suatu departemen atau divisi adalah keberhasilan tim, bukan perorangan. Kalau kebetulan kita mempunyai jabatan sebagai pemimpin suatu perusahaan, jangan pernah mengklaim keberhasilan itu adalah hanya karena usaha pimpinan semata. Begitu juga sebaliknya, jika gagal maka dengan mudahnya kita sebagai atasan menyalahkan anak buah. Keberhasilan atau kegagalan suatu proyek atau pekerjaan adalah hasil dari seluruh tim. Pemimpin akan  mendapatkan nilai lebih jika pekerjaan timnya berhasil. Tapi sebaliknya juga akan mendapat kecaman lebih jika gagal. Masih banyak orang yang tidak berani menunjukkan kesetiannya membela teman atau anak buah jika menghadapi kegagalan.&lt;br /&gt;Dalam perjalanan karir saya ada beberapa boss yang merupakan atasan saya yang sebetulnya saya tidak cocok dengan mereka. Kebanyakan ketidakcocokan itu didasarkan pada perbedaan nilai hidup. Misalnya saya pernah punya atasan yang kalau berbicara antara benar dan bohong sangat tipis bedanya. sangat berani mengemukakan satu pandangan tanpa didasari dengan data dan fakta yang ada. Kata orang Sunda, kumaha engke. Artinya yang penting omong besar dulu supaya lawan bicara tertarik dan kita mendapatkan pekerjaan, urusannya nanti belakangan. Dalam hal ini saya berusaha untuk memberikan data dan analisis kepada boss ini agar ia jangan berbicara terlalu jauh dari kenyataan. &lt;br /&gt;Saya selalu dengan setia membantu dan mencoba untuk sedapat mungkin mengurangi atau setidaknya memahami apa maksud dari semua omong besarnya. Saya mencoba untuk tidak menghianatinya dan mendukungnya semampu saya selama masih menjadi asistennya. Tapi hanya bertahan selama 1 tahun, karena ternyata untuk bisa setia kepada orang yang tidak sama cara pandangnya dengan kita, sungguh sangat sulit. &lt;br /&gt;Ada juga tipe orang yang tidak pernah setia terhadap teman, bawahan atau atasan. Jika ada yang mempunyai gagasan atau usulan proyek maka dia akan mengambilnya dan mengaku sebagai gagasannya. Jika ada masalah atau ada kegagalan di kantor yang kebetulan dia ada dalam  tim itu, dengan cepat ia membersihkan diri dan mengatakan bahwa itu bukan gagasannya, atau dari awal memang dia sudah tidak menyetujui gagasan itu tapi si anu memaksakan.Tepat sekali gambaran dari salah satu iklan rokok  yang menggambarkan ada seorang cowboy dengan kudanya yang berlari kencang siap berperang. Pada saat dia sudah berhadapan dengan pasukan Indian yang jumlahnya banyak, maka dia sangat kaget ternyata teman-temannya tidak ada satupun yang mendukung dia dan dia hanya sendirian. Perasaan ini yang dirasakan oleh kita atau teman kita yang ditinggalkan dan menghadapi kegagalan sendirian.&lt;br /&gt;Banyak kejadian nyata di sekitar kita di mana harus tegar menghadapi penghianatan dari orang yang dekat dengan kita, yang diharapkan memberi dukungan dalam suka dan duka, ternyata pergi ketika duka menyapa. Untuk saya kesetiaan adalah terhadap nilai-nilai yang baik seperti integritas misalnya, bukan setia pada seseorang secara membabi buta. Jika nilai yang baik itu sudah tidak ada pada diri teman, atasan atau bawahan kita lebih baik dipikirkan kembali hubungan itu. Dalam perjalanan hidup kita ditinggalkan teman, kekasih atau sahabat sangat mungkin terjadi. Banyak orang yang berubah cara pandang hidupnya karena pergaulan atau untuk meraih suatu kepentingan. Untuk saya kalau harus memilih  lebih baik dihianati daripada menghianati.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1705333249113344261-5404899408333288473?l=iftidayasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iftidayasar.blogspot.com/feeds/5404899408333288473/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1705333249113344261&amp;postID=5404899408333288473' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/5404899408333288473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1705333249113344261/posts/default/5404899408333288473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iftidayasar.blogspot.com/2009/02/loyalty.html' title='Loyalty'/><author><name>iftidayasar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09286063449930995828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_EqxraFxvyYw/SVmByqjhq6I/AAAAAAAAACI/1dLBn-k7G_Y/S220/4x6%3D3+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1705333249113344261.post-12813395850033319</id><published>2009-02-14T20:13:00.000-08:00</published><updated>2009-02-14T20:14:08.063-08:00</updated><title type='text'>Role Model</title><content type='html'>Jika kita baru saja mengikuti suatu pelatihan yang sifatnya pencerahan atau berupa membangun kecerdasan spiritual, biasanya kita akan ikut terbawa semangat atau merenungkan kembali apa tujuan hidup kita di dunia. Sang instruktur begitu meyakinkan  kita dengan cara pandangnya dan nilai-nilai hidup yang diajarkannya. Pulang dari sana kita akan mencoba menerapkan nilai-nilai baik yang telah diingatkan kembali kepada kita. Misalnya nilai “intergrity”, bagaimana pergaulan kita selama ini di pekerjaan, apakah kita mencapai kedudukan yang sekarang dengan mengambil jalan yang lurus, tanpa menjilat atasan, tanpa menyikut kiri kanan. Dalam berusaha apakan tender yang kita menangkan adalah hasil kerja keras dan profesionalisme bukan hasil KKN dan pemberian amplop dibawah meja kepada ketua proyek. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa jadinya jika kita ternyata mengetahui bahwa sang intruktur tadi hanya “Omdo atau omong doing”, demi melariskan modul pelatihannya.Dari beberapa sumber yang dipercaya kita mengetahui bahwa nilai yang diajarkan tidak lebih hanyalah slogan belaka.Seorang instruktur atau guru atau dosen bukan hanya cukup menguasai ilmu pengetahuan dan ketrampilan tertentu, tapi dia juga harus mampu berperan sebagai pendidik yang mengamalkan nilai-nilai baik itu sebelum diajarkan kepada orang lain. Dia adalah role model atau panutan yang meyakini kebenaran nila baik yang diajarkannya sehingga mampu menerapkannya dalam prilaku sehari-hari. Pendidik bukan saja bertanggung jawab atas kecerdasan anak didiknya tapi juga memastikan nilai baik tertanam dibenak dan dihati anak didiknya.kalau dia mengajarkan kejujuran, maka dia harus berlaku jujur terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada kekuatan yang lebih besar dari seorang guru atau pemimpin tanpa dia menjadikan dirinya contoh soal atau panutan. Kalau kita melihat film perang atau membaca cerita kepahlawan zaman dahulu, maka kita akan melihat dan membaca bagaimana seseorang dipilih menjadi panglima perang.Panglima perang sudah pasti adalah orang yang terberani, terpandai, ahli strategi dan yang pasti memimpin didepan. Sang panglima memberikan perintah langsung dan berhasil mengalahkan lawannya lebih banyak dibandingkan prajurit manapun dipasukannya .Bukan perang zaman sekarang yang hanya menerjunkan prajurit didepan dan para jenderal dibelakang layar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan mengaku menjadi pemimpin jika anda termasuk orang yang hanya mau cari selamat. Kegagalan suatu pekerjaan adalah kegagalan kita sebagai seorang pemimpin, bukan hanya kegagalan anak buah. Jika kita mau bawahan kita bersemangat maka pemimpin harus lebih semangat dari mereka. Jika kita menginginkan anak buah memiliki rasa bangga terhadap perusahaan, maka kita harus menunjukan rasa bangga itu terlebih dahulu baru menularkannya pada mereka. Jika meminta karyawan untuk disiplin, kerja keras, dan tepat waktu, tunjukan dahulu kita adalah orang yang lebih disiplin, lebih kerja keras dan sangat menghargai waktu. Hanya dengan contoh….contoh.. contoh….dan melakukan serta menyelaraskan antara ucapan dengan perbuatan, maka kita akan membangun sebuah kepercayaan yang hebat dari anak didik, dari bawahan, dan dari karyawan. Dengan kepercayaan itu akan terbentuk sebuat tim yang hebat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/170533324911334
